Monday, February 29, 2016

Penyemangat (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Roma 1:11-12
========================
"Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."

Dahulu saya sempat mengajar IT di beberapa sekolah kejuruan dan kampus. Lalu setelah itu saya menekuni karir di dunia musik. Dalam perjalanan karir tersebut, saya melihat bahwa seringkali letak permasalahan anak-anak muda untuk berhasil sebenarnya bukan dari segi kemampuan tapi dari sisi mental. Rendahnya kepercayaan diri membuat mereka sulit maju. Setiap saya melihat ada yang seperti itu, saya biasanya mendekati mereka dan mencoba mengenal lebih jauh, terutama mencari akar masalahnya dengan mengorek masa lalu mereka. Saya pun menemukan banyak penyebab. Ada yang tidak dipeduli atau bahkan terus diolok-olok orang tuanya ketika kecil, dibandingkan dengan saudaranya yang lebih difavoritkan, ada yang melewati masa-masa di bully di sekolah dan sebagainya. Saat hal ini ditangani, mereka biasanya ngebut dalam menerima pelajaran, dan seringkali lebih baik hasilnya dari mereka yang memang berbakat.

Apa yang saya lakukan adalah memposisikan diri sebagai teman, kakak atau tak jarang ayah yang menyemangati, bukan mengkritik. Saya lebih suka memotivasi ketimbang mengkritik. Saya harus meluangkan lebih banyak waktu, memberi waktu-waktu ekstra buat mereka agar kepercayaan bisa saling terbangun. Banyak diantara mereka yang meski temannya banyak tapi sebenarnya merasa sendirian, dan sekarang mereka punya saya yang peduli dan memotivasi agar berhasil. Betapa senangnya saya setial kali melihat adanya perubahan signifikan hingga kemudian berhasil mengembangkan talenta mereka secara maksimal lalu sukses dalam profesinya masing-masing.

Apa yang dibutuhkan orang yang masih berjuang atau dalam tahap-tahap belajar seringkali bukan kritik apalagi yang terus menerus dan berlebihan, tetapi orang yang bersedia mensupport mereka secara moril. Bukan hanya anak-anak muda yang masih belajar tetapi juga mereka yang sedang menghadapi ujian dalam kehidupan, sedang berhadapan dengan situasi-situasi sulit atau masalah. Pada suatu ketika kita harus kembali kepada hakekat seorang manusia yang tidak mampu bertahan hidup sendirian.

Jika melihat Firman Tuhan, Tuhan bahkan sudah menyadari hal itu dan menyebutkan jatidiri kita sebagai mahluk sosial sejak awal. "TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18). Ketika Yesus hadir di dunia, Dia pun mengetahui hal yang sama. Lihatlah apa yang diputuskan Yesus saat mengutus kedua belas murid untuk melakukan pekerjaan mereka. "Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua.." (Markus 6:7). Tuhan Yesus meminta para murid melakukan tugasnya tidak sendirian tetapi setidaknya berdua agar bisa saling menguatkan dan membantu.

Kepada kita Tuhan pun merasa perlu untuk memberikan Penolong, Roh Kudus untuk menyertai, membimbing, mengingatkan dan membantu kita dalam setiap langkah yang kita jalani. "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya" (Yohanes 14:16). Kalau kita sadar bahwa kita tidak pernah bisa hidup sendirian dan selalu butuh orang lain yang mau menyemangati dan menolong, bukankah kita pun sebenarnya harus bersedia untuk menjadi penghibur atau penyemangat sesama kita juga? Jangan sampai kita masih terlalu sibuk mementingkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain. Sudahkah kita meluangkan waktu sejenak untuk membantu mereka? Maukah kita meluangkan waktu untuk itu? Ada banyak yang berdalih bahwa mereka tidak punya waktu, tidak tahu harus bilang apa, tidak punya panggilan kesana, tidak punya apa-apa yang bisa dibagikan dan sebagainya. Tapi semua itu sebenarnya bukan masalah, karena seringkali sekedar menjadi pendengar yang baik dan membagi waktu yang sedikit saja pun sudah berarti besar buat mereka.

Mari kita lihat apa yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Roma. "Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku." (Roma 1:11-12). Ia berkata, "saya datang agar kita sama-sama bisa mempergunakan karunia rohani kita untuk saling menguatkan. Iman saya menguatkan kalian, iman kalian menguatkan saya." Di ayat sebelumnya kita melihat bahwa Paulus terus berdoa agar ia diijinkan untuk bisa mengunjungi mereka. Kita tahu betapa berharganya hal itu bagi mereka. Jemaat di Roma tentu sangat senang ketika melihat bahwa ternyata ada orang yang peduli dengan mereka.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker