Friday, May 30, 2014

Iri Hati

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Yakobus 3:16
======================
"Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."

Beberapa hari kemarin kita belajar untuk menghindari sikap sombong yang juga merupakan salah satu produk dari hati yang tidak dijaga dengan baik. sikap sombong muncul saat kita berada pada kondisi baik, ketika kesuksesan atau keberhasilan tengah berada di pihak kita. Bagaimana dengan saat kita dalam kondisi sebaliknya? Bicara soal produk hati yang buruk, salah satu yang paling sering timbul adalah iri hati. Rasa iri biasanya hadir saat kita melihat ada orang yang lebih baik dari kita. Kalau mau lebih spesifik, rasa iri hati akan muncul saat kita membanding-bandingkan apa yang kita punya dengan apa yang dimiliki orang lain lalu merasa kalah dari mereka. Iri hati adalah sebuah perasaan tidak puas yang timbul akibat keuntungan atau kesuksesan orang lain. Iri hati membuat orang merasa tidak nyaman ketika ada orang lain yang lebih darinya. Banyak orang sibuk memupuk rasa iri hati dalam hidupnya, padahal perasaan seperti ini sama sekali tidak produktif bahkan bisa merugikan atau malah menghancurkan kita. Karena iri kita akan terjebak pada begitu banyak bentuk kejahatan, mulai dari yang tingkatnya ringan sampai sesuatu yang fatal. Berbagai berita kriminal menunjukkan bagaimana orang bisa kehilangan kontrol diri atau nalarnya dengan melakukan kejahatan yang merugikan orang lain atau sampai tega membunuh hanya karena berawal dari iri hati.

Banyak orang menganggap sepele akan dosa iri hati. Kita anggap wajar saja dan mungkin pula tanpa sadar kita rasakan, seolah-olah hanyalah sebuah ungkapan kekesalan sesaat yang alamiah, manusiawi dan tidak berbahaya. Kita cenderung memaklumi, tapi berhati-hatilah karena iri hati adalah racun dari iblis yang mampu mengubah kasih menjadi kebencian, menghilangkan kasih dan akibatnya melumpuhkan iman dalam kehidupan kita. Iri hati biasanya muncul sedikit demi sedikit, lalu terus membesar dengan tingkat kejahatan yang semakin besar pula apabila dibiarkan bercokol dalam diri kita. Sikap iri ini merupakan salah satu celah yang sangat disukai iblis untuk merusak kita. Cara iblis menyerang disebutkan Petrus dalam salah satu bagian suratnya. "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Perhatikan bahwa iblis akan terus berkeliling mencari mangsa. Ia terus mencari celah yang terbuka, dan begitu menemukan celah, ia akan segera masuk, menerkam dan membinasakan kita. Iri hati bisa menjadi sebuah lahan basah yang asyik bagi si jahat untuk bermain. Dengan terus membiarkan produk buruk hati ini menguasai kita, maka itu sama artinya dengan membuka diri untuk dihancurkan iblis.

Ayat bacaan hari ini diambil dari Yakobus pasal 3 ayat 16. "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa iri hati akan membuka pintu bagi iblis untuk masuk ke dalam kehidupan kita, menyebabkan banyak kekacauan dan menjadi awal dari segala macam; bukan satu-dua atau sedikit tetapi dikatakan segala macam; perbuatan jahat. Perbuatan jahat apa saja? Banyak sekali, mulai dari "sekedar" cemburu, depresi, down hingga kejahatan-kejahatan yang lebih keji seperti pembunuhan.

Pembunuhan bisa berawal dari rasa iri. Bahkan kisah pembunuhan yang pertama kali dicatat di dalam Alkitab berawal dari rasa iri. Perhatikan apa yang terjadi ketika Kain merasa iri pada saudaranya Habel, bahwa korban persembahannya "kalah". Hatinya pun panas, dan Wajahnya muram. Apa kata Tuhan melihat Kain?  Ini kata Tuhan: "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."  (Kejadian 4:7). Tuhan tidak berkata, "Kain, itu adalah hal yang wajar, santai saja.." Tidak. Sebaliknya Tuhan berkata: "Kain, berhati-hatilah dengan rasa irimu, sebab dosa sudah mengintip di depan pintu." Kain sudah diperingatkan, tapi ia tidak peduli dan terus cemburu. Maka lihat apa yang terjadi kemudian. Kain menyerah pada roh jahat, dan berawal dari iri hati, ia membunuh adiknya (ay 8). Contoh lain bisa kita pelajari lewat kisah anak-anak Yakub, yakni Yusuf dan saudara-saudaranya di kitab Kejadian 37. Mereka begitu iri pada Yusuf, sehingga mereka berpikir bahwa dengan menyingkirkan Yusuf, hidup mereka akan menjadi lebih baik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka bahkan harus pergi ke negeri lain agar tidak mati kelaparan dan pada akhirnya Yusuf juga yang menjadi saluran berkat bagi mereka dan bangsa-bangsa. Ada banyak lagi contoh masalah yang ditimbulkan lewat iri hati jika anda membaca seluruh isi Alkitab.

Jadi iri hati jelas adalah masalah yang serius. Kalau sudah keburu muncul, iri hati harus kita singkirkan sepenuhnya, secepatnya , tanpa kompromi. Sedang yang masih belum, berhati-hatilah agar rasa iri tidak sampai ada.  Selain ayat bacaan hari ini, firman Tuhan mengatakan bahwa iri hati termasuk salah satu dari keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan roh, yang dapat menyebabkan kita kehilangan bagian dalam Kerajaan Allah (Galatia 5:19-21). Iri hati berada dalam kategori yang sama dengan dosa-dosa yang kita anggap "lebih serius" seperti percabulan, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir dan sebagainya. Alangkah sayangnya jika kita sudah bersusah payah menghindari dosa-dosa itu, namun kita berkompromi pada iri hati yang dianggap banyak orang sebagai sesuatu yang sepele, wajar, biasa dan manusiawi.

Sadarilah betapa pentingnya kita untuk berjaga-jaga sepenuhnya karena jaman ini akan dibawa pada kesudahannya. Paulus mengatakan: "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati." (Roma 13:12-13). Sekarang saatnya berbenah dan tidak berkompromi terhadap berbagai dosa. Sudah waktunya bagi kita menutup semua celah yang bisa dimanfaatkan iblis untuk memporak-porandakan kita dan menjadi budaknya dalam menyebar kejahatan di muka bumi ini. Kita harus terus berusaha agar tidak serupa dengan dunia ini. "Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?" (1 Korintus 3:3). Firman Tuhan sudah mengingatkan: "Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya." (Roma 13:14). Dan dari renungan kemarin, bukalah hati kita seluas-luasnya untuk Tuhan dan jadikan Kristus sebagai Raja yang bertahta di dalamnya. "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!"  (1 Petrus 3:15). Iri hati dan mementingkan diri sendiri akan membawa kekacauan dan segala macam perbuatan jahat, tapi hati yang punya Kristus akan menghasilkan produk-produk surgawi yang bukan saja membawa berkat bagi kita tapi juga bagi banyak orang.

Say no to jealousy, envy, rivalry and/or selfish ambition no matter how small it is

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker