Tuesday, August 25, 2015

Satan the Accuser

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Ayub 1:12
===============
"...Satan (the adversary and the accuser)..." (English AMP)

Selama saya melayani saya sudah bertemu dengan banyak orang yang sulit maju akibat masih terikat oleh dosa yang pernah mereka lakukan di masa lalu. Bagai kakinya terbelenggu oleh beban berat mereka tidak bisa melangkah dan terus duduk di kursi terdakwa, menjadi tertuduh. Tertuduh? Siapa yang menuduh? Masyarakat atau orang disekitarnya bisa menjadi salah satu sumber datangnya masalah ini, tapi selain itu seringkali pula orang terus merasa tertuduh oleh si jahat. Seperti ada saja yang terus mengarahkan telunjuknya ke arah kita, terus mendera perasaan kita dengan rasa bersalah yang tidak kunjung selesai, meski mereka sudah menjalani hukuman atau bahkan menyesali perbuatannya dan bertobat.

Betapa banyaknya orang yang sulit bangkit dari masa lalu yang buruk. Mereka terus dihantui masa lalu mereka dan tidak yakin mereka bisa mendapat pengampunan karena merasa apa yang mereka perbuat dahulu sangatlah buruk. Mereka ini terus menerus dicekam rasa takut meski ia sudah menyadari kesalahannya di waktu lampau dan bertobat. Perasaan seperti ini mungkin banyak dialami orang, bahkan masih banyak dirasakan diantara orang-orang percaya sekalipun yang sudah menjaga hidupnya. Mereka seolah memanggul beban berat, atau kakinya ditambatkan pada batu besar. Setiap hari mereka menjalani setiap langkah dengan perasaan tertuduh.

Pola seperti ini ternyata sangat disukai oleh iblis. Iblis selalu berupaya mencegah atau menghalangi pertumbuhan iman kita dan akan terus berusaha menggagalkan kita dari semua janji yang sudah diberikan Tuhan. Dan salah satu cara yang terbukti paling efektif adalah dengan mempergunakan pola menuduh atau mendakwa kita lewat kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu.


Di Alkitab, iblis dikatakan sebagai pendusta dan bapa segala dusta. (Yohanes 8:44). Dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan "a liar and the father of lies and all that is false." Iblis memang tukang tipu kawakan yang ulung. Betapa sering kita terperdaya oleh tipu muslihatnya. Dan itu sudah terjadi sejak awal, seperti yang dialami oleh Adam dan Hawa. Selain sebagai bapa segala dusta, iblis juga disebut sebagai penuduh atau pendakwa. Ini bisa kita lihat dalam awal kisah Ayub, yaitu dalam pasal 1 ayat 12. Dalam Alkitab versi Terjemahan Baru yang kita pakai memang tidak disebutkan demikian, tapi lihatlah versi English amplified-nya. Disana ada penekanan di depan kata iblis yang ditulis dalam tanda kurung, dimana iblis disebutkan sebagai "the adversary and the accuser". Dalam bahasa Indonesia berarti "musuh dan pendakwa/penuduh". Inilah salah satu metode kerja iblis. Dia  terus berusaha melemahkan kita. Mengapa? Karena iblis tidak ingin kita diselamatkan dan ingin kita binasa. Iblis akan terus berusaha mendakwa atau menuduh kita sampai kita putus asa dan semakin lama semakin jatuh dalam rasa bersalah. Yang dipakai untuk mendakwa adalah dosa kita. Kita terus dibuat seperti tertuduh. Kesalahan-kesalahan kita terus diingatkan dan kita dibuat berpikir seolah-olah kita tidak dan tidak akan pernah layak untuk bisa menerima pengampunan dan keselamatan.

Dosa-dosa yang belum kita bereskan secara total sering menjadi pintu masuknya tuduhan si jahat ini. Maka untuk membungkam dan mematahkan tuduhan iblis, kita harus segera mengakui dosa kita. Begitu kita mengakui dosa kita dan memohon ampun, saat itu pula Allah mengampuni kita. Kita harus menyadari hal itu benar-benar. Tidak ada alasan untuk meragukan itu karena itu berasal dari janji Tuhan sendiri. Karenanya imani dan percayalah akan hal itu. Jadi intinya, untuk mematahkan dakwaan iblis, kita harus mengakui dosa dan segera bertobat. Jika itu kita lakukan, tidak ada alasan lagi bagi iblis untuk mendakwa kita, karena kita sudah mengakuinya dan sudah diampuni.

Bukti jelas tertulis dalam ayat ini "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Dosa semerah kirmizi bisa putih seputih salju, semerah kain kesumba sekalipun bisa seputih bulu domba. (Yesaya 1:18).

Ingatlah syaratnya adalah mengakui dosa, karena bagaimana Tuhan mengampuni jika kita tetap menyimpan dosa di dalam diri kita? Dosa yang tidak diakui akan merintangi dan merusak hubungan antara kita dengan Tuhan. Dan itupun sudah diingatkan pada kita dalam Alkitab. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (59:1-2).

Sebagai manusia kita tentu tidak luput dari berbuat kesalahan. Tapi itu bukan berarti bahwa kita boleh membiarkan berbagai kesalahan terus terjadi dan memakai alasan kita manusia yang lemah sebagai pembenaran. Kita harus mengawasi betul masuknya dosa, dan jika sudah terlanjur terjadi, segeralah bereskan, baik langsung kepada orang yang bersangkutan terlebih dengan mengakuinya di depan Tuhan dan memohon pengampunan. Lalu alangkah baiknya apabila pengalaman kita itu bisa pula kita angkat sebagai kesaksian bagi banyak orang. Bukankah Wahyu 12:11 mengatakan bahwa iblis dikalahkan oleh darah anak domba dan oleh kesaksian kita?

Jangan pernah ragu akan pengampunan Tuhan. "Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian." (Efesus 1:7). Kita memilki Allah yang luar biasa yang sangat ingin kita diselamatkan. Dan untuk itulah Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia. Jika kita berbuat dosa, segeralah berbalik pada Tuhan, mohon pengampunan lalu hiduplah dalam terang. "Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa." (1 Yohanes 1:7). Jika anda masih merasa dakwaan iblis seakan membelenggu anda, katakanlah segera bahwa anda telah mengakui segalanya dan menerima pengampunan dari Yesus. Bebaslah dari dakwaan iblis, dan bertumbuhlah dalam iman akan Kristus.

Iblis tidak bisa mendakwa dosa yang sudah kita buka dan sudah diampuni

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker