Thursday, March 7, 2013

Sea Heart

webmaster | 10:00:00 PM |
Ayat bacaan: Pengkotbah 3:11
=========================
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
Ada sebuah tanaman unik yang tumbuh di hutan pedalaman Costa Rica yang diberi nama sea heart. Bentuknya unik seperti bentuk hati dengan biji di dalamnya dan termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Tanaman ini tumbuh di tempat tinggi dan mengulir ke bawah mencapai jarak 3 sampai 6 kaki. Mengapa disebut sea heart? Apa hubungannya dengan laut? Tampaknya nama sea heart itu diambil dari banyaknya tanaman ini yang mengambang di lautan luas sebelum mencapai sebuah tempat baru dan tumbuh subur disana. Seperti inilah kira-kira prosesnya. Curah hujan yang tinggi di hutan tropis membuat sea heart ini jatuh ke laut dan terbawa arus untuk waktu yang cukup lama. Sea heart terus mengambang dibawa arus selama berbulan-bulan, bahkan tidak jarang bertahun-tahun, mengikuti ombak naik dan turun, lautan yang tenang dan berombak bahkan badai sekalipun hingga akhirnya pada suatu ketika mendarat di pantai yang jauh jaraknya dari tempat asalnya. Di sebuah tempat baru ini biji sea heart itu akhirnya akan tumbuh menjadi sebuah tanaman baru yang subur.

Ketika membaca fakta yang sangat menarik dari sebuah tanaman unik ini saya mendapat sebuah analogi darinya yang menggambarkan perjalanan hidup kita. Tidakkah kita pun seringkali harus menempuh perjalanan yang panjang, terkadang penuh riak dan gelombang dalam kehidupan kita, untuk sampai kepada sesuatu yang indah pada akhirnya?  Seringkali kesabaran kita diuji. Seringkali kita harus terus bersabar menantikan Tuhan, menantikan pertolonganNya, menantikan yang terbaik buat kita sesuai waktu Tuhan dan bukan waktu kita. Terkadang ombak bisa begitu tinggi, badai bisa menerpa dengan ganas dalam hidup kita. Datangnya pertolongan Tuhan yang kita nantikan bisa jadi terasa sangat lama dalam ukuran waktu kita. Ada banyak orang yang tidak sabar akhirnya terjatuh kepada berbagai hal yang semakin memperparah keadaan. Bersungut-sungut, patah semangat, hilang harapan, putus asa dan menyerah, atau bahkan mulai ragu dan mempertanyakan keberadaan Tuhan. Tidak jarang pula ada yang malah kemudian mengalami kekecewaan, kepahitan dan akhirnya menghujat Tuhan.

Ayat hari ini akan menegaskan kembali bagaimana ukuran waktu Tuhan dibanding waktu kita, bagaimana kemampuan kita yang terbatas ini seringkali sulit dipakai untuk melihat dan memahami rencana Tuhan. Ayatnya berbunyi sebagai berikut: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkotbah 3:11). Meski kita sudah menjalani hidup benar sekalipun ada kalanya kita harus mengalami masa-masa menangis dalam penderitaan. Mengapa demikian? Karena ada rencana Tuhan yang indah, ada sebuah "grand design" yang telah dipersiapkan Tuhan di depan, dimana kita mungkin belum mampu melihatnya pada saat ini, dan penderitaan kita itu merupakan bagian dari prosesnya. It's a part of the process. Mungkin Tuhan sedang melatih kekuatan otot rohani kita, mungkin Tuhan sedang mengajarkan kita untuk berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan kembali mengandalkanNya, mungkin Dia sedang menguji iman kita apakah kita masih berada dalam keyakinan teguh ketika berada dalam kesusahan atau tidak, mungkin kita sedang diajar Tuhan untuk bersabar dan tetap teguh dalam pengharapan. Tapi satu hal yang pasti, meski hidup kita tengah bergejolak hari ini, selama kita tetap berada dalam firmanNya dengan taat, selama kita tetap setia berpegang teguh kepadaNya, ada rencana Tuhan yang indah di balik semua itu. We are in the process of a grand design, one perfect concept from the loving Father, and in the end it's going to be beautiful.

Kita tidak bisa berharap bahwa hidup ini akan selamanya tanpa masalah. Ada kalanya kita harus masuk ke dalam kesukaran. Sebuah ayat yang menjelaskan konsep Tuhan akan hal ini. "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." (Pengkotbah 3:1). Dalam versi bahasa Inggrisnya dikatakan "TO EVERYTHING there is a season, and a time for every matter or purpose under heaven." Selanjutnya kita bisa melihat berbagai "season" atau masa ini dalam rangkaian ayat selanjutnya, dan lihatlah bahwa tidak semuanya menyenangkan. Namun di ayat ke sebelas kita melihat tujuan Tuhan dibalik musim atau masa itu: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." Pada suatu ketika kita akan sampai kepada sesuatu yang indah yang telah dirancangkan Tuhan. Tidak peduli kita berada di musim apa saat ini, suatu ketika nanti kita akan mengalami rancanganNya yang indah. Karena itulah kita harus bersabar dan terus menanti-nantikan Tuhan dengan tekun.

Sebuah benih sea heart tidak memiliki kemampuan untuk bersabar atau menyerah. Ia hanya mengikuti kemana arus membawanya. Tetapi kita punya itu, dan Tuhan sudah berjanji akan selalu menyertai kita dalam setiap langkah. Jika benih-benih itu sanggup menempuh jarak ribuan mil selama bertahun-tahun untuk ahirnya sampai kepada sebuah destinasi dan tumbuh dengan subur, mengapa kita tidak? Firman Tuhan mengajarkan kita demikian: "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah  dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!" (Roma 12:12). Sabarlah, dan terus bertekun, tetaplah dalam sukacita, dan itu bisa kita lakukan karena kita tahu ada rancangan yang indah dari Tuhan menanti kita di depan. Kita bisa meneladani seruan Daud berikut:"Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari." (Mazmur 25:5). Ini sebuah bentuk kesabaran yang harus kita miliki. Sementara menanti, kita bisa belajar banyak. Belajar mengandalkan Tuhan, belajar menahan diri dan bersabar, belajar untuk tetap bersukacita meski dalam kesesakan, dan semua itu akan menumbuhkan iman kita lebih lagi. Mungkin saat ini kita sedang menghadapi ombak besar bahkan badai, tetapi seperti benih-benih sea heart itu, pada suatu saat kita akan sampai kepada tujuan yang indah. Karena itu bertahanlah, jangan menyerah dan raihlah apa yang direncanakan Tuhan untuk anda dan saya di depan sana.

Pakailah saat-saat sukar sebagai kesempatan untuk menumbuhkan iman

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker