Friday, August 21, 2015

Cari Selamat Sendiri (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan:Yohanes 5:7
======================
"Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

Para koruptor malah merupakan orang-orang yang sebenarnya masih kaya tapi tetap saja merasa kurang banyak. Bahkan mereka rata-rata sudah berada sebelum melakukan korupsi. Mengemplang hak orang lain lewat cara-cara curang jelas merugikan banyak orang dan hanya menguntungkan pribadi atau golongan, tetapi itu tega dilakukan semata-mata karena ketamakan dan berpusat pada kepentingan diri sendiri. Semakin lama semakin banyak orang yang tidak lagi punya empati. Manusia berubah menjadi individu-individu yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak lagi peduli terhadap nasib orang lain. Jangankan membantu, kata-kata yang tajam dan kasar pun tanpa rasa bersalah dilayangkan kepada orang yang sedang berada dalam kesusahan.

Sebagian besar orang selalu merasa kekurangan dan tidak pernah merasa cukup. Mereka cenderung menimbun dan menimbun dan merasa rugi untuk menabur. Mereka terus mengejar harta dan tidak lagi tahu bersyukur. Kalau kita peduli, sebenarnya ada begitu banyak masalah di sekitar kita. Ada banyak orang yang butuh bantuan di sekeliling kita, ada banyak yang masih harus dibereskan. Seandainya saja orang-orang percaya mengikuti apa yang disuarakan Kristus mengenai saling tolong menolong, kalau saja kita mengimani betul bagaimana kasih Allah, maka rasanya jumlah orang yang menderita bisa menurun dengan sangat drastis dan bangsa bisa menjadi lebih makmur. Benar, merupakan salah satu pekerjaan rumah pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya. Tapi apakah benar kita tidak punya peran disana?

Dalam hal kerohanian pun begitu. Kita semua ingin selamat, tidak satupun dari kita yang ingin berakhir dalam siksaan kekal, namun berapa banyak di antara kita yang peduli kepada nasib begitu banyak saudara-saudara kita lainnya? Sikap cari selamat sendiri kalau perlu mengorbankan orang lain jauh lebih populer dibandingkan berkorban untuk orang lain. Nanti dulu soal berkorban, untuk hidup menikmati hak sendiri tanpa merampok hak orang lain pun sudah semakin sulit untuk dilakukan. Itu pola pikir dunia yang sayangnya sudah merasuk orang-orang percaya. Padahal itu bukanlah sebuah sikap yang diinginkan oleh Tuhan dari anak-anakNya.

Akan hal ini, ada sebuah kisah dari perjalanan Yesus di muka bumi yang menarik untuk disimak. Mari kita lihat lagi kisah kedatangan Yesus ke kolam Betesda dalam Yohanes 5:1-18. Kolam Betesda adalah tempat dimana orang-orang sakit bisa berharap untuk disembuhkan. Ada malaikat-malaikat yang muncul sewaktu-waktu di sana, dan begitu air diguncangkan oleh para malaikat itu, maka orang sakit yang pertama kali masuk menceburkan diri ke kolam akan sembuh, apapun penyakitnya. Tidaklah heran jika ada begitu banyak orang sakit berada di setiap sisi lokasi, baik di serambi atau koridor yang menuju ke kolam. Dari kisah ini kita bisa mengetahui bahwa sifat mementingkan diri sendiri atau cari selamat sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak dahulu kala.

Pada saat itu ada seorang yang sudah mengalami sakit selam 38 tahun lamanya (ay 5). Yesus yang berada disana kemudian menemuinya seraya bertanya, "Maukah engkau sembuh?" (ay 6). Lihatlah bagaimana jawaban orang tersebut: "Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (ay 7). Seperti itulah manusia pada umumnya, yang hanya peduli kepada keselamatan diri sendiri tanpa mau memikirkan orang lain. Apa yang terjadi jika ada yang sembuh? Sepertinya mereka akan langsung pulang tanpa mempedulikan orang lain yang menderita disana. Mengapa tidak bergantian saja? Bukankah kegembiraan setelah disembuhkan seharusnya menggerakkan orang untuk menolong sesamanya? Ternyata tidak. Yang penting diri selamat, yang lain ya urus sendiri saja. Itulah gambaran sifat banyak orang.

(bersambung)


6 comments :

dina rina said...

Agen SBOBET - Agen JUDI - Agen Judi Online - Agen Bola - Agen 988Bet
Agen Sbobet
Agen Judi Online
Agen Judi
Bandar Judi
Agen Bola Bonus
Bandar Asia77
Agen Poker
Agen Asia8
Agen 1sCasino
Agen Casino
Agen Bola IBCBET
Agen Bola Sbobet
Prediksi Bola

gelo cly said...

You are so interesting! I do not think I've read something like that before. So good to discover somebody with some original thoughts on this subject. Really.. many thanks for starting this up. This website is one thing that is required on the web, someone with a bit of originality!



bola.arenabetting.com

http://arenabetting.us

rhed edler atrieda said...

Greetings! Very useful advice in this particular post! It is the little changes which will make the most important changes. Thanks for sharing!
Casino Royale

rhed edler atrieda said...

Having read this I believed it was very informative. I appreciate you finding the time and energy to put this information together. I once again find myself spending way too much time both reading and leaving comments. But so what, it was still worthwhile!
Agen Bola

rhed edler atrieda said...

Very good post! We are linking to this great content on our site. Keep up the good writing.
Casino Sbobet Trusted Agent

rhed edler atrieda said...

I really love your website.. Very nice colors & theme. Did you make this web site yourself? Please reply back as I’m looking to create my very own site and want to know where you got this from or exactly what the theme is named. Thank you!
Internet Casino Basic

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker