Saturday, February 23, 2013

Ujian Iman (1)

webmaster | 10:00:00 PM |
Ayat bacaan: Daniel 1:5
===================
"Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja."

Orang mengikuti ujian biasanya untuk bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi. Bisa lulus, bisa juga tidak. Agar bisa lulus maka kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Sebaliknya apabila kita menyepelekan untuk bersiap, maka kemungkinan besar kegagalanlah yang menjadi akibatnya.

Dalam kehidupan kita di dunia, ada saat dimana iman kita harus pula mengalami ujian. Itu bisa lewat tekanan, intimidasi atau bahkan ancaman dari orang-orang sekitar kita baik di lingkungan tempat tinggal, kota atau pekerjaan. Takut dikucilkan, takut ditolak, takut tidak naik jabatan, diperlakukan tidak adil dan sejenisnya seringkali membuat sebagian orang memilih untuk menyembunyikan identitas dirinya dalam hal keimanan. Jatuh cinta kepada seseorang pun bisa menjadi penyebab lunturnya keimanan. Ada banyak orang yang akhirnya meninggalkan iman mereka akan Kristus demi mendapatkan pujaan hatinya. Ironis, tapi faktanya memang demikian. Tidaklah mudah hidup sebagai minoritas di tengah mayoritas. Namun sesungguhnya pada saat-saat seperti itulah iman dan ketaatan kita akan Kristus tengah diuji. Lulus atau tidak, itu semua tergantung keputusan kita sendiri, bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita mau berkompromi mengorbankan Tuhan yang telah begitu mengasihi kita dan menebus dosa-dosa kita, menghadiahi kita yang sebenarnya tidak layak ini dengan keselamatan kekal, atau memilih untuk terus setia apapun resikonya.

Hari ini saya rindu mengajak teman-teman melihat kisah Daniel dan Hananya, Misael, Azarya yang lebih dikenal sebagai Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Kisah tentang Daniel dibuka dengan kekalahan bangsa Yehuda di tangan bangsa Babel, bangsa penyembah berhala. Layaknya bangsa yang kalah, harta dan kehidupan mereka dirampas masuk ke dalam bangsa yang menang. Pada saat itu raja Babel memerintahkan kepala istana untuk mengambil sebagian orang Israel yang berasal dari keturunan raja dan bangsawan untuk dilatih mengenai bahasa, budaya dan cara hidup Babel sampai identitas mereka sebagai orang Yehuda bisa terkikis habis. "Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim." (Daniel 1:3-4). Ini termasuk juga mengenai makanan. Mereka harus makan dari makanan yang sama yang dipersiapkan bagi anggota keluarga raja. Mereka juga harus siap dilatih selama 3 tahun dan dipersiapkan untuk bekerja bagi raja. "Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja." (ay 5).

Dari kriteria ini, terdapatlah 4 orang pemuda Yehuda, yaitu Daniel, Hanaya, Misael dan Azarya. (ay 6). Nama mereka pun kemudian diganti. "Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego." (ay 7). Tapi walaupun nama mereka diganti dan mereka diwajibkan untuk menjalani proses pencucian identitas sebagai bangsa Yehuda, ternyata hati mereka tidak berubah sedikit pun. Padahal ujian yang mereka alami tidaklah mudah. Mereka menghadapi ancaman kematian dengan cara mengerikan jika masih terus mempertahankan iman mereka dan menolak menyembah berhala-berhala Babel dan rajanya.

Menyikapi ancaman mengerikan yang diberikan, Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (3:16-18). Sadrakh, Mesakh dan Abednego memutuskan untuk menolak menyembah berhala-berhala yang menjadi tuhan bangsa Babel. Konsekuensinya, merekapun dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Apa yang dialami Daniel pun sama. Ketika ia dijebak dari ketaatannya menyembah Allah setiap hari sebanyak tiga kali, ia pun diancam untuk mati dengan cara dilempar ke dalam gua singa. (6:16). Ini ujian iman yang sungguh tidak main-main. Tapi apa yang terjadi? Kita tahu Sadrakh, Mesakh dan Abednego disertai malaikat dan tidak cedera sedikitpun. Apa yang mereka alami bahkan menjadi kesaksian luar biasa akan kuasa Tuhan yang mereka sembah. (3:24-30). Lantas mengenai Daniel, kita tahu pula bagaimana Daniel selamat dari gua Singa tanpa kekurangan suatu apapun lewat penyertaan malaikat pula. "Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." (6:22). Ujian iman yang berat dilalui oleh Daniel, Hanaya (Sadrakh), Misael (Mesakh) dan Azarya (Abednego) dengan gemilang. Mereka membuktikan ketahanan imannya dan keluar menjadi pemenang.


(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker