Thursday, March 13, 2008
Fitur Baru:Prayer Request
"Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Shalom teman2 semua!
Kita ngebuka fitur baru, dimana teman2 yang butuh dukungan doa dapat kami bantu dalam doa lewat fitur ini. Letak fitur nya ada disebelah kanan atas halaman situs ini, klik aja banner Prayer Requestnya. Kami akan mendoakan setiap harinya, dan ini akan jadi komitmen kami untuk melayani saudara-saudara seiman. Semoga kita semua senantiasa bertumbuh dalam iman akan Kristus.
Tuhan Yesus memberkati.
Singa Dalam Bentuk Domba
======================
"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya."
Keadilan di muka bumi semakin lama semakin menjadi sesuatu yang sulit untuk diperoleh. Bayangkan ketika seseorang dibantai massa karena mencuri seekor ayam untuk menyambung hidupnya, ada orang2 yang bebas berkeliaran dan malah tetap terhormat meskipun telah melakukan korupsi miliaran. Itu baru satu contoh kecil dari realita yang terjadi di masyarakat. Sering juga kita dapati adanya anak emas dalam satu keluarga, sedangkan saudara2nya, meskipun berasal dari rahim yang sama, mendapat perhatian lebih rendah ketimbang sang anak emas. Betapa kita terkadang ingin berteriak lantang menghadapi berbagai ketidakadilan disekitar kita, betapa seringnya kita setidaknya mengeluh dan menggerutu, atau ada juga yang protes bahkan tampil vokal dengan demonstrasi, pembangkangan dan sebagainya, dalam struktur masyarakat yang terkecil hingga terbesar.
Sebuah nubuatan Yesaya menggambarkan apa yang dialami Yesus sekian ratus tahun setelah masanya. Setelah Yesus mengalami penyiksaan dan sedang dalam persiapan untuk disalibkan, sebenarnya Yesus mempunyai kesempatan untuk membela diriNya sendiri. Yesus memang sebenarnya tidak bersalah, dan jika mau, Dia dapat menghancurkan seluruh pendakwaNya dengan sangat mudah. Tapi Yesus tidak berbuat demikian. Dia patuh terhadap rencana Bapanya dan tetap menutup mulut hingga mati di kayu salib. Yesus mengambil alih semua dosa dan kesalahan2 manusia bersamaNya. Dan pengorbananNya telah membuka jalan yang baru bagi kita untuk masuk ke hadirat Allah Yang Maha Suci. Tidak ada lagi tabir yang menghalangi siapapun yang ingin datang pada Tuhan. Sebuah pemulihan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Sungguh luar biasa. Bayangkan jika kita yang berada di posisi Yesus pada saat itu. Seberapa jauh kah kita mampu bertahan? Akankah kita tetap patuh setelah melewati berbagai siksaan, aniaya dan tuduhan yang sama sekali tidak kita lakukan? sebandingkah hal tersebut dengan apa yang kita alami hari2 ini?
Sebuah pribadi yang kuat, bukanlah pribadi yang bereaksi paling hebat terhadap segala bentuk ketidakadilan. Pribadi yang kuat bukanlah pribadi yang berteriak paling keras dan tampil paling depan menyuarakan betapa tidak adilnya hidup ini. Manusia yang paling kuat, adalah orang yang secara diam tetap mematuhi Tuhan, dalam kondisi apapun, dalam resiko apapun, meski diatasnya dijatuhkan tuduhan2 yang tidak ia perbuat. Ketika anda melakukan hal ini, anda bukanlah hanya seekor domba yang lemah, tetapi gagah berani dan kuat seperti seekor singa.
Jadilah pribadi yang kuat dengan menjadi rendah hati
Wednesday, March 12, 2008
Kebencian
Ayat bacaan: 1 Yoh 3:15
=======================
"Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya."
Sadar atau tidak, seringkali kita menerapkan standar ganda dalam hidup kita. Jika kita melakukan kesalahan pada seseorang, kita tentu berharap agar kita dimaafkan secepatnya. Tapi disisi lain, jika ada orang yang bersalah pada kita, masih banyak diantara kita yang sangat sulit memaafkan orang itu. Sulitnya memaafkan dapat berujung pada sebuah kebencian. Ada banyak orang yang sulit untuk berkembang atau sulit untuk melanjutkan hidupnya, hanya karena mereka mempunyai beberapa orang yang sangat sulit untuk dimaafkan. Atau mungkin kita juga sering melihat atau mendengar betapa diantara saudara kandung terjadi permusuhan yang begitu dalam sehingga kata maaf tidak lagi ada dalam kamus mereka. Saya mengenal dua saudara kandung yang sempat hampir saling bunuh. Itu fakta yang mungkin banyak kita jumpai dalam kehidupan kita sehari2.
Diantara banyak ayat bernada keras dalam alkitab, salah satunya adalah perihal membenci. Dengan tegas tertulis bahwa seorang yang membenci saudaranya disamakan dengan seorang pembunuh. Di dalam ayat lain juga tertulis bahwa jika seseorang membenci saudaranya, dia berada dalam kegelapan. Tuhan tentu tidak main2 mengenai hal ini.
Saya sangat mengerti, terkadang kita merasa kesal terhadap seseorang yang tetap saja membuat masalah meskipun sudah berulang kali kita maafkan. Dan mungkin saja ada yang berpikir bahwa saya menulis seperti ini sepertinya mudah, karena saya tidak merasakan bagaimana sakitnya dikecewakan atau dilukai seseorang. Percayalah, saya sama seperti anda, yang seringkali mengalami kekecewaan terhadap seseorang. Dan sayapun hingga saat ini masih dalam tahap melatih diri untuk lebih bisa mengampuni. Saya percaya, jika hati kita sungguh2 ingin memaafkan, sesulit apapun, ada Roh Kudus yang akan membantu kita dalam proses tersebut. Yang penting kita tidak mengeraskan hati dan mau belajar memaafkan tanpa batas. Tuhan Yesus pun dalam menjawab pertanyaan Petrus tentang berapa kali batas dia harus mengampuni saudaranya, Yesus menjawab tujuh puluh kali tujuh kali, yang maksudnya tanpa batas.
Sebuah kebencian terhadap seseorang, selain bisa mendatangkan kutuk bagi orang tersebut, juga dapat menimbulkan penyakit didalam tubuh kita. Kita harus mau belajar untuk memaafkan dan mengasihi saudara kita, bukan hanya saudara kandung, sepupu, famili dan lain2, tetapi saudara2 kita sesama manusia tanpa terkecuali. Kalaupun saat ini hal tersebut sulit untuk dilakukan, berdoalah, dan minta Tuhan membantu proses itu. Jangan keraskan hati, dan mari kita sama2 belajar untuk mengampuni dan mengasihi sesama manusia, seperti juga Yesus yang sudah lebih dulu mengasihi kita semua. Tuhan akan selalu beserta kita dalam prosesnya.
Kebencian atau tidak memaafkan tidak akan memberi hasil apa2 selain kepahitan, kesedihan dan kegelisahan berkepanjangan. Mari kita teladani Yesus yang selalu mengasihi kita semua mulai hari ini.
Tuesday, March 11, 2008
Kesempatan yang Sama
===================
"Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
Ada satu perbincangan dengan teman yang belum mengenal Yesus. Katanya kira-kira begini: Seandainya Yesus memang jalan keselamatan, Dia tidak adil. Ada orang yang memang dilahirkan dalam keluarga yang percaya Yesus, dan mereka tentu mengenal Yesus sejak kecil dan dengan sendirinya jauh lebih mudah untuk mengerti, ketimbang orang yang dilahirkan dalam lingkungan yang menganut kepercayaan lain. Adalah sulit untuk merubah sesuatu yang telah didoktrin sejak kecil.
Secara manusiawi, tentu wajar punya pemikiran seperti itu. Pada satu saat, saya diingatkan tentang kisah si miskin Lazarus dan orang kaya. Perikop mengenai kisah ini di Luk 16:19-31 menceritakan bagaimana Lazarus yang penuh borok dan hina di mata manusia, ternyata hidupnya berkenan di hadapan Tuhan. Orang kaya yang menderita di alam maut dalam nyala api kemudian melihat Lazarus tengah duduk dipangkuan Abraham, dan mengucapkan penyesalannya. Tentu saja semuanya sudah terlambat. Orang kaya itu kemudian memikirkan saudara2nya, dan meminta agar Lazarus kembali ke dunia dan mengingatkan saudara2nya yg lain. Abraham pun mengatakan bahwa banyak kesaksian Musa dan nabi2 lainnya yang seharusnya cukup untuk membuat orang percaya.
Ya, coba lihat disekeliling kita, begitu banyak kesaksian dan hal2 yang seharusnya lebih dari cukup untuk membuktikan kasih dan cinta Allah pada kita semua, tanpa terkecuali. Tapi jika kita mengeraskan hati dan menutup mata, maka hal sebesar apapun tentu tidak akan berarti apa2. Pemikiran tentang ketidakadilan Tuhan diatas sebenarnya tidak beralasan, karena dalam perjalanan hidup ini, kita semua sebenarnya punya kesempatan yang sama untuk mengenal Dia, tanpa peduli siapa, dimana dan dari mana kita semua berasal. Artinya, sekalipun anda berasal dari keluarga yang belum percaya Yesus, banyak kesaksian di muka bumi ini dari masa ke masa yang bisa dijadikan bukti mengenai kuasa Yesus. Sebaliknya pun demikian. Dari keluarga yang percaya Yesus pun, seseorang bisa berpaling dari Yesus setiap saat. Orang biasa sampai gembala sekalipun bisa tergelincir, karena iblis terus menerus berusaha mempengaruhi semua orang tanpa terkecuali. Tuhan memberikan kehendak bebas pada setiap orang. Tuhan juga senantiasa mengetuk pintu hati semua orang, termasuk saya dan anda untuk percaya padaNya dan menerima kasih karuniaNya yang berlimpah. It's all up to us.
Saya berdoa malam ini, biarlah saudara2 kita, terutama orang2 yang dekat dengan kita atau yang sempat berpaling dari Dia dijamah hatinya, dilunakkan, agar mereka juga menerima berkat dari Tuhan, dan selamat dari siksaan di neraka. Selagi masih ada kesempatan, bertobatlah jika ada yang telah tawar hatinya, dan doakan keluarga dan teman2 kita juga agar mereka semua selamat dan mendapat kehidupan kekal di surga nantinya.
Kita tidak akan mampu melihat berbagai kesaksian dan bukti kasih Yesus jika kita memiliki hati yang keras dan mata yang tidak melihat. Percayalah padaNya sebelum semuanya terlambat.
Monday, March 3, 2008
Tercorengnya Arti Cinta
=====================
"Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Saya merasa heran, kenapa ya hari-hari ini banyak sekali lagu sekuler yang liriknya meremehkan "arti cinta". Dari mulai lirik mengenai memiliki selingkuhan, diselingkuhi, sampai lirik yang menyatakan kurang lebih begini, "jangan berharap terlalu jauh karena aku hanya coba2 saja", "aku punya lelaki cadangan", dan sebagainya..duh saya dengernya terganggu loh. Tidak hanya liriknya yang memakai gaya bahasa anak gaul jaman sekarang, tapi maknanya sama sekali tidak mendidik anak-anak generasi kita. Artinya, lagu-lagu tersebut mengajarkan generasi sekarang untuk "tidak apa-apa selingkuh", "tidak apa-apa pacaran untuk main-main saja", "jangan serius2 amat sama yg namanya cinta."
Arti cinta di dalam lagu-lagu tersebut sungguh diremehkan, agaknya pesan yang ingin disampaikan supaya kita jangan jatuh cinta, karena cinta itu menyakitkan. Memang manusia sudah membuat arti cinta jadi lain, lebih banyak rasa sakit yang didapatkan dari mencintai ketimbang tidak mencintai. Tapi sebagai anak-anak Tuhan, haruskah kita terbawa-bawa arus yang sama? untuk tidak mencintai ketimbang mencintai? wah, gawat yah kalo begitu. In the bigger picture, bayangkan dunia tanpa cinta? bukankah peperangan di seluruh belahan dunia ini terjadinya karena tidak ada cinta, jadi ingat lagu "where is the Love". Sampai-sampai manusia menanyakan: dimana sih cinta? Sedangkan Allah kita mengajarkan: "Kasihilah seorang akan yang lain." Mengasihi berarti juga tidak menyakiti, tidak mengecewakan dan menghormati orang itu. Jadi, sebaiknya kita sebagai garam dan terang dunia membuktikan kepada dunia bahwa cinta itu bukan untuk main-main, bukan untuk berpura-pura, tapi mencintai bahkan mengasihi sesama adalah hal yang harus kita sebarkan kepada sesama kita; teman, keluarga, pacar, istri, suami, bahkan musuh! Allah kita memang luar biasa bukan?
Menyimpan Perasaan
====================
"Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firmanMu."
Betapa sering kita mendengar seorang ibu berkata "kamu sudah besar, jangan menangis." atau jika ada pria yang menangis, orang akan berkata, "masa pria menangis?" Benarkah jika kita dewasa, kita harus memendam perasaan2 kita, hidup tanpa ekspresi dan menekan habis semua kepedihan di dalam diri kita? Apakah benar bahwa kita akan terlihat sangat jantan, cowo banget, atau malah luar biasa mengagumkan jika kita menyingkirkan air mata dalam hidup ini?
Hidup memang terkadang penuh dengan kekecewaan, kepedihan, kepahitan ataupun kesedihan. Manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk yang punya perasaan juga supaya manusia mampu bereaksi terhadap berbagai momen dalam kehidupan. Termasuk di dalamnya menangis. Ya, menangis jika dalam porsi yang tepat, dapat memberi kelegaan, ketika semua rasa pedih dan kecewa tadi ditumpahkan keluar lewat air mata.
Tapi kita juga harus ingat bahwa Tuhan menginginkan kita untuk datang padaNya membawa segala kepedihan dan tidak merasakan kesakitan kita sendiri. Bersikap tegar itu baik, tetapi kemampuan manusia juga ada batasnya. Pada satu titik tertentu, semua itu mungkin akan memberi kesusahan dan dapat berakibat fatal, apabila kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri sebagai manusia.
Teman, jika diantara anda ada yang sedang mengalami berbagai masalah atau berbeban berat, dan anda tidak punya tempat untuk berkeluh kesah dan berbagi, datanglah pada Tuhan. Bawalah semua kesedihan itu padaNya, dan yakinlah, Dia akan mengambil kesedihan itu dan memberi anda kekuatan. Jika anda ingin menangis didepanNya, menangislah. Keluarkan isi hatimu, karena Tuhan tidak pernah menganggap anda terlalu tua untuk menangis di bahuNya. Dia adalah Bapa yang penuh kasih dan peduli. Tidak perlu gengsi, malu, takut dan ragu. Tidak perlu bingung bagaimana rangkaian kata yang harus anda susun untuk itu. Datanglah padaNya, ambil waktu untuk berbicara pada Tuhan, dan Tuhan akan menguatkan dan melegakan anda.
Cinta kasih Tuhan akan selalu memberi kelegaan. Datanglah dan menangislah di bahuNya.
Saturday, March 1, 2008
Agama Buka yang Terpenting
====================
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus."
Agama sejatinya mengacu pada sebuah sebuah proses untuk menjangkau Tuhan lewat upaya dan kemampuan manusia. Yang terjadi kemudian? agama seringkali berubah fungsi menjadi atribut yang penting bagi pergaulan, bagi kehidupan duniawi, pertemanan, pamor, kedudukan dan status sosial seseorang. Dan hal ini terjadi di agama manapun, tanpa terkecuali. Begitu banyak orang mengatasnamakan agama lalu menindas penganut agama lain di dunia ini, begitu banyak orang mengklaim agamanya lah yang paling benar, lantas yang lain pasti masuk neraka. Padahal siapakah kita yang berhak menghakimi perjalanan akhir seseorang? Ada banyak orang yang terlalu mencintai agamanya, sehingga dengan mudah mereka dapat menghakimi seseorang dengan pandangan berbeda, atau malah jauh lebih mencintai atribut dan label ketimbang tujuan utama menganut sebuah agama. Atau pola pikir bahwa gerejanya adalah yang terbaik, cara beribadatnya yang terbaik, bentuk prosesinya terbaik, pendetanya lebih pintar ngomong, altarnya lebih keren, dan lain sebagainya. Inilah sebuah bentuk yang dapat timbul, apabila kita mendasarkan keimanan hanya pada bentuk lahiriah duniawi saja.
Kristiani bukan soal agama. Terlepas dari semua proses dan denominasi yang berbeda2, yang terpenting adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Dan hubungan itu, didasarkan pada kasih karunia Tuhan yang menyentuh kita masing2 setiap saat, dan tak berkesudahan. Membangun hubungan dengan Tuhan, mendengar kata hati Tuhan, membiarkan Tuhan menuntun dan berbicara pada anda setiap hari, itulah hal yang terpenting. Label agama adalah hal yang duniawi sifatnya. Yang penting adalah percaya Yesus adalah juru selamat pribadi anda, hidup sesuai dengan keinginan Tuhan, selalu berupaya setiap saat menjadi biji mataNya, menjadi garam dan terang di dunia, dan membagi kasih kepada sesama seperti halnya anda dikasihi Tuhan. Label atau atribut apapun itu tidak berarti apa2 dalam hubungan kita dengan Allah.
Bukan atributnya yang terpenting, melainkan hubungan antara kita dengan Tuhan lah yang harus diutamakan.
Tidur (10)
(sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...
-
Ayat bacaan: Amsal 22:7 ======================= "Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutan...
-
Ayat bacaan: Mazmur 23:4 ====================== "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau...
-
Ayat bacaan: Ibrani 10:24-25 ====================== "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih ...