Friday, March 14, 2014

Di Belakang Panggung

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Korintus 15:58
============================
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

Anda suka menonton konser live? Saat ini konser-konser musik yang bagus tidak lagi dimonopoli oleh panggung berbayar dengan harga tiket yang sangat menguras kantong, tapi ada banyak pula sajian gratis dari komunitas atau bahkan lembaga-lembaga kebudayaan luar negeri dan kedutaan besar dengan kualitas tak kalah bagus. Dalam panggung manapun, kebanyakan orang hanya melihat penampil, apalagi kalau terkenal. Sama-sama di panggung, tapi yang diperhatikan hanya yang terkenal. Padahal pemain lainnya punya kontribusi yang sama pentingnya. Tanpa keberadaan mereka, si musisi terkenal pun tidak akan bisa maksimal. Lalu pernahkah anda memikirkan orang-orang lain yang 'tak terlihat' dalam sebuah konser? Misalnya soundman yang memastikan suara terdengar jernih dan baik, penata cahaya lampu yang membuat tampilan visual lebih indah, bahkan tukang sapu dan penggulung kabel pun punya perannya sendiri. Kalau mereka tidak ada, sebuah panggung hiburan musik pun akan semrawut. Jadi kalau artis yang tampil kita beri aplaus meriah, mereka-mereka yang berada dibelakang layar pun seharusnya mendapat apreasiasi pula dari kita.

Ada banyak orang percaya yang lebih memilih untuk berpangku tangan hanya ingin menerima berkat tapi enggan menjadi saluran berkat. Alasan yang paling sering dikemukakan mengacu kepada apa yang tidak bisa dilakukan. Mereka mengira bahwa untuk melayani Tuhan harus dengan cara aktif sebagai pengurus gereja atau bahkan harus berkotbah. Padahal bukanlah seperti itu. Setiap orang punya panggilannya sendiri-sendiri dan bisa melakukan sesuatu disana. Di market place, kampus, sekolah, lingkungan tempat tinggal, komunitas, kantor/tempat kerja, dimanapun, itu bisa menjadi tempat untuk menjadi rekan sekerja Allah. Mungkin saja bahwa apa yang kita lakukan tidak mendapat perhatian dari manusia seperti halnya orang-orang dibelakang panggung yang seringkali luput dari perhatian. Tapi ingatlah bahwa tidak ada satupun yang luput dari pandangan Tuhan. Dia tahu bagaimana sikap hati kita dan seberapa jauh kita melakukan sesuatu dalam namaNya dan demi namaNya. Bagi sesama manusia mungkin saja apa yang kita lakukan dipandang tidak istimewa atau tidak tergolong sebagai sesuatu yang layak dipuji/diapresiasi, tapi sesuatu yang kita lakukan dengan tulus, serius dan sungguh-sungguh akan selalu istimewa di mata Tuhan, sekecil apapun itu. Apabila disertai dengan kerinduan memuliakan Tuhan didalamnya, itu akan merupakan hadiah besar yang sangat menyukakan hatiNya. Itulah sebabnya Paulus mengingatkan kita demikian: "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58). Anything we do with maximal efforts, whenver we do more than enough in the service of the Lord, it will never be wasted or to no purpose. Even when nobody appreciate you, God will always know and proud of you. 

Sepanjang Alkitab Tuhan selalu mengingatkan kita untuk melakukan segala sesuatu, baik itu membenahi diri kita sendiri, dalam keluarga, menjalankan pekerjaan atau pelayanan dengan sebaik-baiknya. "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23). Mengapa harus demikian? Karena sesungguhnya upah yang terutama kita terima bukanlah berasal dari manusia tetapi justru dari Tuhan sendiri. "Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (ay 24). Artinya, kita selayaknya melakukan segala sesuatu dengan serius dan sungguh-sungguh untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk mencari upah atau penghargaan dari orang lain. Jika itu yang menjadi fokus pikiran kita, maka kita akan melakukan segalanya secara total dan tidak dengan sengaja menyisakan bagian-bagian tertentu untuk diabaikan atau berbuat ala kadarnya saja. Jesus even asked us to go extra miles. "Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil." (Matius 5:41). Tidak peduli pekerjaan besar atau kecil, tidak peduli dilihat orang atau tidak, memberi yang terbaik dari kita merupakan kewajiban, dan itu tidak akan pernah sia-sia karena Tuhan akan selalu melihat dan memperhitungkan segalanya.

Jika tidak pintar kotbah, menulis buku atau menjadi pengerja di gereja, lantas apa yang bisa dilakukan? Beberapa hal sangat sederhana bisa kita lakukan. Misalnya saling mengasihi dengan sungguh-sungguh (1 Petrus 4:8), menawarkan bantuan kepada yang memerlukan dengan tulus (ay 9) dan melayani orang lain sesuai karunia yang telah kita peroleh (ay 10). Kita bisa melakukan itu semua sebagai persembahan dari diri kita untuk kemuliaan Tuhan, dan bukan untuk diri kita sendiri. Tuhan telah memperlengkapi kita semua untuk itu, dan tugas kita adalah mempergunakan semua itu dengan sebaik-baiknya untuk Tuhan. Jika itu kita lakukan, maka jerih payah kita tidak akan pernah sia-sia.

Apapun yang anda lakukan hari ini, meski mungkin tidak mendapat penghargaan dari orang lain, tetaplah lakukan dengan sebaik-baiknya seperti untuk Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan akan selalu menghargai jerih payah yang kita lakukan dengan tulus dan ikhlas. Tuhan pun bisa memberkati anda berkelimpahan meskipun pekerjaan anda saat ini mungkin kecil dalam penilaian manusia. Apa yang penting bukanlah menurut pandangan manusia, tetapi pandangan Tuhan. Yang penting adalah Tuhan berkenan atas apa yang Dia lihat dan dapati dari diri kita. Biarkan Tuhan bersukacita lewat segala sesuatu yang kita lakukan.

Tidak satupun usaha kita yang luput dari mata Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker