Monday, January 3, 2011

Hal Kekuatiran

webmaster | 8:00 AM |
Ayat bacaan: Matius 6:25
==================
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"

kuatirKuatir. Seberapa sering kita mendengar kata ini, dan seberapa sering kita sendiri merasakannya? Kata kuatir tidaklah asing lagi bagi kita. Teman saya pernah berkata, justru yang aneh kalau kita tidak merasa kuatir. Apa yang ia katakan mungkin ada benarnya. Dalam kehidupan ini kita akan berhadapan dengan begitu banyak hal yang bisa dengan segera membuat kita kuatir. Masa depan, keluarga, studi, pekerjaan, kondisi keuangan, kesehatan dan banyak lagi yang bisa dengan cepat menimbulkan perasaan cemas atau kuatir. Ironisnya, kebanyakan orang berharap pada orang lain untuk melepaskan diri dari rasa kuatir ini. Akibatnya seringkali berujung pada kekecewaan. Tidak ada orang yang bisa menolong kita untuk itu, selain kita sendiri, terutama apa yang menjadi titik fokus perhatian kita dalam memandang sebuah masalah.

Perhatikan apa kata Yesus mengenai hal ini. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" (Matius 6:25). Yesus mengingatkan kita untuk tidak kuatir. Apa yang menjadi titik fokus perhatian kita menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Dan Yesus pun mengingatkan kita akan hal itu. "Bukankah hidup itu lebih penting dari makanan, dan tubuh lebih penting dari pakaian?" Kita takut tidak bisa makan, tapi tidakkah kita seharusnya bersyukur ketika kita masih hidup? Kita takut tidak sanggup membeli pakaian, tapi tidakkah kita harusnya bisa mensyukuri bahwa kita masih punya tubuh? Betapa seringnya kita memandang hanya kepada masalah dan lupa memperhatikan apa yang masih kita miliki. Kita cenderung lebih mementingkan sisi negatif daripada mengarahkan fokus kepada hal-hal positif dalam hidup kita. Dan Yesus pun mengingatkan hal ini. Kemana kita memandang akan sangat menentukan keadaan perasaan kita. Masalah bisa saja besar, tetapi jangan lupa bahwa kita punya Bapa yang kuasaNya jauh melebihi apapun di alam semesta ini.

Ketakutan tidaklah membawa manfaat apa-apa. Malah perasaan seperti itu bisa membuat kita semakin terpuruk. Yesus berkata "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (ay 27). Apakah dengan ketakutan itu kita bisa lebih baik? Tentu saja tidak. Justru rasa kuatir, cemas atau takut akan semakin menambah beban di atas pundak kita. Bahkan Ayub pun berkata "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul." (Ayub 3:25-26). Oleh karena itu berhentilah memandang kepada masalah, dan arahkan pandangan kepada Tuhan yang sangat mengasihi kita. Berhentilah takut apalagi putus asa, teruslah hidup dalam pengharapan penuh kepadaNya. Jika burung saja Tuhan pelihara, jika bunga bakung saja tumbuh tanpa harus bekerja, jika rumput yang umurnya jauh lebih singkat saja didandani Tuhan dengan indahnya, apalagi kita yang diciptakan secara istimewa olehNya. Jika demikian mengapa kita harus takut?

Jika diantara teman-teman ada yang merasa kuatir sejak memasuki tahun yang baru ini, baca dan renungkanlah perikop berjudul "hal kekuatiran" dalam Matius 6:25-34. Rangkaian firman Tuhan ini selalu mampu membangkitkan kembali perasaan tenang setiap kali saya mulai merasa cemas akan sesuatu. Sama seperti anda, saya pun manusia biasa yang bisa merasa takut, tetapi saya selalu diteguhkan lewat firman Tuhan yang terkandung dalam perikop di atas. Kiranya bagian dari Injil Matius ini mampu memberi kekuatan bagi anda seperti halnya bagi saya. Dia mengerti pergumulan kita dan Dia selalu siap untuk mengangkat kita keluar dari masalah yang membebani kita. "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7). Percayakan sepenuhnya hidup kita ke dalam tanganNya dan yakinilah bahwa Tuhan pasti sanggup untuk menolong kita.

Cast all your worries on Him, for He really cares about you



Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

1 comment :

susy manu-becu said...

Terima kasih utk renungan ini...

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker