(sambungan)
3. Berbagai jenis percabulan dan/atau perzinahan
Selingkuh, berhubungan intim diluar nikah, menonton film porno, 'self service' dan kejahatan-kejahatan seksual lainnya pun merupakan hal-hal yang sangat berbahaya. Paulus mengingatkan seperti ini: "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan." (1 Tesalonika 4:3). Ayat ini kemudian dilanjutkan dengan: "supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah," (ay 4-5). Dalam ayat ini dikatakan berapa istri? Satu. Bukan dua, tiga apalagi empat. Dan dikatakan, hiduplah dalam pengudusan dan penghormatan.
Ini adalah pesan Tuhan yang sangat penting untuk diingat oleh setiap orang percaya. Kita harus ingat bahwa bahaya perilaku seksual yang menyimpang atau melanggar firman Tuhan ini membawa dampak yang sangat membahayakan kelangsungan perjalanan kita menuju keselamatan kekal. Ada juga orang yang tidak benar-benar berselingkuh tapi hanya melihat, menonton dan berfantasi, atau membayangkan sesuatu yang kotor akan lawan jenis yang ia lihat, inipun merupakan hal yang harus dicegah. Yesus tahu akan kecenderungan ini dan mengingatkan bahwa "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." (Matius 5:28). Memandang tidak salah. Tapi jika sudah dibarengi dengan menginginkan, maka itu sudah sama dengan berzinah.
Karena itu kita harus menjaga betul hati kita agar tidak mudah terjebak oleh fantasi-fantasi menyesatkan yang berbahaya. Firman Tuhan mengingatkan "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat." (Matius 15:19). Itu sebabnya kita dipesan untuk selalu menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan. (Amsal 4:23). Ada banyak ayat yang mengingatkan kita akan bahaya percabulan/perzinahan atau kejahatan-kejahatan seksual lainnya. Selain itu,
Alkitab pun menyatakan bahwa aktivitas seksual antara pria dan wanita diluar ikatan pernikahan adalah hal yang tidak bermoral. Perhatikan dan renungkanlah kaitan ayat-ayat berikut ini:
-"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kejadian 2:24)
- "Jangan berzinah." (Keluaran 20:14)
- "tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri." (1 Korintus 7:2)
- "Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (1 Korintus 6:9-10).
- "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah." (Ibrani 13:4).
Ketiga hal di atas bisa menimbulkan kecemaran terhadap kekudusan kita. Ibarat alergi, kita harus menghindarinya kalau tidak mau dapat masalah. Poin di atas bisa membahayakan kesehatan rohani kita, menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan dan menjauhkan kita dari anugerahNya. Jika berbagai substansi atau zat bisa membuat kita alergi dan mengganggu bahkan bisa membahayakan kesehatan tubuh kita, bahaya berbagai substansi yang bisa merusak kondisi spiritual kita akan jauh lebih berbahaya karena mengarah kepada kemana kita nantinya berakhir di masa kekekalan. Sadarilah akan potensi bahaya yang ditimbulkan, dan jauhilah sebelum menghancurkan kita. Tetaplah kudus, sebab Allah yang kita sembah itu kudus adanya.
Those that look to be happy must first look to be holy
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
Sunday, September 11, 2016
Saturday, September 10, 2016
Hal-hal yang Mencemari Kekudusan (2)
(sambungan)
1. Every kind of evil (Segala jenis atau bentuk kejahatan)
Ada ayat yang secara tegas menyatakan bahwa kita harus menjauhkan diri dari segala macam bentuk kejahatan. "Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan." (1 Tesalonika 5:22). Dalam bahasa Inggris ayat ini berbunyi seperti berikut: "Abstain from evil [shrink from it and keep aloof from it] in whatever form or whatever kind it may be." Jauhi kejahatan sebagai buah-buah karya iblis apapun bentuk dan jenisnya.
Mengacu kepada hal ini kita harusnya berpikir ulang akan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan atau bisa mengarahkan kita kepada kejahatan sebelum kita melakukannya. Mengambil bagian dalam berbagai jenis kejahatan akan merusak kesehatan rohani kita dan membuat kita kehilangan janji-janji Tuhan. Kalau dosa yang jelas-jelas 'besar' mungkin mudah kita hindari. Tapi sayangnya kita sering lengah terhadap dosa-dosa yang dianggap kecil. Kita pikir itu tidak apa-apa dan kemudian memberi toleransi atasnya. Kita tidak membunuh, tidak mencuri, tapi mengabaikan potensi kehancuran lewat dosa-dosa seperti berbohong, menilep uang sedikit, mark up harga, mengkonsumsi sesuatu yang buruk saat bergaul, pergaulan bebas dan sebagainya. Kita harus berhenti memberi toleransi-toleransi akan kesalahan seperti ini, karena berapa besar pun ukurannya menurut kita, jika kita biarkan terus akan membawa dampak dalam eskalasi yang terus meningkat.
Alkitab sudah mengingatkan hal itu: "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." (Yakobus 1:14-15). Dari ayat ini kita bisa melihat sebuah rentetan dalam eskalasi meningkat. Berawal dari keinginan daging yang kita turuti dan biarkan, kita kemudian terpikat dan terseret, membiarkan semua itu terjadi. Pada suatu ketika itu berbuah dan melahirkan dosa. Dan ketika dosa matang, ia melahirkan maut. Mulanya biasa, ujungnya fatal. Itulah sebabnya kita harus menutup celah sekecil apapun terhadap bentuk-bentuk perbuatan jahat supaya jangan sampai maut yang kemudian menjadi bagian kita.
2. Pertengkaran akibat soal-soal yang dicari-cari, masalah-masalah sepele atau sebenarnya tidak layak untuk jadi masalah
Kita bisa lihat dalam 2 Timotius 2:23 dimana hal ini diingatkan. "Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran." Ayat yang kurang lebih sama bisa kita temukan dalam Titus. "Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka." (Titus 3:9). Benar, seringkali mungkin bukan kita yang memulai. Kitanya baik-baik saja, tetapi selalu saja ada orang yang akan memancing perselisihan lewat segala cara, termasuk lewat perdebatan=perdebatan yang biasanya sia-sia belaka alias tidak ada gunanya. Karena itu jika ada yang memancing pertengkaran dalam bentuk apapun, kita harus bisa menjaga hati agar tetap tenang dan jangan membiarkan diri kita terpancing. Apa yang harus kita lakukan justru adalah berusaha melakukan pekerjaan yang baik. "Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia." (ay 8).
(bersambung)
1. Every kind of evil (Segala jenis atau bentuk kejahatan)
Ada ayat yang secara tegas menyatakan bahwa kita harus menjauhkan diri dari segala macam bentuk kejahatan. "Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan." (1 Tesalonika 5:22). Dalam bahasa Inggris ayat ini berbunyi seperti berikut: "Abstain from evil [shrink from it and keep aloof from it] in whatever form or whatever kind it may be." Jauhi kejahatan sebagai buah-buah karya iblis apapun bentuk dan jenisnya.
Mengacu kepada hal ini kita harusnya berpikir ulang akan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan atau bisa mengarahkan kita kepada kejahatan sebelum kita melakukannya. Mengambil bagian dalam berbagai jenis kejahatan akan merusak kesehatan rohani kita dan membuat kita kehilangan janji-janji Tuhan. Kalau dosa yang jelas-jelas 'besar' mungkin mudah kita hindari. Tapi sayangnya kita sering lengah terhadap dosa-dosa yang dianggap kecil. Kita pikir itu tidak apa-apa dan kemudian memberi toleransi atasnya. Kita tidak membunuh, tidak mencuri, tapi mengabaikan potensi kehancuran lewat dosa-dosa seperti berbohong, menilep uang sedikit, mark up harga, mengkonsumsi sesuatu yang buruk saat bergaul, pergaulan bebas dan sebagainya. Kita harus berhenti memberi toleransi-toleransi akan kesalahan seperti ini, karena berapa besar pun ukurannya menurut kita, jika kita biarkan terus akan membawa dampak dalam eskalasi yang terus meningkat.
Alkitab sudah mengingatkan hal itu: "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." (Yakobus 1:14-15). Dari ayat ini kita bisa melihat sebuah rentetan dalam eskalasi meningkat. Berawal dari keinginan daging yang kita turuti dan biarkan, kita kemudian terpikat dan terseret, membiarkan semua itu terjadi. Pada suatu ketika itu berbuah dan melahirkan dosa. Dan ketika dosa matang, ia melahirkan maut. Mulanya biasa, ujungnya fatal. Itulah sebabnya kita harus menutup celah sekecil apapun terhadap bentuk-bentuk perbuatan jahat supaya jangan sampai maut yang kemudian menjadi bagian kita.
2. Pertengkaran akibat soal-soal yang dicari-cari, masalah-masalah sepele atau sebenarnya tidak layak untuk jadi masalah
Kita bisa lihat dalam 2 Timotius 2:23 dimana hal ini diingatkan. "Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran." Ayat yang kurang lebih sama bisa kita temukan dalam Titus. "Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka." (Titus 3:9). Benar, seringkali mungkin bukan kita yang memulai. Kitanya baik-baik saja, tetapi selalu saja ada orang yang akan memancing perselisihan lewat segala cara, termasuk lewat perdebatan=perdebatan yang biasanya sia-sia belaka alias tidak ada gunanya. Karena itu jika ada yang memancing pertengkaran dalam bentuk apapun, kita harus bisa menjaga hati agar tetap tenang dan jangan membiarkan diri kita terpancing. Apa yang harus kita lakukan justru adalah berusaha melakukan pekerjaan yang baik. "Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia." (ay 8).
(bersambung)
Friday, September 9, 2016
Hal-hal yang Mencemari Kekudusan (1)
Ayat bacaan: Imamat 19:2
===================
"Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus."
Kalau ditanya, rasanya semua orang ingin kudus. Tapi dalam perjalanan kita di dunia sehari-hari, ada banyak hal yang merintangi kita untuk bisa menjadi kudus. Itu sama saja dengan alergi yang diderita banyak orang. Tidak ada orang yang ingin kena alergi, tapi orang bisa alergi terhadap macam-macam hal yang berbeda. Misalnya alergi seafood. Bagi yang menderita alergi makanan laut, saat memakannya mereka akan gatal dan bentol di sekujur tubuhnya. Ada yang alergi bulu hewan, ada pula yang alergi terhadap sengatan lebah.
Apa yang dimaksud dengan alergi adalah sebuah reaksi 'lebih' yang terjadi dalam tubuh akibat adanya kontak terhadap substansi tertentu. Substansi penyebabnya sangatlah beragam. Beberapa yang saya sebutkan tadi hanyalah sedikit dari jenis-jenis yang ada. Pintu masuknya pun banyak. Ada yang lewat kontak langsung ke kulit seperti kosmetik, logam seperti besi pada perhiasan/jam tangan dan lain-lain, bisa lewat serbuk tanaman atau jenis rerumputan tertentu, sengatan serangga/hewan, bulu hewan seperti anjing dan kucing, zat tambahan pada makanan seperti penyedap masakan, pewarna atau pengawet dan sebagainya. Tidak ada orang yang mau mengalami masalah atas alergi yang mereka punya. Kalau tidak mau menderita, tentu kita harus tahu apa yang bisa membuat kita alergi lalu menghindarinya agar kita tidak mengalami masalah baik yang mengganggu, membuat kita menderita atau bahkan bisa sampai mendatangkan bahaya.
Dalam kitab Imamat ada sebuah ayat yang berkata: "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus." (Imamat 19:2). Yang menjadi pokok dari kitab Imamat adalah kesucian Tuhan dan bagaimana manusia seharusnya hidup dan beribadah agar hubungan baik dengan Tuhan tidak terganggu. Ayat ini kembali dikutip dalam 1 Petrus 1:16, "sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." Kekudusan bukanlah sebuah anjuran melainkan sebuah keharusan bagi orang percaya. Kalau kita tidak kudus, kita tentu tidak bisa berhubungan dengan Tuhan sebab Dia kudus. Ketidak-kudusan pun akan menghambat kita bertumbuh dalam iman dan dengan sendirinya menghalangi kita untuk menerima keselamatan yang kekal. Oleh karena itu kekudusan merupakan sesuatu hal mutlak yang tidak bisa ditawar.
Alergi biasanya berpengaruh terhadap tubuh secara fisik dan bisa menimbulkan masalah. Dalam menjaga kekudusan, kita pun seharusnya menghindari hal-hal yang bisa mendatangkan 'alergi', yang bisa membahayakan kesehatan rohani kita. Kita harus sadar bahwa dalam hidup ini ada bahaya-bahaya yang bisa meracuni atau mencemarkan kita, sehingga kekudusan bisa hilang dari hidup kita.
Kalau begitu, apa saja jenis ancaman yang harus kita jauhi agar kita bisa tetap kudus alias yang bisa mencemari kekudusan kita? Mari kita lihat beberapa diantaranya.
(bersambung)
===================
"Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus."
Kalau ditanya, rasanya semua orang ingin kudus. Tapi dalam perjalanan kita di dunia sehari-hari, ada banyak hal yang merintangi kita untuk bisa menjadi kudus. Itu sama saja dengan alergi yang diderita banyak orang. Tidak ada orang yang ingin kena alergi, tapi orang bisa alergi terhadap macam-macam hal yang berbeda. Misalnya alergi seafood. Bagi yang menderita alergi makanan laut, saat memakannya mereka akan gatal dan bentol di sekujur tubuhnya. Ada yang alergi bulu hewan, ada pula yang alergi terhadap sengatan lebah.
Apa yang dimaksud dengan alergi adalah sebuah reaksi 'lebih' yang terjadi dalam tubuh akibat adanya kontak terhadap substansi tertentu. Substansi penyebabnya sangatlah beragam. Beberapa yang saya sebutkan tadi hanyalah sedikit dari jenis-jenis yang ada. Pintu masuknya pun banyak. Ada yang lewat kontak langsung ke kulit seperti kosmetik, logam seperti besi pada perhiasan/jam tangan dan lain-lain, bisa lewat serbuk tanaman atau jenis rerumputan tertentu, sengatan serangga/hewan, bulu hewan seperti anjing dan kucing, zat tambahan pada makanan seperti penyedap masakan, pewarna atau pengawet dan sebagainya. Tidak ada orang yang mau mengalami masalah atas alergi yang mereka punya. Kalau tidak mau menderita, tentu kita harus tahu apa yang bisa membuat kita alergi lalu menghindarinya agar kita tidak mengalami masalah baik yang mengganggu, membuat kita menderita atau bahkan bisa sampai mendatangkan bahaya.
Dalam kitab Imamat ada sebuah ayat yang berkata: "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus." (Imamat 19:2). Yang menjadi pokok dari kitab Imamat adalah kesucian Tuhan dan bagaimana manusia seharusnya hidup dan beribadah agar hubungan baik dengan Tuhan tidak terganggu. Ayat ini kembali dikutip dalam 1 Petrus 1:16, "sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." Kekudusan bukanlah sebuah anjuran melainkan sebuah keharusan bagi orang percaya. Kalau kita tidak kudus, kita tentu tidak bisa berhubungan dengan Tuhan sebab Dia kudus. Ketidak-kudusan pun akan menghambat kita bertumbuh dalam iman dan dengan sendirinya menghalangi kita untuk menerima keselamatan yang kekal. Oleh karena itu kekudusan merupakan sesuatu hal mutlak yang tidak bisa ditawar.
Alergi biasanya berpengaruh terhadap tubuh secara fisik dan bisa menimbulkan masalah. Dalam menjaga kekudusan, kita pun seharusnya menghindari hal-hal yang bisa mendatangkan 'alergi', yang bisa membahayakan kesehatan rohani kita. Kita harus sadar bahwa dalam hidup ini ada bahaya-bahaya yang bisa meracuni atau mencemarkan kita, sehingga kekudusan bisa hilang dari hidup kita.
Kalau begitu, apa saja jenis ancaman yang harus kita jauhi agar kita bisa tetap kudus alias yang bisa mencemari kekudusan kita? Mari kita lihat beberapa diantaranya.
(bersambung)
Thursday, September 8, 2016
Mengalami dan Menyatakan Tuhan dalam Pekerjaan Sehari-hari (2)
(sambungan)
Dalam 1 Korintus pasal 12 kita menemukan pesan Paulus mengenai menjadi bagian atau anggota dari satu tubuh Kristus. Masing-masing dari kita punya perannya masing-masing sesuai panggilan. Kita melakukan bagian kita, umatNya yang lain melakukan bagian mereka."Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. " (1 Korintus 21-22). Kita tidak mungkin bisa melakukan semuanya sendirian, tapi saat pekerjaan kita yang 'biasa' itu bersatu dengan panggilan-panggilan lainnya yang sama-sama mengatasnamakan kemuliaan Tuhan di dalamnya, itu bisa membawa dampak luar biasa lebih dari yang kita bayangkan. Apakah ini hanya berbicara mengenai pekerjaan melayani? Tentu saja tidak. Apapun yang kita lakukan di dunia sekuler, selama itu merupakan "pekerjaan yang baik" seperti yang disebutkan dalam ayat bacaan kita hari ini, disana kita akan berbuah. Berbuah bagi kita, keluarga kita maupun buat orang lain. Dan saat kita berintegrasi dengan orang percaya lainnya dalam harmoni, kita bisa berbuah jauh lebih dari yang kita kira.
Banyak orang mengira bahwa apa yang dilakukan dalam akivitas biasa sehari-hari tidak akan pernah bisa berdampak. Kita berpikir, lewat pekerjaan yang biasa seperti ini, mana mungkin ada orang yang memperhatikan? Apalagi kalau berharap bisa menjadi saluran memperkenalkan Kristus kepada orang lain. Penghasilan kecil, pekerjaan yang biasa dan tidak istimewa, ya sudah lakukan secukupnya saja. Itu tidak benar. Sebenarnya, saat kita melakukan dengan kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan, lalu melakukan pekerjaan dengan mindset untuk memuliakan Tuhan, kita akan mengalami banyak perubahan. Kita menjadi terlatih untuk berpikir positif, pekerjaan kita akan jadi lebih efisien, hasil yang kita peroleh pun menjadi lebih signifikan. Dan saya tidak sedang berbicara hanya mengenai pendapatan materi saja. Kita akan mulai mengalami kepenuhan dan merasakan campur tangan Tuhan di dalamnya. Kalau sudah begitu, orang akan melihat betapa pentingnya dan nyatanya Tuhan bagi kita serta mulai mendapatkan pengenalan akan Tuhan secara benar.
Apa yang tidak kalah penting adalah keharusan kita untuk bekerja. Ada banyak orang yang berpikir bahwa mereka cukup berdoa tidak putus-putus tanpa harus bergerak melakukan sesuatu. Bekerja dan berdoa seharusnya berjalan beriringan. Dan hanya menanti mukjizat dengan turunnya berkat secara instan pun bukanlah hal yang benar menurut prinsip Kerajaan. Yang terbaik adalah saat kita melakukan pekerjaan yang baik sambil terus menempatkan dan melibatkan Tuhan di dalamnya. Tuhan tidak suka terhadap orang malas. FirmanNya akan hal ini cukup keras: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Jadi, tidak mau bekerja, terlalu pilih-pilih pekerjaan atau menilai pekerjaan hanya sebatas besar upah atau untung rugi, itu adalah keliru.
Untuk bisa mengalami dan menyatakan Tuhan tidaklah hanya bergantung pada kuasa mukjizat besar yang ajaib. Sebaliknya yang kerap terjadi adalah, karena kita mengejar hal-hal yang besar tersebut kita malah lupa untuk memuji Tuhan dalam pekerjaan atau aktivitas kita sehari-hari. Kita harus sadar bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya berbicara melulu mengenai pengalaman-pengalaman mencengangkan atas keajaiban kuasa Tuhan, tetapi juga tergambar lewat kehidupan rutin sehari-hari yang dipenuhi dengan ketaatan, melakukannya dengan maksimal dan memuliakan Tuhan di dalamnya.
Anda merasa pekerjaan anda biasa-biasa saja dan tidak ada yang patut dibanggakan? Ayat bacaan kita kali ini hendaknya menyadarkan anda. Ada kalanya Tuhan melakukan pekerjaan-pekerjaan supranatural yang besar, tapi Tuhan pun suka memakai hal-hal biasa yang kita lakukan setiap hari untuk menjadi saluran berkatNya. Pikirkanlah. Saat kita bekerja dengan disiplin dan etos yang baik dan menerima gaji atau imbalan atasnya, bukankah itupun merupakan berkat Tuhan juga? Saat kita berprestasi karena bekerja dengan baik lantas menerima peningkatan-peningkatan dalam karir, bukankah itu juga merupakan berkat dari Tuhan? Saat kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga, semua sehat-sehat, kehidupan yang layak, anak-anak bisa bersekolah secara baik, keluarga yang penuh sukacita dan kompak, bukankah itupun berkat dari Tuhan?
Lakukan sebaik-baiknya agar kita bisa menghasilkan buah-buah yang ranum, baik bagi kita, keluarga maupun orang lain. Whatever good work you are doing today, do your best in it. God can, and will always pour His blessings over it.
We all can make a difference and be proud of whatever work we are in if there's God in it
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
Dalam 1 Korintus pasal 12 kita menemukan pesan Paulus mengenai menjadi bagian atau anggota dari satu tubuh Kristus. Masing-masing dari kita punya perannya masing-masing sesuai panggilan. Kita melakukan bagian kita, umatNya yang lain melakukan bagian mereka."Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. " (1 Korintus 21-22). Kita tidak mungkin bisa melakukan semuanya sendirian, tapi saat pekerjaan kita yang 'biasa' itu bersatu dengan panggilan-panggilan lainnya yang sama-sama mengatasnamakan kemuliaan Tuhan di dalamnya, itu bisa membawa dampak luar biasa lebih dari yang kita bayangkan. Apakah ini hanya berbicara mengenai pekerjaan melayani? Tentu saja tidak. Apapun yang kita lakukan di dunia sekuler, selama itu merupakan "pekerjaan yang baik" seperti yang disebutkan dalam ayat bacaan kita hari ini, disana kita akan berbuah. Berbuah bagi kita, keluarga kita maupun buat orang lain. Dan saat kita berintegrasi dengan orang percaya lainnya dalam harmoni, kita bisa berbuah jauh lebih dari yang kita kira.
Banyak orang mengira bahwa apa yang dilakukan dalam akivitas biasa sehari-hari tidak akan pernah bisa berdampak. Kita berpikir, lewat pekerjaan yang biasa seperti ini, mana mungkin ada orang yang memperhatikan? Apalagi kalau berharap bisa menjadi saluran memperkenalkan Kristus kepada orang lain. Penghasilan kecil, pekerjaan yang biasa dan tidak istimewa, ya sudah lakukan secukupnya saja. Itu tidak benar. Sebenarnya, saat kita melakukan dengan kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan, lalu melakukan pekerjaan dengan mindset untuk memuliakan Tuhan, kita akan mengalami banyak perubahan. Kita menjadi terlatih untuk berpikir positif, pekerjaan kita akan jadi lebih efisien, hasil yang kita peroleh pun menjadi lebih signifikan. Dan saya tidak sedang berbicara hanya mengenai pendapatan materi saja. Kita akan mulai mengalami kepenuhan dan merasakan campur tangan Tuhan di dalamnya. Kalau sudah begitu, orang akan melihat betapa pentingnya dan nyatanya Tuhan bagi kita serta mulai mendapatkan pengenalan akan Tuhan secara benar.
Apa yang tidak kalah penting adalah keharusan kita untuk bekerja. Ada banyak orang yang berpikir bahwa mereka cukup berdoa tidak putus-putus tanpa harus bergerak melakukan sesuatu. Bekerja dan berdoa seharusnya berjalan beriringan. Dan hanya menanti mukjizat dengan turunnya berkat secara instan pun bukanlah hal yang benar menurut prinsip Kerajaan. Yang terbaik adalah saat kita melakukan pekerjaan yang baik sambil terus menempatkan dan melibatkan Tuhan di dalamnya. Tuhan tidak suka terhadap orang malas. FirmanNya akan hal ini cukup keras: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Jadi, tidak mau bekerja, terlalu pilih-pilih pekerjaan atau menilai pekerjaan hanya sebatas besar upah atau untung rugi, itu adalah keliru.
Untuk bisa mengalami dan menyatakan Tuhan tidaklah hanya bergantung pada kuasa mukjizat besar yang ajaib. Sebaliknya yang kerap terjadi adalah, karena kita mengejar hal-hal yang besar tersebut kita malah lupa untuk memuji Tuhan dalam pekerjaan atau aktivitas kita sehari-hari. Kita harus sadar bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya berbicara melulu mengenai pengalaman-pengalaman mencengangkan atas keajaiban kuasa Tuhan, tetapi juga tergambar lewat kehidupan rutin sehari-hari yang dipenuhi dengan ketaatan, melakukannya dengan maksimal dan memuliakan Tuhan di dalamnya.
Anda merasa pekerjaan anda biasa-biasa saja dan tidak ada yang patut dibanggakan? Ayat bacaan kita kali ini hendaknya menyadarkan anda. Ada kalanya Tuhan melakukan pekerjaan-pekerjaan supranatural yang besar, tapi Tuhan pun suka memakai hal-hal biasa yang kita lakukan setiap hari untuk menjadi saluran berkatNya. Pikirkanlah. Saat kita bekerja dengan disiplin dan etos yang baik dan menerima gaji atau imbalan atasnya, bukankah itupun merupakan berkat Tuhan juga? Saat kita berprestasi karena bekerja dengan baik lantas menerima peningkatan-peningkatan dalam karir, bukankah itu juga merupakan berkat dari Tuhan? Saat kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga, semua sehat-sehat, kehidupan yang layak, anak-anak bisa bersekolah secara baik, keluarga yang penuh sukacita dan kompak, bukankah itupun berkat dari Tuhan?
Lakukan sebaik-baiknya agar kita bisa menghasilkan buah-buah yang ranum, baik bagi kita, keluarga maupun orang lain. Whatever good work you are doing today, do your best in it. God can, and will always pour His blessings over it.
We all can make a difference and be proud of whatever work we are in if there's God in it
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
Wednesday, September 7, 2016
Mengalami dan Menyatakan Tuhan dalam Pekerjaan Sehari-hari (1)
Ayat bacaan: Titus 3:14
==================
"Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah."
"Ah, betapa beruntungnya bisa mengalami mukjizat Tuhan seperti itu.. tidak ada yang istimewa dari kehidupan saya sehari-hari. Pergi kerja, pulang, tidur, besok berulang lagi." Demikianlah kata seorang teman saat mendengar sebuah kesaksian. Banyak dari kita yang ingin mengalami mukjizat luar biasa dari Tuhan. Kita ingin memiliki pekerjaan yang bisa membawa perubahan besar bagi dunia, berharap Tuhan mau bawa kita untuk mengalami sesuatu yang tidak biasa dan berbeda dengan apa yang dialami orang sehari-hari.
Bisakah Tuhan melakukan itu? Tentu. Hari ini mukjizat-mukjizat yang mengejutkan masih terus terjadi sebagai salah satu bukti dari eksistensi Tuhan yang tak terbatas kuasanya. Pertanyaannya, apakah Tuhan hanya menyatakan kuasaNya lewat sesuatu yang supranatural saja? Apakah orang baru bisa merasakan kebesaran Tuhan, kasih setiaNya dan keberadaanNya hanya lewat hal-hal ajaib saja? Mungkin kita akan segera berkata tidak. Tapi pada kenyataannya ada begitu banyak orang percaya yang menggantungkan imannya hanya pada keajaiban-keajaiban besar saja. Saat mengalami mukjizat kesembuhan, pemulihan, bahkan berkat-berkat diluar akal dan logika. Mereka hanya menanti sesuatu yang besar tapi mengabaikan fakta bahwa Tuhan pun sebenarnya bekerja lewat hal-hal biasa, aktivitas, pekerjaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak menyadarinya karena terlalu sibuk mencari atau menunggu sesuatu yang besar. Kalau itu tidak terjadi, kita merasa tidak mengalami campur tangan Tuhan dan kemudian kecewa. Ini adalah salah satu kekeliruan paradigma orang percaya hari ini.
Mari kita lihat ayat berikut: "Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah." (Titus 3:14). Orang-orang percaya, kata Paulus hendaklah belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik, doing what is good, agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok, in order to provide the daily needs, supaya hidup jangan sampai tidak berbuah, supaya kita jangan hidup tidak produktif, so we won't live unproductive lives.
Paulus mengingatkan kita bahwa kita sesungguhnya menyenangkan hati Tuhan saat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, dengan kejujuran dan integritas sebagai warga Kerajaan Allah untuk mencukupi kebutuhan kita, keluarga dan tentu saja memberkati orang lain. Kita harus terus belajar untuk melakukan bagian kita sesuai panggilan kita masing-masing, dimanapun kita ditempatkan. Meski mungkin kita merasa pekerjaan kita itu biasa-biasa saja, bukan pekerjaan yang dianggap terpandang bagi dunia dan seolah tidak membawa dampak yang signifikan bagi lingkungan atau kota dimana kita bekerja, kita harus menyadari bahwa pekerjaan itu merupakan berkat Tuhan yang harus pula kita syukuri. Terlebih dari itu, sudah merupakan kewajiban kita pula untuk melakukan yang terbaik seperti melakukan untuk Tuhan (Kolose 3:23) dan memuliakan Tuhan di dalamnya. Dan jangan lupa bahwa apa yang kita pikir biasa saja bisa Tuhan pakai secara luar biasa kalau kita mau mengusahakannya dengan sebaik-baiknya dan melibatkan Tuhan di dalamnya.
Ada banyak di antara kita yang mungkin mulai merasa bosan dalam melakukan pekerjaan kita. Tapi Tuhan menggariskan bahwa kita harus belajar menyikapinya secara positif dan mulai menghargai itu sebagai sebuah anugerah besar yang harus disyukuri. Pertanyaan berikutnya: dimana Tuhan bekerja dalam rutinitas kita sehari-hari? Bukankah tidak ada mukjizat menggelegar, tidak ada kejadian ajaib, semua sepertinya berlangsung biasa-biasa saja? Tapi kalau kita jeli, bahkan dalam hal yang paling biasa sekalipun dalam rutinitas kita ada Tuhan di dalamnya. Sadarkah kita bahwa kalau kita melakukan pekerjaan biasa kita sehari-hari dengan setia, semangat dan integritas, kita bahkan bisa membawa orang untuk mengenalNya?
(bersambung)
==================
"Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah."
"Ah, betapa beruntungnya bisa mengalami mukjizat Tuhan seperti itu.. tidak ada yang istimewa dari kehidupan saya sehari-hari. Pergi kerja, pulang, tidur, besok berulang lagi." Demikianlah kata seorang teman saat mendengar sebuah kesaksian. Banyak dari kita yang ingin mengalami mukjizat luar biasa dari Tuhan. Kita ingin memiliki pekerjaan yang bisa membawa perubahan besar bagi dunia, berharap Tuhan mau bawa kita untuk mengalami sesuatu yang tidak biasa dan berbeda dengan apa yang dialami orang sehari-hari.
Bisakah Tuhan melakukan itu? Tentu. Hari ini mukjizat-mukjizat yang mengejutkan masih terus terjadi sebagai salah satu bukti dari eksistensi Tuhan yang tak terbatas kuasanya. Pertanyaannya, apakah Tuhan hanya menyatakan kuasaNya lewat sesuatu yang supranatural saja? Apakah orang baru bisa merasakan kebesaran Tuhan, kasih setiaNya dan keberadaanNya hanya lewat hal-hal ajaib saja? Mungkin kita akan segera berkata tidak. Tapi pada kenyataannya ada begitu banyak orang percaya yang menggantungkan imannya hanya pada keajaiban-keajaiban besar saja. Saat mengalami mukjizat kesembuhan, pemulihan, bahkan berkat-berkat diluar akal dan logika. Mereka hanya menanti sesuatu yang besar tapi mengabaikan fakta bahwa Tuhan pun sebenarnya bekerja lewat hal-hal biasa, aktivitas, pekerjaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak menyadarinya karena terlalu sibuk mencari atau menunggu sesuatu yang besar. Kalau itu tidak terjadi, kita merasa tidak mengalami campur tangan Tuhan dan kemudian kecewa. Ini adalah salah satu kekeliruan paradigma orang percaya hari ini.
Mari kita lihat ayat berikut: "Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah." (Titus 3:14). Orang-orang percaya, kata Paulus hendaklah belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik, doing what is good, agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok, in order to provide the daily needs, supaya hidup jangan sampai tidak berbuah, supaya kita jangan hidup tidak produktif, so we won't live unproductive lives.
Paulus mengingatkan kita bahwa kita sesungguhnya menyenangkan hati Tuhan saat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, dengan kejujuran dan integritas sebagai warga Kerajaan Allah untuk mencukupi kebutuhan kita, keluarga dan tentu saja memberkati orang lain. Kita harus terus belajar untuk melakukan bagian kita sesuai panggilan kita masing-masing, dimanapun kita ditempatkan. Meski mungkin kita merasa pekerjaan kita itu biasa-biasa saja, bukan pekerjaan yang dianggap terpandang bagi dunia dan seolah tidak membawa dampak yang signifikan bagi lingkungan atau kota dimana kita bekerja, kita harus menyadari bahwa pekerjaan itu merupakan berkat Tuhan yang harus pula kita syukuri. Terlebih dari itu, sudah merupakan kewajiban kita pula untuk melakukan yang terbaik seperti melakukan untuk Tuhan (Kolose 3:23) dan memuliakan Tuhan di dalamnya. Dan jangan lupa bahwa apa yang kita pikir biasa saja bisa Tuhan pakai secara luar biasa kalau kita mau mengusahakannya dengan sebaik-baiknya dan melibatkan Tuhan di dalamnya.
Ada banyak di antara kita yang mungkin mulai merasa bosan dalam melakukan pekerjaan kita. Tapi Tuhan menggariskan bahwa kita harus belajar menyikapinya secara positif dan mulai menghargai itu sebagai sebuah anugerah besar yang harus disyukuri. Pertanyaan berikutnya: dimana Tuhan bekerja dalam rutinitas kita sehari-hari? Bukankah tidak ada mukjizat menggelegar, tidak ada kejadian ajaib, semua sepertinya berlangsung biasa-biasa saja? Tapi kalau kita jeli, bahkan dalam hal yang paling biasa sekalipun dalam rutinitas kita ada Tuhan di dalamnya. Sadarkah kita bahwa kalau kita melakukan pekerjaan biasa kita sehari-hari dengan setia, semangat dan integritas, kita bahkan bisa membawa orang untuk mengenalNya?
(bersambung)
Tuesday, September 6, 2016
Morning Glory (2)
(sambungan)
Dalam Mazmur 103 kita kembali menemukan pesan yang sama. Disana dikatakan bahwa Tuhan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat (ay 4). Buat saya Mazmur 103 ini sangatlah menarik karena isinya mengandung begitu banyak kebaikan Tuhan yang dilimpahkan pada kita.
- Tuhan mengampuni semua dosa (ay 3)
- Tuhan menyembuhkan penyakit (ay 3)
- Tuhan menebus kita dari kebinasaan (ay 4)
- Tuhan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat (ay 4)
- Tuhan memuaskan kebutuhan kita dengan hal-hal yang baik sehingga kita awet muda seperti burung rajawali (ay 5)
- Tuhan menyediakan keadilan dan hukum bagi orang tertindas, Dia ingin memerdekakan kita (ay 6)
- Tuhan menyatakan rencanaNya atau jalan-jalanNya (ay 7)
- Tuhan itu penyayang, pengasih, panjang sabar dan punya kasih setia berlimpah (ay 8)
Baru dari satu penggalan dalam Alkitab saja kita sudah bisa melihat bagaimana kebaikan Tuhan yang Dia siapkan bagi kita. Ini baru secuil dari begitu banyak ayat yang menyatakan kebaikanNya. Semua itu Dia janjikan hadir bagi diri kita dalam keadaan baru setiap pagi, fresh and new each and every morning.
Kasih setiaNya tidak pernah gagal, selalu baru setiap pagi. Ketika anda bangun di pagi hari setelah menikmati nyenyaknya tidur sepanjang malam, Tuhan langsung menyapa anda dengan sebuah berkat baru, fresh from His oven, directly from His Kingdom. Tuhan selalu ingin melimpahi anda dengan rahmat yang baru dan segar. Bukan sisa, bukan yang kadaluarsa, bukan ampas. Dia rindu untuk terus memberkati dengan segala yang terbaik yang berasal daripadaNya. Berapa banyak diantara kita yang menyadari hal ini? Apakah anda suka menyapa Tuhan dan berterimakasih setiap bangun pagi atau masih terfokus pada rutinitas sehari-hari sehingga melupakan Tuhan? Kalau hanya kesibukan sehari-hari yang kita pikirkan, bukankah kesibukan-kesibukan kita hari ini pun berasal dari berkatNya juga? Dan kalau pikiran kita tengah terganggu oleh masalah, bukankah Tuhan yang besar kasih setiaNya sudah melimpahkan rahmatNya setiap pagi agar kita mampu menghadapinya?
Bunga morning glory hadir menyapa saya setiap pagi dengan keindahannya. Setiap kali anda melihat atau mengingat bunga ini, jangan lupa pula bahwa Tuhan juga memberikan rahmatNya yang baru setiap pagi, sesuatu yang sangat kita butuhkan untuk bisa berjalan from glory to glory right from the early morning. Pastikanlah diri anda untuk mengingat semua ini dan mengucap syukurlah akan semua kebaikan Tuhan itu ketika anda bangun. Terus ingatkan jiwa anda untuk menyadari betapa baiknya Tuhan itu, dan segera gantikan segala kegelisahan atau beban-beban pikiran yang biasa mengganggu anda di pagi hari dengan sebuah sukacita akan besarnya kasih setia Tuhan yang melimpahi anda rahmat yang baru setiap pagi. Jangan pernah lupakan rahmatNya yang telah Dia curahkan kepada anda. Pertahankan terus sehingga tahun ini akan anda isi sepenuhnya dengan iman yang semakin bertumbuh, semakin kuat dan semakin subur.
Mengetahui apa saja yang menjadi berkat Tuhan itu baik, tetapi jangan berhenti hanya sampai mengetahui saja. Mari terus mengucap syukur dan pastikan setiap hari anda merasakan rahmatNya turun atas anda. Pergunakan itu dan jadilah pemenang-pemenang dalam setiap sisi kehidupan anda sehari-hari.
Welcome the new morning with smile on your face, love in your heart and good thoughts in your mind, and you will have a wonderful day
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
Dalam Mazmur 103 kita kembali menemukan pesan yang sama. Disana dikatakan bahwa Tuhan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat (ay 4). Buat saya Mazmur 103 ini sangatlah menarik karena isinya mengandung begitu banyak kebaikan Tuhan yang dilimpahkan pada kita.
- Tuhan mengampuni semua dosa (ay 3)
- Tuhan menyembuhkan penyakit (ay 3)
- Tuhan menebus kita dari kebinasaan (ay 4)
- Tuhan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat (ay 4)
- Tuhan memuaskan kebutuhan kita dengan hal-hal yang baik sehingga kita awet muda seperti burung rajawali (ay 5)
- Tuhan menyediakan keadilan dan hukum bagi orang tertindas, Dia ingin memerdekakan kita (ay 6)
- Tuhan menyatakan rencanaNya atau jalan-jalanNya (ay 7)
- Tuhan itu penyayang, pengasih, panjang sabar dan punya kasih setia berlimpah (ay 8)
Baru dari satu penggalan dalam Alkitab saja kita sudah bisa melihat bagaimana kebaikan Tuhan yang Dia siapkan bagi kita. Ini baru secuil dari begitu banyak ayat yang menyatakan kebaikanNya. Semua itu Dia janjikan hadir bagi diri kita dalam keadaan baru setiap pagi, fresh and new each and every morning.
Kasih setiaNya tidak pernah gagal, selalu baru setiap pagi. Ketika anda bangun di pagi hari setelah menikmati nyenyaknya tidur sepanjang malam, Tuhan langsung menyapa anda dengan sebuah berkat baru, fresh from His oven, directly from His Kingdom. Tuhan selalu ingin melimpahi anda dengan rahmat yang baru dan segar. Bukan sisa, bukan yang kadaluarsa, bukan ampas. Dia rindu untuk terus memberkati dengan segala yang terbaik yang berasal daripadaNya. Berapa banyak diantara kita yang menyadari hal ini? Apakah anda suka menyapa Tuhan dan berterimakasih setiap bangun pagi atau masih terfokus pada rutinitas sehari-hari sehingga melupakan Tuhan? Kalau hanya kesibukan sehari-hari yang kita pikirkan, bukankah kesibukan-kesibukan kita hari ini pun berasal dari berkatNya juga? Dan kalau pikiran kita tengah terganggu oleh masalah, bukankah Tuhan yang besar kasih setiaNya sudah melimpahkan rahmatNya setiap pagi agar kita mampu menghadapinya?
Bunga morning glory hadir menyapa saya setiap pagi dengan keindahannya. Setiap kali anda melihat atau mengingat bunga ini, jangan lupa pula bahwa Tuhan juga memberikan rahmatNya yang baru setiap pagi, sesuatu yang sangat kita butuhkan untuk bisa berjalan from glory to glory right from the early morning. Pastikanlah diri anda untuk mengingat semua ini dan mengucap syukurlah akan semua kebaikan Tuhan itu ketika anda bangun. Terus ingatkan jiwa anda untuk menyadari betapa baiknya Tuhan itu, dan segera gantikan segala kegelisahan atau beban-beban pikiran yang biasa mengganggu anda di pagi hari dengan sebuah sukacita akan besarnya kasih setia Tuhan yang melimpahi anda rahmat yang baru setiap pagi. Jangan pernah lupakan rahmatNya yang telah Dia curahkan kepada anda. Pertahankan terus sehingga tahun ini akan anda isi sepenuhnya dengan iman yang semakin bertumbuh, semakin kuat dan semakin subur.
Mengetahui apa saja yang menjadi berkat Tuhan itu baik, tetapi jangan berhenti hanya sampai mengetahui saja. Mari terus mengucap syukur dan pastikan setiap hari anda merasakan rahmatNya turun atas anda. Pergunakan itu dan jadilah pemenang-pemenang dalam setiap sisi kehidupan anda sehari-hari.
Welcome the new morning with smile on your face, love in your heart and good thoughts in your mind, and you will have a wonderful day
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
Monday, September 5, 2016
Morning Glory (1)
Ayat bacaan: Ratapan 3:21-23
====================
"Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"
Di kebun kecil rumah saya ada satu bunga yang selalu menarik perhatian saya terutama saat saya bangun. Bunganya berwarna biru keunguan dan terkadang warnanya bisa ungu gelap juga. Namanya bunga Morning Glory. Disebut Morning Glory karena bunga ini punya kebiasaan yang cukup unik, yaitu mekar hanya di pagi hari. Saat bunga-bunga lain belum mekar, Morning Glory sudah menyatakan keindahannya. Menariknya, karena kebiasaannya mekar di pagi hari, ia mendapat keuntungan dari sisi reproduksi karena sebagian besar penyerbuk serangga mengunjungi bunga-bunga di awal siang hari. Karena itu bunga ini bisa dikatakan 'berhasil' dalam hidup dan penyebarannya. Bukan saja indah dilihat, bunga ini pun wangi. Kalau dilihat batang dan daunnya sepintas kira-kira mirip kangkung. Tidak menarik, bahkan seperti tanaman liar saja. Tapi saat bunga-bunganya mekar, maka tanaman itu terlihat sangat indah.
Setiap saya lihat, bunga Morning Glory terasa sangat memberkati karena mengingatkan saya akan kebaikan dan kasih setiaNya yang tak ada habisnya dalam hidup saya. Apakah itu artinya saya merupakan orang yang hidup tanpa masalah? Tentu saja tidak. Seperti teman-teman, saya pun kerap bertemu dengan berbagai masalah yang mewarnai kehidupan. Tetapi berjalan bersama Tuhan membuat saya bisa merasakan penyertaan dan keberadaanNya bersama dengan kasihNya, dan itu lebih dari cukup buat saya terus maju menghadapi apapun tanpa kehilangan sukacita.
Kembali kepada morning glory, saya rasa kita semua ingin memiliki hidup yang seperti itu. Be glorious since the morning, receive the glory every morning. Bukankah kita semua ingin itu? Nah, ini kabar baiknya. Tuhan memberikan itu kepada kita. Dan itu tertulis jelas dalam sebuah ayat dalam kitab Ratapan. Demikian bunyinya: "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:21-23).
Apakah anda sudah menyadari hal ini? Bagus kalau sudah. Banyak orang yang paginya bukan dipakai untuk menyadari hal ini tapi langsung berisi kesibukan dan stres. "Aduh, saya sudah terlambat! saya harus bergegas sekarang!", "Kemarin merupakan hari yang berat, hari ini bakal bagaimana lagi ya..", "cepat banget sih sudah pagi lagi! Saya sudah harus bekerja sekarang..", "Hey, cepat keluar dari kamar mandi! Saya sudah terlambat!" Dan lain-lain. Ini sering menjadi awal dari banyak orang ketika bangun. Semoga bukan hal-hal seperti ini yang mengisi pikiran anda, karena alangkah sayangnya jika kita tidak merasakan berkat Tuhan yang baru setiap pagi.
Setiap pagi. Tuhan memberikan rahmatNya yang tak ada habis-habisnya dan selalu baru setiap pagi. Tidak ada habisnya, dan selalu baru, every morning. Bukankah itu luar biasa? Itu artinya ada rahmatNya tercurah, turun disaat kita bangun pagi dan bersiap untuk memulai sebuah hari yang baru. Lihatlah betapa indahnya hidup bersama Tuhan. Begitu kita bangun, ada rahmat Tuhan yang langsung memenuhi kita. Dan yang memberikan itu adalah Allah yang besar kasih setiaNya. Itulah yang dijanjikan Tuhan, yang sayangnya akan kita lewatkan apabila kita tidak menyadari itu dan lebih memilih untuk memulai hari dengan setumpuk pikiran rumit, kegelisahan, gerutu dan sebagainya.
Apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan rahmat itu? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata rahmat didefenisikan sebagai:
- Belas kasih, kerahiman
- karunia, berkah Allah
Rahmat berasal dari Allah, dan Dia akan curahkan belas kasih, kerahiman, karunia dan berkat yang baru, fresh from the oven, setiap pagi. Bukankah kita butuh semua ini untuk bisa menghadapi apapun yang datang pada kita setiap harinya? Semua ini lebih dari cukup untuk membuat kita mampu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan dan aktivitas kita sehari-hari. Rahmat Tuhan inilah yang akan memampukan kita untuk memulai, melewati dan menutup hari dengan kemenangan.
(bersambung)
====================
"Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"
Di kebun kecil rumah saya ada satu bunga yang selalu menarik perhatian saya terutama saat saya bangun. Bunganya berwarna biru keunguan dan terkadang warnanya bisa ungu gelap juga. Namanya bunga Morning Glory. Disebut Morning Glory karena bunga ini punya kebiasaan yang cukup unik, yaitu mekar hanya di pagi hari. Saat bunga-bunga lain belum mekar, Morning Glory sudah menyatakan keindahannya. Menariknya, karena kebiasaannya mekar di pagi hari, ia mendapat keuntungan dari sisi reproduksi karena sebagian besar penyerbuk serangga mengunjungi bunga-bunga di awal siang hari. Karena itu bunga ini bisa dikatakan 'berhasil' dalam hidup dan penyebarannya. Bukan saja indah dilihat, bunga ini pun wangi. Kalau dilihat batang dan daunnya sepintas kira-kira mirip kangkung. Tidak menarik, bahkan seperti tanaman liar saja. Tapi saat bunga-bunganya mekar, maka tanaman itu terlihat sangat indah.
Setiap saya lihat, bunga Morning Glory terasa sangat memberkati karena mengingatkan saya akan kebaikan dan kasih setiaNya yang tak ada habisnya dalam hidup saya. Apakah itu artinya saya merupakan orang yang hidup tanpa masalah? Tentu saja tidak. Seperti teman-teman, saya pun kerap bertemu dengan berbagai masalah yang mewarnai kehidupan. Tetapi berjalan bersama Tuhan membuat saya bisa merasakan penyertaan dan keberadaanNya bersama dengan kasihNya, dan itu lebih dari cukup buat saya terus maju menghadapi apapun tanpa kehilangan sukacita.
Kembali kepada morning glory, saya rasa kita semua ingin memiliki hidup yang seperti itu. Be glorious since the morning, receive the glory every morning. Bukankah kita semua ingin itu? Nah, ini kabar baiknya. Tuhan memberikan itu kepada kita. Dan itu tertulis jelas dalam sebuah ayat dalam kitab Ratapan. Demikian bunyinya: "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:21-23).
Apakah anda sudah menyadari hal ini? Bagus kalau sudah. Banyak orang yang paginya bukan dipakai untuk menyadari hal ini tapi langsung berisi kesibukan dan stres. "Aduh, saya sudah terlambat! saya harus bergegas sekarang!", "Kemarin merupakan hari yang berat, hari ini bakal bagaimana lagi ya..", "cepat banget sih sudah pagi lagi! Saya sudah harus bekerja sekarang..", "Hey, cepat keluar dari kamar mandi! Saya sudah terlambat!" Dan lain-lain. Ini sering menjadi awal dari banyak orang ketika bangun. Semoga bukan hal-hal seperti ini yang mengisi pikiran anda, karena alangkah sayangnya jika kita tidak merasakan berkat Tuhan yang baru setiap pagi.
Setiap pagi. Tuhan memberikan rahmatNya yang tak ada habis-habisnya dan selalu baru setiap pagi. Tidak ada habisnya, dan selalu baru, every morning. Bukankah itu luar biasa? Itu artinya ada rahmatNya tercurah, turun disaat kita bangun pagi dan bersiap untuk memulai sebuah hari yang baru. Lihatlah betapa indahnya hidup bersama Tuhan. Begitu kita bangun, ada rahmat Tuhan yang langsung memenuhi kita. Dan yang memberikan itu adalah Allah yang besar kasih setiaNya. Itulah yang dijanjikan Tuhan, yang sayangnya akan kita lewatkan apabila kita tidak menyadari itu dan lebih memilih untuk memulai hari dengan setumpuk pikiran rumit, kegelisahan, gerutu dan sebagainya.
Apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan rahmat itu? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata rahmat didefenisikan sebagai:
- Belas kasih, kerahiman
- karunia, berkah Allah
Rahmat berasal dari Allah, dan Dia akan curahkan belas kasih, kerahiman, karunia dan berkat yang baru, fresh from the oven, setiap pagi. Bukankah kita butuh semua ini untuk bisa menghadapi apapun yang datang pada kita setiap harinya? Semua ini lebih dari cukup untuk membuat kita mampu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan dan aktivitas kita sehari-hari. Rahmat Tuhan inilah yang akan memampukan kita untuk memulai, melewati dan menutup hari dengan kemenangan.
(bersambung)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tidur (10)
(sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...
-
Ayat bacaan: Amsal 22:7 ======================= "Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutan...
-
Ayat bacaan: Mazmur 23:4 ====================== "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau...
-
Ayat bacaan: Ibrani 10:24-25 ====================== "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih ...


