Friday, August 30, 2013

Indikator Kasih

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Korintus 13:4-7
========================
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Hampir pada semua panel dashboard mobil terdapat lampu indikator aki atau baterai mobil. Biasanya lampu ini akan menyala begitu mobil dinyalakan dan normalnya akan berhenti setelah mesin mobil mulai bekerja. Apabila lampu masih menyala terus saat kendaraan sudah berjalan, itu artinya ada yang tidak normal dengan sistem pengisian aki, dan anda akan sangat disarankan untuk segera menuju bengkel agar anda tidak mengalami apa-apa yang buruk ketika anda sedang berkendara di jalan. Mobil-mobil keluaran baru memiliki lampu indikator apakah pintu-pintu sudah tertutup rapat atau belum, kondisi oli, bensin dan sebagainya. Berbagai peralatan elektronik kita pun memiliki lampu-lampu indikator sebagai tanda penunjuk, seperti perangkat seluler anda dan lain-lain.
Indikator merupakan penanda akan sesuatu, bisa berupa lampu peringatan, bentuk-bentuk statistik dari pencapaian keberhasilan, parameter, indeks, ukuran dan sebagainya. Sebuah indikator adalah variabel yang bisa membantu kita mengukur tingkat perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung, ukuran dari kejadian/kondisi dan bisa membantu kita untuk membuat sebuah penilaian yang komprehensif dari waktu ke waktu.

Beberapa hari terakhir kita membahas mengenai kasih yang berfungsi sebagai sumber energi atau sumber daya dari iman. Hidup yang tidak disertai kasih akan sangat berbahaya, baik bagi orang lain maupun diri sendiri. Jika kasih begitu penting, apakah ada indikator kasih yang bisa kita pakai untuk mengukur besarnya kasih dalam diri kita, seberapa jauh kasih itu sudah berfungsi menyentuh dan membawa kebaikan baik bagi kita sendiri maupun orang lain? Adakah tolok ukur atau acuan yang bisa kita pakai untuk melihat apakah kasih dalam diri kita sudah berada pada jalur yang benar, on the right track, atau belum?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, terlebih dahulu kita harus mengerti tingkatan kasih yang diwajibkan dalam kekristenan. Kasih dalam kekristenan harus mampu menjangkau area yang jauh lebih luas dari sekedar menyayangi orang-orang terdekat kita atau yang kita kenal baik. Artinya, ukuran kasih yang diwajibkan itu jauh lebih besar dari apa yang dipercaya oleh prinsip-prinsip dunia pada umumnya. seperti apa tingkatannya? Yesus sudah menyebutkan tingkatan yang harus kita capai. "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Kita harus mengasihi seperti Yesus? Itu tingkatan atau level yang teramat sangat tinggi. Yesus bukan datang ke bumi untuk sekedar menyembuhkan banyak orang dan melakukan mukjizat-mukjizat dimana-mana, tetapi kasih yang dimiliki Kristus membuatnya rela untuk menjalani penderitaan dan kesakitan hingga mati di atas kayu salib, demi menyelamatkan kita. Lewat karya penebusanNya kita dianugerahkan keselamatan, sebuah bentuk dari kasih karunia yang justru diberikan pada saat kita tengah penuh dosa. Paulus menyatakan hal itu lewat kalimat berikut: "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8). Waktu Yesus berkata "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13), Yesus bukan hanya berteori atau menyampaikan retorika saja melainkan sudah melakukannya sendiri. Sesuai dengan pesan Yesus tentang level kasih, maka kita diminta untuk bisa mencapai levelnya, setidaknya semakin mendekati dari hari kehari.  Ada banyak aspek di dalamnya yang bukan hanya sekedar menyampaikan ungkapan rasa cinta, tetapi juga mengandung pengorbanan, kerelaan untuk menderita dan kesanggupan untuk mengampuni. Sangat sulit, tetapi kasih seperti itulah yang harus ada dalam diri kita.

Jika kita sudah mengetahui tingkatan yang diwajibkan, apa saja indikator yang dapat menunjukkan sejauh mana pencapaian kita? Di dalam Alkitab anda bisa menemukan indikatornya secara terperinci, yaitu dalam surat 1 Korintus. Berikut indikator kasih tersebut.

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:4-7).

Kesabaran, kemurahan hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, berlaku sopan, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak pemarah, mau mengampuni, tidak mendendam, tidak senang dengan kejahatan, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, tahan menghadapi segala sesuatu, mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang, hidup dalam pengharapan tanpa henti dan sabar dalam menanggung segala sesuatu. Itulah indikator-indikator kasih yang akan membantu kita untuk mengetahui atau memeriksa diri kita, apakah kasih berfungsi baik atau tidak, atau sudah sampai di titik mana kasih itu berperan dalam hidup kita. Jika kita masih suka memperhitungkan kejahatan yang dilakukan orang lain, cepat emosi, menyimpan dendam, masih mudah iri terhadap kesuksesan orang lain, masih berkompromi terhadap banyak penyimpangan dan gemar melakukan tindakan-tindakan yang jahat, itu artinya kita belum berjalan dalam kasih.

Dengan kemampuan sendiri akan sulit bagi kita untuk bisa mencapai kasih seperti level yang ditentukan Yesus. Tapi ingatlah bahwa selama kita berjalan bersama Tuhan dan tetap dipenuhi Roh Kudus, kasih Allah akan hidup dalam diri kita. Dan itulah yang akan memampukan kita untuk memenuhi indikator-indikator kasih di atas.

Yohanes menghimbau kita untuk saling mengasihi dengan sebuah hubungan sebab-akibat sederhana.  "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah." (1 Yohanes 4:7). Kita tidak bisa mengaku sebagai anak Allah yang mengenal Bapanya apabila kita tidak memiliki kasih dalam diri kita. "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (ay 8). Dan Yohanes kemudian melanjutkan: "Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita." (ay 11-12).

Tingkat kekristenan kita akan tergambar dari sejauh mana kasih bekerja dalam hidup kita masing-masing. Yesus telah mengingatkan kita untuk saling mengasihi, seperti halnya Dia sendiri mengasihi kita. Dan itulah yang akan bisa menunjukkan kualitas hidup sebagai murid Yesus. "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35). Kristus akan tergambar di dunia lewat perilaku dan perbuatan kita. Tanpa kasih, kita bukan saja akan mengalami banyak kerugian tetapi juga berpotensi mengenalkan sosok Kristus yang keliru. Lewat indikator-indikator ini, mari kita periksa sejauh mana kasih bekerja dalam diri kita. Berapa banyak indikator yang sudah anda capai dan berapa banyak lagi yang masih harus dibenahi? 

Indikator kasih akan membantu kita menganalisa pencapaian dan pertumbuhan kasih dalam diri kita untuk mencapai level Yesus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker