Saturday, September 4, 2010

Kasih Karunia

webmaster | 8:00 AM |
Ayat bacaan: Wahyu 22:21
========================
"Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin."

kasih karuniaSaya termasuk orang yang menyukai rumah yang dipenuhi ventilasi. Perputaran udara yang sehat dan cahaya matahari bisa masuk menerangi rumah selalu menjadi pertimbangan untuk memilih sebuah rumah. Saya tidak menyukai rumah yang gelap, tertutup atau terisolasi dari lingkungan. Ada rumah yang terang benderang, ada pula rumah yang gelap, dan saya tidak berbicara soal penerangan dengan mempergunakan lampu. Saya berbicara mengenai keadaan rumah di siang hari, ketika matahari bersinar cerah. Apakah matahari pilih kasih dalam bersinar? Tidak. Matahari bersinar untuk menerangi apapun yang ada di muka bumi ini termasuk rumah kita. Cobalah bangun sebuah ruang tanpa jendela sama sekali, hanya tembok dan atap saja. Maka tidak peduli bagaimana cerahnya matahari bersinar, suasana di dalam akan tetap gelap gulita. Matahari siap menerangi seisi rumah kita, tetapi hanya rumah dengan jendela-lah yang bisa menerima sinarnya. Semakin banyak jendela di rumah kita, maka semakin banyak pula cahaya matahari yang masuk.

Ilustrasi di atas saya kira tepat untuk menggambarkan bagaimana kasih karunia Allah bekerja atas diri kita. Kasih karunia dicurahkan Allah kepada semua manusia tanpa terkecuali bagaikan matahari yang bersinar menerangi bumi mengalahkan kegelapan. Tetapi tidak semua orang menyadari bahwa kasih karunia yang begitu besar itu memang disediakan bagi mereka. Akibatnya mereka tidak memiliki cukup "jendela" iman untuk menerima kasih karunia itu masuk ke dalam diri mereka. Banyak manusia memang tidak menyadari hal ini. Para rasul mengerti akan hal itu, itulah sebabnya para rasul bergerak kemana-mana mewartakan kabar gembira mengenai kasih karunia ini dengan tidak mempedulikan diri mereka sekalipun. Lihatlah apa kata Paulus dalam perpisahan yang mengharukan dengan para penatua di Efesus. "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." (Kisah Para Rasul 20:24). Kasih karunia merupakan sebuah kabar penting dalam pemberitaan Injil, sehingga kita melihat Paulus menuliskan mengenai kasih karunia ini dalam semua surat-suratnya. Bahkan ayat terakhir dalam Injil pun menyebutkan tentang kasih karunia. "Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin." (Wayhu 22:21).

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kasih karunia? Kasih karunia adalah kasih yang seharusnya tidak layak kita terima, tetapi diberikan Tuhan kepada kita sebagai sebuah anugerah. Yohanes menggambarkannya seperti ini: "Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." (1 Yohanes 4:10). Kita diberikan keselamatan lewat Yesus yang menebus kita semua dengan lunas bukan karena kita baik, tetapi karena kasih karunia. Gambaran dari kasih karunia Bapa kepada kita ini tergambar jelas dari perumpamaan tentang anak yang hilang yang tertulis dalam Lukas 15:11-32. Kita tahu apa yang dilakukan oleh si anak bungsu sudah sangat keterlaluan. Ia meminta harta warisan ketika ayahnya masih hidup, kemudian menghabiskannya dengan berfoya-foya. Setelah seluruhnya ludes, ia pun hidup melarat, begitu melarat bahkan sampai terpaksa makan sisa ampas makanan babi. Ia pun kemudian menyesal. "Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa." (ay 17-19). Ia tahu bahwa ia berdosa, dan karena dosa itu seharusnya ia tidak layak lagi atas apapun. Bahkan apabila bisa menjadi seorang upahan saja itu sudah beruntung. Lalu ia pun memutuskan untuk kembali kepada bapanya. Ternyata kedatangannya itu sudah ditunggu-tunggu oleh sang ayah. Alkitab menggambarkannya dengan begitu indah: "Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia." (ay 20). Saya membayangkan sang ayah terus menanti kepulangan anaknya dengan terus memandang jauh ke depan. Ia terus menanti, dan menanti, hingga akhirnya ia melihat sosok sang anak di kejauhan. Lihat apa yang dilakukan sang ayah. Ia tidak sekedar menanti hingga anaknya sampai, ia berlari menyambut anaknya. Ia tidak menyiapkan hukuman atau memukuli anaknya, tetapi ia segera merangkul dan mencium. Bahkan sang ayah pun menyiapkan jubah terbaik, cincin, sepatu dan sebuah pesta besar. Anak bungsu itu sudah berdosa dan tidak layak, namun kasih sang ayah yang begitu besar memberikan penyambutan yang begitu indah. Inilah gambaran sebuah kasih karunia, kasih yang sebenarnya tidak layak kita terima tetapi diberikan oleh Tuhan karena Dia sungguh mengasihi kita.

Kasih karunia memberikan kita kuasa untuk melakukan banyak hal. Para rasul melakukan banyak hal yang ajaib dalam pelayanan mereka, dan semua itu mereka peroleh lewat kasih karunia yang melimpah-limpah. (Kisah Para Rasul 4:33). Di dalam kasih karunia ada kekuatan. (2 Timotius 2:1), dan tentu saja dalam kasih karunia kita diselamatkan oleh iman. (Efesus 2:8). Semua ini sudah diberikan Tuhan kepada semua orang termasuk anda dan saya.

Bagaimana "bangunan" diri kita saat ini? Apakah kita masih merupakan bangunan bertembok tebal tanpa jendela? Kasih karunia yang dicurahkan Tuhan tidak akan bisa masuk ke dalam diri kita apabila kita tidak mempunyai cukup "jendela" iman untuk menampungnya. Ingatlah bahwa kasih karunia Tuhan itu bagaikan matahari yang bersinar untuk semuanya, tetapi hanya rumah dengan jendela yang cukuplah yang bisa menerimanya.

Kasih Allah dicurahkan kepada kita bukan karena kita mengasihi Allah, tetapi karena Allah-lah yang telah mengasihi kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker