Tuesday, April 14, 2015

Bersih Tangan dan Murni Hati (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Mazmur 24:4-5
=======================
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia."

Kalau melihat lowongan kerja, hampir semua perusahaan mendasarkannya pada gelar. Minimal S1, lebih baik lagi S2 apalagi S3. Lucunya, seringkali mereka hanya mencari sarjana tanpa mempedulikan bidang yang dipelajari. Gelar sarjana teknik bekerja di bank, gelar sarjana ekonomi di bidang yang tidak berhubungan dengan perekonomian, bahkan ada teman lulusan sarjana sastra yang bekerja sebagai supervisor sebuah pabrik makanan ringan. Yang penting S1 dan S lainnya kan? Itu yang dicari. Padahal gelar bisa dibeli, skripsi bisa dialihkan bebannya kepada orang dengan sejumlah uang. Kalau saya yang punya perusahaan, saya tidak akan menggantungkan pada gelar. Mengapa? Karena ada banyak nilai lain yang lebih penting yang nantinya akan jauh lebih berguna ketimbang sebuah surat ijazah kelulusan. Semua bisa diajarkan dan dipelajari, tapi integritas, kesetiaan, ketulusan, kejujuran dan sejenisnya buat saya lebih menentukan kualitas seseorang.

Ini merupakan kualitas manusia yang semakin lama semakin langka dan semakin jarang dianggap penting. Korupsi dan penipuan terjadi di setiap lini pekerjaan mulai dari atas sampai ke bawah. Orang pun tidak lagi tulus dalam mengerjakan sesuatu tapi pamrih. Hasil kerja tergantung bayaran, kalau tidak dibayar tidak dikerjakan, pendeknya semuanya tergantung uang. Soal jujur apalagi. Berbagai godaan, tuntutan keadaan atau alasan seperti ikut arus, solidaritas dan sebagainya bisa membuat orang meninggalkan integritasnya dan mulai beralih untuk mencari tambahan lewat cara-cara curang. Sedikit saja kan tidak apa-apa? Apalah artinya sekian juta buat perusahaan... atau, ah sekali-sekali masa tidak boleh? Kebetulan lagi butuh sih... Dalih seperti itu dijadikan pembenaran untuk mengambil apa yang bukan menjadi haknya.

Dan cara dunia memandang pun menjadi semakin terbalik. Jaman sekarang orang yang jujur dan tulus justru dipandang aneh atau malah bodoh. Orang semakin cenderung berpikir pendek dan mementingkan urusan duniawi, dan itulah orang-orang yang dianggap pintar. Apa yang dikatakan Daud dahulu: "Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik" (Mazmur 14:1), kini semakin banyak dianut orang. Orang tidak lagi memikirkan pertanggungjawaban kelak di hadapan Tuhan. Masalah kekal nanti dulu, pikirkan dulu dunia yang fana ini. Lumayan kan bisa kaya selama sisa hidup? Anak-anak dikasih makan hasil korupsi juga tidak apa-apa, ketimbang hidup susah kalau jujur. Atau kalaupun tahu bahwa Allah itu ada, tetapi mereka mengira bahwa Tuhan tidak akan menghukum karena mereka menyalah artikan bentuk kasih dan kesabaran Tuhan yang besar dan panjang. Bentuk ilusi rohani seperti inipun sudah disinggung dalam Alkitab. "Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?" (Maleakhi 2:17). Bukankah itu yang terpampang di depan mata kita saat ini?

Dalam Mazmur terdapat ayat yang bunyinya demikian: "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia." (Mazmur 24:4-5). Apa yang dimaksud dengan orang yang bersih tangannya? Rajin cuci tangan? Pakai antiseptik? Sarung tangan? Tidak main lumpur dan yang kotor-kotor? Tentu bukan. Yang dimaksud dengan orang yang bersih tangannya berarti menjauhi bentuk-bentuk penipuan, menjauhi kecurangan dan tidak gampang tergoda oleh keuntungan-keuntungan lewat jalan yang salah. Orang yang bersih tangannya adalah orang yang tidak melakukan hal-hal salah dan jahat dalam bekerja atau melakukan segala sesuatu. Orang yang bersih tangannya tidak melakukan hal-hal yang tercemar.

Bagaimana dengan pure heart atau murni hatinya? Ini adalah jenis orang yang tidak tergoda pada kecurangan. Kalau kita lihat dalam beberapa ayat lain, dalam Mazmur 24:3-4 dikatakan "Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja." He who loves purity and the pure in heart", itu yang dikatakan dalam bahasa Inggrisnya. Inilah orang-orang yang bisa mendapat kehormatan. Setelah renungan ini saya akan membahas lebih jauh mengenai kemurnian hati ini.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker