ayat bacaan: Yoh 8 : 1 - 11
====================
Melanjutkan renungan harian kemaren,saya sempat menyinggung perihal hati nurani. Seringkali dalam film2 kartun, kita melihat tokoh yg sedang kebingungan, diapit dua figur kecil di kiri dan kanannya. yang satu berbentuk malaikat, yang satu dalam bentuk iblis. Figur malaikat ini sering diartikan sebagai bentuk hati nurani manusia, yang berulangkali memberi warning, tanda, peringatan akan sesuatu hal. Perasaan bersalah ketika berdosa, tergerak melihat saudara kita yang mengalami musibah, ditimpa bencana, dan sebagainya. Ketika kita menahan keluarnya kata2 kutuk ketika kita marah,mencoba menahan diri, meredakan emosi, sering datang dari ketukan hati nurani. Hati nurani juga kerap dianggap sebagai bentuk empati atau rasa dari seseorang terhadap orang lain disekitarnya. Ada juga yg mengatakan bahwa hati nurani itu adalah wujud dari "bisikan Tuhan". Dan rasanya tidak ada yg bakal tidak setuju, bahwa sejahat apapun seseorang itu, dia tetap punya hati nurani, walaupun kadang hati nurani ini bisa diabaikan, disingkirkan dan tidak didengarkan. Seperti apa sih sebenarnya hati nurani ini didalam injil?
Ada banyak ayat yang menyinggung perihal hati nurani. Salah satunya adalah ketika Yesus sendiri mengajar manusia melalui ketukan pada hati nuraninya, seperti ayat yang saya kutip diatas. Yesus tidak serta merta melarang para ahli Taurat untuk merajam, membentak, membentengi si wanita dan sebagainya. Yesus cuma berkata, dalam ayat ke 7, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Ini wujud ketukan pada hati nurani. Atau dalam Rom 2:15,
"Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela."
Di dalam dunia yang telah dipenuhi dosa ini, ternyata Tuhan membekali setiap manusia dengan hati nurani, yang tidak pernah mati, kecuali manusia pada suatu ketika berubah menjadi robot atau patung tanpa jiwa dan roh. Jika benar demikian, kenapa orang masih juga bisa jahat? Ya, manusia meskipun dibekali dengan ini, namun kita bisa juga mengabaikannya.
Satu pertanyaan lagi yang mungkin terlontar, cukupkah hati nurani ini menjadi benteng buat kita? Tentu tidak.. dari ayat diatas dan beberapa ayat lainnya, kita melihat bahwa Tuhan bisa berbicara atau menegur lewat hati nurani manusia, artinya hati nurani ini adalah satu dari banyak media yang dipakai Tuhan untuk menegur anak2Nya. Artinya disini, hati nurani hanya memiliki kedamaian dan ketengangan yg kokoh, apabila hati nurani kita memandang padaNya. Hati nurani hanya akan penuh dengan kebenaran, damai dan dituntun Roh Kudus. Betapa Yesus dalam ayat diatas mampu menegur hati nurani dua pihak sekaligus hanya dengan satu kalimat. Orang2 saleh yang binasa dalam kesalehannya spt yg ditulis dalam Pkh 7:15, sekaligus dosa perzinahan.
Alangkah indahnya apabila hati nurani kita selalu bekerja dalam tuntunan Roh Kudus. Jika ada diantara anda yang sedang mengalami konflik atau pertentangan dgn hati nurani anda sendiri, berdoalah.. minta Roh Kudus menerangi hati kita, karena kita anak2Nya telah dibekali dengan Roh Kudus. Maka setiap hari, kita akan punya benteng yang kokoh, yakni hati nurani yang ditutun Roh Kudus dan selalu mengarah padaNya.
Hati nurani hanya mampu berfungsi secara maksimal bila dituntun Roh Kudus. Berdoalah dan minta kuasa Roh Kudus menerangi akal pikiran dan hati kita senantiasa.
Friday, December 28, 2007
Thursday, December 27, 2007
Omnipresent
Ayat Bacaan: Mazmur 139:7-10
========================
“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”
Pernah pada suatu ketika, di kota kelahiran saya, saya berjalan bersama seorang teman menyusuri trotoar jalan di malam hari. Dalam perjalanan, pandangan kita tertuju pada selembar uang yang tergeletak di jalan. Nominalnya cukup lumayan pada masa itu, 10 ribu rupiah. Belum sempat saya bereaksi apa2, sang teman tadi dengan sigap mengambil uang yg tergeletak itu, sambil menoleh ke segala penjuru. Pada saat itu, ketika saya belum bertobat, yang saya pikir cuma.."sial.. dia duluan!" Sambil terkekeh2 dia berkata.."mumpung ga ada yg lihat.. rejeki nih!". Iya sih, emang waktu itu jalanan kosong melompong, tapi benarkah tidak ada yg melihat? Sekarang saya bersyukur waktu itu saya "terlambat" mencapai uang itu. Sangat bersyukur karena saya masih terlalu banyak mikir dan banyak pertimbangan sehingga telat mengambil tindakan.
Ayat hari ini dari kitab Mazmur 139:7-10, berbicara tentang ke Maha Hadiran Allah, atau yg sering dikenal dengan Omnipresent., sebagai salah satu sifat/atribut yang dimiliki Tuhan. Tuhan tidak terbatas oleh ruang dan waktu, Dia hadir dimana-mana, dan kapan saja. Tidak akan ada satu celah pun bagi manusia untuk melarikan diri dariNya. Banyak orang saat ini melakukan korupsi, tindakan kriminal , atau penipuan dan sebagainya, karena kerangka berpikirnya terbatas pada dunia. Artinya, jika mereka mampu berkelit atau melakukannya tanpa ada bukti, saksi mata dan sebagainya, mereka merasa aman. Atau ada jg yang pernah berkata, "ah.. cuma segini ini... yg korupsi miliaran itu lebih parah.." Tidak ketahuan di dunia, tidak berarti selamat dari api neraka. Mengambil uang/harta yang tidak menjadi hak kita, sama status dosanya, berapapun nominalnya.
Ya, Tuhan telah menyatakan sifatNya yg Omnipresent. Malah sifat ini muncul berkali2 didalam Injil, seperti di Roma 10:6-8, Yer 23:24, atau dalam kisah Yunus yang melarikan diri dari Tuhan, dan banyak lagi. Tidak ada satupun perilaku kita yang luput dari pandanganNya.So, kita harus berhati2 dalam segala tingkah laku dan perbuatan kita selama hidup.. itu jelas. Tapi, Tuhan tidak hanya menyatakan itu. Pasal ke 10 menjanjikan, selain Dia bersifat omnipresent, dia juga akan selalu menuntun dan membimbing anak2Nya. Dalam contoh yang paling sederhana, ada hati nurani yang selalu mengingatkan kita dalam hal2 tertentu, dan Tuhan Yesus pun pernah mengetuk hati nurani manusia dalam kisah perempuan berzinah yang hendak dirajam di Yoh 8:1-11. Selalu ada Dia bersama kita dalam setiap permasalahan yang kita hadapi. Isn't it wonderful?
Teman2, tidak ada hal yang lebih indah selain membiarkan Tuhan hadir dalam hidup dan menuntun jalan kita. Ditengah kebimbangan hidup, kesulitan, dilema apapun yang kita hadapi, percayalah bahwa Tuhan ada dihadapan kita, dan akan selalu siap menuntun kita. Ijinkan Tuhan berkarya didalam hidup kita semua,lembutkan hati kita, dan kasih dan pertolongan Tuhan akan senantiasa hadir dalam hidup kita.
========================
“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”
Pernah pada suatu ketika, di kota kelahiran saya, saya berjalan bersama seorang teman menyusuri trotoar jalan di malam hari. Dalam perjalanan, pandangan kita tertuju pada selembar uang yang tergeletak di jalan. Nominalnya cukup lumayan pada masa itu, 10 ribu rupiah. Belum sempat saya bereaksi apa2, sang teman tadi dengan sigap mengambil uang yg tergeletak itu, sambil menoleh ke segala penjuru. Pada saat itu, ketika saya belum bertobat, yang saya pikir cuma.."sial.. dia duluan!" Sambil terkekeh2 dia berkata.."mumpung ga ada yg lihat.. rejeki nih!". Iya sih, emang waktu itu jalanan kosong melompong, tapi benarkah tidak ada yg melihat? Sekarang saya bersyukur waktu itu saya "terlambat" mencapai uang itu. Sangat bersyukur karena saya masih terlalu banyak mikir dan banyak pertimbangan sehingga telat mengambil tindakan.
Ayat hari ini dari kitab Mazmur 139:7-10, berbicara tentang ke Maha Hadiran Allah, atau yg sering dikenal dengan Omnipresent., sebagai salah satu sifat/atribut yang dimiliki Tuhan. Tuhan tidak terbatas oleh ruang dan waktu, Dia hadir dimana-mana, dan kapan saja. Tidak akan ada satu celah pun bagi manusia untuk melarikan diri dariNya. Banyak orang saat ini melakukan korupsi, tindakan kriminal , atau penipuan dan sebagainya, karena kerangka berpikirnya terbatas pada dunia. Artinya, jika mereka mampu berkelit atau melakukannya tanpa ada bukti, saksi mata dan sebagainya, mereka merasa aman. Atau ada jg yang pernah berkata, "ah.. cuma segini ini... yg korupsi miliaran itu lebih parah.." Tidak ketahuan di dunia, tidak berarti selamat dari api neraka. Mengambil uang/harta yang tidak menjadi hak kita, sama status dosanya, berapapun nominalnya.
Ya, Tuhan telah menyatakan sifatNya yg Omnipresent. Malah sifat ini muncul berkali2 didalam Injil, seperti di Roma 10:6-8, Yer 23:24, atau dalam kisah Yunus yang melarikan diri dari Tuhan, dan banyak lagi. Tidak ada satupun perilaku kita yang luput dari pandanganNya.So, kita harus berhati2 dalam segala tingkah laku dan perbuatan kita selama hidup.. itu jelas. Tapi, Tuhan tidak hanya menyatakan itu. Pasal ke 10 menjanjikan, selain Dia bersifat omnipresent, dia juga akan selalu menuntun dan membimbing anak2Nya. Dalam contoh yang paling sederhana, ada hati nurani yang selalu mengingatkan kita dalam hal2 tertentu, dan Tuhan Yesus pun pernah mengetuk hati nurani manusia dalam kisah perempuan berzinah yang hendak dirajam di Yoh 8:1-11. Selalu ada Dia bersama kita dalam setiap permasalahan yang kita hadapi. Isn't it wonderful?
Teman2, tidak ada hal yang lebih indah selain membiarkan Tuhan hadir dalam hidup dan menuntun jalan kita. Ditengah kebimbangan hidup, kesulitan, dilema apapun yang kita hadapi, percayalah bahwa Tuhan ada dihadapan kita, dan akan selalu siap menuntun kita. Ijinkan Tuhan berkarya didalam hidup kita semua,lembutkan hati kita, dan kasih dan pertolongan Tuhan akan senantiasa hadir dalam hidup kita.
KE MANA PUN ANDA PERGI ALLAH AKAN MENYERTAI ANDA DAN SENANTIASA MEMBIMBING ANDA
Wednesday, December 26, 2007
Lonely
Ayat Bacaan: Yesaya 49:15
=====================
Beberapa hari yang lalu saya sempat ngobrol dengan seorang teman yang tinggal di luar negeri.Ada satu kata2nya yang sempat membuat saya tercengang. "Too many lonely people in this lonely planet.." Itu diucapkannya, ketika dia menggambarkan keadaannya yang jauh dari orangtua dan sanak saudara, dan tidak punya siapapun untuk berbagi. Memang, sepanjang hidup kita, ada saat2 dimana kita merasa kesepian. Kesepian pada dasarnya adalah suatu fase dimana kita merasa tidak diperhatikan, tidak dipeduli, tidak dicintai atau merasa tidak penting bagi orang lain. Hal ini sering timbul ketika kita tidak mendapatkan kasih sayang atau perhatian sebanyak yang kita harapkan. Atau pada saat kita mengalami kebosanan, melihat pasangan2 disekitar kita, penyakit, putus cinta dan sebagainya. Rasa kesepian juga bisa menimbulkan rasa tertekan, tidak punya gairah hidup, perasaan hampa, dan sebagainya.
Saya pernah mendengar seseorang berkata.."mungkin sudah takdir untuk hidup sendiri.." atau yg lebih ekstrim, "..apa dosaku sehingga aku harus merasa kesepian..". Benarkah kesepian ini akibat dari dosa? Benarkah Tuhan tega membiarkan anak2nya menderita dan mengalami kesepian?
Memang, dalam banyak kasus, kesepian itu muncul akibat kesalahan kita sendiri. Misalnya? terlalu mengasihani diri secara berlebihan, perilaku kita yang kurang baik di mata orang2 disekitar kita dan lain2. Bisa juga diakibatkan oleh situasi, dimana kita tidak bisa berada dekat dengan orang2 yang kita sayangi. Tapi salah besar kalau kita menggeneralisir bahwa semua kesepian itu buruk adanya. Kesepian juga bisa datang dari Tuhan loh!
Dari alkitab, kita tahu bahwa Tuhan pernah mengijinkan beberapa orang mengalami saat2 kesepian, dgn maksud untuk mengajar mereka agar percaya, berserah dan bergantung sepenuhnya padaNya. Lihat Daud, bertahun2 mengembara sendirian dengan domba2nya, atau kisah Yusuf yang dikucilkan saudara2nya, hidup sebagai budak dan dipenjarakan. Ada juga nabi Elia, Rasul Paulus, dan sebagainya. Seringkali, Tuhan membiarkan rasa kesepian itu timbul, untuk melatih dan mengasah seseorang agar lebih kuat, agar lebih mendekatkan diri padaNya, berserah sepenuhnya, dan nantinya mereka2 ini akan dipakai secara luar biasa olehNya.
Tapi, selama masa2 kesepian itu, apakah Tuhan meninggalkan kita? Tidak..tidak.. Tuhan TIDAK pernah dan TIDAK AKAN pernah meninggalkan kita. Ibrani 13:5 secara singkat berkata: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Atau ayat yang saya kutip diatas, berbunyi: "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." Tuhan tidak pernah ingkar akan janjinya. Jadi kita tidak perlu takut. Bahkan dalam tingkat kesulitan hidup yang paling berat sekalipun, Dia tetap menyertai setiap anak2Nya. Ingat dalam kitab Keluaran, bagaimana Tuhan beserta dan menuntun bangsa Israel dengan tiang awan yang melindungi panas terik di siang hari, dan tiang api untuk menerangi mereka saat malam hari? Haleluya. Dia akan selalu membuka tanganNya untuk menyambut kita , dan ingin kita tetap berada didekatNya. Tinggal kita yang memilih, ketika kita berada di padang gurun sendirian, akankah kita mendekat kepadaNya atau semakin jauh?
Karena itu, saudara2 yang terkasih didalam Yesus, even in your loneliest time, you'll never be alone. Ada Bapa yang tetap menyertai kita, senantiasa sepanjang hidup kita. Luangkan waktu Anda untuk berbicara padaNya, setidaknya setiap pagi dan malam, dan rasakan, bahwa kita ternyata tidak pernah sendirian.
=====================
Beberapa hari yang lalu saya sempat ngobrol dengan seorang teman yang tinggal di luar negeri.Ada satu kata2nya yang sempat membuat saya tercengang. "Too many lonely people in this lonely planet.." Itu diucapkannya, ketika dia menggambarkan keadaannya yang jauh dari orangtua dan sanak saudara, dan tidak punya siapapun untuk berbagi. Memang, sepanjang hidup kita, ada saat2 dimana kita merasa kesepian. Kesepian pada dasarnya adalah suatu fase dimana kita merasa tidak diperhatikan, tidak dipeduli, tidak dicintai atau merasa tidak penting bagi orang lain. Hal ini sering timbul ketika kita tidak mendapatkan kasih sayang atau perhatian sebanyak yang kita harapkan. Atau pada saat kita mengalami kebosanan, melihat pasangan2 disekitar kita, penyakit, putus cinta dan sebagainya. Rasa kesepian juga bisa menimbulkan rasa tertekan, tidak punya gairah hidup, perasaan hampa, dan sebagainya.
Saya pernah mendengar seseorang berkata.."mungkin sudah takdir untuk hidup sendiri.." atau yg lebih ekstrim, "..apa dosaku sehingga aku harus merasa kesepian..". Benarkah kesepian ini akibat dari dosa? Benarkah Tuhan tega membiarkan anak2nya menderita dan mengalami kesepian?
Memang, dalam banyak kasus, kesepian itu muncul akibat kesalahan kita sendiri. Misalnya? terlalu mengasihani diri secara berlebihan, perilaku kita yang kurang baik di mata orang2 disekitar kita dan lain2. Bisa juga diakibatkan oleh situasi, dimana kita tidak bisa berada dekat dengan orang2 yang kita sayangi. Tapi salah besar kalau kita menggeneralisir bahwa semua kesepian itu buruk adanya. Kesepian juga bisa datang dari Tuhan loh!
Dari alkitab, kita tahu bahwa Tuhan pernah mengijinkan beberapa orang mengalami saat2 kesepian, dgn maksud untuk mengajar mereka agar percaya, berserah dan bergantung sepenuhnya padaNya. Lihat Daud, bertahun2 mengembara sendirian dengan domba2nya, atau kisah Yusuf yang dikucilkan saudara2nya, hidup sebagai budak dan dipenjarakan. Ada juga nabi Elia, Rasul Paulus, dan sebagainya. Seringkali, Tuhan membiarkan rasa kesepian itu timbul, untuk melatih dan mengasah seseorang agar lebih kuat, agar lebih mendekatkan diri padaNya, berserah sepenuhnya, dan nantinya mereka2 ini akan dipakai secara luar biasa olehNya.
Tapi, selama masa2 kesepian itu, apakah Tuhan meninggalkan kita? Tidak..tidak.. Tuhan TIDAK pernah dan TIDAK AKAN pernah meninggalkan kita. Ibrani 13:5 secara singkat berkata: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Atau ayat yang saya kutip diatas, berbunyi: "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." Tuhan tidak pernah ingkar akan janjinya. Jadi kita tidak perlu takut. Bahkan dalam tingkat kesulitan hidup yang paling berat sekalipun, Dia tetap menyertai setiap anak2Nya. Ingat dalam kitab Keluaran, bagaimana Tuhan beserta dan menuntun bangsa Israel dengan tiang awan yang melindungi panas terik di siang hari, dan tiang api untuk menerangi mereka saat malam hari? Haleluya. Dia akan selalu membuka tanganNya untuk menyambut kita , dan ingin kita tetap berada didekatNya. Tinggal kita yang memilih, ketika kita berada di padang gurun sendirian, akankah kita mendekat kepadaNya atau semakin jauh?
Karena itu, saudara2 yang terkasih didalam Yesus, even in your loneliest time, you'll never be alone. Ada Bapa yang tetap menyertai kita, senantiasa sepanjang hidup kita. Luangkan waktu Anda untuk berbicara padaNya, setidaknya setiap pagi dan malam, dan rasakan, bahwa kita ternyata tidak pernah sendirian.
Relasi dengan Tuhan adalah kunci kekuatan Kekristenan. Kita tidak akan kesepian, karena ada Allah yang tetap setia menyertai kita.
Tuesday, December 25, 2007
Otoritas
Ayat Bacaan: Markus 16:17-18
======================
Pernahkah anda menonton film horror? Dalam film2 horror lama, sering kita lihat setan terbakar atau kabur begitu salib diacungkan kedepannya. Bahkan seringkali,si jagoan akan membentuk tanda salib dengan kedua telunjuknya, dan itu ampuh untuk mengusir setan. Benarkah demikian? jika kita aplikasikan kedalam kehidupan nyata, apabila Anda pada suatu saat berhadapan dengan iblis dalam wujud apapun, yakinkah anda apapun yg berbentuk salib dapat mengusir iblis? atau apakah kita harus setiap saat mengantongi salib buat jaga2?
Alkitab tidak pernah menulis bahwa salib sanggup mengusir setan. Ayat yang saya kutip diatas jelas menyatakan konsep melawan kuasa gelap dalam iman kristen.
16:17 "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka"
16:18"mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Dua hal yg dapat melawan iblis, yaitu kita sebagai orang yang percaya, dan melakukannya dalam nama Yesus Kristus. Percaya disini berarti mengakui Yesus sebagai juru selamat dan menjalankan hidup sesuai ajaranNya, dan juga ada tindakan nyata dari rasa percaya itu. Orang percaya berbicara tentang anak2 Allah secara umum, Anda dan saya. Artinya, dalam menghadapi kuasa gelap, seberat apapun (memegang ular dan minum racun maut berbicara tentang sesuatu yang mematikan dan berbahaya), kita semua mampu menghadapi itu semua, asalkan kita percaya dan punya roh Allah yang berkuasa atas diri kita.
Iblis dan kuasa gelap tidak takut pada lambang salib, atau status kita sebagai umat kristen.Iblis takluk dan gentar pada Roh Kudus yang ada didalam orang-orang yang percaya. Apabila anda menghadapi suatu masalah baik besar ataupun kecil,apakah itu kuasa gelap, sakit penyakit dan sebagainya, jangan gentar.Kita tidak harus menunggu orang lain melakukannya untuk kita, karena sebagai orang percaya, kita pun punya otoritas yang sama, bahkan sama seperti Yesus.
Otoritas ada pada orang yang percaya. Karena itu hidup dan berjalanlah bersama Yesus.
======================
Pernahkah anda menonton film horror? Dalam film2 horror lama, sering kita lihat setan terbakar atau kabur begitu salib diacungkan kedepannya. Bahkan seringkali,si jagoan akan membentuk tanda salib dengan kedua telunjuknya, dan itu ampuh untuk mengusir setan. Benarkah demikian? jika kita aplikasikan kedalam kehidupan nyata, apabila Anda pada suatu saat berhadapan dengan iblis dalam wujud apapun, yakinkah anda apapun yg berbentuk salib dapat mengusir iblis? atau apakah kita harus setiap saat mengantongi salib buat jaga2?
Alkitab tidak pernah menulis bahwa salib sanggup mengusir setan. Ayat yang saya kutip diatas jelas menyatakan konsep melawan kuasa gelap dalam iman kristen.
16:17 "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka"
16:18"mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Dua hal yg dapat melawan iblis, yaitu kita sebagai orang yang percaya, dan melakukannya dalam nama Yesus Kristus. Percaya disini berarti mengakui Yesus sebagai juru selamat dan menjalankan hidup sesuai ajaranNya, dan juga ada tindakan nyata dari rasa percaya itu. Orang percaya berbicara tentang anak2 Allah secara umum, Anda dan saya. Artinya, dalam menghadapi kuasa gelap, seberat apapun (memegang ular dan minum racun maut berbicara tentang sesuatu yang mematikan dan berbahaya), kita semua mampu menghadapi itu semua, asalkan kita percaya dan punya roh Allah yang berkuasa atas diri kita.
Iblis dan kuasa gelap tidak takut pada lambang salib, atau status kita sebagai umat kristen.Iblis takluk dan gentar pada Roh Kudus yang ada didalam orang-orang yang percaya. Apabila anda menghadapi suatu masalah baik besar ataupun kecil,apakah itu kuasa gelap, sakit penyakit dan sebagainya, jangan gentar.Kita tidak harus menunggu orang lain melakukannya untuk kita, karena sebagai orang percaya, kita pun punya otoritas yang sama, bahkan sama seperti Yesus.
Otoritas ada pada orang yang percaya. Karena itu hidup dan berjalanlah bersama Yesus.
The Mistery of the Almighty
Ayat Bacaan: 13:6-7
===============
Dalam perjalanan hidup manusia, siapapun dia, tentu mengalami pasang surut. Tidak ada seorangpun yang hidup tanpa mengalami masa sulit, sehebat apapun dia. Mari kita introspeksi sejenak, meneropong hidup kita yang sudah dijalani. Seberapa jauh kita percaya kepada kebenaran firman Tuhan, dan seberapa jauh kita yakin bahwa Apapun yang dibuatnya BENAR adanya? atau apakah kita, semakin mengalami kesusahan, malah semakin meninggalkan Tuhan, semakin ragu2 dan mencari solusi yang tidak sejalan dengan janji Allah?
Ijinkan saya mengutip injil Yoh 13:6-7.
maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. kata Petrus kepadaNya: Tuhan, engkau hendak membasuh kakiku?"
jawab Yesus kepadanya: "apa yg Kuperbuat engkau tidak tahu sekarang tetapi engkau akan mengerti kelak"
Kita bisa bercermin dari kisah rasul Petrus. Petrus dikenal sebagai murid "istimewa". Dia adalah salah satu murid pertama Yesus,dijadikan pemimpin, diberi nama khusus oleh Yesus, hinga diberi kepercayaan untuk melanjutkan karya perutusanNya. Petrus juga dikenal sebagai murid Yesus yg "vokal", berani, berapi2 dan sangat sayang pada Yesus. Nah segudang keistimewaan ini,ternyata tidak menjadikan Petrus sebagai seorang murid yang sempurna. Dia masih memiliki kekurangan.
Petrus disebutkan beberapa kali mengalami rasa takut dan frustasi, atau keraguan. Kisah penyangkalan Petrus, dan beberapa pertanyaan2 kritis nya kepada Yesus ketika dia tidak memahami ajaran atau perbuatan Tuhan Yesus tercatat di dalam Injil. Termasuk ayat yang saya kutip diatas. Petrus mempertanyakan kelayakan dirinya untuk dibasuh Yesus. Secara manusiawi, apabila kita di posisi Yesus, bisa dipastikan kita akan merasa kecewa dan sedih, bahkan merasa dikhianati. Tapi, tidak demikian halnya dengan Yesus. Dia cuma menjawab, apa yg Kuperbuat engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengerti kelak."
Ini berbicara tentang the mistery of the Almighty. Ini berbicara tentang waktunya Tuhan. Dia tahu apa yang akan menghadang didepan kita, meski kita belum melihatnya. Ketika kita mengalami masalah dan seolah2 tidak mendapat jalan keluar, apakah itu artinya Dia berdiam diri? tentu tidak. Allah tetap bekerja dan akan selalu bekerja didalam kita, selama kita mengijinkan hal itu terjadi. Waktu Tuhan terkadang tidak mampu didefenisikan secara logika, namun saat hal itu datang, kita akan mengerti bahwa itu memang yang terbaik.
Disisi lain, Tuhan sangat mengerti kita. Saya yakin, kita semua sering mengecewakan Dia dalam hidup kita. Lantas apakah Tuhan meninggalkan kita, atau bersungut2? tidak... Dia tetap cinta kita, dan tetap mengharapkan kita untuk kembali dan percaya penuh padaNya. Ribuan kali kita melakukan kesalahan, ribuan kali pula Dia memberi pengampunan apabila kita datang kehadapanNya dan bertobat.
Teman, kita istimewa, sama seperti Petrus. Istimewa tidak berarti luput dari kesalahan, tapi bila kita membiarkan roh Allah bekerja didalam hidup kita, seperti yg dikesankan dari basuhan kaki Yesus atas Petrus, kesalahan demi kesalahan itu akan mampu kita sadari dan secepatnya kembali kepadaNya. Bila diantara anda ada yg tengah mengalami keraguan, kebimbangan, atau permasalahan apapun dalam hidup, percayalah akan satu hal.. bahwa Tuhan TIDAK PERNAH meninggalkan kita, dan kita akan selalu ada didalam hatiNya. Sebuah curahan kasih sayang luar biasa dari Tuhan untuk kita anak2Nya, yang sudah sepantasnya kita balas seperti itu juga.
Pada hari natal ini, mari kita terima kehadiranNya kembali dalam hidup kita secara utuh, tanpa keraguan setitikpun.
Ijinkan Tuhan berkarya dalam hidup anda, maka kebenaran dan pertolongan Tuhan akan nyata dalam hidup anda.
===============
Dalam perjalanan hidup manusia, siapapun dia, tentu mengalami pasang surut. Tidak ada seorangpun yang hidup tanpa mengalami masa sulit, sehebat apapun dia. Mari kita introspeksi sejenak, meneropong hidup kita yang sudah dijalani. Seberapa jauh kita percaya kepada kebenaran firman Tuhan, dan seberapa jauh kita yakin bahwa Apapun yang dibuatnya BENAR adanya? atau apakah kita, semakin mengalami kesusahan, malah semakin meninggalkan Tuhan, semakin ragu2 dan mencari solusi yang tidak sejalan dengan janji Allah?
Ijinkan saya mengutip injil Yoh 13:6-7.
maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. kata Petrus kepadaNya: Tuhan, engkau hendak membasuh kakiku?"
jawab Yesus kepadanya: "apa yg Kuperbuat engkau tidak tahu sekarang tetapi engkau akan mengerti kelak"
Kita bisa bercermin dari kisah rasul Petrus. Petrus dikenal sebagai murid "istimewa". Dia adalah salah satu murid pertama Yesus,dijadikan pemimpin, diberi nama khusus oleh Yesus, hinga diberi kepercayaan untuk melanjutkan karya perutusanNya. Petrus juga dikenal sebagai murid Yesus yg "vokal", berani, berapi2 dan sangat sayang pada Yesus. Nah segudang keistimewaan ini,ternyata tidak menjadikan Petrus sebagai seorang murid yang sempurna. Dia masih memiliki kekurangan.
Petrus disebutkan beberapa kali mengalami rasa takut dan frustasi, atau keraguan. Kisah penyangkalan Petrus, dan beberapa pertanyaan2 kritis nya kepada Yesus ketika dia tidak memahami ajaran atau perbuatan Tuhan Yesus tercatat di dalam Injil. Termasuk ayat yang saya kutip diatas. Petrus mempertanyakan kelayakan dirinya untuk dibasuh Yesus. Secara manusiawi, apabila kita di posisi Yesus, bisa dipastikan kita akan merasa kecewa dan sedih, bahkan merasa dikhianati. Tapi, tidak demikian halnya dengan Yesus. Dia cuma menjawab, apa yg Kuperbuat engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengerti kelak."
Ini berbicara tentang the mistery of the Almighty. Ini berbicara tentang waktunya Tuhan. Dia tahu apa yang akan menghadang didepan kita, meski kita belum melihatnya. Ketika kita mengalami masalah dan seolah2 tidak mendapat jalan keluar, apakah itu artinya Dia berdiam diri? tentu tidak. Allah tetap bekerja dan akan selalu bekerja didalam kita, selama kita mengijinkan hal itu terjadi. Waktu Tuhan terkadang tidak mampu didefenisikan secara logika, namun saat hal itu datang, kita akan mengerti bahwa itu memang yang terbaik.
Disisi lain, Tuhan sangat mengerti kita. Saya yakin, kita semua sering mengecewakan Dia dalam hidup kita. Lantas apakah Tuhan meninggalkan kita, atau bersungut2? tidak... Dia tetap cinta kita, dan tetap mengharapkan kita untuk kembali dan percaya penuh padaNya. Ribuan kali kita melakukan kesalahan, ribuan kali pula Dia memberi pengampunan apabila kita datang kehadapanNya dan bertobat.
Teman, kita istimewa, sama seperti Petrus. Istimewa tidak berarti luput dari kesalahan, tapi bila kita membiarkan roh Allah bekerja didalam hidup kita, seperti yg dikesankan dari basuhan kaki Yesus atas Petrus, kesalahan demi kesalahan itu akan mampu kita sadari dan secepatnya kembali kepadaNya. Bila diantara anda ada yg tengah mengalami keraguan, kebimbangan, atau permasalahan apapun dalam hidup, percayalah akan satu hal.. bahwa Tuhan TIDAK PERNAH meninggalkan kita, dan kita akan selalu ada didalam hatiNya. Sebuah curahan kasih sayang luar biasa dari Tuhan untuk kita anak2Nya, yang sudah sepantasnya kita balas seperti itu juga.
Pada hari natal ini, mari kita terima kehadiranNya kembali dalam hidup kita secara utuh, tanpa keraguan setitikpun.
Ijinkan Tuhan berkarya dalam hidup anda, maka kebenaran dan pertolongan Tuhan akan nyata dalam hidup anda.
Monday, December 24, 2007
Miskin di Hadapan Tuhan
Ayat Bacaan: Matius 5:3
===================
Sudah terlalu sering kita mendengar kalimat "money can't buy happiness". Dalam perjalanan hidup saya, saya banyak menjumpai kehancuran dan keretakan rumah tangga, justru ketika kemakmuran mencapai puncaknya. Selidik punya selidik, ketika uang tidak lagi menjadi problem, manusia cenderung mempergunakan uang tersebut untuk hal2 yang mendatangkan dosa. Mungkin, kalau kita jujur, banyak dari kita yang meluangkan waktu untuk berdoa lebih banyak ketika kita ditimpa masalah, daripada saat kita mendapat berkat dan menikmati kelimpahan. Ada banyak orang kaya dan pintar, rasa2nya mereka tidak mungkin kekurangan apapun, tetapi batinnya menderita dan tidak bahagia. Disisi lain, ada banyak orang miskin dan hidup pas2an, tetapi jiwa mereka dipenuhi suka cita. Tapi apakah semua orang kaya pasti menderita, dan orang miskin pasti bahagia? ngga juga kan? Saya lalu sampai pada satu asumsi, bahwa apapun yg kita usahakan itu tidak akan bisa mendatangkan kebahagiaan yang sebenarnya, karena kebahagiaan sejati itu hanya ada didalam mereka yg hidup didalam Tuhan. Artinya, kaya atau miskin, selama ada Roh Allah menyala didalam hidup kita, kita akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya dan kedamaian yang abadi.
Injil Mat 5 ini bercerita tentang pengajaran Yesus kepada murid2nya, diatas bukit mengenai kendaraan menuju bahagia. Orang yang miskin ini disebutkan paling awal bukan tanpa sebab. Kemiskinan disini, bukan diartikan kepada hal materil, tetapi lebih kepada rohani. Dalam artian, apabila kita tetap merasa "miskin" dan ingin memperoleh lebih banyak lagi kekayaan rohani, kita akan senantiasa mencari Tuhan. Miskin, yang diartikan sebagai rasa rendah hati, tidak berlebihan dan selalu haus akan Tuhan.
Di dalam injil disebutkan bahwa Yesus mengajarkan kepada murid2Nya di ATAS bukit.. ini berbicara mengenai suatu level tertentu, dimana kita bisa menikmati berbagai berkat yang dicurahkan dari atas, tentunya dengan 9 syarat yang selanjutnya disebutkan Yesus Kristus satu persatu.
Pertanyaannya sekarang, apabila Anda diberkati secara berlimpah, sanggupkah Anda untuk tetap hidup "miskin" dan mencari lebih lagi kekayaan rohani dari Tuhan? dan pertanyaan lain, apabila Anda belum mampu hidup layak, sanggupkah Anda untuk tetap bersyukur dan mencari Tuhan? Ingat, Tuhan selalu mencukupi tepat pada waktunya, asal kita melakukan kewajiban kita.Jadi poin nya disini adalah, kaya atau miskin, selama kita hidup dalam Tuhan, dan berusaha terus naik hingga suatu level tertentu seperti diatas bukit, berbagai mukjizat, berkat, dan malah kunci kerajaan surga, semua itu bukan hal mustahil bagi kita.
===================
Sudah terlalu sering kita mendengar kalimat "money can't buy happiness". Dalam perjalanan hidup saya, saya banyak menjumpai kehancuran dan keretakan rumah tangga, justru ketika kemakmuran mencapai puncaknya. Selidik punya selidik, ketika uang tidak lagi menjadi problem, manusia cenderung mempergunakan uang tersebut untuk hal2 yang mendatangkan dosa. Mungkin, kalau kita jujur, banyak dari kita yang meluangkan waktu untuk berdoa lebih banyak ketika kita ditimpa masalah, daripada saat kita mendapat berkat dan menikmati kelimpahan. Ada banyak orang kaya dan pintar, rasa2nya mereka tidak mungkin kekurangan apapun, tetapi batinnya menderita dan tidak bahagia. Disisi lain, ada banyak orang miskin dan hidup pas2an, tetapi jiwa mereka dipenuhi suka cita. Tapi apakah semua orang kaya pasti menderita, dan orang miskin pasti bahagia? ngga juga kan? Saya lalu sampai pada satu asumsi, bahwa apapun yg kita usahakan itu tidak akan bisa mendatangkan kebahagiaan yang sebenarnya, karena kebahagiaan sejati itu hanya ada didalam mereka yg hidup didalam Tuhan. Artinya, kaya atau miskin, selama ada Roh Allah menyala didalam hidup kita, kita akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya dan kedamaian yang abadi.
Injil Mat 5 ini bercerita tentang pengajaran Yesus kepada murid2nya, diatas bukit mengenai kendaraan menuju bahagia. Orang yang miskin ini disebutkan paling awal bukan tanpa sebab. Kemiskinan disini, bukan diartikan kepada hal materil, tetapi lebih kepada rohani. Dalam artian, apabila kita tetap merasa "miskin" dan ingin memperoleh lebih banyak lagi kekayaan rohani, kita akan senantiasa mencari Tuhan. Miskin, yang diartikan sebagai rasa rendah hati, tidak berlebihan dan selalu haus akan Tuhan.
Di dalam injil disebutkan bahwa Yesus mengajarkan kepada murid2Nya di ATAS bukit.. ini berbicara mengenai suatu level tertentu, dimana kita bisa menikmati berbagai berkat yang dicurahkan dari atas, tentunya dengan 9 syarat yang selanjutnya disebutkan Yesus Kristus satu persatu.
Pertanyaannya sekarang, apabila Anda diberkati secara berlimpah, sanggupkah Anda untuk tetap hidup "miskin" dan mencari lebih lagi kekayaan rohani dari Tuhan? dan pertanyaan lain, apabila Anda belum mampu hidup layak, sanggupkah Anda untuk tetap bersyukur dan mencari Tuhan? Ingat, Tuhan selalu mencukupi tepat pada waktunya, asal kita melakukan kewajiban kita.Jadi poin nya disini adalah, kaya atau miskin, selama kita hidup dalam Tuhan, dan berusaha terus naik hingga suatu level tertentu seperti diatas bukit, berbagai mukjizat, berkat, dan malah kunci kerajaan surga, semua itu bukan hal mustahil bagi kita.
Kemiskinan membuat kita semakin giat berusaha, lakukan itu buat Tuhan, dan biarkan Dia bekerja dalam hidup kita.
Selamat Datang di Renungan Harian Online
Ini adalah hari pertama dimana Renungan Harian Online akan mempublish tulisan-tulisannya yang dapat dijadikan bahan renungan harian bagi umat nasrani yang merasakan haus akan firman-Nya dan bagi mereka yang ingin terus bertumbuh di dalam Kristus. Silakan kunjungi blog ini setiap harinya agar jiwa anda disegarkan setiap pagi maupun petang. God Bless You All!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tidur (10)
(sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...
-
Ayat bacaan: Amsal 22:7 ======================= "Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutan...
-
Ayat bacaan: Mazmur 23:4 ====================== "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau...
-
Ayat bacaan: Ibrani 10:24-25 ====================== "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih ...