Friday, May 23, 2014

Hati-Hati Jatuh

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Korintus 10:12
==========================
"Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!"

Here today, gone tomorrow. Kalimat ini dialami banyak orang yang jatuh, hancur berantakan saat kesuksesan atau ketenaran sudah berada dalam genggaman. Ini adalah sesuatu yang jarang terjadi pada saat kita tengah menapak naik tetapi menimpa orang disaat hidup berada di puncak. Mengapa demikian? Kebanyakan dari kita mudah terlena pada saat seperti itu sehingga tidak sadar akan banyaknya godaan yang siap membuat kita jatuh. Pada saat membangun kita awas, tapi saat sukses kita lengah. Sepanjang sejarah kita melihat kejatuhan tokoh-tokoh yang tidak sanggup menjaga kesuksesannya dengan baik. Ada yang makan waktu lama, tidak sedikit pula yang singkat. Bagi saya yang berkecimpung di dunia musik, jumlah korbannya pun lumayan, baik di pentas lokal maupun dunia. Ada yang masuk ke dalam jebakan korupsi, skandal, narkoba, ketamakan, perceraian dan sebagainya. Bahkan orang-orang percaya pun tidak luput dari kejatuhan akibat hal yang sama. Dalam seketika hidup mereka luluh lantak dan itu sama sekali tidak sebanding dengan tahun-tahun sulit perjuangan mereka untuk mencapai ketenaran.

Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tuhan pun tidak ingin kita jadi orang biasa-biasa saja. Dalam rencanaNya, Dia ingin kita berhasil. Jadi orang-orang yang berada di kepala dan bukan di ekor, terus naik dan tidak turun. Orang-orang yang mampu menginspirasi banyak orang,  berdampak bagi lingkungan sekitarnya, kota, negara bahkan dunia. Tapi kita juga tidak boleh terlena dan tetap harus ingat bahwa mempertahankan itu jauh lebih sulit daripada memulai. Di saat kesuksesan ada dalam genggaman tangan kita, ada banyak pula jebakan di setiap sisi yang siap menjatuhkan kita. Oleh karena itu kita harus selalu mewaspadai setiap langkah dan selalu bersama Tuhan di dalamnya. Ingatlah sudah disebutkan bahwa iblis akan selalu berkeliling seperti singa mengaum-aum untuk mencari orang yang dapat ditelannya seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 5:8. Kesuksesan bisa membuat kita lupa diri, sombong, merasa hebat dan disitulah kita membuka celah sehingga iblis bisa masuk menerkam, menghancurkan pertahanan kita, iman kita luluh lantak dan disanalah kita akan habis berakhir sia-sia.

Lewat Paulus peringatan diberikan bagi kita semua agar berhati-hati saat kesuksesan ada dalam genggaman. "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" (1 Korintus 10:12). Percaya diri itu baik, tapi jangan lupa diri. Saat kita merasa nyaman, aman dan tanpa gangguan, jangan lengah dan tetaplah waspada agar kita tidak harus jatuh, melihat semua yang kita bangun selama ini mati-matian harus runtuh dalam sekejap mata.

Ada banyak tokoh di dalam Alkitab yang bisa kita jadikan pelajaran akan hal ini, orang-orang yang sebenarnya punya potensi besar untuk berhasil, sangat menjanjikan tetapi sayang mereka kemudian tersandung dan jatuh justru ketika berada di puncak. Kemarin kita sudah melihat tentang Korah yang tertulis di dalam Bilangan 16. Korah silau oleh kekuasaan dan kemudian menghasut 250 orang berpengaruh untuk memberontak terhadap Musa dan Harun (ay 2). Kita pun menyaksikan tragedi. Bukannya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi justru akhir yang tragis dan mengerikanlah yang menimpa Korah beserta pengikutnya. Alkitab mencatat kematian tragis yang menimpa mereka. "bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka. Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu." (ay 32-33). Sebuah ambisi yang tidak terkendali dan kesombongan ternyata bisa menghancurkan dan membinasakan kita.

Selain Korah, Alkitab mencatat kejatuhan beberapa raja Israel. Daud jatuh akibat dosa perzinaan, Salomo jatuh dalam dosa penyembahan berhala. Saul yang tadinya begitu cemerlang harus binasa akibat serangkaian dosa yang ia perbuat. Pelajaran keras juga bisa kita dapati lewat kisah menara Babel, dari jemaat Laodikia di dalam kitab Wahyu dan banyak lagi. Semua ini menunjukkan bahwa ketika situasi sedang amat baik, ketika semua sedang tenang dan lancar, justru disana ada banyak jebakan mengintai. Kesombongan, ambisi, popularitas itu bisa menjadi celah untuk menghancurkan kita. Apakah kesuksesan dalam jenjang karir, jabatan baik dalam pekerjaan atau dalam pelayanan di Gereja, kita harus tetap mengawasi setiap langkah. Bahkan ucapan kita pun berpotensi untuk membuat kita jatuh lewat kesombongan. Dan firman Tuhan sudah memberi tips sederhana akan hal ini. "Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!" (Amsal 30:32). Dosa kesombongan bisa menjadi pintu masuk banyak dosa lainnya yang siap menjatuhkan kita. Hindari sikap sombong pada saat sukses. Tetaplah menjejakkan kaki di bumi, jangan terlena dan awasi semua langkah, ucapan dan perbuatan kita.

Ketika berada di puncak, perhatikan setiap langkah agar jangan jatuh

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

3 comments :

yeza said...

Trimakash renunganya Pak, sangat bermanfaat. Izin Share ya?

Unknown said...

Thankfully for the nats
Minta ijin untuk berbagi untuk saudara seiman
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Unknown said...

Thankfully for the nats
Minta ijin untuk berbagi untuk saudara seiman
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker