Tuesday, April 3, 2018

Membangun Kehidupan Doa seperti Epafras (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Kolose 4:12
====================
"Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah."

Ada sesuatu yang menarik pada sebuah gereja sejak bulan lalu. Ada beberapa orang disana yang memegang pelat persegi empat yang bertuliskan, "Can we pray for you?" Mereka ini adalah anggota dari setiap fellowship atau persekutuan yang bertugas untuk mendoakan para anggota persekutuan dan jemaat secara umum. Siapapun yang butuh didoakan bisa datang menghampiri mereka dan secara tim, para pendoa ini akan bergumul buat masing-masing secara khusus. Saya pikir ini sebuah kegerakan yang menarik dari gereja yang bersangkutan.

Ada sebuah pertanyaan menggelitik. Apakah kita tidak bisa berdoa sendiri sampai butuh orang lain untuk mendoakan? Kalau soal apakah kita bisa berdoa sendiri, tentu saja bisa. Orang yang punya kuasa dalam doa bukan hanya pendeta, pengerja atau pelayan Tuhan lainnya, tapi Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16). Jadi syarat agar doa punya kuasa besar adalah orangnya harus orang yang benar, dan mendoakan dengan keyakinan, dengan sepenuh iman bukan ragu-ragu. Itu berarti bahwa kita tidak perlu bawa kekuatan massa untuk memaksa Tuhan, seperti yang dilakukan orang-orang diluar sana untuk memaksakan kehendaknya.

Dalam Matius 6:6 Yesus berkata, "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Jadi apakah kita bisa berdoa sendiri, apakah doa kita bisa punya kuasa besar? Tentu saja bisa. Itu pasti. Ingat, selama kita sudah mengusahakan diri sebagai orang benar, yang artinya tidak berisi kecemaran, dan mendoakan dengan yakin, sepenuh iman. Jadi dari konteks ini, doa kita bisa punya kuasa yang sama.

Tapi bagaimana mengenai bersepakat dan bersatu dalam doa? Itupun jelas perlu. Bukankah Yesus juga sudah mengatakan bahwa "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka"? Disamping itu, ada kalanya saat kita tengah mengalami pergumulan atau berbeban berat, kita menjadi sulit berdoa, terutama jika kita tidak terbiasa dengan kehidupan doa. Disaat seperti itu kita pasti butuh dukungan dari orang-orang yang peduli dan bersedia untuk berdoa bagi kita.

Pertanyaan selanjutnya, apakah memang perlu untuk secara khusus membentuk tim pendoa seperti ini? Tentu saja. Gereja yang tidak punya tim doa akan kehilangan benteng pertahanan dalam menghadapi kehidupan yang sulit, baik bagi gereja itu sendiri maupun jemaatnya. Seharusnya doa tidak perlu secara khusus 'diatur-atur', karena, bukankah orang percaya sudah seharusnya secara natural hidup dipenuhi doa? Idealnya tentu saja demikian. Itu yang seharusnya dilakukan atau dihidupi oleh orang percaya. Sayangnya, seringkali kesibukan dan pergumulan dalam hidup menyita hampir seluruh waktu kita sehingga kita tidak lagi punya waktu untuk berdoa secara 'korporat' atau bersama-sama hari ini seperti halnya gereja mula-mula di masa lalu. Kita tidak punya waktu untuk itu, kita tidak sempat, dan lama-lama, kita tidak lagi merasa perlu. Doa terutama doa korporat semakin berkurang, dan kekuatan orang percaya pun semakin tergerus, menurun kekuatannya karena tidak ditopang cukup doa. Dalam menghadapi dunia yang semakin jahat, itu tentu berbahaya. Alih-alih bisa menjadi terang dan garam, alih-alih bisa berdampak, alih-alih bisa menyatakan Tuhan dengan segala kemuliaanNya, kita hanya akan habis waktu untuk sekedar bertahan.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker