(sambungan)
Tuhan Yesus sendiri sebenarnya telah mengingatkan agar kita bisa menghargai waktu yang ada dan memakainya semaksimal mungkin untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang telah dibebankan kepada kita. "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4). Ada waktu dimana kita tidak lagi bisa melakukan apa-apa, oleh karena itulah kita harus bisa mempergunakan waktu dengan semaksimal mungkin selagi 'hari masih siang'.
Lalu Yakobus juga mengingatkan kita akan singkatnya masa hidup kita. "sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14). Musa menyadari betul akan hal itu, sehingga ia berkata dalam doanya: "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mazmur 90:12).
Apabila anda masih punya 'HARI INI', pakailah kesempatan itu untuk melakukan hal-hal yang benar. Itu akan sangat bermanfaat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk menasihati orang lain, marilah kita mempergunakan waktu dan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Jangan sia-siakan waktu yang ada, jangan lewatkan HARI INI dengan sia-sia, jangan tunda lagi. Mari kita periksa diri kita lalu memperhatikan orang-orang di sekeliling kita. Bukan besok, bukan nanti, bukan kapan-kapan, tetapi mulailah lakukan HARI INI juga, selagi kesempatan untuk itu masih ada. Ingatlah apa yang anda lakukan HARI INI akan sangat menentukan masa depan anda. Di dunia maupun dalam masa kekekalan.
Bersyukurlah atas HARI INI dan manfaatkan untuk melakukan hal yang baik dan benar semaksimal mungkin
Tuesday, June 6, 2023
Present Time (5)
Monday, June 5, 2023
Present Time (4)
(sambungan)
Perhatikanlah bahwa Penulis Ibrani menekankan kata "HARI INI". Mengapa sang Penulis memberi penekanan pada kata itu? Jawabannya jelas, karena selain yang sudah berlalu tidak bisa kita ulang lagi, kita semua tidak akan pernah tahu kapan waktu dan kesempatan kita berakhir. Bisa puluhan tahun lagi, bisa beberapa tahun lagi, beberapa bulan, beberapa hari, atau bahkan bukan tidak mungkin pula ini hari atau mungkin saja detik terakhir kita di muka bumi.
Pemazmur mengakui itu dengan berkata "Masa hidupku ada dalam tangan-Mu." (Mazmur 31:16). Panjang pendeknya usia kita memang ada dalam tangan Tuhan. Menyia-nyiakan waktu yang masih ada untuk membawa yang sesat kembali ke jalan Tuhan akan membuat kita melewatkan sebuah kesempatan untuk memenuhi tugas sesuai panggilan kita di bumi ini. HARI INI mungkin merupakan kesempatan terakhir kita untuk memperoleh pengampunan Tuhan, atau jika kita sudah berjalan sesuai dengan kehendakNya, HARI INI bisa menjadi kesempatan terakhir kita untuk membagikan kasih dan keselamatan yang telah dihadiahkan Tuhan kepada orang-orang terdekat dan yang kita kasihi maupun sesama manusia yang ada di sekitar kita. Mau menyikapi itu dengan sungguh-sungguh atau masih mau menunda? Keputusan ada di tangan kita.
Ada banyak alasan yang bisa kita kemukakan untuk menghindari seruan Tuhan ini. Mungkin kita merasa segan, merasa tidak cukup bisa, tidak berani, tidak tahu caranya atau merasa itu bukan tugas kita. Rasa individualisme dan ego manusia semakin lama semakin menebal. Untuk menolong orang yang jelas-jelas menangis di depan kita saja sudah semakin sulit, apalagi untuk mengingatkan orang lain masih berada dalam situasi tersesat. Di sekeliling kita ada banyak orang yang masih tenggelam dalam jerat-jerat dosa. Waktu mereka sama seperti kita, tidak ada satupun dari kita yang tahu kapan pastinya kita dipanggil pulang. Kita cenderung menunggu sampai orang lain yang menghampiri dan mengingatkan mereka. Kita bisa memutuskan untuk berdiam diri membiarkan saja, tetapi tidakkah kita sadari bahwa kita pun sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk itu?
(bersambung)
Sunday, June 4, 2023
Present Time (3)
(sambungan)
Dalam bahasa Inggrisnya, ayat dalam Ibrani 3:12-13 bunyinya demikian: "but instead warn (admonish, urge, and encourage) one another every day, as long as it is called Today, that none of you may be hardened [into settled rebellion] by the deceitfulness of sin [by the fraudulence, the stratagem, the trickery which the delusive glamor of his sin may play on him]. Tetapi hendaklah kamu saling mengingatkan, mendesak, dan menyemangati satu sama lain, selama masih dikatakan 'HARI INI', agar tidak satupun dari kamu yang keras hati/kepala tetap memberontak dengan segala tipu muslihat dosa (segala bentuk penipuan dimana dosa bisa bermain di atasnya).
Lihatlah betapa pentingnya pesan ini yang mengingatkan kita agar saling mengingatkan untuk tidak terjebak tipu daya dosa, pada HARI INI juga, selama kesempatan atau masa untuk itu masih ada. Kita tidak boleh menutup mata dan membiarkan diri kita terus dipermainkan oleh dosa, terus memberi toleransi atasnya untuk terus menggerogoti kita.
Di satu sisi kita perlu mengingatkan orang yang tersesat, disisi lain kita sendiri pun pasti masih membutuhkan nasihat, teguran atau peringatan dari orang lain yang dekat dengan kita. Jika mereka menutup mata dan membiarkan kita tersesat, bukankah kita sendiri yang rugi? Begitu pula saudara-saudari kita yang masih melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan membutuhkan orang yang mau mengingatkan mereka, dan itu menjadi tugas kita. Sebuah panggilan untuk menjadi terang dan garam bukan saja berarti bahwa kita harus berbuat baik dalam hidup kita, tetapi termasuk pula di dalamnya untuk menerapkan prinsip "saling", saling mengingatkan, saling menasihati dan saling mendukung dalam proses untuk terus semakin serupa dengan Kristus. Dan ini sangat penting untuk kita ingat pada HARI INI, at present time, bagian dari waktu yang masih bisa kita isi, lakukan sesuatu, atau ubah.
(bersambung)
Saturday, June 3, 2023
Hikmat (3)
(Sambungan)
Apakah permata itu berharga atau bernilai tinggi? Rasanya tidak akan ada orang yang menyanggah bahwa permata itu adalah benda berharga. Tidak saja indah, tapi permata juga bisa menaikkan gengsi, menjadi ukuran kekayaan, mengangkat martabat seseorang, dan sebagainya. Pada masa Perjanjian Lama, adalah hal lumrah untuk menjadikan permata sebagai persembahan bagi raja-raja, sebagai simbol tanda penghormatan.
Saya yakin Salomo sebagai raja terkaya yang pernah ada tentu punya permata yang tidak terhingga banyaknya. Seperseratusnya saja kalau kita punya mungkin sudah membuat kita hidup mewah sampai beberapa keturunan.
Maka menjadi sangat menarik kalau kita melihat ayat bacaan hari ini. Permata itu berharga, tentu saja. Tapi si raja terkaya justru mengatakan bahwa ada sesuatu yang lebih berharga dari permata. Dan itu ternyata adalah hikmat.
Mari kita lihat ayatnya. "Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya." (Amsal 8:11).
Kalau Salomo mengatakan hikmat itu lebih berharga daripada permata, itu tidak berarti bahwa Salomo menganggap sepele nilai permata. Salomo bilang ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada permata, kemewahan dan kekayaan, dan itu adalah hikmat. Apapun yang termahal yang pernah diinginkan orang tidak akan pernah bisa menyamai harga dari hikmat.
(Bersambung)
Present Time (2)
(sambungan)
Satu-satunya masa yang bisa kita isi, lakukan sesuatu di dalamnya adalah HARI INI. Today, the present time, saat ini, sekarang. Pertanyaannya mau diisi dengan apa? Isi dengan malas-malasan atau dengan hal-hal yang buruk, atau isi dengan melakukan yang terbaik, yang sesuai dengan Firman, yang berkenan padaNya, yang memberkati banyak orang, yang memuliakan Tuhan bukan mempermalukan Tuhan.
Hari ini, itulah satu-satunya yang ada dalam kontrol kita. Mungkin ada banyak kesalahan yang pernah kita buat di masa lalu dan kita tidak bisa mundur ke waktu yang sudah berlalu dan memperbaikinya. Seperti saya, sebelum bertobat ada begitu banyak kesalahan bahkan yang besar-besar, tetapi kita bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat di masa lalu dengan perubahan ke arah yang lebih baik yang kita lakukan hari ini, selama waktu dan kesempatan masih ada. Dan apa yang kita putuskan hari ini akan sangat mempengaruhi seperti apa kita kelak di masa depan. Seperti itulah hubungannya waktu dalam perjalanan hidup kita.
Waktu saat ini yang sedang kita jalani sangatlah penting dan akan sangat menentukan arah kemana kita akan menuju. Ayat bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya memperhatikan baik-baik segala sesuatu yang sedang kita jalani sekarang. Mari kita baca ayatnya.
"Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa." (Ibrani 3:12-13).
(bersambung)
Friday, June 2, 2023
Present Time (1)
Ayat bacaaan: Ibrani 3:13
==================
"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa."
Salah satu hal menarik dari bahasa Inggris dan kebanyakan bahasa di Eropa adalah perbedaan kata yang dipakai untuk masa, yaitu masa yang sekarang sedang berlangsung (present), masa lalu (past) dan masa yang akan datang (future). Misalnya, untuk menggambarkan 'saya pergi ke sana', kita bisa langsung tahu apakah saya sedang kesana sekarang, saya kesana di waktu yang sudah lewat,atau saya bakal ke sana. I go there, I'm going there, I went there, I will go there, atau yang lebih spesifik lagi ' I will be going there ', yang berarti nanti saya bakal sedang berangkat ke sana.' Dari kalimatnya kita bisa langsung tahu rentang masa yang ingin digambarkan di sana.
Dalam renungan kali ini, we are going to talk about time. Waktu. Waktu akan terus berjalan dengan kecepatan yang konstan, meski terkadang kita bisa merasa waktu itu berjalan begitu cepat atau lambat menurut perasaan kita. Kalau kita sedang bosan, mungkin waktu bisa terasa sangat lambat, tapi sebaliknya saat kita sedang bersenang-senang, waktu seolah cepat sekali berlalu.
Jaman terus berubah selama bumi masih berputar. Meski bumi berputar, waktu berjalan secara linear dan bukan sirkular. Dalam artian, masa yang sudah kita lewati tidak dapat kita ulangi lagi. Dengan kata lain kita tidak bisa memutar mundur waktu.
Masa secara garis besar dibagi atas tiga rentang waktu yaitu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Past, Present, Future. Atau bisa juga kita bagi dengan hari kemarin, hari ini dan besok. Yesterday, Today, Tomorrow. Atau bisa juga kita bagi dengan dulu, sekarang dan nanti. Before, now, and later.
Kita tidak bisa mengulang masa lalu. Apa yang sudah berlalu akan tetap berlalu. Sekali waktu berjalan, waktu di belakangnya tidak lagi bisa kita utak atik. Kita tidak bisa memutar balik jam untuk kembali ke masa lalu.The past, or yesterday, is done. We can never turn back the clock and change anything that has happened in the past. Sementara untuk masa depan, tidak satupun kita yang bisa tahu pasti apa yang akan terjadi disana. Kita hanya bisa memprediksi, tetapi tidak akan pernah secara pasti mengetahuinya. Kita bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi sedetik lagi.
Satu-satunya masa yang bisa kita isi, lakukan sesuatu didalamnya adalah HARI INI.
(bersambung)
Thursday, June 1, 2023
Kabut Tebal Penghalang Pandangan (4)
(sambungan)
Segala kekuatiran akan selalu ada mengikuti setiap permasalahan atau kesukaran yang kita hadapi setiap harinya. Jika kita hanya memandang pada masalah, ketika kita membiarkan segala kekuatiran atau ketakutan menguasai hidup kita, itu bisa menjadi penghalang pandangan kita untuk mengarah pada Tuhan. Tidak ada jalan lain selain membiasakan diri kita untuk belajar memandang pada Tuhan dalam menghadapi situasi atau kondisi apapun. Kita harus sadar bahwa kita selalu bisa datang kepadaNya setiap saat. He is just a prayer away, bahkan Tuhan Yesus pun sebenarnya berdiam di dalam diri kita yang sayangnya seringkali kita lupa akan hal itu.
Kalau faktanya seperti itu, kenapa kita masih terus lebih suka untuk memupuk rasa kuatir dan ketakutan kita? Kenapa kita tidak segera membawanya dalam doa dan bertanya kepada Tuhan tentang apa langkah yang harus kita lakukan? Why can't we rest all of our worries to Him, figure out what He wants us to do to deal with the current situation and do exactly that with Him by our side? Sekali lagi, kita harus belajar dan terus membiasakan diri untuk bisa seperti itu. Mungkin tidak instan, tapi percayalah jika kita terus tekun melakukannya, kita akan terbiasa dan menjadikan hal tersebut sebagai gaya hidup kita.
Adakah sesuatu yang membuat anda tidak lagi mengenaliNya hari ini, menghalangi pandangan anda akan kebaikan, besar kasih, kuasa dan kesetiaanNya? Itu bisa berupa permasalahan yang sepertinya tidak punya jawaban, gelisah, rasa cemas akan sesuatu, sakit yang diderita, atau mungkin pula berbagai godaan daging yang sulit kita tolak. Semua itu bisa menjadi penghalang pandangan kita kepada Tuhan.
Oleh karena itu kita harus memastikan betul bahwa fokus pandangan kita dalam memandang ke depan bebas dari segala sekat yang merintangi atau membatasinya. Agar bisa tetap melihat dan mengenal Tuhan kita harus memiliki pandangan yang bersih dari segala hambatan yang menutupi pandangan kita. Mari singkirkan semua awan kelabu, dan miliki pandangan jernih ke arah Tuhan dan kenali serta imani kembali semua janjiNya.
Hal-hal negatif bisa menghalangi pandangan untuk melihat kebaikan dan kasih Tuhan
Tidur (10)
(sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...
-
Ayat bacaan: Amsal 22:7 ======================= "Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutan...
-
Ayat bacaan: Mazmur 149:4 ==================== "Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati den...
-
Ayat bacaan: Mazmur 23:4 ====================== "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau...
