Tuesday, December 15, 2015

Simeon, Hana dan Bayi Yesus (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Lukas 2:25
================
"Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,"

Anggaplah ada seorang raja yang mengatakan akan datang mengunjungi anda. Bukan sekedar buat bertamu tapi untuk mengangkat anda menjadi bagian dari dirinya. Menyelamatkan, memberi pengampunan atas kesalahan apapun yang pernah anda lakukan sebelumnya dan melimpahi dengan berkat yang berasal dari perbendaharaannya sendiri. Bagaimana sikap anda menghadapinya? Rasanya siapapun pasti akan berbenah dan bersiap-siap menyambut kedatangan sang raja, menantikan kedatangannya dengan penuh sukacita, rasa syukur dan bangga. Alangkah aneh dan keterlaluan kalau kita justru malas-malasan atau sibuk berpesta sendiri. Tidak ada orang normal yang akan melakukan itu bukan?

Sekarang mari kita lihat dalam konteks perayaan kelahiran Kristus yang mengambil rupa manusia untuk menebus dosa kita. Hari Natal, itulah saat kita merayakannya. Mengapa orang merayakan Natal? Ada banyak orang senang hari Natal karena itu artinya mereka bisa liburan, tidak harus bekerja dan bisa tidur nyenyak di rumah. Ada pesta-pesta yang bakal asyik, mal bakalan terlihat indah dan diskon bertebaran dimana-mana. Pesta, dekor indah, lagu-lagu Natal yang nge-jazz, santai di rumah, makan malam istimewa atau liburan bersama keluarga. Tapi benarkah hanya itu yang kita nantikan dalam setiap perayaan Natal? Kita mungkin mudah berkata tidak, tapi kenyataannya ada banyak orang yang lebih tertarik kepada pesta dan hal-hal seremonial lainnya seperti itu ketimbang memperingati hal yang paling substansial: menantikan hari lahir dari Sang Juru Selamat yang memberikan keselamatan kekal penuh sukacita kepada kita semua.

Hari ini saya ingin mengajak anda untuk melihat kisah ketika Yesus dibawa ke bait Allah untuk diserahkan kepada Tuhan. Seperti layaknya sebuah gereja, saya yakin pada saat itu ada begitu banyak orang yang hadir di sana. Bisa ratusan hingga ribuan orang. Yusuf dan Maria pun hadir disana membawa bayi Yesus untuk memenuhi hukum Taurat Musa yang menyatakan bahwa "semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah."  (Lukas 2:23). Tetapi dari sekian banyak orang itu, ada berapa orang dari yang hadir mengenal Yesus sebagai Juru Selamat yang sudah sejak lama mereka nantikan kehadirannya lewat bebagai nubuatan? Sang Juru Selamat sudah hadir disana. Ada diantara sebegitu banyak orang. Tapi ternyata tidak banyak yang menyadarinya. Alkitab bahkan secara jelas menyatakan bahwa hanya dua orang saja, yaitu Simeon dan Hana. Bayangkan, hanya dua dari banyak orang orang.

Siapa Simeon itu? Alkitab mencatat mengenai Simeon. "Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan." (Lukas 2:26). Sedangkan Hana adalah seorang janda tua berusia 84 tahun. Dikatakan bahwa "Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa." (ay 37). Kita bisa melihat bahwa karakter seperti itu membawa mereka mampu melihat kehadiran Juru Selamat yang sudah sejak lama dinantikan.
Hanya kedua orang inilah yang mampu melihat bayi Yesus sebagai Mesias yang sesungguhnya. Kerinduan mereka untuk melihat Yesus dapat kita lihat dari ketekunan dan usaha mereka dalam menantikan Kristus. Bahkan kepada Simeon Roh Kudus sendiri menyatakan bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias dengan mata kepalanya sendiri. (ay 26). Simeon terus menanti dengan pengharapan penuh, hatinya haus untuk bertemu dengan Yesus. Pada hari itu Roh Kudus membimbingnya untuk menuju Bait Allah (ay 27) dan akhirnya ia pun bertemu dengan Mesias yang dijanjikan. Dengan lantang Simeon berkata "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (ay 29-32). Simeon mendapat kehormatan untuk menggendong Bayi Yesus, ia pun mampu melihat dengan jelas siapa bayi yang tengah ia gendong itu. Demikian pula Hana yang langsung mengucap syukur kepada Allah. (ay 38).

Apakah jemaat lain melihat hal yang sama? Unfortunately they didn't. Sayangnya tidak. Selain Simeon dan Hana, yang lain tampaknya tidak memiliki kerinduan yang sama. Mereka tidak bisa melihat siapa Yesus sebenarnya. Kehadiran Yesus tepat di depan mereka nyatanya tidak kunjung menggerakkan hati mereka untuk bersyukur atas keselamatan yang akan hadir sebagai anugerah dari Allah.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker