Sunday, June 8, 2014

Harta, Kekuasaan dan Popularitas (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Lukas 4:2a
===================
"Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. "

Siapa sih yang tidak ingin mengalami peningkatan dalam hidupnya? Peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan, naik jabatan dan pangkat, atau popularitas. Itulah surga bagi sebagian besar orang. Kalau uang berlimpah, orang tidak lagi perlu berpikir panjang untuk membeli sesuatu, tidak lagi harus menabung dulu, menimbang-nimbang atau kalau belum cukup, mungkin harus menunda keinginan sampai waktunya, atau membatalkan niat membeli sesuatu. Naik jabatan, berarti kekuasaan bertambah, gaji pun naik. Sebagian orang senang karena peluang untuk melakukan penyelewengan yang bisa memperkaya diri pun semakin besar pula. Bagaimana dengan popularitas? Belakangan ini popularitas bisa cepat dikejar dengan adanya berbagai sarana atau media yang menyediakan jalur-jalur instan. Bisa lewat ajang-ajang pencari bakat, bisa lewat Youtube dan sebagainya. Kalau tidak bisa nyanyi atau tidak punya keahlian yang menonjol di bidang seni? Tenang, asal tidak malu lakukan saja hal-hal aneh. Nyanyi jangan tanggung, se-fals mungkin supaya lucu. Atau pakai baju kaisar dan bergoyanglah seperti kejang, pasang muka paling bloon, maka media-media yang latah akan segera membuat anda terkenal lewat 'ketidakahlian' anda. Aneh? Seperti itulah bentuk dunia hiburan kita saat ini. Jika dahulu orang harus terlebih dahulu bersusah payah untuk menapak selangkah demi selangkah, sekarang mereka bisa memanfaatkan berbagai jalan pintas untuk terkenal. Soal mental siap atau tidak itu bukan soal, yang penting kaya dan populer dulu, urusan lain belakangan saja dipikirin.

Salahkah apabila kita ingin sukses, bertambah kaya atau populer? Tentu saja tidak. Tuhan pun tidak ingin kita menjadi orang-orang yang terus berkekurangan, dari hidup sampai mati tidak berbuat karya nyata bagi sesama dan dunia. Tuhan tidak ingin kita menjadi orang-orang gagal melainkan berhasil, sukses dalam pekerjaan, pelayanan dan aspek lainnya dalam hidup, walking from glory to glory. Tetapi sangatlah penting bagi kita untuk memperhatikan betul jalan yang kita tempuh untuk mencapainya, karena ketahuilah bahwa iblis sangat senang bermain-main di area-area ini. Seandainya anda memasang perangkap tikus, apa yang akan anda pasang sebagai umpannya? Keju, ikan, atau potongan makanan lainnya, segala yang enak-enak bagi tikus bukan? Cepat atau lambat tikus akan terjebak masuk ke dalam perangkap dikalahkan oleh keinginannya. Seperti itulah jebakan iblis untuk memangsa manusia lewat berbagai pancingan yang terlihat indah, menarik dan nikmat. Kekayaan, jabatan dan popularitas merupakan tiga hal yang paling potensial bagi iblis untuk menghancurkan kita.

Kita bisa melihat gerak atau siasat iblis pada ketiga area ini lewat pengalaman Yesus sendiri ketika dicobai langsung oleh iblis. Pada suatu kali sekembalinya Yesus dari sungai Yordan lalu memasuki padang gurun, Lukas 4:1-13 mencatat pengalaman Yesus dicobai iblis dalam masa puasaNya selama empat puluh hari disana. "Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. " (Lukas 4:2). Mari kita lihat satu-persatu.

1. Harta Kekayaan
"Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." (ay 3). Batu menjadi roti, itu berbicara mengenai jebakan iblis dengan memanfaatkan salah satu hal yang paling dicari manusia, yaitu harta yang dipercaya banyak orang menjadi solusi atas hidup, mampu mengenyangkan jauh lebih di atas rasa kenyang lewat pangan. Mengenyangkan keinginan-keinginan daging kita. Perhatikan bahwa iblis mampu memberikan itu, tetapi semua itu adalah jebakan, karena dibaliknya ada begitu banyak maksud terselubung yang akan sangat fatal apabila kita ikuti. Iblis akan selalu mencoba untuk mempengaruhi dan memperdaya kita lewat jebakan harta. Dia bahkan sangat senang melakukannya. Begitu senang sehingga iblis sampai berani-beraninya menawarkan ini kepada Yesus. Bagaimana reaksi Yesus? "Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (ay 4). Jika bukan hanya dari roti, lantas dari apa lagi? Versi dalam Injil Matius memberikan jawabannya."Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4). Yesus memberi sebuah pemahaman bahwa harta bukanlah segalanya. Itu mungkin mengenyangkan menyenangkan, tapi hanya untuk sesaat lalu sebentar kemudian kita lapar lagi. Hidup yang benar-benar hidup adalah hidup yang berazaskan firman yang keluar dari mulut Allah. Mendengar, merenungkan dan melakukan secara nyata dalam hidup.

2. Kekuasaan
Melihat jebakan pertamanya tidak mempan, maka iblis melancarkan strategi berikutnya. "Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." (ay 5-7). Selain lewat harta kekayaan, iblis juga memasang jebakan lewat tawaran akan kekuasaan. Perhatikan fakta berikut: ada berapa banyak orang yang akhirnya hancur bukan di saat mereka tengah hidup susah, tetapi justru ketika mereka memiliki kekuasaan di muka bumi ini? Para koruptor yang sudah divonis dan sedang menunggu ketuk palu menjadi bukti nyata hari-hari ini. Lihatlah bahwa ketika kita haus akan kekuasaan, maka disitu pula kita memberikan sebuah ruang bermain yang sangat luas bagi iblis dalam diri kita. Tetapi kembali Yesus dengan tegas menjawab: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay 8). Perhatikanlah bahwa ada begitu banyak manusia yang salah kaprah hari ini, mengira bahwa harta dan kekuasaan akan mampu membawa mereka masuk ke dalam kebahagiaan yang sempurna, menjamin hidup mereka sepenuhnya. Orang tua yang menghina calon menantu atau calon besannya karena merasa mereka tidak sekaya dirinya, orang yang menitikberatkan harta, berpusat pada kekayaan. Itu ada banyak sekali saat ini. Tetapi hari ini lewat jawaban Yesus kita bisa melihat bahwa seharusnya hanya kepada Tuhan sajalah kita berbakti. Bukan kepada jabatan, status, harta atau segala yang indah dan sempurna menurut pandangan dunia.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker