Sunday, March 10, 2013

Mengemban Tanggung Jawab

webmaster | 10:00:00 PM |
 Ayat bacaan: 1 Samuel 17:34-35
==========================
"Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya..."

Seberapa besar kita berani menerima tanggung jawab? Ada banyak orang yang menolak peluang besar karena takut terhadap faktor resiko yang berada dibalik sebuah tanggung jawab yang besar. Di sisi lain ada pula orang yang nekad mengambil tanggung jawab besar tanpa berpikir dan tanpa persiapan. Ketika gagal mengemban tanggung jawab, mereka segera lari dari tanggung jawab mereka dengan segera. Para pejabat korup di negara kita tentu paling ahli akan hal ini. Mereka menerima tanggung jawab atau amanat dari rakyat tapi bukannya mengembannya dengan baik malah mempergunakannya sebagai kesempatan untuk meraup untung sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara curang. Ketika ketahuan dan diblow-up media, mereka pun sebisa mungkin berkelit. Jika sepertinya kurang berhasil, maka jalan lari keluar negeri atau bersembunyi di negara lain pun menjadi alternatif yang mereka ambil.

Kita sering lupa bahwa dalam menerima sebuah amanat kita bukan saja bertanggung jawab terhadap orang, badan atau lembaga yang memberi, tetapi kita pun punya  tanggung jawab kepada Tuhan atas setiap amanat yang kita terima. Tanggung jawab terhadap Tuhan itu seharusnya lebih utama ketimbang hal lain. Kita mempertanggung jawabkan pekerjaan kita di depan sesama manusia, kelak kita pun harus mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan. Jika di dunia ini kita bisa berkelit dengan cerdik, menyuap agar lepas dan sebagainya, nanti di hadapan Tuhan semua itu tidak akan ada gunanya. Sebuah amanat, besar atau kecil adalah tetap amanat yang harus kita pertanggung jawabkan sebaik mungkin. Seringkali ada pengorbanan dan berbagai hal yang bisa membuat kita khawatir atau bahkan takut, tetapi itu semua harus berani kita hadapi. Kabar baiknya, kita tidak dibiarkan menghadapinya sendirian, tetapi Tuhan sudah berjanji tidak akan meninggalkan kita dan akan menyertai kita dalam setiap langkah yang kita ambil.

Mari kita lihat saat kisah Daud muda yang bekerja sebagai penggembala kambing domba ayahnya. Dari beberapa ayat kita mengetahui bahwa Daud muda diperlakukan tidak sama seperti saudara-saudaranya yang lain. Ia dipekerjakan sebagai gembala oleh ayahnya, sementara beberapa dari saudaranya maju bertempur di garis depan sebagai prajurit Israel. Dibandingkan status prajurit, status gembala pada saat itu tidak ada apa-apanya. Tapi Daud tidak berkecil hati dengan pekerjaan itu. Berapa jumlah yang ia gembalakan saya tidak tahu pasti, tapi rasanya tidak banyak. Dan saya rasa ia pun tidak dibayar untuk itu. Meski tidak banyak dan tidak dibayar, perhatikan bagaimana keseriusan Daud dalam mempertanggung jawabkan pekerjaannya seperti yang ia utarakan kepada Saul. "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya.." (1 Samuel 17:34-35). Lihatlah ia rela mempertaruhkan nyawanya demi sekumpulan domba, yang notabene hanyalah hewan. Di mata manusia mungkin itu merupakan hal yang aneh, bahkan bodoh. Untuk apa manusia harus rela mempertaruhkan nyawa demi hewan? Bukankah lebih baik jika ia lari saja dan membiarkan ternaknya dimangsa ketimbang harus beresiko seperti itu? Tapi tidaklah demikian bagi Daud. Ia rela menghadapi singa dan beruang dalam melakukan pekerjaannya. Ia tidak ingin satupun dari dombanya binasa, dan untuk itu ia harus siap berhadapan dengan maut.

Nyatanya penyertaan Tuhan mampu membuatnya tampil sebagai pemenang setiap kali menghadapi hewan buas yang hendak memangsa ternak yang ia gembalakan. Ia menang menghadapi singa dan beruang, ia pun menang dalam menghadapi Goliat. Kita tahu pula bagaimana Daud diberkati secara luar biasa dalam hidupnya. Kedekatannya, kepercayaannya, pengharapannya kepada Tuhan membuat semua itu menjadi mungkin. Daud memperlihatkan tanggungjawab  yang luar biasa tanpa memperhitungkan untung rugi secara pribadi. Dan apa yang ia perbuat pun menjadi gambaran yang sama mengenai bagaimana Yesus, yang lahir ke dunia sebagai salah satu dari silsilah keturunannya, menyelamatkan kita. Lihat apa kata Yesus berikut: "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu." (Yohanes 10:11-12).

Tuhan menghendaki kita untuk serius dalam melakukan segala hal, baik itu bekerja, belajar maupun aktivitas lainnya termasuk ketika melayani. Lihatlah seruan ini: "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23). Ini menyatakan bentuk kerinduan Tuhan agar anak-anakNya selalu bekerja dengan serius dan sungguh-sungguh. Bukan untuk manusia, tapi lakukanlah seperti melakukannya untuk Tuhan. That's the state He does want us to reach. Dalam pelayanan pun demikian. Ada banyak orang yang bersungut-sungut dan tidak serius jika hanya melayani sedikit orang, apalagi satu orang saja. Itu bukanlah gambaran yang diinginkan Tuhan untuk kita lakukan! Bacalah Lukas 15, ada tiga perumpamaan disana yang sudah tidak asing lagi bagi kita mengenai hal ini. "Perumpamaan tentang domba yang hilang" (ay 4-7), "Perumpamaan tentang dirham yang hilang" (ay 8-10) dan "Perumpamaan tentang anak yang hilang" (ay 11-32). Semua ini menunjukkan kerinduan Tuhan untuk menemukan kembali anak-anakNya yang hilang. Tidak peduli berapa yang kembali, meski hanya satu sekalipun, Tuhan akan sangat bersukacita. Bahkan dikatakan: "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." (ay 10). Satu jiwa bertobat, itu sudah merupakan kebahagiaan besar bagi Tuhan dan seisi Surga.

Lakukanlah apapun yang dikehendaki Tuhan bagi kita secara serius dan sungguh-sungguh, dan peganglah tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.  Mungkin kita tidak mendapat upah sepantasnya menurut ukuran dunia, tapi bukankah Tuhan mampu memberkati kita lewat banyak hal? Mungkin apa yang kita terima tidak sebanding dengan jerih payah kita hari ini, tapi apakah tidak mungkin kelak kita akan menuai secara luar biasa? Atau tidakkah mungkin Tuhan menurunkan berkatNya dalam kesempatan lain? Bisa jadi ada banyak tekanan atau resiko dalam mengemban tanggung jawab, tetapi ketika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh dan melakukannya dalam nama Kristus, Tuhan akan berada di atasnya, menjaga kita dari segala hal buruk dan membawa kita keluar sebagai pemenang. Segala sesuatu yang kita lakukan secara sungguh-sungguh dan sesuai dengan rencana Tuhan tidak akan pernah ada yang sia-sia. Firman Tuhan berkata: "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58). Daud tahu itu, dan dia sudah membuktikannya sendiri. Lewat keteladanan Yesus pun kita bisa belajar mengenai hal yang sama. Kerjakanlah semuanya dengan sebaik-baiknya dalam nama Yesus, seriuslah dalam mengemban tanggung jawab dan  Tuhan akan memperhitungkan segalanya, tidak akan ada satupun yang jatuh sia-sia.

Sekecil apapun pekerjaan anda hari ini, lakukanlah dengan sebaik-baiknya dengan tanggungjawab penuh kepada Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker