Sunday, December 13, 2015

Katakan Tidak pada Dosa (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Wahyu 9:21
====================
"Dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian"

Terkadang kita bisa heran melihat adanya manusia yang bisa begitu kejam terhadap sesamanya. Kita berpikir, "kok bisa sebegitu tega ya..", dan keheranan itu wajar karena mereka sama seperti kita, manusia dengan hati dan perasaan yang harusnya tidak jauh-jauh amat bedanya. Bagaimana ada orang yang bisa membunuh dengan tenang dan dingin, ada yang bahkan berani membawa-bawa Tuhan saat melakukan itu dan setelahnya tidak merasa menyesal sama sekali? Kok bisa ada orang yang terus menerus melakukan dosa tanpa rasa bersalah, malah bangga atas dosanya? Bangga berselingkuh, bangga bisa korupsi, bangga bisa menipu dan sebagainya, itu sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasanya semua orang tahu bahwa dosa itu jahat dan harus dihindari. Kita harus terus katakan 'tidak', 'tidak' dan 'tidak' pada dosa. Tapi seperti iklan sebuah partai pada masa pemerintahan sebelumnya, itu hanya sebatas ucapan atau lips service saja. Bayangkan petinggi partai itu dengan gagah tampil di televisi untuk mengatakan tidak pada korupsi, tapi satu persatu dari mereka kemudian pindah alamat ke penjara sebagai pelaku tindak korupsi. Banyak orang yang seperti itu juga dengan dosa. Mereka mengatakan tidak, tapi masih terus melakukannya.

Aneh memang, tapi ada banyak orang yang bangga berkubang dalam dosa. Mereka lupa bahwa bahaya yang mengintai pun juga besar, bahwa bermain-main dengan dosa itu bisa mendatangkan malapetaka. Ada saja orang yang mengira bahwa mereka masih punya kesempatan untuk merasakan berbagai kenikmatan yang berasal dari dosa. Mereka terus melakukan berbagai bentuk penyimpangan dengan pertimbangan bahwa nanti mereka bisa bertobat setelah puas melakukan dosa-dosa tersebut. Tapi yang sering terjadi adalah, satu dosa akan mengarah kepada dosa lainnya. Hati menjadi keras sehingga tidak lagi ada perasaan bersalah setelah melakukannya. Berbuat dosa menjadi terasa semakin ringan, dan itu sangatlah berbahaya. Bukan saja karena kita tidak tahu kapan waktunya kita dipanggil, tetapi kita pun harus sadar Tuhan sudah mengingatkan bahwa meski Dia panjang sabar, setiap kesalahan itu biar bagaimanapun tetap ada hukumannya. (Nahum 1:3).

Selalu saja ada orang-orang yang terlena dalam dosa dan sulit untuk putus dari dosa. Dahulu, hari ini dan kelak hal ini masih dan akan terus terjadi. Bahkan  dalam kitab terakhir yaitu Wahyu yang berisi nubuatan tentang akhir zaman kita bisa melihat bahwa pola pikir atau sikap yang sama masih saja ada. Dalam kitab Wahyu pasal 9 kita bisa melihat contohnya. Dikatakan disana, bahkan setelah sangkakala ke enam ditiup dan penghukuman berlanjut, masih saja ada manusia yang belum kapok dan tidak kunjung berhenti dari perbuatan-perbuatan dosanya. Ayatnya berbunyi demikian: "Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian." (Wahyu 9:20-21).

Sampai saat-saat terakhir sekalipun masih saja ada orang yang tidak jera dan tidak kunjung sadar, meski malapetaka bukan lagi bakal atau akan, tapi sudah hadir tepat di depan mereka. Fakta berbicara, dalam hidup kita hari ini ada begitu banyak orang yang mengambil keputusan sama seperti mereka. Meski berbagai hukuman berat sudah nyata di depan mereka, meski berbagai bencana seharusnya membuka mata mereka, masih saja ada banyak orang yang berani bermain dengan dosa. Hati mereka sudah sedemikian keras sehingga apapun tidak lagi bisa membuat mereka bertobat. Mereka tidak lagi mendengar hati nurani mereka, atau mungkin hati nuraninya pun sudah berhenti berbicara. Bisa dibayangkan apa jadinya orang-orang seperti ini kelak. Kalaupun di dunia mereka bisa berkelit, tetapi di tahta penghakiman Allah tidak satupun yang luput dari setiap kejahatan atau penyimpangan yang dilakukan.

Bentuk ketidakpedulian terhadap dosa, kebiasaan yang akhirnya mendatangkan kebebalan akan membawa masuk dosa yang semakin besar dan semakin banyak. Orang akan terus semakin jahat. Dan inipun sudah diingatkan sejak dahulu dalam Alkitab. "sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan." (2 Timotius 3:13) Orang yang terbiasa berbuat jahat akan membuat orang semakin dingin dan tidak lagi bisa mendengar teguran Tuhan. Mereka akan terus semakin jahat dan saling menyesatkan. Tuhan Yesus sejak jauh hari sudah bahwa perbuatan-perbuatan jahat itu juga akan membuat kasih lenyap dari diri mereka. "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin." (Matius 24:12).

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker