Sunday, June 30, 2024

Doa Epafras (1)

 Ayat bacaan: Kolose 4:12
====================
"Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah."

 


"Can we pray for you?"  Itu tulisan yang ada di karton persegi panjang dan dipegang oleh beberapa orang. Mereka berdiri di depan pintu sehingga semua jemaat yang selesai beribadah pasti bisa melihat mereka. Ternyata mereka ini adalah anggota dari setiap fellowship atau persekutuan yang bertugas untuk mendoakan para anggota persekutuan dan jemaat secara umum. Siapapun yang butuh didoakan bisa datang menghampiri mereka dan secara tim, para pendoa ini akan bergumul buat masing-masing secara khusus.

Mungkin ada yang tidak terlalu nyaman jika ia harus menceritakan permasalahannya agar didoakan. Tapi saya kira ada banyak pula yang butuh, karena terkadang beban akan terasa terlalu berat kalau hanya dipikul sendirian. Saling mendoakan itu tentu saja sangat baik. Nah, saat gereja mengambil bagian dalam hal ini, dengan niat tulus dan atas dasar kasih, maka itu akan berkontribusi secara nyata terhadap jemaatnya.

Ada sebuah pertanyaan menggelitik. Apakah kita tidak bisa berdoa sendiri sampai butuh orang lain untuk mendoakan?
Kalau soal apakah kita bisa berdoa sendiri, tentu saja bisa. Orang yang punya kuasa dalam doa bukan hanya pendeta, pengerja atau pelayan Tuhan lainnya, tapi Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16). Jadi syarat agar doa punya kuasa besar adalah orangnya harus orang yang benar, dan mendoakan dengan keyakinan, dengan sepenuh iman bukan ragu-ragu. Itu berarti bahwa kita tidak perlu bawa kekuatan massa untuk memaksa Tuhan.

Tentu saja boleh jika kita meminta untuk didoakan, baik kepada pendeta, pendoa, teman, keluarga dan lain-lain. Yang keliru adalah kalau kita berpikir bahwa doa kita pasti tidak dikabulkan tapi doa mereka pasti mujarab dan pasti dikabulkan. Konsep pemikiran inilah yang menjadikan saling mendoakan jadi bisa salah persepsi.

(bersambung)

Saturday, June 29, 2024

Dinas Luar Kota (5)

 (sambungan)

Tugas mewartakan kasih Tuhan Yesus, mewartakan siapa pribadi Yesus kepada saudara-saudara kita bukanlah tugas yang ringan, tapi bukan pula tugas yang tidak mungkin dilakukan. Jika kita mengalami kasih Yesus dan bersungguh-sungguh dalam komitmen mengabarkan Injil, kitapun akan mendapat kekuatan dari Allah.

Dan ingatlah agar maksimal, akan sangat baik apabila dilakukan dalam kapasitas sebagai mahluk sosial dengan membangun hubungan bersama anak-anak Tuhan lainnya. Pergunakan talenta dan kemampuan anda, bersinergilah dengan saudara seiman lainnya.

Ketahuilah bahwa bukan urusan besar kecilnya yang anda lakukan hari ini, bukan soal berapa modal yang anda punya, tetapi penyertaan Tuhan pada kesungguhan anda memulikakanNya dalam menjalankan tugas lah yang menentukan. Menjalankan Amanat Agung sebagai perwakilan Tuhan di muka bumi ini sesungguhnya merupakan sebuah kehormatan, karenanya lakukan yang terbaik agar kita bisa menjalankannya dengan benar.

Bukan karena kekuatan kita, bukan karena materi, tapi karena kuasa Tuhan bekerja dalam kebersatuan kita

Friday, June 28, 2024

Dinas Luar Kota (4)

 (sambungan)

Khusus untuk poin ketiga ini menjadi kelanjutan dari renungan terdahulu. Dari poin tiga kita bisa melihat bahwa Yesus menunjukkan hakekat manusia seperti yang ada di benak Allah saat menciptakan kita. Manusia sejatinya tidak diciptakan untuk menjadi mahluk individual yang hidup sendiri melainkan sebagai mahluk sosial. Kita tidak akan bisa berbuat banyak kalau hanya melakukan apa-apa sendirian saja. Talenta yang berbeda-beda telah diberikan Tuhan kepada masing-masing pribadi, yang kalau disatukan akan mampu menghasilkan  pekerjaan-pekerjaan besar.

Tuhan Yesus menunjukkan bahwa dengan berdua itu jauh lebih baik dari sendirian. Itu sejalan dengan ayat berikut: "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!" (Pengkotbah 4:9-10).

Selain itu Yesus sendiri sudah berkata: "di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."(Matius 18:20). Jadi saat mereka melaksanakan tugas, mereka pun disertai Yesus langsung. Oleh karena itu menjalani hidup sesuai hakekat sebagai mahluk sosial sangatlah penting untuk diperhatikan.

(bersambung)

Thursday, June 27, 2024

Dinas Luar Kota (3)

 (sambungan)

"Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan" (Markus 6:7-8).

Sepintas ayat ini mungkin terkesan aneh kalau dipikir dengan menggunakan logika. Tapi saat saya renungkan, saya mendapati setidaknya tiga hal penting yang ingin diajarkan Yesus lewat hal ini.

1. Yesus mendidik para muridNya untuk percaya sepenuhnya pada Dia. Tidak bergantung pada harta, materi dan atribut-atribut duniawi lainnya, tapi berharap penuh pada apa yang disediakan Allah buat mereka.

2. Segala kemewahan mudah untuk membuat orang berubah menjadi sombong, tapi sebagai murid Yesus, kita harus selalu berpegang pada kasih setia Allah dan itu akan menjaga kita terhindar dari kesombongan.

3. Yesus tahu bahwa sebagai manusia, para murid-muridNya, termasuk kita, bisa setiap saat menjadi lemah, terkadang bisa hilang motivasi, lelah dan sebagainya, maka Dia mengutus berpasang-pasangan, bukan sendirian, agar bisa saling membantu dan menguatkan.

(bersambung)

Wednesday, June 26, 2024

Dinas Luar Kota (2)

 (sambungan)

Mari kita baca ayat berikut:

"Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan" (Markus 6:7-8).

Apa yang dilakukan Yesus saat memberi penugasan mungkin bisa terlihat sangat aneh. Dia mengutus murid-muridNya berdua-dua alias berpasangan, dan melarang mereka membawa apapun, termasuk bekal dan uang.

Coba anda bayangkan seandainya anda mendapat tugas mewakili sebuah tempat anda bekerja, anda tentu akan menolak kalau tidak dibekali lebih dari cukup. Kalau tidak dibiayai saja sudah bikin bete, apalagi kalau dilarang membawa bekal dan uang. Ini instansi mau menugaskan atau menyiksa sih? Mungkin seperti itu yang muncul di benak orang jika hal ini terjadi padanya.

Terlebih lagi, tugas dari Yesus kepada murid-muridNya ini jelas merupakan bentuk utusan Tuhan, untuk sebuah tugas Kerjaan Allah. Kalau dipikir-pikir, untuk tugas biasa dari atasan yang orang biasa juga kita bisa jadi protes kalau ditugasi tanpa dibekali apa-apa. Tampil rapi, kalau bisa dengan stelan jas mewah dan berpenampilan ekstra keren pun sering menjadi keharusan. Bagaimana dengan sebuah tugas dari Tuhan? Lupakan soal penampilan yang keren. Tuhan Yesus malah melarang utusan-Nya membawa bekal.

(bersambung)

Tuesday, June 25, 2024

Dinas Luar Kota (1)

 Ayat bacaan: Markus 6:7-8
===================
"Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan"


Beberapa waktu lalu saudara sepupu saya datang ke kota tempat tinggal saya dalam rangka dinas dari instansinya. Karena ia ada keperluan lain, ia harus buru-buru pulang hari itu juga, sementara kamar hotelnya sudah dibooking. Ia pun menawarkan agar kami saja yang pakai satu malam. "Sudah dibooking dan dibayar, sayang kalau tidak dipakai." katanya. Maka kami pun jadi mempergunakan kamar tersebut, juga breakfast a la carte nya yang lengkap dan enak.

Begitulah biasanya fasilitas dari kantor, instansi atau perusahaan pada saat ada karyawan yang mendapat tugas di luar kota. Hotel, makan, transportasi dibiayai sepenuhnya dari kantor, ada juga yang plus uang saku selama perjalanan. Semakin tinggi jabatan, semakin besar instansinya, maka fasilitas dalam perjalanan dinas luar kota pun semakin besar.

Seorang sales dari perusahaan makanan hewan pun pernah bercerita kepada saya bahwa saat ia melakukan promosi ke toko-toko di luar kota tempatnya bekerja, biaya penginapan dan makan ditanggung oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Semua ini adalah hal yang wajar. Itu juga hal yang membanggakan bagi sebagian orang, karena biasanya tidak semua bisa mendapat kesempatan itu. Bahkan tidak jarang kita melihat atau mendengar orang-orang yang memanfaatkan fasilitas ini untuk membawa keluarganya sekalian pergi jalan-jalan dengan dibiayai oleh instansi yang menugaskannya, termasuk para wakil rakyat atau pemimpin di tiap level pun ada saja yang berkelakuan seperti ini.

Dibiayai oleh perusahaan atau instansi saat dinas ke luar kota, itu wajar dan biasa.

Tapi pada saat Yesus mengutus kedua belas muridNya untuk melakukan tugas seperti yang ia sudah jalani, Yesus memberi penugasan dengan cara yang cukup unik.

Kisah inilah yang ingin saya ambil sebagai ayat bacaan kali ini.

(bersambung)

Monday, June 24, 2024

Delegasikan (9)

 (sambungan)

Bersama Tuhan, milikilah hikmat untuk bisa menyusun jadwal perencanaan yang baik dan belajarlah untuk mempercayakan sebagian dari beban-beban anda kepada orang lain. Dalam banyak hal, itu justru akan mendatangkan manfaat bagi orang lain karena mereka bisa belajar dan bertumbuh untuk lebih baik pula.

Memberi hasil terbaik itu tidak salah, bahkan merupakan sebuah keharusan bagi orang percaya. Tapi bukan berarti untuk itu kita harus menjadi perfeksionis 'mentok' tanpa kompromi. Itu justru merugikan pada akhirnya.

Apakah anda merupakan salah satu dari orang-orang yang hari ini sedang kelabakan dengan tugas-tugas karena merasa harus mengerjakan semuanya sendirian atau sudah melihat bahwa ada banyak hal lain diluar pekerjaan yang mulai terbengkalai atau retak sana sini?

Anda mulai kelelahan karena masih melakukan semuanya sendirian, atau mulai lemah karena kondisi tidak fit akibat dari itu? Apakah anda merasa sulit mengalami peningkatan karena tidak sanggup melakukan lebih sebab masih terjebak melakukan semuanya sendirian?

Anda bisa mulai memperbaikinya dari sekarang sebelum semuanya bertambah parah.

Kemampuan mendelegasikan merupakan bagian yang penting dalam manajemen waktu

Tidur (10)

 (sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...