Thursday, March 3, 2016

Berbeda Pandangan (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini adalah bahwa kita seharusnya bisa menerima perbedaan secara dewasa. Kita tidak boleh merasa diri terus paling benar lantas anti kepada siapapun yang berbeda pandangan dari kita. Apalagi kalau itu terjadi di antara anak-anak Tuhan yang berasal dari denominasi atau gereja yang berbeda. Ada banyak denominasi dengan pengajaran dan doktrin berbeda, dan ada banyak pula gereja yang ribut hanya karena menganggap bahwa mereka lah yang paling benar. Gerejanya begitu, jemaatnya pun nanti bisa begitu. Kalau di antara orang percaya saja terus ribut dan saling menjelekkan, bagaimana kita bisa berharap adanya transformasi besar di negeri ini?

Kitab Amsal menuliskan "Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik." (Amsal 24:3-4). Rumah berbicara bukan hanya soal bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal saja, tapi lebih dari itu rumah berbicara mengenai banyak hal secara lebih luas. Peran orang percaya untuk mendirikan Kerajaan Allah di muka bumi ini pun seperti itu. Keragaman seharusnya memperkaya, bukan jadi penghambat. Ingat pula bahwa dalam 1 Korintus 12 sudah diingatkan bahwa "Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus." (ay 12).

Tubuh kita terdiri dari begitu banyak organ dan bagiannya. Bayangkan kalau kita hanya terdiri dari tangan semua, atau kaki semua dan sebagainya. Bukan saja mengerikan bentuknya tapi kita juga tidak bisa berfungsi maksimal sebagaimana kita hari ini. Kalau berjalan kita pakai kaki dan bukan tangan. Memegang kita butuh tangan dan bukan kaki. Melihat itu pakai mata, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium dan sebagainya. Jantung, hati, pembuluh darah, daging, otot, dan sebagainya, semua punya fungsi sendiri-sendiri dan dalam sebuah kesatuan kita menjadi lengkap dan bisa melakukan banyak hal.  Banyak anggota dengan caranya masing-masing, tetapi semua merupakan satu tubuh, bagian dari tubuh Kristus. Itulah seharusnya yang kita pakai dalam menyikapi perbedaan. Alangkah sayangnya kalau sesama anak Tuhan malah ribut dan bertengkar, saling menjelekkan satu sama lain. Di luar sana semakin banyak orang yang merasa berhak menghakimi, melakukan tindak-tindak kekerasan bahkan tega membunuh hanya karena berbeda. Kasih yang mendasari kekristenan kita seharusnya bisa menjauhkan kita dari sikap-sikap seperti itu.

Kesatuan tidak berarti harus ada keseragaman dan tidak berarti perbedaan adalah perpecahan. Perbedaan hendaklah disikapi dengan kedewasaan dan bijaksana. Apa yang terjadi pada Barnabas dan Paulus hendaknya menjadi pelajaran bagi kita. Alangkah indahnya apabila kita semua bisa bersatu, saling dukung, saling menguatkan dan kompak bekerjasama. Disanalah Kerajaan Allah akan bisa dinyatakan secara maksimal di muka bumi ini.

Perbedaan hendaknya dipandang sebagai sebuah rahmat dan bukan sumber perpecahan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker