Sunday, March 13, 2016

Seni Ular dan Merpati (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Lihat pula apa kata Paulus berikut: "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku." (1 Korintus 13:1-3).

Paulus mengatakan bahwa tanpa adanya kasih, sehebat apapun dia dalam misinya, sebesar-besarnya kemampuan rohani, talenta dan kemampuan yang ada, dia tidak akan bisa berhasil. Kasih akan memampukan kita melakukan tugas dengan elegan. Kasih akan membuat kita memandang orang lain dengan keramahan dan kelembutan, dan menjauhkan kita dari sikap-sikap yang negatif dan tidak terpuji.

Dahulu Yesus melihat melihat ada banyak orang yang terlantar yang butuh pertolongan. "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala." (Matius 9:36). Pemandangan yang sama pun masih ada hingga hari ini. Kita bisa mengenalkan Yesus, Gembala yang baik kepada orang lain, namun perhatikan baik bagaimana cara kita untuk melakukannya. Lewat pemaksaan, kasar atau menjelek-jelekkan jelas bukan pilihan. Bersikap tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular, itu seninya yang seharusnya kita lakukan, dan keduanya harus pula berjalan beriringan. Cerdik tapi tidak tulus itu tidak baik, sebaliknya tulus tapi tidak cerdik pun tidak baik juga.

Petrus mengatakan "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu" (1 Petrus 3:15-16). Lemah lembut, hormat dan dengan hati nurani yang murni, itulah yang harus menjadi dasar dalam hati kita dalam mewartakan berita keselamatan ini.

Paulus juga mengingatkan hal yang sama dalam suratnya kepada Timotius: "sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran." (2 Timotius 2:24-25).

Jadi pintar-pintarlah dalam menjalankan tugas. Tetap tulus, tapi cerdiklah juga. Perhatikan apa yang menjadi pergumulan mereka, berikan bantuan dengan tulus dan biar hati mereka sendiri yang menilai. Bukan dengan paksaan, apalagi dengan cara menjelekkan. Pilihlah jalan-jalan yang bijaksana dengan dasar kasih sehingga kita bisa menjamah hati orang lain untuk mengenal Yesus dengan baik dan benar.

Pakai seni ular dan merpati dalam mewartakan keselamatan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker