Tuesday, November 8, 2022

Kuasa Dibalik Ucapan Syukur (1)

webmaster | 6:00:00 AM |

 Ayat bacaan: 1 Tesalonika 5:18
=====================
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."


Tak pernah terbayangkan sebelumnya keadaan dunia ini menjadi sedemikian genting. Pandemi yang datang tiba-tiba dan membunuh puluhan juta jiwa ditambah situasi perang membuat banyak negara menjadi bangkrut, minimal masuk ke dalam resesi. Situasi ini dialami hampir seluruh negara dengan tingkat keparahannya sendiri-sendiri. Negara kita mendapat pujian dari banyak negara lain karena masih mampu berjalan ditengah situasi global yang parah, namun meski demikian, banyak dari kita yang hidup di negara ini pun merasakan bagaimana imbas gejolak resesi global ini berpengaruh pada krisis ekonomi. Daya beli menurun drastis, sehingga para pedagang alias yang tidak punya gaji tetap omsetnya pun anjlok. Demikian pula orang yang kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempatnya bekerja tidak lagi kuat menggaji pegawai seperti sebelumnya.

Apakah anda termasuk yang terdampak dari situasi ini? Jika ya, anda tidak sendirian karena saya pun sudah beberapa bulan mengalami kondisi defisit dalam usaha yang saya jalankan. Demi tetap menjaga agar usaha bisa tetap running, saya pun memotong pengeluaran dari banyak hal dalam rumah tangga. Mengirit habis-habisan karena biar bagaimana usaha yang ada ini menjadi tulang punggung satu-satunya untuk bertahan hidup. Kalau dulu bisa makan ayam dengan santai, sekarang saya harus membagi satu potong ayam dengan istri saya, dan itupun tidak lagi bisa setiap hari. Saya tidak pernah membayangkan bakal masuk ke dalam kondisi seperti sekarang.

Kemarin saat saya membagi dua ayam, kami sempat ngobrol tentang kondisi sekarang. Tidak ada kepastian kapan situasi membaik, apalagi berbagai pemberitaan mengatakan bahwa tahun 2023 situasi akan menjadi lebih sulit. Mau sesulit apa lagi nanti, kalau sekarang saja sudah sekarat? Tapi kami kemudian sampai pada satu kesimpulan: kami harus tetap mengucap syukur dalam kondisi apapun. Karena biar bagaimanapun kami masih bisa makan, masih diberi kesehatan, dan anak kami masih dalam keadaan cukup dan baik. Dia tetap riang bermain dan terus tumbuh menjadi anak yang cantik, baik dan pintar. If we look at the side of income, then it's like horror. But then again, if we turn our face to our little girl and family, hey... we are still blessed. We still have each other, love each other, and fight together. Kami pun tersenyum, mengucap syukur dan makan dengan hati senang.

Mungkin mudah bagi kita untuk mengucap syukur ketika keadaan sedang baik-baik saja, tetapi alangkah sulitnya melakukan itu ketika kita tengah berada dalam kesesakan. Ironisnya, ada banyak orang pula yang lupa untuk mengucap syukur ketika sedang dalam keadaan baik karena terlena dalam segala kenyamanan atau kenikmatan hidup. Atau menganggap bahwa semua itu murni hasil jerih payah sendiri dan Tuhan tidak ada urusan di dalamnya. Bukankah ada banyak orang yang hanya berdoa saat butuh sesuatu tapi kemudian lupa saat sedang baik-baik saja? Bukankah ada banyak orang yang hanya ngedumel atau ngomel dalam doanya ketimbang mengucap syukur dan berterima kasih atas segala yang Tuhan sudah beri?

Sebuah ucapan syukur sesungguhnya merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan Kekristenan bukan cuma untuk menunjukkan kita sebagai pribadi yang menghargai segala yang sudah diberikan Tuhan dalam hidup ini, tetapi juga karena ada kuasa dibalik sebuah ucapan syukur.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker