Sunday, October 5, 2008

Dari Perspektif Tuhan

webmaster | 9:00:00 AM |
Ayat bacaan:Pengkotbah 3:11
===========================
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

melihat dari perspektif Tuhan, indah pada waktunyaWhat a heartbreaking scene to see. Hati saya serasa tersayat-sayat ketika melihat Kip, anjing jantan kami menangis dan meraung ketika Jazz, pasangannya pergi meninggalkan rumah untuk sementara. Jazz terpaksa kami pindahkan buat sementara waktu karena kondisinya yang baru saja selesai "loops" alias menstruasi. Secara naluri Kip menjadi agresif dan ingin mengawini Jazz, dan itu merubah pola hidup serta kebiasaannya. Semalaman ia duduk di lantai di depan Jazz, tidak mau makan, menggerutu dan tidak tenang. Kenapa kami tidak mengijinkan Kip? Karena usia Jazz masih 6 bulan dan ini datang bulan pertamanya. Jika Jazz hamil dalam usia yang terlalu muda, ia beresiko kehilangan nyawa ketika melahirkan. Normalnya anjing setidaknya harus berusia 1 tahun agar punya cukup tenaga untuk melahirkan. Tapi Kip tidak mengerti itu, dia hanya mengikuti nalurinya akan sesuatu yang kelihatannya menyenangkan. Mungkin Kip tidak akan pernah tahu bahwa kami terpaksa memisahkan mereka buat sementara waktu demi kebaikan keduanya. Kip mungkin marah pada kami, hingga detik ini dia masih berjalan kesana kemari mencari Jazz dan melihat kami dengan pandangan yang saya rasa seperti bertanya,"kenapa kalian begitu tega..." Saya yakin begitu pula Jazz di tempat adik istri saya saat ini, mungkin ia bertanya-tanya apa salah yang ia perbuat hingga harus jauh dari kami semua. Seandainya mereka tahu bagaimana perihnya perasaan saya melihat mereka harus berjauhan, harus mengalami ini semua, seandainya mereka tahu bahwa keputusan ini adalah yang terbaik buat mereka berdua.

Tadi ketika saya berusaha menyuapi Kip agar mau makan, tiba-tiba saya diingatkan Tuhan, bahwa inilah yang terjadi ketika kita mengalami sesuatu yang terasa tidak enak, tidak menyenangkan atau bahkan menyakitkan. Terkadang kita bertanya mengapa Tuhan tega "merusak" sesuatu yang sedang kita nikmati, atau tidak memberikan sesuatu yang sangat kita idam-idamkan, atau memberi hal-hal yang menyulitkan untuk dilalui dalam hidup kita, bahkan mengambil orang yang kita cintai. Seringkali kita berdebat mempertanyakan keputusan Tuhan, tidak jarang pula kita marah atau mempersalahkan Tuhan. Tapi dengarlah bahwa pola pikir kita sangat terbatas dan terkadang sulit untuk menjangkau apa yang terbaik menurut perspektif Tuhan.

Pikiran saya melayang pada pengalaman beberapa tahun yang lalu ketika ibu saya sedang berada di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit akibat kanker. Di saat pergumulan itu saya mengalami berbagai kesaksian luar biasa hingga bertemu dengan Yesus. Secara logika tentu saya berharap ibu saya dijamah Tuhan dan disembuhkan, namun Ibu saya tetap dipanggilNya. Apakah hal tersebut berarti Tuhan tidak mendengar doa saya, tidak mempedulikan iman saya? Tidak. Kenapa? Bayangkan pada saat itu adik dan ayah saya terus menerus pergi ke dukun dan menggunakan berbagai kuasa gelap agar ibu saya sembuh, dan apa yang terjadi jika saya waktu itu tidak dijamah Tuhan untuk membimbing ibu saya untuk bertobat dan memaafkan semua orang yang masih ia anggap sebagai ganjalan. Apa yang terjadi jika waktu itu saya tidak terus berperang melawan berbagai kuasa gelap yang terus menerus menghujani ibu saya? Mana yang lebih baik, sembuh dibawah kuasa iblis atau pulang ke rumah Bapa dalam keadaan bersih? Tuhan tahu apa yang terbaik, dan itu pasti.

Tuhan mengingatkan kita, "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9) Tapi kita harus percaya dengan iman teguh bahwa apa yang ia berikan kepada kita adalah yang terbaik buat kita, sesuatu yang indah pada waktunya. Kita harus percaya dan mengimani hal tersebut meskipun mungkin kita belum mengerti atau mungkin tidak pernah mengerti alasannya. Dengarkan janji Tuhan, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Biarlah kita mendengar suara Tuhan yang penuh kasih hari ini bahwa sesuatu yang tidak mengenakkan perlu dikerjakan dalam diri kita bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk kebaikan kita, karena rencana Tuhan baik adanya. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)


Tuhan tahu dan selalu memberikan yang terbaik buat kita, tepat pada waktunya, indah pada waktunya. Percayalah dengan iman penuh akan hal itu

3 comments :

yoelee said...

Hope I can see God's perspective, not mine..
Renungan yg sgt ngena buat aku..Thx bgt ya..Byk renungan dlm RHO yg bgs2 n nguatin..Teruskan ya!!^^
Smga jd berkat bgi lebih byk org lg..

webmaster said...

sama2 sis.. all we have to do is to trust Him fully in everything we do. Tetap teguh dan bertumbuh dalam iman akan Tuhan ya! :) God Bless You.

my soul said...

Sekedar sharing dari seorang pembelajar...

Manusia telah menjadi bukti paling otentik dari keberhasilan evolusi jagat raya. Sejak awal jagat raya, dari setitik big bang menjadi bilyunan bintang dan runtutan generasi semua makhluk dalam rentang bermilyar tahun.
Dan di tiap masa terjadilah lompatan genetik, menghasilkan evolusi dan seleksi alam seperti kondisi saat ini.
Adalah wajar bila ditiap generasi selalu ada sesuatu atau seseorang yang seolah melompat ke depan, seperti tidak hidup pada jamannya, bak tidak menginjak bumi, atau dianggap seperti datang dari planet lain. Karena itu menjadi hukum alam terjadinya lompatan genetik dari tiap jaman menuju evolusi dan kesempurnaan makhluk.
Di jaman purba ada Adam yang genetiknya melompat dari para makhluk purba. Teori Darwin bisa jadi memang benar (apalagi memang didukung bukti ilmiah). Sebagai makhluk berakal dan fakta bahwa hidup kita selama ini tergantung dan dipenuhi dengan fasilitas-fasilitas hasil sains dan ilmu pengetahuan, sudah sepatutnya kita respek dengan cara berpikir metoda ilmiah. Tapi disisi lain teori agama juga benar, ditilik dari bahasa agama yang biasanya penuh lambang dan multi tafsir, tidak ada yang benar-benar dapat membuktikan apakah Adam di surga itu ada di awang-awang atau sekedar symbol istilah hidup di suatu tempat di bumi juga, semisal di sebuah dataran tinggi yang subur bak surga. Tercipta dari tanah karena memang semua makhluk makan dari saripati tanah, yang mana dimakan lewat tumbuhan yang menyerapnya, dan memang kandungan tubuh kita pada dasarnya seperti unsur-unsur tanah juga: kalium, kalsium, zat besi, air, megnesium, etc. Jadi asal mula kita sebenarnya memang tanah, dan bumi adalah ibu kita yang sebenar-benarnya. Bumi dari pecahan matahari dan matahari dari pecahan galaksi dan galaksi dari pecahan big bang. Jadi memang kita adalah turunan ke sekian dari Big-bang…. Sebuah percikan ruh Tuhan. Karenanya semua dari kita mewarisi sifat-sifat Tuhan meski juga hanya sepercik “melihat”, sepercik “mendengar”, sepercik “mencipta”, sepercik “mengasihi”, dan lain-lain yang jauh dari sempurna. Dan gangguan lingkungan yang menyebabkan kadar sifat Tuhan dalam tiap individu jadi berbeda-beda.
Dan lompatan genetik di setiap generasi senantiasa ada. Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Isa, Sidharta, Muhammad, Tao, Einstein, Alfa Edison bahkan dijaman kita kini para peraih nobel di berbagai bidang juga mewakili para pelompat genetik, meski tidak dengan lompatan panjang.
Jadi....... janganlah kita terlalu berlebihan….. menerka sang tuhan adalah ini dan itu. Padahal tidak ada hal yang bersifat materi (masih dalam lingkup 3 dimensi + dimensi waktu) yang tidak dipengaruhi oleh pemikiran dan opini pada jaman atau peradaban tertentu. Dan biasanya yang berkuasa pada jaman tertentu adalah yang menentukan arah sejarah. Kadang arahnya sedikit melenceng, kadang menyimpang agak jauh. Kebenaran 100% hanya ada pada fakta itu sendiri. Fakta pada waktu yang telah lewat hanya upaya pendekatan. Dan kembali lagi… dari semua pendekatan, yang paling ilmiahlah yang akan bisa dipertanggung jawabkan, ia tidak akan goyah oleh arus jaman yang kian maju dalam menemukan cara untuk mempersempit deviasi fakta sejarah. Hingga kelak mungkin manusia nyata-nyata bisa menembus kerucut waktu supaya bisa melihat realitas masa lampau.
Mungkin Tuhan memang ada dimana-mana sejak pancaran awal dalam kejadian Big-bang, termasuk serpihannya tersemburat dalam diri kita dan semua makhluk di jagat raya. Hanya selama ini kita terlalu dibutakan bentuk materi yang kasad mata. Padahal semua bentuk 3 dimensi yang kita lihat kasad mata, ternyata masih jauh dari dimensi tuhan yang asli yang entah punya berapa dimensi. Bahkan bila ditambahpun oleh dimensi ke-4 (waktu), yang kata stephen Hawking berbentuk kerucut, yang bila kita berada di ujung kerucut akan melihat masa lalu-masa kini-masa depan, tetap saja belum menjangkauNya.

Jadi..... terus dan teruslah mencari.
Dan manusia senantiasa akan berevolusi menuju kesempurnaan. Karena memang mereka mewarisi sifat itu. Namun, karena hanya terdiri atas percikan-percikanNya belaka, maka prosesnya memerlukan waktu panjang. Tapi siapa nyana kalau dulu orang terbang hanya angan-angan sekarang kenyataan.... Kini ada teknologi super konduktor, laser, microchip, dunia atom (nano technology), penjelajahan antar tatasurya, kloning, dan kini juga sudah ada simulasi Big-bang dalam terowongan baja raksasa berdiameter 27km dibangun di Eropa.
Dan semua akan kembali pada asalnya saat big-bang kembali pada titik awal. (terbukti dari hasil teropong ilmuwan kalau galaksi kita sedang dalam proses memuai, jarak antar bintang makin menjauh). Lalu dari fenomena supernova, dapat disimpulkan setelah titik mengembangnya jenuh, galaksi akan menyusut menjadi black hole. Itulah awal sekaligus akhir.
Dan..... saat sekian milyar juta tahun lagi itu....
Kita akan bergabung menjadi satu....................

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker