Saturday, April 11, 2015

Menyembah (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Dikatakan bahwa bila ingin menyembah Tuhan, haruslah menyembah Dia dalam roh. Bisakah kita melakukan itu apabila roh kita masih belum benar atau jelas bentuknya? Maka penting bagi kita untuk memastikan bahwa kita memiliki roh yang benar. Dalam banyak ayat dikatakan bahwa kita harus memiliki roh yang takut akan Tuhan. Kita harus mengerti bahwa tidak akan ada penyembahan yang berkenan bagi Tuhan tanpa ada penyembah yang berkenan. Dengan kata lain, sebelum penyembahannya, penyembahnya dulu yang harus dipastikan benar. Dan yang sering menjadi faktor penentu bagi penyembah yang berkenan di hadapan Tuhan adalah mereka yang tekun dalam membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Jika demikian, akan sangat sia-sia apabila kita beribadah, melakukan pelayanan dan sebagainya apabila dibiarkan kosong tanpa didasari hati yang menyembah.


2. Menyembah dalam kebenaran

Seperti apa kebenaran itu? Kebenaran mengacu kepada mengenal dengan baik Firman Tuhan, merenungkan dan melakukan. Kebenaran memiliki arti bahwa sebuah pengenalan akan Tuhan bukan hanya berdasarkan bentukan menurut penafsiran kita sendiri, bukan berdasarkan emosi pribadi, tetapi untuk bisa mengerti kebenaran kita harus menyelidiki Firman Tuhan yang terkandung di dalam Alkitab.

Yang sering kita lupa adalah bahwa kebenaran sangatlah berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita mengira bahwa dengan mengetahui beberapa ayat saja sudah cukup, tetapi tentu saja semuanya tidak akan mencerminkan apa-apa kalau secara nyata kita masih terus menjalani hidup yang melenceng dari ketetapan Tuhan. Sehingga lebih dari sekedar menyanyikan pujian-penyembahan, seorang penyembah yang benar akan memperhatikan betul kehidupannya di tengah masyarakat sehari-hari, baik di rumah, kantor, sekolah, kampus, warung, ketika bersama teman-teman dan lain sebagainya. Seorang penyembah yang benar akan mencerminkan kebenaran tentang Allah baik ketika tengah berada ditengah keramaian, bersama orang lain atau ketika sendirian. Disaat seperti inilah kita bisa membuktikan apakah karakter, gaya hidup, sikap dan tingkah laku atau gaya bicara bahkan integritas kita sudah mencerminkan Tuhan yang kita sembah atau belum.

Bagaimana cara hidup keluarga kita di tengah masyarakat? Itu merupakan hal penting untuk dicermati, karena kita tidak akan pernah bisa menjadi penyembah yang benar kalau keluarga kita saja masih tidak karuan. Jauh dari harmonis, penuh keributan, percekcokan, perselisihan dan sebagainya. Jangan lupa bahwa hubungan keluarga kita akan mencerminkan seperti apa hubungan kita dengan Tuhan. Sebelum kita bermimpi untuk hal-hal yang besar, terlebih dahulu kita harus membenahi keluarga terlebih dahulu. Lantas yang tak kalah penting adalah bagaimana kita menjalankan pekerjaan, usaha/bisnis dan sebagainya. Apakah kita sudah menjalankan itu sesuai Firman Tuhan dengan kejujuran dan integritas warga Kerajaan atau kita masih terus menimbun tanpa pernah menabur, atau malah lebih buruk lagi berusaha memperoleh sebanyak-banyaknya dengan menghalalkan segala cara. Apakah kita teratur memberi perpuluhan dan terus menjadi berkat bagi sesama atau kita masih berdalih macam-macam untuk mengelak dari kewajiban kita? Semua sisi kehidupan haruslah mencerminkan kebenaran, atau semua persembahan kita tidak akan ada manfaatnya.

Jadi secara singkat, penyembah yang benar harus memiliki bentuk hidup benar yang tercermin melalui:
- hubungan pribadi dengan Tuhan
- kehidupan rumah tangga/keluarga
- cara kita memperoleh dan mengelola keuangan.
- cara kita bergaul dan seperti apa kita di masyarakat

Ibadah yang sejati di mata Tuhan bukanlah ibadah rutin kita setiap hari Minggu atau aktivitas-aktivitas peribadatan lainnya, tapi justru seluruh diri kita sendiri, kita seutuhnya yang kudus dan berkenan. Seperti apa kita di tengah kehihdupan bermasyarakat sehari-hari atau ketika kita sedang sendirian dan tidak ada yang melihat, itu bentuk kehidupan nyata yang akan menunjukkan apakah kita merupakan cerminan kebenaran atau tidak.

Menghidupi nilai-nilai kebenaran dengan roh yang takut akan Tuhan merupakan syarat bagi penyembah yang benar. That's the spirit of a true worshipper. Sudahkah kita menjadi penyembah-penyembah yang benar? Kenyataannya lebih banyak orang yang lebih tertarik menjadi 'true gossipers' ketimbang true worshippers. Kita tidak akan pernah bisa membuat perbedaan-perbedaan menuju ke arah yang lebih baik sebelum kita berubah menjadi sosok penyembah yang benar.

Bukan tempat yang penting, tapi kerinduan kita mencari Tuhan dan menyembahNya dalam roh dan kebenaran, itulah yang penting

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker