Friday, April 17, 2015

Kemurnian Hati (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)


3. Terus meningkatkan standar hidup sesuai kebenaran Firman

Dalam Kisah Para Rasul 24:16, Paulus mengatakan "Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia." Ini penting agar kita tetap bisa terhindar dari berbagai penyesatan baik yang terang-terang kelihatan maupun yang tersamar, dibungkus oleh kemasan yang seolah benar. Tanpa mengetahui/memahami Firman Tuhan, akan sulit bagi kita untuk tetap menjaga kemurnian hati dari kecemaran. Bukan saja melakukan dosa, tetapi juga menjaga hati agar tetap sejuk, jauh dari iri hati, dengki, sirik dan lain-lain. Kita perlu tahu, merenungkan Firman Tuhan, tapi terlebih meningkatkannya kepada melakukan Firman.

4. Membereskan kesalahan-kesalahan di masa lalu

Seringkali orang terjebak dan sulit tumbuh karena masih terbelenggu dengan masa lalu. Perhatikan apa kata Paulus berikut: "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14). Masalahnya, seringkali kesalahan masa lalu yang belum dibereskan menjadi penghalang kita untuk menjaga kemurnian hati. Iblis akan selalu berusaha memanfaatkan kesalahan di masa lalu untuk mendakwa kita.

Dalam Ayub 1:12 iblis disebutkan sebagai "the accuser" alias penuduh/pendakwa (versi English amplified) yang terus berusaha melemahkan kita. Iblis tidak ingin kita diselamatkan. Iblis akan terus berusaha mendakwa atau menuduh kita sampai kita putus asa dan semakin lama semakin jatuh. Yang dipakai untuk mendakwa adalah dosa kita, maka untuk menutup mulut iblis, kita harus segera mengakui dosa kita. Begitu kita mengakui dosa kita dan memohon ampun, saat itu pula Allah mengampuni kita. Imani dan percayalah akan hal itu. Tidak ada alasan lagi bagi iblis untuk mendakwa kita, karena dosa kita sudah diampuni. Apa kata Tuhan mengenai orang yang mengakui dosanya? "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Jadi penting sekali untuk membereskan kesalahan di masa lalu agar tidak ada lagi pijakan bagi iblis untuk mendakwa kita.

5. Mendengar hati nurani

Banyak orang yang mengabaikan hati nuraninya dalam mengingatkan kita akan sebuah potensi bahaya. Padahal hati nurani seringkali menjadi sarana Tuhan untuk menghindarkan kita dari jebakan. Semakin lama kita abaikan, semakin tidak peka pula kita terhadap suara Tuhan.

Firman Tuhan berkata: "Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka," (1 Timotius 1:19). Hal ini disampaikan Paulus kepada Timotius dalam rangka penugasannya, dan Paulus pun mengingatkan bahwa sebuah perjuangan yang baik hanya bisa dilakukan dengan iman dan hati nurani yang murni (ay 18). Karena itu jagalah kepekaan hati nurani dan kepekaan mendengar suara (nasihat, peringatan) Tuhan. Jangan biarkan hati nurani terus teracuni dan terabaikan sehingga kita berpotensi untuk tercemar.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker