Saturday, June 14, 2014

Penghalang Pandangan

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Lukas 24:16
====================
"Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia."

Mungkin karena menghabiskan banyak waktu di depan laptop, sejak beberapa tahun lalu mata saya rabun dekat. Saya harus menggunakan kacamata agar bia melihat benda-benda atau tulisan yang dekat. Tanpa kacamata maka pandangan saya akan kabur. Ada kalanya kacamata saya berkabut sehingga jika tidak dilap maka pandangan saya pun terganggu. Gangguan melihat bukan saja karena mata mengalami masalah, tapi juga ketika pandangan terhalang oleh sesuatu. Misalnya apabila ditutup baik dengan tangan, saputangan dan sebagainya, atau saat ada benda yang memblokir arah mata sehingga benda diseberangnya tidak lagi bisa dilihat. Sebaik-baiknya mata berfungsi, apabila pandangan terhalang maka kita tidak lagi bisa melihat apa yang ada di depan meski masih berada dalam jarak pandang.

Pandangan yang terhalang bukan saja bisa dialami secara fisik pada mata tapi kita juga bisa mengalami itu secara spiritual. Contohnya begini. Kita tahu Tuhan ada, tetapi kita tidak mampu melihat sosok Tuhan dan kasih serta kebaikanNya secara benar. Kita tahu akan kebesaran kuasa Tuhan yang tidak terbatas dalam menolong kita, tapi kita tidak bisa melihat itu sebagai sebuah kebenaran yang bisa dipercaya dengan iman. Kita tahu akan ketetapanNya, apa yang dilarang, tapi kita mentolerir itu dengan menganggap bahwa Tuhan sedang meleng tidak melihat kita. Kita merasa diingatkan Tuhan, tapi kita ragu dan menganggap itu mungkin cuma perasaan saja. Atau kita sudah terus berdoa tapi sepertinya Tuhan mengabaikan  Intinya, ada sesuatu yang menghalangi pandangan iman kita sehingga kita pun lalu ragu hidup tanpa jawaban, atau merasa putus asa, tidak lagi punya semangat dan harapan. Ironisnya, penghalang itu tidak selalu harus sesuatu yang besar. Hal yang sangat kecil sekalipun jika tidak hati-hati bisa menutup pandangan kita dari Tuhan.

Sebuah kisah penampakan Yesus setelah kematianNya di atas kayu salib berikut menggambarkan hal itu. Baru saja tiga hari Yesus meninggalkan para murid. Tiga hari adalah waktu yang sangat singkat. Ambil contoh apabila saudara atau teman dekat anda pergi selama tiga hari, anda tentu masih mengenal mereka ketika kembali bukan? Akan sangat aneh jika anda lupa siapa mereka dan tiba-tiba tidak kenal lagi. Tapi itulah yang terjadi atas para murid. Setelah tiga hari Yesus disalibkan, pada suatu ketika dua murid Yesus sedang berjalan menuju sebuah kampung yang letaknya kurang lebih 11 kilometer dari Yerusalem. Sembari berjalan mereka sibuk membicarakan apa yang terjadi. Pada saat itu mereka kemungkinan besar sedang bingung, kalut, mungkin cemas dan tidak tahu harus berbuat apa, goyah melihat apa yang terjadi. Berita simpang siur mengenai hilangnya mayat Yesus dari kubur. Apakah mayat Yesus diculik atau bangkit seperti kesaksian beberapa perempuan yang bertemu dengan malaikat penyampai kabar itu. Mereka mungkin mulai putus asa, kecewa dan sedih, atau malah mungkin ketakutan akan mengalami nasib yang sama. Takut, kalut, kuatir, bingung, semua berkecamuk jadi satu.

Alkitab mencatat sesuatu yang menarik setelahnya. "Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka." (Lukas 24:15). Yesus tiba-tiba muncul tepat disamping mereka! Sosok yang mengayomi mereka dan mengisi mereka dengan kebenaran Kerajaan Allah ada di dekat mereka hanya jarak tiga hari. Harusnya mereka tersentak kaget, bersorak dan menyambut Yesus dengan sangat gembira. Tapi ternyata bukan itu kejadiannya. Yang terjadi adalah mereka ternyata tidak mengenal Yesus. Bagaimana mungkin? Alkitab menyebutkan alasannya. "Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." (ay 16). Alkitab berkata, ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, dan itu membuat mereka tidak bisa mengenali Yesus. Ada awan tebal dan gelap yang menutupi pandangan mereka sehingga mereka tidak bisa melihat Terang. Mereka bahkan belum juga sadar saat Yesus sudah menegur mereka dan menjelaskan nubuatan-nubuatan yang tertulis tentang Dia dalam kitab nabi-nabi. (ay 25-27). Sampai disitu pun mereka masih belum mengenal Yesus. Baru ketika mereka tiba di kampung dan Yesus mengambil roti dan memecah-mecahkan sambil mengucap berkatlah mereka menyadari bahwa orang yang berjalan bersama mereka sejak tadi ternyata Yesus. Bayangkan dalam perjalanan 11 kilometer panjangnya mereka tidak kunjung menyadari bahwa Yesus yang mereka perbincangkan ternyata ada ditengah-tengah mereka. Kebingungan, keraguan, kekecewaan, kesedihan, atau ketakutan menutupi pandangan mereka, membuat mereka tidak mengenali Yesus, meski Yesus berada tepat bersama mereka.

Ketika kita bergumul dengan berbagai permasalahan kehidupan, tekanan, masalah, pergumulan atau beban-beban, kita pun bisa mengalami hal yang sama seperti murid-murid Yesus di atas. Kita bisa tidak lagi mendengar atau mengenali Tuhan lagi seperti yang kita kenal sebelumnya. Kita lupa seperti apa kasih dan kebaikan Tuhan, kita mulai meragukan itu semua bahkan meragukan keberadaanNya di tengah-tengah kita. Ketika jalan yang kita lalui begitu banyak liku-likunya, kita pun tidak lagi percaya bahwa Tuhan telah menyediakan segala kebaikan di ujung jalan itu. Lalu kita putus asa, kehilangan harapan, dan mulai menuduh Tuhan tidak menepati janji, malah bisa jadi, kita kemudian jatuh ke dalam berbagai alternatif yang menyesatkan dan membinasakan. Padahal kesalahan bukanlah di pihak Tuhan. Masalah ada pada pandangan kita yang tertutup beban penderitaan yang terlalu besar sehingga tidak lagi mengenaliNya. Bahkan setelah mendengar firman Tuhan sekalipun, orang-orang yang fokus sepenuhnya hanya kepada permasalahan dan beban berat tidak lagi bisa merasakan apapun, sebab awan tebal itu telah terlanjur menutupi hati mereka.

Tuhan sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita seperti yang bisa kita baca dalam Yosua 1:5: "...seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau", dan Tuhan akan selalu setia akan janjiNya. Ketika Dia berkata "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28), itu pun tidak akan Dia langgar. Adakah sesuatu yang membuat anda tidak lagi mengenaliNya hari ini, menghalangi pandangan anda akan kebaikan, besar kasih, kuasa dan kesetiaanNya? Itu bisa berupa permasalahan yang sepertinya tidak punya jawaban, gelisah, rasa cemas akan sesuatu, sakit yang diderita, atau mungkin pula berbagai godaan daging yang sulit kita tolak. Semua itu bisa menjadi penghalang pandangan kita kepada Tuhan. Oleh karena itu kita harus memastikan betul bahwa fokus pandangan kita dalam memandang ke depan bebas dari segala sekat yang merintangi atau membatasinya. Agar bisa tetap melihat dan mengenal Tuhan kita harus memiliki pandangan yang bersih dari segala hambatan yang menutupi pandangan kita. Mari singkirkan semua awan kelabu, dan miliki pandangan jernih ke arah Tuhan dan kenali serta imani kembali semua janjiNya.

Hal-hal negatif bisa menghalangi pandangan untuk melihat kebaikan dan kasih Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker