Friday, June 23, 2017

Mengapa Persembahan Kain Ditolak? (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Ibrani 11:4
==================
"Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati."

Andaikan ada pejabat tinggi negara datang ke rumah anda, apa yang akan anda suguhkan? Katakanlah tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa pemimpin tertinggi negara ini mau berkunjung minggu depan ke rumah anda. Saya yakin anda akan segera bergegas memoles rumah agar layak menerima kunjungan beliau, dan anda akan berpikir keras untuk menyuguhkan segala yang terbaik sesuai kemampuan anda. Bagaimana jika bukan pemimpin negara tetapi Tuhan, Allah yang menganugerahkan kasih karuniaNya demi keselamatan kita, yang selalu menyertai kita dan memberi rancangan yang terbaik bagi setiap kita. Apa yang akan kita persembahkan kepadaNya? Yang terbaik, itu jawaban yang pasti akan kita berikan. Tapi apakah benar kita sudah memberi yang terbaik untuk dipersembahkan kepada Tuhan? Atau kita merasa sayang mengeluarkan sejumlah milik kita, merasa rugi kecuali kita sedang punya daftar permintaan atau permohonan akan pertolongan Tuhan? Apakah kita memberi karena kita menyadari betul kewajiban kita sebagai ciptaanNya yang teristimewa atau kita punya motivasi-motivasi lain dalam memberi? Sadarkah kita bahwa kalau tidak menyikapi serius, persembahan kita jangan-jangan ditolak oleh Tuhan dan kemudian kita harus menerima konsekuensi berat sebagai akibatnya? Dalam segala hal kita dituntut untuk memberi yang terbaik sekuat kemampuan kita. Untuk bangsa dan negara kita dituntut untuk berkontribusi, berperan serta secara proaktif dengan sebaik mungkin. Apalagi untuk Tuhan yang berlimpah kasih setiaNya atas kita.

Akan hal ini, alangkah baiknya kita belajar dari Kain dan Habel, anak dari Adam dan Hawa. Dalam Kejadian 4 kita bisa membaca bahwa keduanya pada suatu ketika memberi persembahan kepada Tuhan. Tapi reaksi Tuhan menanggapi keduanya berbeda. Yang satu berkenan di hadapan Tuhan, tapi yang satu ditolak. Pertanyaannya adalah, mengapa persembahan Habel diterima sedang persembahan Kain ditolak? Apa yang membuat Tuhan menerima yang satu dan menolak satunya lagi? Hari ini saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat mengapa perbedaan ini terjadi.

Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa kedua saudara ini memiliki profesi yang berbeda. Habel bekerja sebagai gembala sedang Kain adalah seorang petani (Kejadian 4:2). Selang beberapa waktu, tibalah saatnya bagi mereka untuk memberi persembahan kepada Tuhan dari hasil kerjanya. Jadi, persembahan Habel tentulah satu dari ternaknya, dan Kain dari hasil pertaniannya. Dan mereka melakukan seperti itu. Sampai pada poin ini tidak ada yang salah dari keduanya.

Selanjutnya, mari kita baca ayat berikutnya. " Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram." (ay 3-5).

Agar bisa melihat penekanan lebih jauh, ada baiknya kita baca juga versi BIS dari ayat ini. "Pada musim panen pertama, Kain membawa pemberian kepada TUHAN. Dia membawa beberapa makanan yang tumbuh di tanah, tetapi Habel membawa beberapa ternak dari kawanannya. IA MEMBAWA BAGIAN YANG TERBAIK DARI DOMBANYA YANG TERBAIK. TUHAN menerima Habel dan pemberiannya, tetapi Ia tidak menerima Kain dan persembahannya itu, Kain sedih dan dia sangat marah."

Bagian yang saya tebalkan menunjukkan dengan jelas bagaimana bentuk penghormatan Habel terhadap Tuhan dalam memberi persembahannya yang terbaik.

Selanjutnya, dalam Perjanjian Baru yaitu di kitab Ibrani kita bisa mendapatkan penjelasan lebih jauh akan hal ini. "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati." (Ibrani 11:4). Lihatlah bahwa Penulis Ibrani dalam menjelaskan tentang iman memaparkan beberapa contoh nyata dimana Habel adalah salah satunya. Dari ayat ini kita bisa melihat dengan jelas alasannya. Habel memberikan persembahan yang lebih baik karena iman, dan itu membuatnya tetap jadi teladan jauh setelah ia mati, bahkan sampai hari ini.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker