Thursday, July 31, 2014

Hujan Berkat (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Saya sudah beberapa kali menyampaikan mengenai hal memberi dalam hubungannya dengan turunnya berkat Tuhan, dan ada beberapa orang yang sulit menangkap esensinya. Seperti yang pernah saya kemukakan, ada sebuah penglihatan yang pernah diberikan Tuhan kepada saya beberapa waktu lalu. Bayangkan ada sebuah gelas kosong dan kemudian anda mulai tuangkan air ke dalamnya. Air tersebut tidak akan bisa mengalir membasahi area di luar gelas apabila gelasnya tidak terlebih dahulu mengalami kepenuhan. Untuk bisa melimpah keluar, air haruslah memenuhi gelas seutuhnya. Dan semakin banyak kucuran, semakin banyak pula area yang terkena aliran air ini sementara gelas akan tetap penuh. Ini adalah sebuah penglihatan yang sangat penting bagi saya dan sangat sederhana pula untuk dimengerti. Seperti itulah yang dimaksud Tuhan dengan ayat dalam 2 Korintus 9:8 dan Amsal 28:27 tadi. Tuhan tidak akan menyengsarakan kita dan membuat kita kekurangan. Dengan memiliki hati yang rindu untuk terus memberi, memberkati lebih dan lebih banyak lagi orang, kita akan dicukupkan bahkan dikatakan berkelebihan, jauh dari kata kekurangan. Tapi ingatlah bahwa itu bukan berarti kita menyelewengkan kedua ayat ini demi kekayaan pribadi, menimbun harta seperti cara dunia, tetapi justru untuk dipakai menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

Kalau kita sudah menyadari pentingnya hal memberi yang bukan didasari oleh iming-iming, imbalan atau agenda-agenda lainnya yang mengacu kepada keuntungan pribadi, kita juga harus mengetahui kunci agar lumbung yang sudah diisi tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kemuliaan Tuhan. Akan hal ini mari kita lihat pentingnya doa. Banyak orang yang keliru mengartikan doa. Ada yang terlalu sibuk bekerja sehingga menomorduakan bahkan melupakan berdoa sebagai sebuah kewajiban. Atau mungkin mereka sudah berdoa, tapi itu hanya dilakukan sebatas kebiasaan, rutinitas atau liturgi saja, dan bukan berasal dari kerinduan hati terdalam untuk mencari dan bersekutu erat denganNya. Ada pula yang berdoa hanya karena tidak ingin masuk neraka atau bahkan takut dimarahi orang tua.

Waktu yang jumlahnya 24 jam berlaku untuk semua orang, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan penggunannya saja yang akan membawa perbedaan. Benar, firman Tuhan berkata "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Tapi bekerja bukanlah segala-galanya. Mencari nafkah bukanlah satu-satunya hal yang bisa melengkapi kebutuhan kita. Selain memenuhi kebutuhan primer untuk bisa bertahan hidup, kita juga membutuhkan firman Tuhan. "Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4). Bekerja itu bagus, tapi penting pula bagi kita untuk menentukan skala prioritas yang baik dan tidak mengorbankan hal yang tidak kalah pentingnya karena fokus hanya pada satu hal saja. Hidup yang terus menerus bekerja tapi tidak mempedulikan keluarga apalagi Tuhan tidak akan membawa hasil baik, melainkan berpotensi mendatangkan banyak kerugian yang seringkali tidak akan bisa diatasi dengan harta sebesar apapun. Kehidupan yang tidak disertai doa dan dibangun dalam doa tidak akan menghasilkan buah yang baik.

Mari kita lihat firman Tuhan berikut. "Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang." (Ulangan 11:13-14). Ayat ini secara khusus mengatakan bahwa Tuhan selalu siap menurunkan hujan berkat kepada siapapun yang taat pada perkataanNya, mengasihiNya dan dengan sungguh-sungguh beribadah hanya kepadaNya saja. Tidak kepada ilah-ilah lain, tidak pula kepada mamon alias dewa uang. Hujan berkat yang akan memampukan kita menghasilkan buah dengan berkelimpahan merupakan janji Tuhan kepada mereka yang bersungguh-sungguh taat, lalu bersungguh-sungguh beribadah dengan segenap hati dan jiwa. Bukan karena kebiasaan, bukan karena rutinitas, bukan simbolis apalagi hanya agar terlihat baik di mata orang, namun karena panggilan hati yang sungguh-sungguh dan kerinduan untuk mengasihiNya. Inilah kunci yang bisa membuka pintu di tingkap-tingkap langit agar perbendaharaanNya sesuai apa yang sudah kita kumpulkan lewat perbagai kebajikan bisa tercurah atas kita. Janji lainnya disebutkan demikian: "TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman." (Ulangan 28:12).

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker