Monday, April 27, 2015

Perangkap Iblis

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 13:9-10
===============================
"Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?"

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menangkap seekor tikus dengan menggunakan perangkap dengan umpan keju di dalamnya? Taruhlah ada tikus yang cerdik. Dia tahu itu perangkap dan bisa lolos dari jebakan yang satu. Lalu ada jebakan kedua dengan umpan lainnya, tikus itu masih bisa tidak tergoda. Bagaimana dengan perangkap ketiga, keempat dan seterusnya? Dalam keadaan lapar, atau disaat salah satu jebakan berisi umpan yang terlalu menggoda untuk dihindarkan, tikus itu bisa tertipu dan masuk ke dalam perangkap yang merupakan tempat terakhirnya sebelum binasa.

Ilustrasi ini saya anggap tepat untuk melihat contoh jebakan yang dipasang iblis untuk mematikan kita. Jebakan demi jebakan, satu perangkap ke perangkap berikutnya, semuanya siap membuat kita masuk terjebak dan binasa. Ada yang jelas-jelas terlihat gelap, ada pula yang dikemas seolah-olah baik, bahkan benar, tapi tetap saja jalannya menuju maut. Dan Firman Tuhan sudah menyebutkannya. "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal 14:12). Jebakan iblis ada dimana-mana dalam berbagai bentuk, penyesatannya tersebar di berbagai bidang, jika tidak benar-benar waspada, kita bisa masuk perangkap dan binasa disana.

Inilah bentuk dan cara kerja iblis yang kita kenal sebagai bapa segala dusta (Yohanes 8:44) seperti yang sudah kita lihat kemarin. Banyak tipuan iblis yang seolah-olah menjanjikan pertolongan instan dan banyak orang percaya yang masih saja terjerat dengan tipuan ini. Tidak harus selalu dalam bentuk yang nyata seperti jebakan okultisme atau kuasa gelap yang juga banyak versinya dan mendapat jam tayang baik di televisi, tapi bisa pula lewat hal-hal yang sepertinya sesuai dengan kebenaran padahal kalau diperhatikan baik-baik orientasinya menyimpang dari firman Tuhan. Lihat bagaimana prosperity teaching atau ajaran kemakmuran dipelintir seolah mengacu pada penggalan-penggalan Alkitab tapi justru menggiring manusia untuk menghamba pada uang atau mamon. Ini baru satu contoh saja karena penyesatan lewat jebakan iblis bisa muncul dalam ratusan, ribuan atau bahkan jutaan bentuk lainnya dan menggunakan berbagai media atau cara.

Paulus mengatakan hal ini tidaklah mengherankan. "Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang." (2 Korintus 11:14). Sebagai bapa dari segala dusta, bapa tipu muslihat, iblis memang peniru ulung yang pintar dalam memanfaatkan kelemahan kita untuk dimanipulasi. Kalau kita baca di Alkitab, salah satu bentuk jebakannya adalah lewat meniru pekerjaan yang dilakukan Tuhan. Kita bisa melihat contohnya dalam kitab Keluaran, yaitu ketika Musa dan Harun berhadapan dengan ahli sihir Mesir yang mampu meniru apa yang mereka lakukan di depan Firaun. Harun melemparkan tongkatnya kemudian tongkat itu berubah menjadi ular, tapi ahli sihir Mesir pun mampu membuat hal yang sama. (Keluaran 7:9-12). Iblis bisa melakukan itu dengan maksud mengelabuhi kita.

Mari kita ambil satu kisah tentang seseorang bernama Baryseus yang berada di pulau Siprus seperti yang ditulis dalam kitab Kisah Para Rasul. Baryseus disebutkan berprofesi sebagai tukang sihir dan nabi palsu. (Kisah Para Rasul 13:6). Di pulau Siprus itu tinggallah seorang gubernur bernama Sergius Paulus. Sergius sebenarnya adalah orang cerdas dan bijaksana. Ia sendiri yang memanggil Paulus dan Barnabas, karena kerinduannya mendengar firman Allah. (ay 7). Itu artinya ada seseorang yang ingin selamat dengan mendengarkan kebenaran firman. Iblis tentu tidak ingin itu terjadi, dan ia pun tidak akan tinggal diam. Lalu Baryseus alias Elimas pun beraksi. "tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya." (ay 8). Berbagai tipu pun ia lakukan. Menyadari itu Paulus segera bereaksi. "Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?" (ay 10). Baryseus kemudian terkena murka Tuhan hingga menjadi buta. Membelokkan jalan Tuhan yang lurus lewat rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, seperti itulah pekerjaan iblis lewat hamba-hambanya di muka bumi ini.

Saat-saat akhir jaman makin dekat seperti sekarang, semakin banyak orang yang berlaku begitu rupa sehingga terlihat seperti orang benar, tetapi sebenarnya mereka adalah hamba iblis yang berusaha menyesatkan dan membinasakan kita. Kemasannya bisa terlihat begitu rapi sehingga kalau tidak dicermati baik-baik kita bisa tertipu dan mengira bahwa semua itu sesuai firman Tuhan. Dalam Amsal dikatakan "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal 14:12), dan ini masih terus kita jumpai di sekitar kita hignga kini. Dalam surat Tesalonika kita bisa melihat peringatan akan hal ini. "Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka." (2 Tesalonika 2:9-10). Tidak bisa tidak, kita harus hati-hati agar jangan sampai kita termasuk dari mereka yang dikatakan "orang-orang yang harus binasa" karena menolak keselamatan.

Agar terhindar dari jebakan-jebakan ini kita harus selalu mempelari baik-baik firman Tuhan agar tidak mudah terpengaruh atau terpedaya oleh berbagai pengajaran dan penawaran yang diberikan kepada kita. Untuk melawannya, dalam Efesus dikatakan bahwa kita sudah diberikan perlengkapan senjata Allah. Oleh karena itu, "Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis." (Efesus 6:11). Perlengkapan senjata Allah itu secara rinci bisa dilihat dalam ayat 14-18. Ingatlah bahwa belum tentu apa yang sepintas terlihat benar itu sungguh benar. Kita harus terus waspada dan memperlengkapi diri senantiasa dengan perlengkapan senjata Allah.

Iblis akan selalu berusaha mencari titik lemah kita untuk dimanipulasi dan disesatkan. Jebakannya akan dipasang dimana-mana, tipu dayanya akan dikemas serapi dan seindah mungkin agar tidak ketahuan. Iblis bisa memasang perangkap lewat keinginan-keinginan daging, berbagai hal yang sepertinya terasa nikmat dan menyenangkan kedagingan kita, bisa lewat penyesatan-penyesatan kebenaran, atau bisa pula lewat orang dan sebagainya. Oleh karena itu berhati-hatilah. Tetap ijinkan Roh Kudus terus bekerja dalam diri anda agar anda bisa peka membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang berasal dari tipu muslihat si jahat.

Tipuan atau perangkap yang dikemas sedemikian rupa bisa luput dari perhatian kita, jadi perhatikan setiap langkah agar tidak tertipu

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker