Monday, December 28, 2015

Is There Room for Christ at Your Inn? (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Lukas 2:7
=================
"dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan."

Ada sebuah pengalaman berharga yang membuat saya selalu mempersiapkan penginapan dari jauh hari sebelum bepergian ke luar kota. Sekian tahun yang lalu saya pergi ke sebuah kota di negara tetangga. Saya sudah beberapa kali kesana dan tidak pernah ada masalah dengan penginapan. Ada begitu banyak hotel dengan berbagai rate harga disana, mulai dari yang berbintang hingga penginapan sederhana super murah yang tidak jelek-jelek amat untuk sekedar mengistirahatkan tubuh. Saya sampai disana saat hari mulai gelap dan dengan tenang pergi ke hotel yang sudah beberapa kali saya tempati. Ternyata hotel itu penuh. Tenang, kan ada banyak lagi. Begitu pikir saya. Dan yang terjadi, dari satu tempat ke tempat lain jawabannya sama, penuh. Entah ada apa pada malam itu, tapi faktanya mulai dari penginapan kecil sampai hotel berbintang semua mengaku penuh. Menjelang tengah malam saya akhirnya mendapatkan sebuah kamar di tempat yang jauh dari baik, lebih mirip rumah tua yang reot ketimbang penginapan tapi harganya sekelas hotel bintang 2. Betapa berharganya pengalaman itu buat saya. Semenjak saat itu, saya tidak lagi mau ambil resiko kalau bepergian.

Hari ini saat saya mengingat pengalaman tersebut, saya terpikir akan pentingnya memeriksa keadaan hati kita setelah merayakan hari kelahiran Yesus Kristus dan menjelang memasuki tahun yang baru. Kalau hati kita diibaratkan kota yang saya datangi, apakah hati kita masih punya ruang untuk Yesus atau sudah terlanjur penuh dengan berbagai keinginan daging dan hal duniawi yang seringkali kita anggap lebih penting dari spiritual? Do we still have any room in our heart for Jesus or it's already too crowded for Him? Is He still in us or He's no longer there since many years ago? 

Yesus adalah Raja atas segala raja. The King of kings. Ironisnya, proses kelahiranNya di dunia yang tujuannya untuk menyelamatkan kita sama sekali tidak menggambarkan statusNya. Apakah ada "red carpet" yang dibentangkan buat menyambut kedatanganNya? Hotel bintang 5? Fasilitas terbaik yang ada di muka bumi ini? Pelayanan 24 jam? Box bayi bertahta berlian dan berselimutkan emas? Kain terlembut dan terhangat untuk membungkusNya? Perawat yang siap 24 jam untuk merawat? Sama sekali tidak. Yang terjadi justru sebaliknya. Tidak ada satupun tempat penginapan yang ada pada waktu itu mau menampung Yesus dan kedua orang tuaNya di bumi. Ayat bacaan kita hari ini menegaskan hal itu. "Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." (Lukas 2:7). Yesus harus lahir di palungan, bukan di rumah sakit bersalin, di bidan atau penginapan yang baik setidaknya, melainkan di palungan alias tempat makanan ternak. Kenapa? Lukas menyebutkan alasannya: "Karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan."

Saya membayangkan betapa repotnya Yusuf waktu itu membawa istri yang sedang hamil tua berkeliling dari satu tempat penginapan ke tempat penginapan lainnya. Bagi Maria sendiri situasi itu pasti sangat menyiksa dan menyedihkan. Coba bayangkan, adakah seorang ibu yang bermimpi untuk melahirkan dan kemudian meletakkan bayinya di palungan, tempat makanan ternak? Palungan tentu jauh dari kondisi bersih. Tapi itulah kondisi yang harus dihadapi Yusuf dan Maria, juga bayi Yesus. Dan semua ini berawal dari ketidak-adaan tempat sedikitpun di semua rumah penginapan. Ayat hari ini membuat saya berpikir, tidakkah ada ruang sedikitpun untuk Raja diatas segala raja? Nyatanya tidak ada. Bagi orang lain dan hal-hal lain, ruang itu ada, tetapi bagi Yesus? Tidak ada. Bayangkan, Tuhan yang menciptakan seluruh dunia ini datang, tapi justru tidak ada sedikitpun ruang yang tersedia bahkan tersisa bagiNya.

Apa yang terjadi di sebuah malam istimewa di Betlehem dua ribu tahun lebih yang lalu belumlah berubah hingga hari ini. Alangkah memprihatinkan ketika Kristus masih saja berada di bagian belakang, terpinggirkan, dalam kehidupan sebagian besar dari kita. Kita mengaku percaya, tetapi Dia hanya mendapat tempat kalau itu menguntungkan daging kita. Ketika ada perintah-perintah dan larangan Tuhan yang terasa mengganggu kesenangan kita, maka dengan segera Tuhan pun dipinggirkan. Kita ingin Dia segera menolong kesesakan kita, tetapi begitu pertolongan itu tiba, secepat itu pula Dia kembali kita sisihkan. Tidak ada tempat buat Yesus. Itu terjadi dua ribu lebih tahun yang lalu, hari ini hal yang sama pun masih terjadi.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker