Saturday, March 2, 2013

Pulang

webmaster | 10:00:00 PM |
Ayat bacaan: Lukas 15:20b
====================
"Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia."

Tidak jauh dari rumah saya ada sebuah keluarga tengah mengadakan pesta kecil menyambut kembalinya anak mereka dari perantauan. Mereka tidak mendengar satupun kabar dari anak mereka selama bertahun-tahun. Awalnya si anak mengatakan ingin merantau, lalu ia pun bertengkar dengan orang tuanya karena mereka tidak setuju akan rencananya. Ia tetap pergi meski orang tua menentang, dan semenjak itu tidak ada kabar berita darinya. Si anak ternyata sempat bekerja sebagai buruh di negara tetangga sebelum akhirnya terlantar disana. Untunglah ia kemudian bisa kembali pulang. Untunglah kedua orang tuanya mau memaafkannya, menerimanya kembali bahkan mengadakan pesta kecil untuk menyambut kembalinya si anak yang sempat hilang. Saya mengenal ayah dan ibunya, dan si ayah mengatakan: "Yang sudah berlalu biarlah berlalu.. yang penting dia sudah kembali dengan selamat, dan kami sangat bahagia hari ini."

Ada sebuah kisah yang sangat mirip dengan hal itu diceritakan Yesus untuk menggambarkan bentuk hati Bapa Surgawi, yaitu kisah Perumpamaan tentang anak yang hilang dalam Lukas 15:32. Dalam kisah ini ada seorang anak bungsu yang belum apa-apa sudah meminta bagian warisannya untuk dipergunakan bertualang ke negeri yang jauh. Ayahnya masih hidup, tapi ia berani meminta itu dan kemudian meninggalkan ayahnya. Sepintas hidup terasa luar biasa indah. Ia menghabiskan semuanya untuk berfoya-foya. Yang terjadi kemudian, dalam waktu singkat ia pun melarat. Begitu menderitanya, bahkan ia harus makan ampas sisa makanan babi agar bisa bertahan hidup. Ia lalu menyadari kesalahannya, sangat menyesal dan berpikir untuk kembali. Ia rela menerima kenyataan meski harus dihukum dan tidak lagi mendapat hak sebagai anak sekalipun. Dia pun pulang.

Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah ia dihukum atau diusir ayahnya? Ternyata tidak. Lihatlah reaksi sang ayah. "Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia." (Lukas 15:20b). Ia tidak dihukum, bahkan dimarahi pun tidak. Ayahnya segera berlari merangkul dan menciumnya. Ia bahkan segera memberikan jubah terbaik, cincin, sepatu dan menyembelih anak sapi tambun untuk menyambut kembalinya si anak dengan penuh sukacita. (ay 22-23). Betapa besar sukacita sang ayah karena anaknya yang hilang telah kembali. "Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." (ay 32).

Ada banyak orang yang merasa bosan dengan kehidupannya yang terkesan itu-itu saja lalu rindu untuk mendapatkan atau memulai sesuatu yang baru. Adalah bagus apabila hal ini membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, tetapi jika tidak hati-hati, hal ini sering dimanfaatkan iblis yang menawarkan berbagai gemerlap dunia yang sebenarnya berisi penuh jebakan. Tak terasa, tiba-tiba orang bisa menjadi begitu sesat bergelimang dosa. Pada suatu saat ketika tersadar, banyak diantara mereka menjadi ragu untuk kembali dan bertobat. Mereka merasa sudah terlalu sesat, semua sudah terlambat dan Tuhan pasti tidak akan mengampuni mereka lagi akibat besarnya kesalahan yang sudah mereka perbuat. Apakah Tuhan menutup pintu dari orang-orang yang ingin bertobat dan kembali kepadaNya? Sebenarnya tidaklah perlu untuk berpikir demikian. Yesus menggambarkan langsung hati Bapa dalam menyikapi orang-orang yang 'pulang' kepadaNya. Setiap saat Tuhan merindukan anak-anakNya yang sudah meninggalkanNya, bahkan yang sudah jauh sekalipun, untuk kembali. Setiap saat itu pula Tuhan siap menyambut dengan penuh sukacita dengan pelukanNya untuk kembali melimpahi kita dengan berkat-berkatNya.

Lewat dosa-dosa yang kita lakukan kitapun seharusnya mati. "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8). Kedatangan Kristus ke dunia ini justru untuk mencegah kita semua masuk ke dalam kematian kekal dan memberikan kita semua jalan untuk memperoleh keselamatan. Yesus berkata "..Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Matius 9:13b), "Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang." (18:11). Jika Tuhan memang langsung menutup pintu dan membiarkan orang yang tersesat untuk binasa, Dia tentu tidak perlu repot-repot untuk memberikan Kristus menebus dosa-dosa kita bukan? Itulah hati Bapa yang penuh kasih yang selalu rindu menanti kita untuk pulang kembali kepadaNya, kepada jalan menuju keselamatan yang kekal.

Keselamatan adalah berkat terbesar yang diberikan Tuhan buat manusia. Tuhan selalu rindu menantikan kita semua untuk kembali kepadanya. Tidak peduli apa yang telah kita lakukan, sejauh mana kita tersesat, Dia akan selalu siap menyambut kita dengan tangan terbuka. Tuhan siap melemparkan dosa kita jauh ke dalam tubir laut (Mkha 7:19), membuang dosa-dosa kita sejauh timur dari barat (Mazmur 103:12), mengampuni kesalahan kita bahkan tidak lagi mengingat-ingat dosa-dosa yang telah kita lakukan. (Yeremia 31:34). Marilah kita menyadari betul betapa besarnya kasih Tuhan kepada kita, sehingga AnakNya yang tunggal pun rela Dia anugerahkan kepada kita agar tidak satupun dari kita binasa melainkan beroleh kehidupan yang kekal. (Yohanes 3:16). Tidak peduli dosa apapun yang telah kita lakukan, Tuhan siap memberikan pengampunannya kepada kita, dan akan menyambut kepulangan kita dengan penuh sukacita. Tidak perlu merasa takut, tidak perlu ragu atau sungkan, karena Tuhan selalu mengasihi kita semua dan akan segera menyambut kepulangan kita kapan saja. Jangan tunda lagi, pulanglah sekarang juga dan biarkan Tuhan dan seisi Surga bersukacita menyambut anda.

It's never too late to come home to God

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker