Thursday, June 29, 2017

Akar (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Lantas dari mana kita bisa melihat apakah seseorang itu berakar kuat dan dalam pada Kristus atau tidak? Menariknya, contoh dari pohon pun masih sangat relevan. Jika mengacu kepada pohon, akar mungkin tidak terlihat, tapi kita bisa melihat dari buah yang dihasilkan.

Buah seperti apa yang kita hasilkan dalam kehidupan kita sehari-hari? Buah apa yang muncul dari kita di tengah masyarakat? Waktu ada tantangan, masalah dan tekanan,  apakah kita punya buah dari iman kita yang berakar pada Kristus atau tidak akan kelihatan dengan jelas. Kita bisa melihat langsung sejauh mana kuatnya kita berakar dalam Kristus dan dibangun diatasNya, orang pun akan dengan gamblang bisa melihat apakah kita sudah menjadi terang dengan mencerminkan pribadi yang berintegritas sebagai warga Kerajaan Allah atau masih sama bahkan lebih buruk dari orang-orang yang berakar pada hal-hal duniawi. Dengan kata lain, apabila buah pada pohon bisa menjadi bukti apakah pohon tersebut berakar kuat atau tidak, buat keimanan kita buah bisa menjadi bukti bahwa kita berakar pada Kristus dan menjadi tanda dari sekuat apa iman kita.

Mari kita baca sekali lagi ayat bacaan hari ini. "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." (Kolose 2:6-7).

Kita sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, karenanya jangan sampai kita malah tertanam di luar Dia. Hendaklah iman kita tetap berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Paulus selanjutnya mengingatkan agar hendaknya hati kita tetap melimpah dengan syukur. Bukan berisi perasaan kuatir, cemas, takut atau marah, iri dan kebencian. Itulah yang akan membuat kita bisa mengalami kepenuhan Ilahi. Dengan demikian kita bisa tetap hidup dengan sukacita, tidak goyah saat digoncang badai kehidupan dan bisa mengalami dan merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap sisi kehidupan kita.

Ibarat pohon, dimana kita tertanam saat ini? Apakah kita sudah berakar kuat dalam Kristus atau masih sedikit dan lemah sekali akarnya? Atau jangan-jangan, kita masih belum punya akar sama sekali. Pertanyaan berikutnya, ibarat pohon, apakah kita sudah menghasilkan buah-buah dari iman kita yang bukan saja kita yang bisa menikmati tapi juga sesama kita, bangsa dan negara? Apakah saat menghadapi masalah kita menghasilkan buah atau malah layu, kering dan busuk?

Dalam suratnya kepada jemaat Filipi, Paulus mengatakan "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia" (Filipi 3:10). Satu-satunya yang saya inginkan adalah supaya saya semakin jauh mengenal Kristus, katanya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sama seperti Paulus yang terus bertumbuh pengenalannya terhadap Kristus atau kita masih terlalu sibuk menginginkan banyak hal lain? Hendaklah kita semua berakar kuat di dalamNya, bertumbuh di atasNya dan mengalami kepenuhanNya, lalu berbuah subur dalam setiap aspek kehidupan kita, pada setiap musim.

"When the roots are deep, there is no reason to fear the wind" - traditional Chinese proverb

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker