Wednesday, February 10, 2016

Blessed to be a Blessing to Others (3)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Pertanyaan selanjutnya: Akankah kita rugi, bangkrut atau jatuh miskin bila kita banyak memberi? Banyak orang beranggapan seperti itu. Memberi itu bagi mereka seolah sama dengan buang-buang uang dan rugi. Padahal kalau kita memberi dengan hati yang tulus semata-mata karena mengasihi Tuhan dan sesama, Tuhan sudah mengatakan kita tidak akan menjadi berkekurangan, malah akan semakin banyak lagi menerima berkat. Firman Tuhan dengan jelas menyatakan hal itu:  "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan." (Amsal 11:24). Selain Firman Tuhan berkata demikian, ada banyak sekali orang yang bisa memberi kesaksian atau bukti tentang itu lewat pengalaman hidupnya sendiri. Saya sendiri punya begitu banyak bukti akan hal ini. Pelit, tamak, serakah, egois dan sejenisnya tidak akan pernah membawa hasil apa-apa selain kerugian buat diri kita sendiri. Kita tidak perlu takut kekurangan karena semua itu sesungguhnya berasal dari Tuhan dan bukan dari dunia seperti yang dipikir banyak orang. Benar, itu sebuah prinsip yang sangat berbeda dengan apa yang diajarkan dunia, tetapi mulailah biasakan diri dari sekarang untuk mengadopsi prinsip Kerajaan Allah dan merasakan sendiri bedanya.

Kembali kepada ilustrasi awal tentang gelas yang dituang air terus menerus hingga melimpah, perhatikanlah bahwa untuk bisa membasahi area diluar gelas, maka terlebih dahulu tentu gelas harus penuh. Kalau tidak penuh maka tidak ada yang mengalir keluar bukan? Seperti itu pula prinsip Tuhan memberkati kita. Tuhan tidak akan membiarkan kita susah disaat kita rindu untuk memberi. Kalau kerinduan itu didasari hati yang tulus dan penuh belas kasih, Tuhan tidak akan pernah mau menahan curahan berkatNya hingga berkelimpahan. Tuhan tentu tahu bahwa kita akan bisa lebih leluasa dalam memberi kalau kita tidak kekurangan. Kita akan Dia penuhi terlebih dahulu agar kita bisa menjadi saluran berkatNya secara maksimal.

Dalam banyak kesempatan Tuhan sudah berkata bahwa apa yang ingin Dia berikan bukanlah sesuatu yang secukupnya/ala kadarnya atau biasa, tetapi sesuatu yang berlimpah-limpah misalnya dalam 2 Korintus 9:6-8, Ulangan pasal 28, Yohanes pasal 10 dan lain-lain. Tapi jangan lupa bahwa itu bukan untuk dihabiskan dengan berfoya-foya untuk memenuhi keinginan-keinginan daging, tetapi hendaklah dipakai sesuai panggilan kita yaitu untuk memberkati sesama.

Kita harus tahu untuk apa Tuhan memberkati kita, kita harus memiliki kerinduan untuk melakukannya. Kita harus sadar bahwa berkat hanya bisa dimiliki dengan usaha yang jujur, serius dan dibarengi dengan kedekatan dengan Tuhan, hidup kudus dan seturut kehendakNya, lalu selanjutnya mengetahui untuk apa berkat Dia limpahkan. Jadi hiduplah seperti keinginan Tuhan, berusahalah sungguh-sungguh dengan jujur, dan ketika Tuhan memberkati anda, pergunakanlah itu untuk memberkati sesama. Mulailah memberi, maka Tuhan akan terus mencurahkan berkatNya memenuhi lumbung agar anda bisa memberkati lebih, lebih dan lebih lagi.

We are blessed to be a blessing to others

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker