Wednesday, June 7, 2017

Baju Zirah (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Tesalonika 5:8
=========================
"Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan."

Kalau sekarang ada rompi anti peluru, di masa lalu para prajurit memakai lempengan besi di dada dan punggung untuk melindungi mereka dari panah, tombak dan pedang. Perlengkapan pelindung ini disebut dengan baju zirah, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut breastplate atau plate armour. Selama berabad-abad baju zirah ini terbukti mampu secara signifikan mengurangi resiko kematian dari prajurit atau para ksatria  Di jaman sekarang rompi anti peluru sudah jauh lebih ringan dan fleksibel, tapi dahulu orang harus bisa menahan berat lempengan besi agar bisa melindungi organ-organ pentingnya dari serangan senjata yang bisa mengakibatkan kematian.

Sangatlah menarik ketika Paulus mengambil contoh baju zirah ini dalam beberapa kesempatan untuk menyampaikan kebenaran firman Tuhan. Misalnya dalam suratnya kepada jemaat Tesalonika. Disana kita bisa menemukan Paulus menggunakan baju zirah sebagai alat "peraga" dalam menyampaikan Firman Tuhan. Ia berkata begini: "Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan." (1 Tesalonika 5:8). Kalau diibaratkan sedang berjuang atau berperang, apa yang digambarkan Paulus sebagai baju zirah adalah iman dan kasih. Iman dan kasih dikatakan dapat berfungsi sebagai baju zirah yang mampu melindungi diri baik dari serangan iblis maupun menjaga kita dari berbagai ketidakpastian dalam hidup, masalah yang datang menghampiri atau dalam menghadapi orang-orang sulit.

Apakah iman itu? Dalam Ibrani 11:1 kita bisa menemukan jawabannya. "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Ketika kita berhadapan dengan segala ketidakpastian akan sesuatu yang belum terjadi, bukankah sebuah jaminan kepastian lewat iman sangat kita butuhkan? Tepatlah bahwa iman dikatakan sebagai salah satu baju zirah untuk melindungi kita dalam berperang melawan keinginan daging maupun provokasi, tipuan dan serangan si jahat.

Lalu bagaimana dengan kasih? Mungkin sepintas lalu agak terasa aneh kalau dikatakan bahwa kasih bisa berfungsi sebagai baju zirah. Tapi mari kita lihat dua ayat berikut ini: "Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." (Amsal 10:12), "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8). Dari kedua ayat ini saja kita bisa melihat bagaimana vitalnya peran kasih dalam hidup kita. Kasih bisa mencegah begitu banyak pelanggaran, dan menutupi banyak sekali dosa.

Kalau ada yang masih bingung akan korelasinya, mari kita ambil contoh kecil saja. Kalau anda disakiti orang, kasih akan membuat anda memberi pengampunan sehingga anda terhindar dari perilaku-perilaku buruk seperti sakit hati, balas dendam yang pada tingkatan ekstrim bisa mencelakakan orang lain. Kasih akan membuat anda menghindari perilaku kecurangan. Kasih akan membuat anda tidak menutup mata dari orang yang membutuhkan bantuan. Kasih akan membuat anda tidak membeda-bedakan orang. Kasih akan membuat anda tidak merugikan orang lain. Ini baru sedikit contoh dari bagaimana kasih bisa menjadi baju zirah yang melindungi kita dari membuka celah sehingga memungkinkan masuknya serangan iblis.

Dalam kesempatan lain Paulus kembali mengutip baju zirah ketika ia menggambarkan perlengkapan senjata Allah. "Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan.." (Efesus 6:14). Kalau Kepada jemaat Tesalonika Paulus menggunakan contoh baju zirah sebagai gambaran iman dan kasih. Itulah yang bisa melindungi kita, kepada jemaat Efesus Paulus mempergunakan baju zirah untuk menggambarkan keadilan sebagai salah satu perlengkapan senjata Allah untuk melawan kuasa iblis.

Firman Tuhan dalam kitab Ulangan pun berbicara tentang pentingnya keadilan ini. "Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu." (Ulangan 16:19-20). Jadi singkatnya, baju zirah merupakan senjata yang penting baik untuk bertahan, berjaga-jaga maupun berperang, dan dalam hidup kita itu akan hadir lewat kasih, iman dan keadilan.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker