Thursday, January 6, 2011

Rubah-rubah Kecil

webmaster | 8:00 AM |
Ayat bacaan: Kidung Agung 2:15
=======================
"Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!"

rubah kecil, dosa kecilBeberapa hari yang lalu air tiba-tiba berhenti mengalir di rumah ketika hari sudah larut malam. Saya lalu mengambil senter dan bergegas menelusuri pipa-pipa air dari sumber mata air menuju ke rumah saya. Salah satu sambungannya pasti terlepas sehingga air tidak tertampung sama sekali. Rasanya sederhana saja bukan? Saya pun berpikir demikian. Tetapi nyatanya apa yang saya hadapi tidaklah semudah apa yang saya bayangkan. Ternyata ada banyak bagian dari jalur pipa itu yang tertutup rimbunan tanaman berduri. Beberapa kali tangan saya tertusuk ketika mencoba meraih sambungan pipa di bawahnya. Apa yang menyulitkan bukanlah benda-benda berat dan besar, seperti batu misalnya, atau tertimbun jauh di bawah tanah yang berat, tetapi justru duri-duri kecil yang tidak saya perkirakan sebelumnya.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita seringkali tidak menyadari adanya "duri-duri kecil" ini. Kita akan awas terhadap dosa-dosa besar. Membunuh?  Merampok bank? Itu mungkin kita anggap besar dan kita tidak akan melakukannya. Tetapi bagaimana dengan hal-hal yang kita anggap sepele padahal itu serius di mata Tuhan? Tidak membunuh, tetapi kita mengolok-olok teman, bergosip, berkata kotor, menghujat dan sebagainya? Atau ketika kita tidak tahan menolak ajakan dan ikut mabuk bersama teman-teman. Ah, hanya sekali-kali, itu kata kita. Tetapi Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa kita sekali-kali boleh melanggar firman Tuhan. Bagaimana ketika kita membiarkan rasa benci, dendam, iri hati dan sejenisnya menguasai kita? Atau menipu orang tua kita dengan berbagai alasan? Inipun bisa menjadi masalah besar pada suatu saat. Dosa-dosa kecil yang kita anggap sepele dan kita beri toleransi seringkali menjadi awal untuk masuknya berbagai dosa yang akan meningkat intensitasnya, dan pada suatu ketika kita sudah terjerat sedemikian rupa sehingga ketika kita sadar, sudah sulit bagi kita untuk melepaskan diri dari semua itu.

Dalam Kidung Agung ada sebuah ayat unik yang tiba-tiba menyeruak ditengah rangkaian ayat-ayat yang indah menggambarkan kemesraan dan kebahagiaan sebuah hubungan. Ayat-ayat itu sambung menyambung dengan manis, hingga tiba-tiba ada ayat yang berbunyi: "Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!" (Kidung Agung 2:15). Rubah ukurannya tidaklah sebesar hewan buas, seperti singa misalnya. Tetapi meski kecil, rubah ini cerdik dan cekatan. Rubah sanggup hidup dimana-mana dan bisa merusak apa saja yang ia lewati. Tidak jarang rubah memangsa bukan karena lapar, tetapi hanya karena ingin mempermainkan mangsanya sampai mati. Apa yang digambarkan ayat ini jelas. Ketika kita tengah membangun hubungan yang dalam dan erat dengan Tuhan, kita tidak boleh mengabaikan hal-hal kecil yang bisa muncul setiap saat. Apa yang kecil di mata kita ini mampu merusak semua yang telah kita bangun dengan susah payah. Kita sudah sekian lama melatih diri kita untuk taat dan setia, kita mampu menghindari dosa-dosa yang kita anggap besar, tetapi kita lengah menghadapi masuknya jebakan dosa yang kita anggap sepele. Seperti rubah-rubah kecil, dosa-dosa "kecil" itu sanggup memporak-porandakan apa yang sudah kita bina selama ini.

Jika ada pepatah yang mengatakan "karena nila setitik rusak susu sebelanga", itu berlaku pula dalam firman Tuhan. "Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan." (Galatia 5:9). Sedikit kesalahan kecil bisa menjadi pintu masuk iblis buat merusak tatanan kehidupan dalam Tuhan yang sudah kita bangun selama ini dengan susah payah. Karena itulah apabila kita selama ini awas dalam memperhatikan dosa-dosa besar, kini saatnya kita juga harus memperhatikan pelanggaran-pelanggaran yang mungkin kita anggap kecil. Semua dosa apapun itu adalah serius di hadapan Tuhan. Semua harus kita pertanggungjawabkan nanti dan akan menentukan kemana kita selanjutnya. Apalagi dengan keberadaan kita sebagai anak-anak terang, kita harus pula menjaga diri kita baik-baik agar bisa sampai ke garis akhir dengan selamat dan tidak terjerembab jatuh ke dalam kegelapan. "Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan." (Matius 12:35).

Rubah-rubah kecil siap menutup pintu surga dan membuat kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keselamatan. Berbagai duri-duri yang kecil yang tampaknya sepele bisa sangat menyakitkan dan menghambat langkah kita. Dosa sekecil apapun itu, bereskanlah segera. Mintalah pengampunan secepatnya kepada Tuhan dan selanjutnya berjaga-jagalah dengan waspada. Berdoalah dan teruslah berjalan dalam tuntunan Roh Kudus agar tidak ada hal apapun, walau sekecil apapun itu yang bisa merusak semua yang telah kita bangun selama ini.

Becareful with a sin no matter how small it is

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker