Tuesday, March 29, 2016

Mengasihi dalam Hakekat Manusia sebagai Objek Kasih Tuhan (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Yohanes 4:8
=======================
"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."

Saya masih ingin melanjutkan soal kasih. Untuk mengucapkan kasih seperti ucapan I love you atau aku cinta/sayang kamu itu tidak sulit. Hampir semua pasangan gemar mengatakan itu. Tapi untuk benar-benar mengaplikasikan kasih secara nyata dalam kehidupan tidaklah semudah Mungkin mudah kalau kita menyatakan kasih kepada pasangan atau keluarga, tapi akan sulit saat itu berhubungan dengan orang yang tidak kita kenal dekat, makin sulit kalau ke orang yang tidak kenal sama sekali, lebih-lebih lagi sulitnya kalau harus menyatakan itu kepada orang yang pernah menyakiti, mengecewakan atau orang-orang yang tabiatnya memang sulit dan cenderung suka mencari perkara. Kalau kita berhadapan dengan tipe orang seperti itu, alih-alih mau mengasihi mereka, tidak bereaksi negatif saja mungkin sudah merupakan keberhasilan luar biasa. Sulit sekali, atau malah hampir-hampir tidak mungkin. Padahal kasih merupakan dasar dari kekristenan yang seharusnya dimiliki atau dihidupi oleh orang-orang percaya dan berlaku secara luas bukan berhenti hanya pada orang-orang yang kita sayangi, dekat atau baik saja.

Dua perintah yang terutama dari Yesus berkaitan dengan kasih, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, lalu mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 22:37-40). Lebih lanjut kita justru diperintahkan untuk meningkatkan level kasih kita kepada tidak hanya seperti mengasihi diri sendiri, melainkan seperti Kristus sendiri telah mengasihi kita. (Yohanes 13:34). Yesus juga berkata: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (15:13). Tingkatan seperti itulah yang Tuhan sampaikan dan sudah Dia contohkan sendiri. Bisakah kita melakukan itu kalau memaafkan orang yang bermasalah dengan kita saja sudah sedemikian sulit? Berat, itu pasti. Tetapi kalau kita bicara soal kasih dalam standar Kerajaan Surga, kasih seharusnya terus berproses untuk sampai kepada tingkatan itu,

Kali ini saya ingin mngajak teman-teman untuk melihat sebuah sisi lain dari kasih, yaitu dari sisi penerapan kasih Allah. Ayat bacaan hari ini berbunyi demikian: "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yohanes 4:8).

Ayat ini sepintas terlihat sangat sederhana. Tetapi saya pikir, meski sederhana ayat ini sesungguhnya berbicara jelas mengenai hubungan antara mengasihi orang lain bahkan musuh sekalipun dengan pengenalan kita akan pribadi Allah. Artinya, seberapa besar kita mengasihi sesama kita akan mencerminkan sejauh mana kita mengenal Allah.

Dalam ayat berikut kita membaca: "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (ay 16).

 Lihatlah, sedemikian pentingnya sebuah ungkapan kasih kepada sesama manusia, sedemikian pentingnya untuk hidup dikuasai oleh kasih dan bukan kebencian sampai-sampai itu dikaitkan dengan seberapa jauh pengenalan dan kedekatan kita dengan Allah sendiri. Menariknya, apa yang disampaikan ayat ini bukan hanya sebatas Tuhan sebagai Pribadi yang Maha Pengasih, tetapi Tuhan adalah kasih itu sendiri, PribadiNya adalah kasih.

Tuhan mempunyai banyak sifat lainnya, seperti maha adil, maha kudus, maha kuasa, maha besar dan seterusnya. Itu benar. Tapi mari saya ajak teman-teman melihat perbedaannya. Perhatikan bahwa sifat-sifat ini bisa dimiliki Tuhan tanpa membutuhkan kita alias sebenarnya tidak butuh objek. Maksud saya, Tuhan tidak perlu kita, manusia, untuk menjadi kudus, tidak membutuhkan kita untuk menjadi adil, maha besar dan sebagainya. Tapi kasih itu berbeda. Sifat kasih yang menjadi sifat dasar Tuhan ini tidak dapat Dia berikan tanpa kehadiran kita, manusia-manusia yang dibentuk sesuai dengan gambar dan rupaNya. Artinya, kita ada sebagai objek dimana Tuhan bisa menyatakan kasihNya. Logikanya, kasih akan berlangsung jika ada yang mengasihi dan ada yang dikasihi, dan saat kedua pihak saling mengasihi, disanalah kasih itu akan menjadi luar biasa indahnya.

(bersambung)

1 comment :

andi uttang said...

Melalui blog ini, saya ucapkan terima kasih banyak kepada Mbah Suro atas bantuan anka togel nya, yg di berikan saya kemarin alhamdulillah benar2 tembus, berkat bantuan Mbah saya sudah bisa melunasi semua hutang2 saya sama tetangga bahkan saya juga sudah punya modal sedikit buat usaha kecil-kecilan, sekali lagi terima kasih banyak Mbah atas bantuannya kpd saya.. Jika anda ingin seperti saya hubungi aja beliau di nmr 082 354 640 471 atas nama Mbah Suro Ninggil........

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker