Friday, October 7, 2016

Belajar, Belajar dan Belajar (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Amsal 1:5
======================
"baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan"

Anda tentu tahu rumus E=MC2. Rumus ini menggambarkan kesetaraan energi dengan massa benda sebagai implikasi dari teori relativitas oleh salah satu ilmuwan paling terkenal, Albert Einstein. Kalau ia tidak pernah hidup, sepertinya sejarah dunia bisa sangat berbeda. Dan alasannya ada banyak. Salah satunya adalah bahwa rumus E=MC2 itu merupakan dasar dari ditemukannya bom atom. Hebatnya, rumus ini bukanlah satu-satunya buah pikiran jenius dari Einstein. Sepanjang hidupnya ia menerbitkan tak kurang dari 300 karya ilmiah plus 150 karya non ilmiah.

Dua tahun lalu ada sebuah universitas yang merilis makalah-makalah Einstein, dan ternyata jumlahnya mencapai 30.000 dokumen yang berbeda. Kalau mau yang lebih hebat lagi, tidak banyak yang tahu kalau Einstein piawai memainkan musik-musik karya maestro mulai dari Mozart sampai Beethoven memakai biola. Dan yang saya salut, ia terus berkarya dan sesekali bermain musik buat momen-momen khusus hingga akhir hayatnya di usia 76 pada tahun 1955. Ia terus berkarya, artinya ia terus belajar sambil melakukan banyak penelitian.

Sampai di usia 76, orang sekelas Einstein pun masih belajar. Bukankah aneh kalau banyak orang yang masih sangat jauh di bawah Einstein malah merasa sudah terlalu 'kenyang' belajar pada usia muda?

Saya juga terinspirasi dari ayah saya. Ia sudah menjadi dokter sejak di awal tahun 70an. Sekitar 30 tahun setelahnya, ia mengagetkan saya dengan mengambil kuliah bidang hukum dan lulus dengan gelar SH. Dokter dan Sarjana Hukum sekaligus. Satunya dia peroleh di usia 60 tahun lebih. Hari ini ia sudah berusia lebih dari 3/4 abad dan masih sangat aktif. Ia masih sering bercerita tentang kegiatan-kegiatan maupun buah pikirannya pada saya dengan penuh semangat meski harus via telepon.

Apa yang ia bilang sangat menarik buat saya dari Einstein dan ayah saya adalah semangat belajar mereka yang tak pernah kendor. Usia mungkin menggerogoti kekuatan fisik mereka, tapi otak mereka tetap lapar untuk belajar lebih banyak lagi. Satu hal yang pernah dikatakan ayah saya adalah kita harus mensyukuri hidup dan apapun yang sudah diberikan Tuhan pada kita hari ini. Dan kita harus tetap belajar, mempergunakan kemampuan otak secara maksimal untuk menyerap ilmu dan kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan. Itu adalah perwujudan dari rasa syukur kita, katanya.

Saya pun jadi ingat kata seorang teman saya yang juga tidak berhenti belajar di bidangnya yaitu seni tarik suara. Katanya ia tidak ingin menjadi buah yang matang, karena kalau buah sudah matang itu artinya hanya tinggal tunggu busuk. Saat orang ingin menjadi matang, ia justru ingin terus pada posisi belajar agar bisa bertumbuh lebih dan lebih lagi. Seperti ayah saya, ia juga bersyukur, tapi tidak mau merasa cukup lalu berhenti. Ia juga berkata bahwa ada begitu banyak ilmu yang sangat menarik tapi belum ia kuasai. Karenanya ia terus berusaha mengolah talentanya untuk terus lebih dan lebih lagi.

Ini sangat menginspirasi saya, karena disaat yang sama saya berhadapan dengan banyak orang yang cepat berpuas diri dan tidak lagi mau mengembangkan kapasitasnya. Mereka puas dengan apa yang ada pada mereka dan seperti hidup tanpa semangat lagi. Dari hari ke hari sama, bagai robot yang diprogram melakukan hal berulang secara rutin tanpa adanya keinginan, semangat atau gairah untuk melakukan pencapaian-pencapaian baru.

Padahal Tuhan tidak membayangkan robot saat menciptakan kita. Kita diciptakan sesuai imageNya sendiri dan diberi kehendak bebas. Dia memberi kita talenta dan kemampuan untuk terus meningkat, mengembangkan kapasitas hingga mencapai tahapan-tahapan diluar apa yang kita anggap sebagai batas kemampuan kita. Terus maju sesuai rencanaNya dan berbuah lebat disana.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker