Sunday, June 25, 2017

Bahaya Hati yang Tidak Terjaga

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Kejadian 4:5
===================
"tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

Kasus pembunuhan merupakan hal yang hampir setiap hari terjadi. Sebuah data tahun 2011 menyebutkan bahwa di negara maju seperti Amerika Serikat terjadi pembunuhan lebih dari 16 ribu kasus setahun, yang artinya kurang lebih ada 44 pembunuhan terjadi setiap harinya. Di negara kita pun sama. Saat menonton siaran berita, membaca surat kabar atau mengakses situs berita, hampir setiap hari kita menemukan adanya kasus pembunuhan dengan berbagai alasan dan cara. Apakah hukuman untuk kasus pembunuhan begitu ringan sehingga masih banyak saja manusia yang gampang mengakhiri hidup orang lain? Rasanya tidak. Hukuman berat hingga hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati yang masih diberlakukan di banyak negara menjadi konsekuensi yang harus siap ditanggung oleh seorang pembunuh. Akan tetapi tetap saja setiap harinya ada yang melakukan. Banyak yang kemudian mengaku menyesal, tapi orang sepertinya tidak kunjung belajar dari pengalaman para pelaku. Gelap mata, kalap, lupa diri, sulit mengontrol emosi bisa jadi merupakan faktor yang menyebabkan seseorang mampu melakukan tindakan keji menghilangkan nyawa sesamanya, selain berbagai masalah psikologis atau gangguan kejiwaan yang diderita si pelaku. Selain hukuman di masing-masing negara alias sistem dunia, jelas membunuh merupakan dosa yang sangat besar.

Hari ini saya ingin melanjutkan pembahasan mengenai pentingnya mengontrol amarah agar jangan sampai menghancurkan masa depan dan rencana Tuhan yang indah bagi kita dengan melihat kisah Kain dan Habel dari sisi lain. Bukan main menyedihkan. Baru saja sejarah manusia yang dicatat oleh Alkitab memasuki generasi kedua, kasus pembunuhan sudah terjadi. Kita tentu sudah sangat familiar dengan kisah pembunuhan pertama ini, yang melibatkan tidak lain daripada dua saudara kandung anak dari Adam dan Hawa.

Pembunuhan mengenaskan terjadi berawal dari rasa marah yang timbul dari iri hati Kain ketika persembahannya ditolak sedangkan persembahan saudaranya diterima Tuhan. "tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram." (Kejadian 4:5). Tuhan sempat mengingatkannya saat melihat bahwa Kain mulai terbakar emosi. "Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (ay 6-7). Lihatlah bahwa Tuhan sejak awal sudah mengingatkan bahwa saat kita melakukan hal yang tidak baik, dosa sudah mengintip di depan pintu dan siap masuk memangsa kita. Sayangnya Kain tidak mengindahkan peringatan Tuhan dan membiarkan dirinya terus dibakar amarah. Dan tragedi itu pun terjadi. Dengan keji dia mengakhiri hidup saudara kandungnya sendiri dan kemudian menerima hukuman besar dari Tuhan.

Tuhan berkata, bukankah kalau kita berbuat baik seharusnya reaksi hati kita yang gembira akan tercermin pada rona muka kita? Yang tampak pada muka Kain bukanlah wajah berseri, tapi wajah muram yang muncul dari hati yang panaslah yang terlihat. Apabila memang sikap hati Kain benar saat memberi persembahan, tentu reaksi mukanya tidak akan seperti itu. Kalaupun Tuhan menolak, seharusnya ia introspeksi kenapa itu bisa terjadi? Setidaknya yang muncul adalah raut muka sedih atau kecewa, bukan raut muka hasil dari hati yang panas terbakar amarah. Dengan kata lain, kenapa harus iri, marah, tidak mendengarkan teguran lantas membunuh kalau sikap hatinya benar saat memberi persembahan?

Dari sini kita bisa melihat bahwa selain apa yang ia berikan tidaklah sebaik persembahan Habel (ay 3-4) seperti yang kita bahas dalam renungan kemarin, sikap hati Kain menguatkan kenapa persembahannya ditolak. Alkitab mengatakan dengan tegas bahwa "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Terjaga baik atau tidaknya hati kita akan terlihat dari produk yang dihasilkan, dan seringkali itu akan terlihat secara kasat mata dari air muka hingga gestur. Berkualitas tidaknya hidup kita akan tergantung dari seperti apa kondisi hati kita. Apa yang ada dalam hati Kain pada waktu itu saat memberi? Apa motivasinya saat memberi? Entahlah. Tapi dari apa yang timbul di wajahnya, suasana hatinya yang bisa dilihat Tuhan dan reaksi yang mengikuti, jelas ada sesuatu yang salah disana.

Dari sisi ini kita bisa belajar beberapa hal antara lain:
- Hati-hatilah dengan amarah dan iri hati, karena itu bisa mengarah pada masuknya dosa-dosa yang berbahaya, yang pada satu titik bisa fatal akibatnya.
- Waktu ditegur Tuhan, miliki hati yang lembut. Terima, introspeksi dan perbaiki supaya bisa jadi lebih baik.
- Jaga dan kuasailah hati sepenuhnya karena dari sanalah kehidupan itu terpancar.

Allah berfirman: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Hati yang tidak terjaga dan dibiarkan penuh dengan kebencian, iri hati, kemarahan tidak akan pernah megerjakan hal baik dalam perjalanan kita menggenapi rancangan Tuhan tersebut. Ada begitu banyak dosa mengintip di balik pintu dan siap masuk menyerang serta membinasakan kita, menggagalkan kita dari hari depan  yang penuh harapan dan damai sejahtera. Kain gagal mengendalikan hatinya. Meski ia melakukan kewajibannya, namun sikap hatinya yang buruk membuatnya harus menuai bencana. Jaga dan kawal hati dengan baik, berakarlah pada Firman Tuhan dan tetap lakukan apa yang benar agar semua rancangan Tuhan tergenapi dalam hidup anda.

Know what God has been planning for you, never let it slip away

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker