Friday, March 22, 2013

Perdamaian

webmaster | 10:00:00 PM |
Ayat bacaan: Roma 12:18
========================
"Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"

Rasanya semua orang tentu menginginkan kehidupan dunia yang damai. Tidak ada peperangan, tidak ada kerusuhan, tidak ada kekerasan, kejahatan dan tidak ada perselisihan. Bayangkan betapa indahnya jika semua manusia hidup berdampingan secara harmonis. Tidak ada yang mengedepankan perbedaan tapi mencari persatuan di atas keragaman. Itu bentuk dunia yang diimpikan oleh banyak orang. Sayangnya itu hanyalah utopia saja, karena ada banyak sekali orang yang berhenti hanya pada bermimpi dan berharap. Dalam menjalani kehidupannya mereka masih menerapkan begitu banyak sekat-sekat pembatas. Mereka terus fokus pada perbedaan dan akibatnya hidup dikuasai permusuhan. Ada pula yang bahkan bertindak lebih jauh dengan menghalalkan kekerasan terhadap orang-orang yang berbeda pandangan dengan mereka. Apakah itu didasari oleh perbedaan keyakinan, perbedaan ideologi, perbedaan suku, bangsa, budaya, perbedaan pendapat, dan lain-lain, semua itu akan semakin mempersulit terciptanya kedamaian. Make love not war, slogan yang kencang dikumandangkan di akhir tahun 60 an sampai awal 70an ketika Amerika memutuskan perang terhadap Vietnam, lalu ada pula slogan peace on earth, akhirnya berhenti hanya sebatas slogan dan harapan yang tidak akan pernah bisa diwujudkan.

Kita berharap hidup dalam tatanan dunia yang damai. Tapi pikirkanlah, apakah mungkin kita mencapai dunia yang damai jika kita yang hidup di dalamnya tidak pernah bisa belajar untuk berdamai? Apakah sekat-sekat pembatas yang kita ciptakan akan membantu membuat dunia semakin baik? Apakah betul ada kalanya Tuhan menginginkan kita untuk saling bermusuhan berdasarkan segala perbedaan itu? Apakah memang Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda karakter, sifat dan sebagainya dengan tujuan agar kita hidup bermusuhan? Tentu tidak. Tuhan tidak hanya penuh kasih, tapi Dia adalah kasih itu sendiri. (1 Yohanes 4:16). Jika demikian, tentu tidak ada alasan apapun bagi kita yang percaya kepadaNya untuk menciptakan berbagai bentuk permusuhan di muka bumi ini.

Serangkaian pesan penting Paulus buat perdamaian tercatat pada Roma 12:9-21. Jangan pura-pura baik (ay 9), saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului memberi hormat (ay 10), berkomitmen menolong orang yang kesusahan (ay 13), memberkati yang jahat kepada kita, dan dilarang mengutuk (ay 14), memiliki empati terhadap orang lain (ay 15), hidup rukun dan rendah hati (ay 16), tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan kebaikan (ay 17,21), tidak menuntut balas (ay 19), tetap memberi bantuan bahkan kepada musuh sekalipun (ay 20). Ini pesan luar biasa yang menggambarkan bentuk ajaran Tuhan Yesus yang penuh kasih. Mari kita lihat ayat berikut ini: "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" (Roma 12:18). Perhatikan bahwa tidak ada diajarkan untuk membenci orang yang berbeda keyakinan. Kita tidak diajarkan untuk tidak membalas salam, malah dianjurkan untuk lebih dulu menyampaikan salam. Kita tidak diajarkan untuk menutup mata atas kesulitan hidup mereka yang berbeda kepercayaan, tapi kita diminta untuk membantu dan ber-empati. Kita tidak diijinkan untuk bergembira atas penderitaan orang lain, bahkan yang dianggap musuh sekalipun. Tidak boleh mengutuk, namun harus memberkati mereka. Kesimpulannya adalah, kehidupan penuh damai di dunia ini baru memungkinkan untuk terjadi jika komponen penting pengisi dunia, yaitu kita, manusia, mau memulai dari diri kita sendiri untuk belajar hidup rukun dan damai dengan semua orang, tanpa terkecuali.

Ketika banyak orang belum mampu menghayati hakekat perdamaian dalam kehidupan untuk mencapai dunia yang lebih baik, ketika masih banyak orang yang lebih memilih jalan-jalan permusuhan dan kekerasan, perdamaian dunia hanyalah akan menjadi sebuah utopia belaka. Dan apabila kita orang percaya saja masih menerapkan permusuhan, bukan hanya terhadap orang lain tapi bahkan terhadap sesama kita sendiri, jangan bermimpi kita bisa memiliki sebuah dunia yang penuh kedamaian. Sebagai anak-anak terang, hendaklah kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu untuk menerapkan bentuk kasih yang penuh damai dengan orang-orang disekitar kita. Semua haruslah dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Sedapat mungkin, selama kita masih bisa, selama itu tergantung kita, berdamailah dengan semua orang. Hanya dengan demikian kita bisa menunjukkan bentuk kasih seperti yang diajarkan Kristus secara nyata kepada sesama, dan hanya demikian kita bisa turut serta untuk memperbaiki dunia yang carut marut kondisinya agar bisa menjadi tempat yang lebih baik untuk kita tinggali.

Runtuhkan tembok permusuhan dan ulurkan persahabatan dengan semua orang

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker