Tuesday, December 1, 2015

Membunuh Karakter (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Matius 5:22
=====================
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala."

"Dasar anak bodoh, sial!" Hardikan itu membuat saya terkejut saat sedang belanja di supermarket belum lama ini. Ada seorang ayah yang menegur anaknya, dan posisinya kebetulan dekat tempat saya tengah berdiri. Anaknya masih kecil, sepertinya masih balita dan ia hanya tertunduk saja. Tidak jelas apa salahnya, tapi kalau melihat situasi disana, anak itu sepertinya tidak melakukan kesalahan yang besar. Tidak ada barang pajangan yang jatuh, ia tidak memegang apa-apa. Mungkin ia kehilangan sesuatu, tapi menurut saya tetap saja tidak baik untuk membentak anak sekeras itu di tempat umum. Kenapa? Karena kehancuran mental sejak kecil terbukti bisa merusak masa depan manusia.

Saya sudah bertemu dan mengenal banyak orang yang ternyata sulit untuk maju/tumbuh, bukan karena masalah kurang pendidikan tetapi ternyata karena faktor masa lalunya. Setelah diteliti, mereka rata-rata punya masalah yang sama. Mereka kesulitan menemukan kepercayaan dirinya karena dahulu sering direndahkan, diejek dan dihina oleh anggota keluarga sendiri semasa kecil. Saudara yang lebih tua menindas dan menghina adiknya sendiri, teman-teman di sekolah mem-bully, atau seperti si ayah yang membentak anaknya tadi, ada kalanya orang tua pun mengeluarkan kata-kata yang tidak membangun sehingga si anak tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dengan kepercayaan diri sangat minim. Akibatnya mereka sulit untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berani ketika dewasa. Mereka menutup diri, sulit percaya kepada orang lain, kepribadiannya rapuh alias gampang ambruk meski terkena serangan angin kecil saja bagai tumpukan kartu yang disusun bertingkat.

Suasana di dalam keluarga sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan mental seseorang. Dan saya pun melihat langsung hasilnya melalui beberapa orang yang saya kenal yang pernah mengalami hinaan atau direndahkan selama masa bertumbuh mereka. Mereka bersekolah tinggi, bahkan ada yang menimba ilmu di luar negeri, tetapi secara mental mereka lemah. Mereka tidak percaya diri, cenderung menutup diri dan sangat sulit maju.

Seringkali kita tidak menyadari dampak yang bisa timbul akibat umpatan atau perkataan kasar terhadap seseorang. Mungkin kita mengumpat hanya karena kekesalan sesaat saja, dan terbiasa menjadikan anak atau adik kita sebagai pelampiasan stres, emosi atau depresi kita. Kita pikir itu biasa, tetapi hal itu bisa berdampak kepada kepribadian mereka. Tanpa sadar, kita menghancurkan masa depan mereka dan membunuh karakter mereka.

Yesus sudah mengingatkan hal ini bukan sebagai peringatan biasa melainkan sangat keras. Saking kerasnya, Yesus bahkan merasa perlu untuk mengambil "Perintah Allah ke 6" dari kitab Taurat yaitu jangan membunuh. "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum." (Matius 5:21). Kita mungkin akan heran dan berkata, "Siapa memangnya yang saya bunuh? Saya kan tidak memakai senjata dan menggunakannya untuk membunuh siapa-siapa." Secara fisik mungkin tidak, tapi kita tidak sadar bahwa dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada saudara kita sendiri itu sama artinya dengan melakukan pembunuhan, sebuah pembunuhan karakter, pembunuhan identitas diri yang akan berdampak besar pada masa depan mereka.

Ayat di atas dilanjutkan Yesus dengan mengajarkan aplikasi ayat tersebut secara lebih luas. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala." (ay 22). Jahil disini bukan iseng. Kata "Jahil" dalam versi BIS dikatakan sebagai "Tolol", atau dalam bahasa Inggrisnya disebutkan sebagai "Fool, empty-headed idiot." Artinya, dengan mengumpat kata tolol, idiot, bodoh dan sebagainya, itu pun akan diganjar kematian ke dalam neraka yang menyala-nyala. Kekerasan bunyi peringatan Yesus ini menunjukkan bahwa akibat dari bentuk perlakuan seperti itu sangatlah kejam dampaknya bagi orang yang terkena.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker