Thursday, March 31, 2016

Memerdekakan Iman (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Markus 11:25
======================
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Pelajaran sejarah di sekolah-sekolah mengatakan bahwa bangsa Indonesia dijajah selama 350 tahun lamanya. Belakangan saya mengetahui bahwa penjajahan sampai 3 setengah abad itu bukan terjadi secara keseluruhan, dalam artian bukan semua bagian Indonesia seragam mengalami masa terjajah sedemikian panjang. Meski demikian, tidak akan ada yang menyanggah bahwa mau lama mau singkat, berada dalam penjajahan itu tetap saja sangat menyakitkan. Beberapa veteran perang yang sempat saya temui bercerita banyak tentang itu. Selain nyawa yang jadi taruhan, bentuk siksaan yang mungkin dialami, hidup penuh ketakutan dan segala penghinaan, tekanan dan sebagainya pun merupakan hal-hal yang menyakitkan saat berada di bawah penjajahan.

Hari ini Indonesia sudah merdeka. Tapi nyatanya hari ini di alam yang katanya sudah merdeka pun, baik sadar atau tidak, kita masih sering terjajah oleh banyak hal. Termasuk dalam hal iman, banyak dari kita yang belum sepenuhnya merdeka, atau malah belum merdeka sama sekali. Mengapa bisa seperti itu, padahal Yesus sudah memerdekakan kita dari belenggu dosa ribuan tahun lalu? Jangan dulu menyalahkan orang lain, karena bisa jadi kita justru terjajah oleh keputusan-keputusan atau perilaku kita sendiri yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Itu bisa menghalangi berkat dan jawaban Tuhan turun atas kita, membuat jarak kita terpisah begitu jauh dari Tuhan.

Lihatlah apa yang dikatakan dalam kitab Yesaya berikut. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yesaya 59:1-2). Dosa-dosa yang kita biarkan terus bercokol di dalam diri kita bisa membuat doa-doa kita terhalang untuk mendapatkan jawaban. Itu merupakan penghalang hubungan kita dengan Tuhan. Perlakuan suami terhadap istri yang tidak bijaksana pun bisa menghalangi kita menjadi orang-orang yang merdeka secara iman. "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang." (1 Petrus 3:7). Selain itu, ada satu lagi penghambat doa-doa kita didengar Tuhan, yaitu ketika kita masih menyimpan dendam dan belum bisa memberikan pengampunan terhadap seseorang yang pernah melukai perasaan kita atau merugikan hidup kita.

Banyak orang tidak menyadari betapa eratnya hubungan antara iman dan pengampunan. Yesus pernah mengajarkan mengenai hubungan ini ketika memberi nasihat tentang doa (Markus 11:20-26). Syarat yang diberikan Yesus agar kita bisa memiliki iman yang sanggup mencampakkan gunung ke laut adalah keteguhan hati kita. Tidak bimbang, tetap percaya, maka hal itu akan terjadi. Demikian kata Yesus dalam ayat 23. Kemudian Yesus melanjutkan lewat ayat yang sudah begitu kita kenal dengan baik. "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (ay 24). Iman yang kuat akan membuat kita bisa percaya penuh kepada Tuhan.

Ayat ini sangatlah kita kenal. Tapi ada hal yang menarik yang saya pikir jarang kita bahas atau perhatikan. Mari kita lihat ayat apa yang langsung menyambung ayat dalam Markus 11:24 itu. "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (ay 25). Bahkan kemudian ditekankan lagi dengan hal sebaliknya: "Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (ay 26).

Perhatikanlah rangkaian ayat 24 sampai 26. Rangkaian ayat ini sesungguhnya menunjukkan sebuah kaitan yang sangat erat antara iman dan pengampunan. Sebelum kita berdoa dan berharap menerima apa yang kita minta, kita wajib terlebih dahulu mengampuni orang-orang yang masih mengganjal dalam hati kita. Artinya, doa hanya akan berakhir sia-sia jika kita belum melepaskan sakit hati atau dendam yang masih bercokol di dalam hati kita dan memberi pengampunan.

(bersambung)

1 comment :

Oskar Glauber said...


I'm truly enjoying the design and layout of your blog. It's a very easy on the eyes which makes it much more enjoyable for me to come here and visit more often. Did you hire out a designer to create your theme? Superb work! hotmail email sign in

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker