Tuesday, June 24, 2014

Time Management (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Kita bisa pula belajar dari Yesus sendiri. Tidak hanya satuan, puluhan atau ratusan, dalam waktu-waktu tertentu Yesus harus siap menangani ribuan orang sekaligus. Sebuah pekerjaan yang tidak gampang harus Dia lakukan untuk menggenapi kehendak BapaNya hanya dalam rentang waktu yang terbilang sangat singkat, 3 setengah tahun saja. Besarnya belas kasih yang Dia miliki membuatNya harus merespon begitu banyak orang secara personal. Yesus bukan membuka kelas dan menunggu hingga jumlahnya banyak baru mulai mengajar menyampaikan kebenaran, kalau ada satu orang ia pun tidak menolak. Ia bahkan masih berkenan menerima orang yang datang sampai larut malam seperti yang bisa kita lihat dari kisah Nikodemus dalam Yohanes 3:1-21. Semua ia lakukan tanpa mengorbankan waktu untuk bersama Bapa. Kita tahu Yesus tidak meninggalkan itu meski sangat sibuk seperti yang dicatat beberapa kali dalam Alkitab. Pada pagi hari, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." (Markus 1:35), atau dalam kesempatan lain di malam hari: "Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ." (Matius 14:23). Apabila Yesus tidak pintar-pintar memanajemen waktu, Dia tidak akan sanggup menjalani itu karena biar bagaimanapun Dia hadir ke dunia mengambil rupa sebagai Anak Manusia, yang sama seperti kita. Yesus memberi contoh kepada kita betapa pentingnya untuk menikmati waktu-waktu bersekutu dengan Bapa tanpa harus terganggu oleh hiruk pikuk atau hal-hal lain yang bisa memecah konsentrasi. Dia mencontohkan langsung bagaimana pentingnya membagi waktu. Ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk melayani, ada waktu untuk beristirahat, ada pula waktu untuk mendengar suara Tuhan. Keseimbangan dengan penetapan prioritas yang benar sangatlah penting untuk diperhatikan.

Berulang kali Alkitab mengingatkan kita akan pentingnya mempergunakan waktu dengan baik. Seperti yang sudah saya bagikan kemarin, salah satu bagian doa Musa berbunyi: "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mazmur 90:12). Musa berdoa meminta Tuhan memberi hikmat agar kita bisa menghitung dan mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Mengapa? Karena sesungguhnya hidup ini singkat. "So, teach us to number our days", he said, "that we may get us a heart of wisdom." Kita sering lupa akan hal ini saat tengah sibuk bekerja, atau ada pula yang tidak peduli karena hanya ingin bersantai-santai dan bermalas-malasan membuang waktu secara percuma. Demikian pula kita bisa menangkap pesan yang sama lewat pesan Paulus. Dalam Kolose 4:5 disebutkan "...pergunakanlah waktu yang ada." Secara kontekstual pesan ini ditujukan Paulus agar kita tidak menyia-nyiakan waktu dalam menjangkau orang-orang luar, atau orang-orang yang belum percaya, tetapi secara umum pun pesan ini sesungguhnya layak untuk kita renungkan dari segi pemanfaatan waktu. Apalagi kita terus menghadapi hari-hari yang semakin jahat, seperti bunyi pesan Paulus selanjutnya dalam surat lain. "dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:16). Ia mengatakan bahwa orang yang mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, atau dengan kata lain orang yang pintar memanajemen waktu akan menunjukkan watak yang bijak atau arif, sebaliknya jika tidak maka itu dikatakan sebagai orang bebal. (ay 15).

Waktu bagi setiap orang durasinya sama-sama 24 jam, tetapi ada orang yang berhasil mempergunakannya secara maksimal, ada pula yang menyia-nyiakannya. Ada yang berhasil memanfaatkannya demi kebaikan, ada yang malah memakainya untuk hal sia-sia atau bahkan merugikan. Ada yang sukses berjalan dalam rentang waktu itu, ada juga yang gagal. Apa yang seringkali berpengaruh antara sukses dan gagal ini adalah sejauh mana kita pintar memanajemen waktu yang ada dengan baik. Ada banyak faktor yang bisa berperan terhadap manajemen waktu ini seperti salah satunya sikap kita dalam menyikapi pentingnya mengatur waktu dengan baik. Mental yang buruk akan selalu menyalahkan waktu dan kambing hitam lainnya saat tidak berbuah. Sikap yang buruk akan selalu suka menunda-nunda pekerjaan. Sikap mental yang baik adalah sikap yang menyadari pentingnya menyadari dan mengatur waktu dengan baik, menetapkan skala prioritas secara benar dan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya, demi kebaikan. Waktu berlalu dengan kecepatan yang sama, jumlah yang diberikan pun sama bagi setiap orang dari dulu, sekarang dan sampai akhir dunia ini berputar.

Daripada sibuk meminta waktu lebih lagi, daripada berkeluh kesah waktu terlalu sedikit, alangkah baiknya apabila kita memikirkan bagaimana agar kita bisa mempergunakan waktu secara maksimal dengan perencanaan yang baik dan seimbang. Manajemen waktu sangatlah penting. Kita harus mempertimbangkan secara matang, menyusun perencanaan dengan baik, mengatur jadwal sehari-hari agar seluruh pekerjaan yang kita lakukan bisa berjalan dengan baik dan seimbang dalam koridor waktu atau "time frame" yang berlaku sama bagi semua orang. Masing-masing dari kita tentu tahu apa yang harus kita lakukan dan bagaimana metode yang terbaik untuk memanajemen waktu ini. Setidaknya mindset kita diarahkan untuk menyadari bahwa manajemen waktu adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Agar semua bisa sukses, aturlah pembagian waktunya sebaik mungkin. Apa yang saya tulis ini juga berlaku bagi saya sendiri, karena ada kalanya saya masih kelabakan dalam membagi waktu saat kesibukan sedang padat-padatnya. Bagi anda yang masih merasakan kesulitan yang sama, mari kita sama-sama belajar untuk memanajemen waktu secara lebih baik.

Bukan rentang dan kecepatan waktunya yang salah, tetapi pengaturan waktunya yang harus dibenahi

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker