Monday, February 22, 2016

Iri Hati (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Perhatikan, Tuhan tidak berkata: "AnakKu Kain, itu adalah hal yang wajar, santai saja... nanti lama-lama juga reda." Tidak. Sebaliknya Tuhan berkata: "Kain, hati-hatilah. Dosa sudah mengintip di depan pintu." Kita tahu apa yang terjadi kemudian. Berawal dari iri hati, ia dikuasai si jahat dan kemudian membunuh adiknya (ay 8). Kemudian ada kisah anak-anak Yakub, yakni Yusuf dan saudara-saudaranya di kitab Kejadian 37. Mereka begitu iri pada Yusuf, sehingga mereka berpikir bahwa dengan menyingkirkan Yusuf, hidup mereka akan menjadi lebih baik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka bahkan harus pergi ke negeri lain agar tidak mati kelaparan. Bukan hanya dua contoh ini saja, ada banyak lagi kisah mengenai kekacauan dan perbuatan jahat yang  berawal dari iri hati yang dicatat alkitab. Saya yakin dalam kehidupan anda masing-masing anda pun mudah menemukan contohnya dari kejadian di sekitar anda.

Jika demikian, iri hati jelas adalah masalah yang serius yang harus kita singkirkan sepenuhnya, secepatnya, tanpa kompromi. Tanpa menimbang iri hati itu ringan atau berat, wajar atau tidak. BEgitu rasa itu muncul, saat itu juga kita harus memadamkannya. Mari kita lihat lebih jauh, ternyata iri hati termasuk salah satu dari keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan roh, yang dapat menyebabkan kita kehilangan bagian dalam Kerajaan Allah (Galatia 5:19-21). Lihatlah bahwa iri hati berada dalam kategori yang sama dengan dosa-dosa yang kita anggap "lebih serius" seperti percabulan, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir dan sebagainya. Alangkah sayangnya jika kita sudah bersusah payah menghindari dosa-dosa itu, namun kita berkompromi pada iri hati yang menyelinap secara diam-diam.

Sadarilah betapa pentingnya kita untuk berjaga-jaga sepenuhnya karena waktunya sudah dekat. Paulus mengatakan: "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati." (Roma 13:12-13).

Sudah waktunya bagi kita untuk berhenti mengijinkan iblis membawa masuk hal-hal yang membinasakan, pada hidup, pekerjaan dan pelayanan kita, termasuk hal-hal yang seolah ringan seperti iri hati. Kita harus terus berusaha agar tidak serupa dengan dunia ini. "Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?" (1 Korintus 3:3). Apa yang harus kita lakukan? Bergantunglah pada Kristus. "Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya." (Roma 13:14).

Mari kita waspadai sikap iri hati yang hendak masuk ke dalam diri kita agar jangan sampai kekacauan dan perbuatan jahat merebut kita dari keselamatan yang sudah dianugerahkan kepada kita.

Jangan pernah berkompromi dengan iri hati walau sekecil apapun

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker