Saturday, February 20, 2016

Sopan Santun

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Korintus 13:4-5
=======================
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain."

Etika dan sopan santun seharusnya menjadi bagian hidup kita. Apalagi budaya ketimuran itu sebenarnya sangat menjunjung tinggi etika dan sopan. Konon pada suatu masa budaya ketimuran yang dipakai oleh bangsa kita membuat kita dikenal dengan keramah-tamahannya. Murah senyum, baik budi pekerti, sopan santun dan menunjukkan sikap yang baik kepada siapapun. Sayangnya perkembangan jaman tampaknya diikuti pula oleh erosi etika dan sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai lapisan. Anak muda tidak lagi sopan kepada yang lebih tua. Kalau papasan di jalan sudah semakin jarang yang mau senyum apalagi menyapa. Tetangga semakin jarang yang dekat, syukur-syukur tidak sampai ribut karena masing-masing tidak menenggang perasaan  yang tinggal di sekitarnya. Lihatlah berbagai ormas merasa berhak melakukan kekerasan dan tindakan-tindakan yang sangat jauh dari sopan santun bahkan beradab. Apakah yang mengaku anak-anak Tuhan sudah bebas dari penyakit ini? Harus diakui, anak-anak Tuhan pun ada yang tidak tahu menjaga perilakunya, dan akhirnya menjadi contoh buruk di masyarakat, bahkan menjadi batu sandungan. Betapa ironis. Bagaimana bisa mengenalkan Yesus, jika orang sudah terlebih dahulu anti pati akibat contoh-contoh buruk dari perilaku mereka yang seharusnya menjadi terang? Apa yang hilang dari manusia sehingga sopan santun dan etika bisa mengalami degradasi seperti ini?

Permasalahan yang paling mendasar adalah semakin dinginnya kasih dalam diri manusia. Kasih sebagai inti dari kekristenan seharusnya menjadi dasar hidup semua anak-anak Tuhan. Hubungannya kasih dengan kesombongan dan sopan santun? Mari kita lihat ayat bacaan hari ini. "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain." (1 Korintus 13:4-5). Di dalam kasih itu ada sabar dan murah hati. Kasih tidak mengenal kecemburuan, memegahkan diri atau sombong, tidak mengenal ketidaksopanan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kita lihat disini bahwa sesuatu yang dilandasi kasih seharusnya membuat kita tampil sebagai orang-orang yang tidak sombong dan tahu sopan santun.

Mari kita lihat lagi ayat berikut: "Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka." (1 Tesalonika 4:11-12). Kita diminta untuk hidup dengan tenang, tidak mencampuri persoalan orang lain, apalagi mengganggu ketentraman orang, mencari nafkah dengan jujur tanpa mengganggu orang lain, dan dengan demikian kita akan hidup dengan sopan, sehingga orang-orang yang belum mengenal Kristus pun akan melihat perbedaannya dan menghormati kita. Kesombongan adalah sebuah kekejian di hadapan Allah (Amsal 16:5) dan merupakan awal dari kehancuran (16:18). Bentuk-bentuk kesombongan akan membuat orang memegahkan diri secara berlebihan sehingga kehidupan orang sombong akan jauh dari etika, perilaku terpuji dan sopan santun. Tidak itu saja, kesombongan pun akan menjadi pintu masuk dari dosa-dosa lain.

Tanpa kasih, sehebat apapun pengetahuan kita akan Firman dan sehebat apapun kita dalam pelayanan, semua akan sia-sia saja. Paulus sudah menyebutkannya dalam 1 Korintus 13:1 "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.". Karena itu, marilah kita kembali memenuhi diri kita dengan kasih, sebuah kasih sejati dari Allah agar kita tidak harus berubah menjadi orang-orang yang jauh dari sopan santun. Mari kita menjadi contoh yang benar, baik dalam perkataan, tingkah laku maupun perbuatan. Dunia tengah dilanda krisis tata krama, etika dan sopan santun. Janganlah kita ikut-ikutan terseret kepada hal tersebut, tetapi jadilah orang yang berbeda dengan dunia, menjunjung tinggi kesopanan dan ber-etika sehingga kemuliaan Tuhan bisa dinyatakan lewat sikap kita ditengah masyarakat.

Kesopanan dan rendah hati adalah bagian dari kasih yang merupakan inti dari kekristenan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker