Tuesday, January 17, 2012

Mengerti Firman Tuhan

Ayat bacaan: Lukas 11:28
===================
"Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

mengerti Firman TuhanDua anjing dewasa sudah terdidik patuh, sekarang dua anaknya sedang kami didik untuk bisa patuh seperti mereka. Hasilnya sudah cukup lumayan di usia mereka yang masih kecil. Keduanya sudah pintar salaman, mengerti ketika dilarang, datang ketika dipanggil dan membuang kotorannya di tempat yang sudah disediakan. Betapa menyenangkannya melihat keempat anjing yang kami punya tidak merepotkan untuk dipelihara. Dan yang lebih menyenangkan lagi, mereka mengerti disayang dan tahu menyayang. Setiap saya pulang bekerja, mereka selalu menyambut dengan gembira dan membuat rasa lelah saya bisa hilang seketika. Ekornya bergoyang-goyang, mereka mengantri minta digendong dan dipeluk satu persatu sebelum akhirnya membiarkan saya untuk melakukan hal lainnya. Ini sesuatu yang rutin setiap hari, dan saya sulit membayangkan bagaimana sedihnya jika keempat anjing ini tidak ada dalam keluarga kami.

Sangatlah menarik sebenarnya melihat bagaimana anjing bisa mempunyai rasa kasih dan kepatuhan atau ketaatan yang tinggi. Tapi semua itu tidaklah didapat secara instan. Anjing yang bisa berperilaku demikian biasanya sudah diajar untuk mengerti kata-kata sederhana yang kami pakai dalam melatih sejak kecil. Mereka pun awalnya juga pernah salah, dan setiap kesalahannya kami tegur sampai dia bisa mengerti hal yang baik dan buruk untuk dilakukan. Kami memilih untuk mengajar supaya mengerti bukan lewat hukuman, tapi justru lewat pujian yang kami berikan padanya ketika mereka melakukan hal yang baik. Dalam selang waktu tertentu, keempatnya pun menjadi anjing yang patuh, baik dan setia. Apa yang terjadi pada keempat anjing ini sebenarnya paralel dengan kita, manusia yang terus dibentuk Tuhan agar menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Kalau anjing saja bisa, seharusnya kita akan lebih mudah untuk mengerti karena kita memiliki hati nurani dan roh, yang tidak dimiliki oleh hewan. Tapi kenyataannya justru kita manusialah yang seringkali sulit untuk diatur atau diajar. Hati yang keras membuat kepala pun menjadi sekeras batu, sehingga bukan saja merugikan diri sendiri tapi bisa pula merugikan orang lain. Berulang kali Yesus menekankan pentingnya untuk mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. Bukan hanya sekedar membaca, bukan hanya sekedar tahu, tapi juga diminta untuk mengerti dan kemudian mau melakukan atau menerapkan/mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. . Tanpa itu semua maka sia-sialah apa yang kita ketahui. Lihat bagaimana Yesus menegur beberapa orang Saduki karena mereka tahu isi, tapi tidak mengerti kitab suci. Hal demikian disebut Yesus dengan sesat. "Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!" (Matius 22:29). Orang Saduki ini adalah kelompok aristokrat Yahudi yang berkuasa di Yerusalem pada waktu itu. Mereka merupakan orang-orang yang menjabat sebagai imam besar dan biasanya bertanggung jawab terhadap ibadah yang dilakukan di Bait Suci. Saya yakin banyak diantara mereka yang hafal mati isi kitab Taurat. Tapi lihatlah bahwa mereka berhenti hanya sampai membaca dan menghafal saja. Perilaku mereka menunjukkan jelas bahwa mereka tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah yang terkandung di dalamnya. Mereka merasa diri paling benar dan berhak menghakimi siapapun yang berseberangan atau tidak sesuai dengan apa yang mereka anggap benar. Maka Yesus pun menegur mereka bahkan mengelompokkan mereka ke dalam kategori sesat. Apa yang jadi inti dari kisah ini sungguh jelas. Kita tidak boleh hanya berhenti sampai membaca atau mengetahui saja, tetapi haruslah mengerti tentang segala sesuatu yang kita baca mengenai Firman Tuhan.

Ada perbedaan nyata antara mengetahui dan mengerti. Orang yang mengetahui belum tentu mau melakukan, tetapi orang yang mengerti akan sesuatu biasanya akan tahu baik buruknya untuk patuh atau tidak. Orang yang mengerti akan melaksanakan apa yang telah mereka baca, karena mereka memang mengerti apa yang menjadi isinya. Dan inilah yang diinginkan Tuhan untuk kita lakukan. Ada banyak orang yang berhenti hanya sampai membaca, melakukan ritual atau tata cara/seremonial peribadatan dan malah beralih fokus dengan lebih mementingkan itu semua ketimbang berusaha mengerti secara sungguh-sungguh. Tidaklah heran apabila Yesus kemudian mengatakan mereka sesat, karena mereka sudah menyimpang dari apa yang seharusnya mereka lakukan dan mementingkan hal yang salah.

Firman Tuhan berkata bahwa orang yang mau mendengar Firman Tuhan lalu memeliharanya sesungguhnya adalah orang-orang yang berbahagia. Ayat hari menggambarkan itu dengan jelas. "Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11:28). Ddalam bahasa inggris dikatakan "But He said, Blessed (happy and to be envied) rather are those who hear the Word of God and obey and practice it!" Artinya bukan saja mau mendengar, tetapi mau melanjutkannya dengan mematuhi dan menerapkannya dalam seluruh sisi kehidupan kita. Dan mengerti Firman jelas merupakan awal bagi kita agar bisa mencapai tingkatan seperti ini.

Dalam "perumpamaan tentang seorang penabur" pada Matius 13:1-23, kita bisa lihat bagaimana Yesus menjelaskan bahwa apa yang ditaburkan di tanah yang baik adalah orang yang mendengar firman, lalu mengerti akan firman itu. Dan karenanya, orang yang berlaku demikian akan berbuah berlipat ganda. Mari kita lihat ayatnya: "Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." (Matius 13:23) Perhatikanlah bahwa mengerti akan membawa kita berbuah berlipat ganda. Dan disanalah kita bisa mengalami kebahagiaan yang sebenarnya dan juga diberkati, seperti aya Lukas 11:28 dalam versi bahasa Inggris di atas. Dengan kata lain, jika kita mau hidup bahagia dan hidup berbuah berlipat ganda, tidaklah cukup hanya membaca firman Tuhan, tapi juga harus mengerti, taat lalu melaksanakannya. Kita semua diminta untuk menjadi pelaku-pelaku firman. "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri" (Yakobus 1:22). Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa jika tidak demikian, itu artinya sama saja dengan menipu diri sendiri. Ketika  anjing bisa belajar dari pemiliknya untuk mengerti lalu patuh, taat dan setia, kita seharusnya bisa lebih baik lagi menerima pengajaran-pengajaran Tuhan, mengerti dengan baik, serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita melakukan semua itu, hidup yang bahagia penuh buah berlipat ganda pun akan siap untuk menjadi bagian hidup kita.


Jangan hanya membaca dan mendengar, tapi mengertilah sungguh-sungguh akan Firman Tuhan

 Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Monday, January 16, 2012

Sesuai Rencana Tuhan (2)

Ayat bacaan: Amsal 16:9
=================
"Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya."

seturut rencana TuhanKita tentu sudah tahu dengan sebuah pepatah yang mengatakan: manusia berencana, Tuhan menentukan. Dan ini memang benar adanya. Dari pengalaman kita sendiri atau orang-orang yang kita kenal tentu kita sudah berulang kali menyaksikan bahwa sehebat-hebatnya kita berencana, sematang-matangnya kita mengatur strategi, tetap saja kita tidak akan pernah sanggup melawan kehendak Tuhan. Meski biaya dan usaha yang sudah dikeluarkan jumlahnya tidak sedikit, namun akhirnya semua harus berakhir dengan kerugian jika ternyata itu tidak sejalan dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Saya termasuk orang yang pernah mengalami hal itu, bahkan berkali-kali. Hari ini saya menyadari sepenuhnya bahwa kita tidak akan pernah bisa melawan kehendak Tuhan tidak peduli sehebat apapun kita ini. Dan jika demikian, apa yang terbaik adalah dengan menjalani hidup seturut dengan kehendakNya, seperti yang sudah Dia rencanakan jauh hari, bahkan sebelum kita dilahirkan.

Firman Tuhan berkata "mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." (Mazmur 139:16). Kita dikatakan rencana Tuhan sudah dituliskan bagi kita bahkan jauh sebelum kita dibentuk. Ada rencana Tuhan yang indah, seperti yang kita lihat kemarin dalam Yeremia 29:11 yang mengatakan bahwa: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Tuhan sudah merencanakan, dan apa yang Dia rencanakan bukanlah sebuah planning yang acak-acakan atau sesuatu yang random, bisa baik atau buruk, melainkan sesuatu yang penuh damai sejahtera dan menjanjikan hari depan yang penuh harapan. Berarti apa yang terbaik untuk kita jalankan adalah sesuatu yang tepat sesuai dengan rencana Tuhan itu.

Lewat Amsal Salomo kita diingatkan bahwa "Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya." (Amsal 16:9). Ini adalah sebuah pernyataan yang menggambarkan bahwa sehebat apapun kita, kita tidak akan pernah bisa melawan kehendak atau rencana Tuhan. Kita bisa mencobanya, dan mungkin kita bisa mencapai sesuatu hingga tingkatan tertentu, tetapi biar bagaimanapun sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana Tuhan tentulah tidak sebaik seperti apabila kita berjalan sepenuhnya seturut kehendakNya. Hati atau pikiran kita bisa berpikir tentang jalan yang menurut kita terbaik, tapi di atas segalanya Tuhan tentu lebih tahu tentang kita. Itu jelas, karena Dia sendirilah yang "membentuk dan menenun" kita sejak dalam kandungan. Yesaya mengetahui benar hal itu dan berkata "Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu." (Yesaya 64:8). Sebagai Pembuat/Pencipta kita, atau saya lebih suka mengatakannya dengan Pendesain kita, tentu Tuhan lebih mengetahui segala sesuatu tentang kita. Dia jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk kita ketimbang apa yang kita anggap terbaik untuk kita. Dan itu semua adalah sebuah rancangan atau rencana yang indah, penuh damai sejahtera dan menjanjikan masa depan yang cerah.

Seperti yang saya tulis kemarin, agar kita tidak melakukan sesuatu sia-sia, yang terbaik tentu adalah mengetahui apa yang menjadi rancangan Tuhan buat kita, kemudian berjalan sesuai itu. Kita tidak akan pernah bisa mengetahui itu apabila kita tidak bertanya kepadaNya, yang terlebih dahulu harus dimulai dengan membangun keintiman dengan Tuhan lewat ungkapan syukur, pujian, ketaatan dan doa-doa kita. Selain dari pada itu, kita harus pula memiliki sikap hati yang lembut dan mau dibentuk. Paulus telah mengingatkan agar kita agar tidak mengeraskan hati dan mau membiarkan Allah untuk membentuk dan mengajar kita. Menjadi ciptaan baru, itu bahasanya Paulus, akan memampukan kita untuk bisa mengetahui apa yang menjadi kehendakNya. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2). Sebuah transformasi menyeluruh sudah disediakan Tuhan dalam Kristus. Paulus sudah mengalami hal itu. Lantas apa yang Tuhan sediakan bagi kita? Alkitab menyebutkan sesuatu yang terdengar sangat hebat. "Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9-10). Dan sesungguhnya "..Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah." (ay 10). Itulah sebabnya kita juga dipanggil untuk hidup dalam roh seperti yang disampaikan Paulus dalam Roma 8. Roh Kudus bisa membuka mata kita untuk mengetahui segala panggilan dan rencana Tuhan bagi kita masing-masing. Tanpa adanya hubungan yang baik dengan Tuhan, niscaya kita tidak akan pernah tahu apa yang terbaik yang telah Dia sediakan, bahkan mungkin kita tidak akan pernah tahu hingga hidup kita di dunia ini berakhir kelak.

Kita boleh berencana apapun, tetapi lebih dari segalanya, jalan dari Tuhan pasti tetap yang terbaik. Sudahkah kita bertanya kepadaNya apa yang menjadi kehendakNya dalam hidup kita? Sudahkah kita mengetahui itu, dan menjalani semua seturut dengan kehendakNya? Kita bisa merencanakan apapun dengan kemampuan kita, namun ingatlah bahwa Tuhan sudah memiliki rancanganNya sendiri bagi kita, sebuah rancangan damai sejahtera, bukan kecelakaan, yang menjanjikan kita hari depan yang penuh harapan. Dan itulah yang terindah dan terbaik bagi kita. Tidak akan ada yang sebaik jalan Tuhan, karenanya mulai sekarang temukanlah apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk anda. Pastikan bahwa apa yang anda lakukan hari ini adalah tepat seperti rencana Tuhan bagi hidup anda, dan berjalanlah dengan ketaatan didalamnya.

Berjalan sesuai rencanaNya adalah yang terbaik bagi kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Sunday, January 15, 2012

Sesuai Rencana Tuhan (1)

Ayat bacaan: Yeremia 29:11
====================
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

sesuai rencana TuhanLucu sekaligus miris melihat seorang teman saya yang sepanjang hidupnya terus berganti-ganti usaha. Hari ini jadi musisi, besok cetak sablon, lalu lusa mau belajar yang lain. Kuliahnya ditinggalkan, ia terus berganti "rupa" tapi tidak satupun yang ia tekuni untuk waktu lama. Seketika ia menjalani sesuatu, seketika itu pula ia kembali banting setir. Jelas terlihat bahwa ia tidak tahu harus melakukan apa dalam hidupnya. Ia kebingungan karena tidak tahu tujuan hidup sendiri. Ada banyak lagi teman saya yang seperti ini. Ketika kita yang sudah bekerja sesuai panggilan seringkali mengeluh karena usaha atau pekerjaan kita belum menunjukkan hasil yang signifikan sesuai dengan keinginan kita, seharusnya kita bisa lebih bersyukur karena setidaknya kita sudah mengetahui panggilan kita. Itu tentu jauh lebih baik ketimbang kita sama sekali tidak tahu kemana kita harus melangkah dan harus berbuat apa dalam hidup ini.

Dalam menjalani hidup, saya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa apa yang penting bagi kita adalah mengetahui rencana Tuhan dalam hidup kita. Jika kita berjalan sesuai rencanaNya, maka keberhasilan hanyalah tinggal soal waktu saja. Mengapa? Karena kita berjalan dengan rencana Tuhan, dan Tuhan sudah mengatakan dengan jelas bahwa Dia punya rencana yang indah bagi kita semua, sesuatu yang penuh harapan bagi hari depan kita. Lihatlah ayat berikut ini: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11) Dari ayat ini kita bisa melihat apa yang disediakan Tuhan sesungguhnya begitu luar biasa indahnya. Not only beautiful, it also contains a promise of better future. Betapa sayangnya apabila kita melewatkan rancangan yang terbaik ini dalam perjalanan hidup kita. Ada banyak orang yang belum mengetahui apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup mereka. Akibatnya kerap mereka melakukan keputusan-keputusan yang keliru, tergesa-gesa dalam melangkah dan akibatnya merugikan mereka, baik dari segi waktu, kesempatan, modal dan lain-lain. Di sisi lain ada banyak pula yang tidak kunjung berani mengambil keputusan apapun karena selalu dicekam rasa takut. Mengetahui rencana Tuhan akan membuat kita bisa melangkah dengan berani dan penuh keyakinan selama disertai dengan iman yang teguh.

Selanjutnya, bagaimana agar kita bisa mengetahui rancangan Tuhan terhadap kita? Mari kita lihat ayat berikutnya dalam kitab Yeremia tadi. "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu." (ay 12). Artinya, berdoalah, dan mintalah kepada Tuhan untuk menunjukkan apa yang menjadi rencanaNya bagi kita. Tuhan akan selalu mendengarkan kita. Kemudian ayat berikutnya: "apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN." (ay 13-14a). Tuhan tidak pernah ingin menjauhkan diri dari kita. Justru Dia rindu untuk selalu berada di dekat kita. Dia akan selalu terbuka untuk ditemui, kapan saja, dimana saja. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk itu. Apabila memang kita merasa berjarak dari Tuhan, itu bukan karena keinginanNya tetapi disebabkan oleh kejahatan dan dosa-dosa yang kita lakukan. (Yesaya 59:2). Jika kita sudah membereskan semua ganjalan itu maka Tuhan pun akan kembali bisa kita temukan dengan mudah. Kita bisa setiap saat bertanya kepadaNya apa yang menjadi rencanaNya bagi kita, apa yang harus kita lakukan, dan meminta hikmat untuk menerangi akal pikiran kita untuk bisa mengetahui rancanganNya. Dan itu akan membuat kita lebih terarah dalam menjalani hidup, berjalan tepat sesuai dengan rencana yang telah Dia gariskan sejak semula.

Firman Tuhan pun berkata: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Allah berjanji untuk selalu turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi kita, orang-orang yang mengasihi Dia, yang berjalan sesuai dengan rencana Allah. Itu sebuah janji akan penyertaanNya dalam penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita. Di saat kita sudah mengetahui apa yang menjadi rencanaNya, di saat itu pula kita bisa melakukan yang terbaik untuk itu, dan selalu mempersembahkan ucapan syukur kita kepadaNya. Disanalah kita tidak lagi perlu takut menghadapi rintangan apapun. Disanalah kita bisa dengan iman berkata: Mengapa saya harus takut? Bukankah saya berjalan seturut rencanaNya dan menjalaninya  bersama dengan Tuhan? Dan disanalah kita akan mengalami hal-hal yang luar biasa yang telah Dia sediakan sejak semula. That's the time when we can experience the impossible, the unthinkable, simply because we are walking as the way He planned, not our plan. We can go boldly with Him without fear no matter what lies ahead.

Dengan sangat indah, kepada setiap anak-anakNya Tuhan sudah menyediakan rancangan damai sejahtera lengkap dengan janji akan hari depan yang penuh harapan. Adalah penting bagi kita untuk menangkap apa yang menjadi rencanaNya, dan berjalanlah di dalamnya. Tuailah semua yang dirancangkan atau direncanakan Tuhan pada diri anda dan jadilah orang yang sukses. Menjadi kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun, (Ulangan 28:13) itu merupakan kerinduan Tuhan untuk dimiliki oleh kita semua anak-anakNya. Ketika anda melakukan hal ini, anda akan melangkah dari satu kemenangan kepada kemenangan berikutnya, bahkan yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh anda sekalipun. "Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9). Apapun yang menjadi bagian anda, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Anda tidak akan perlu diliputi rasa takut lagi meski ketika berhadapan dengan kesulitan sebesar apapun, dan anda bisa dengan yakin berusaha sebaik yang anda bisa. Sudahkah anda menemukan rencanaNya dalam hidup anda? Find His will, and let Him take you from glory to glory.

Berjalan seturut rencana Tuhan membawa kita ke dalam kemenangan demi kemenangan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Saturday, January 14, 2012

Menjadi Seorang Teladan

Ayat bacaan: Titus 2:7
==================
"dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu"

menjadi teladan"Kita tidak bisa hidup selamanya. Pada suatu waktu nanti kita akan menutup perjalanan di bumi ini. Oleh karena itulah penting bagi saya untuk membagikan skill dan ilmu yang saya miliki kepada generasi selanjutnya." Demikianlah kata seorang gitaris terkenal asal luar negeri hari ini dalam wawancara saya dengannya. Sejauh mana? Tanya saya. "Sejauh yang saya bisa bagikan, tanpa dikurangi, tanpa dilebihkan." No more, no less.. katanya. Bagi saya itu adalah sesuatu yang baik untuk dijadikan teladan, karena ada banyak orang yang lebih suka untuk menyembunyikan sesuatu yang istimewa dari dirinya. Mereka hanya membagikan 40-50% saja dari pengetahuan mereka, karena mereka tidak ingin ada orang yang tahu sebanyak mereka apalagi kalau nanti melebihi mereka. Bisa dibayangkan jika setiap generasi berpikir seperti ini, apa jadinya beberapa generasi selanjutnya? "Generasi muda saat ini berkembang begitu hebat. Bahkan ada yang sudah bermain dengan sangat baik di usia kecilnya. Apabila saya membagikan ilmu dan pengalaman saya kepada mereka, maka anak-anak ini akan tumbuh lebih baik lagi. Isn't it great?" Kata si gitaris lagi. Dan saya pun kagum dengan semangatnya untuk tidak hanya berhenti memberikan penampilan baik di panggung dan di rekaman, tetapi juga menjalankan komitmennya untuk mengajar. Itu sebuah keteladanan yang sangat mencerahkan dan menggembirakan bagi saya.

Seorang teladan artinya sosok yang patut ditiru atau dijadikan panutan oleh orang lain, menjadi role model. Dunia akan selalu butuh juga haus akan keteladanan untuk dijadikan pelajaran berharga agar lebih baik lagi kedepannya. Dalam sejarah dunia kita menemukan banyak teladan, dalam alkitab kita pun bisa menemukan banyak keteladanan ini. Pertanyaannya, ada berapa banyak sosok yang layak untuk diteladani di hari-hari ini? Kemudian satu lagi, apakah kita sudah siap dan sanggup menjadi teladan? Ada banyak orang yang menolak dengan berbagai alasan. Mengapa harus saya? Biar orang lain saja kita teladani, kita tidak perlu sibuk untuk itu. Itu menjadi buah pemikiran banyak orang. Dan itu bukanlah sesuatu yang dianjurkan untuk menjadi pola pikir orang percaya.

Alkitab dengan sangat jelas menunjukkan bahwa kita semua diminta untuk tampil menjadi teladan-teladan dalam banyak hal mulai dari perbuatan baik hingga iman. Ayat bacaan hari ini menyatakan salah satu firman Tuhan yang mengingatkan kita untuk selalu berusaha untuk menjadi teladan dalam hal berbuat baik."Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu" (Titus 2:7). Kita bisa melihat disini bahwa proses pemindahan atau transfer ilmu dan memberi pengajaran secara teoritis saja tidalah cukup. Kita harus mampu melanjutkannya sampai kita bisa mencontohkan apa yang kita ajarkan melalui perbuatan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya teori, tetapi haruslah disertai dengan proses pula. Jika kita hanya pintar mengajarkan tapi tidak pernah membuktikannya lewat hidup kita sendiri, itu artinya semua hanyalah teori kosong dan bohong belaka. 

Yesus merupakan contoh sempurna akan hal ini. Yesus mengajarkan banyak hal tentang kasih dengan standar yang sungguh jauh dari apa yang dipandang dunia, tapi lihatlah bahwa Yesus tidak berhenti sampai pada pengajaran saja, melainkan menunjukkan pula lewat sikap hidupNya secara nyata. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia mengingatkan kita untuk merendahkan diri kita menjadi pelayan dan hamba dalam Matius 20:26-27. Yesus berkata: "sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (ay 28). Apa yang diajarkan Yesus telah Dia contohkan pula secara nyata. Lalu di waktu berbeda Yesus berkata: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yohanes 15:12). Yesus mengasihi kita sebegitu rupa sehingga Dia rela memberikan nyawaNya untuk menebus kita semua. "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (ay 13). Dan Yesus pun telah membuktikannya secara langsung pula. Inilah sebuah keteladanan yang sejati.Ini baru dua contoh dari banyak pesan Yesus yang tidak berhenti hanya pada perkataan saja melainkan disertai pula dengan bukti nyata. Berulang kali Yesus mengingatkan kita untuk meneladani Dia, itu artinya sangatlah penting bagi kita untuk menganggap serius hal itu. 

Paulus mengingatkan pula mengenai pentingnya keteladanan dalam pelayanan, seperti yang ia sampaikan kepada Timotius. "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12) Dari sini jelas terlihat bahwa sesungguhnya masalah menjadi teladan tidak hanya urusan orang-orang tua atau dewasa saja, tapi harus sudah diaplikasikan di usia muda pula. Perbuatan baik dalam ayat bacaan hari ini digambarkan Paulus dengan menjaga perkataan, menjaga tingkah laku, terus mengasihi, berlaku setia, dan hidup suci atau kudus.Kembali pada surat kepada Titus diatas yang berkata "dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu" (Titus 2:7), Paulus mengingatkan banyak hal juga. Kepada pria dinasihati untuk memiliki pola hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih dan ketekunan (ay 2). Sedang untuk wanita, Paulus mengatakan keharusan untuk "hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik." (ay 3). Disamping itu wanita pun diingatkan untuk mendidik perempuan-perempuan muda dan mengasihi suami dan anak-anaknya. (ay 4), hidup bijaksana dan suci, pintar mengatur rumah tangga, baik hati dan taat kepada suami. (ay 5). Lalu selanjutnya untuk orang muda, Paulus menasihatkan agar para pemuda-pemudi bisa menguasai diri dalam segala hal. Semua ini menunjukkan bahwa menjadi sosok teladan itu tidaklah gampang, tetapi itu adalah sesuatu yang wajib untuk bisa kita lakukan.

Lebih jauh lagi, Yesus pun mengingatkan kita agar menjadi teladan bagi banyak orang dimana Tuhan dipermuliakan. Terang Tuhan yang ada pada diri kita hendaklah bisa dipancarkan hingga bercahaya bagi banyak orang."Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16) Ini pun bentuk gambaran dari bentuk keteladanan. Ingatlah bahwa banyak orang memperhatikan tingkah laku kita sebagai orang percaya. Jangan sampai kita tidak menjadi terang dan garam tetapi malah menjadi batu sandungan. Panggilan menjadi teladan sudah diberikan, maukah kita menaatinya?

Menjadi teladan sejak usia muda, itulah gambaran orang percaya yang diinginkan Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Friday, January 13, 2012

Pembunuhan Karakter (2)

(sambungan)

Mengapa Tuhan harus begitu keras akan hal ini? Mari kita coba renungkan bersama. Bukankah sama dengan membunuh ketika kita membuat orang menjadi sulit bertumbuh, sulit maju dan sulit berhasil akibat perkataan kita yang meruntuhkan mental mereka? Ucapan-ucapan seperti itu bisa berdampak besar bagi masa depan mereka, dan tidak jarang hal itu akan menghantui mereka seumur hidup. Secara fisik mereka hidup, tetapi karakter mereka sesungguhnya sudah mati sejak lama. Karakter mereka bisa hancur lebur akibat hinaan kita atau kata-kata mengutuk yang kita keluarkan. Itu sama saja dengan terbunuh. Disamping itu, kita harus ingat pula bahwa manusia, siapapun itu, baik yang disengaja maupun tidak. Lalu perhatikanlah sebuah ayat dalam penciptaan manusia, dimana Tuhan berkata: "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." (Kejadian 1:26). Jadi apabila kita mengatakan orang lain tolol, atau mengutuk mereka dengan berbagai kata-kata yang tidak pantas, bukankah itu artinya kita pun menghina Sang Pencipta, yang telah mendesain manusia seperti gambar dan rupaNya sendiri? Kemudian lihatlah bagaimana manusia itu di mata Tuhan, yaitu dikatakan "berharga di mata-Ku dan mulia, dan AKu ini mengasihi engkau" (Yesaya 43:4). Ketika kita justru mengatakan sebaliknya terhadap pribadi seseorang, bukankah itu pun artinya kita menghina Tuhan pula? Dan lihatlah bagaimana Tuhan sampai rela mengorbankan Kristus untuk mati atas dosa-dosa kita atas dasar kasihNya yang begitu besar pada kita. (Yohanes 3:16). Jika demikian, tidaklah heran apabila Tuhan bertindak sangat keras terhadap perilaku seperti ini. Bukan saja hal itu sama dengan membunuh, dan Firman Tuhan sudah berkata "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum." (Matius 5:21) yang merupakan perintah Allah ke enam dari sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa, tetapi juga hal tersebut berarti kita bersikap tidak pantas terhadap Tuhan yang memandang manusia secara begitu istimewa. 

Amsal Salomo sudah mengingatkan pentingnya untuk menjaga mulut sejak semula. "Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan." (Amsal 13:3). Kita bisa melihat pula peringatan dalam kitab 1 Samuel: "Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji." (1 Samuel 2:3). Dari bibir, lidah dan mulut yang sama bisa keluar berkat dan kutuk apabila tidak kita jaga dengan baik. Jangan sampai itu kita lakukan. Yakobus mengingatkan "Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi." (Yakobus 3:9-10). Manusia diciptakan menurut rupa Allah, dan ketika kita mengutuk sesama manusia, itu artinya kita sedang melakukan penghinaan besar kepada Allah. Dan itu akan berakibat fatal. Ganjaran hukumannya jelas yaitu berakhir di neraka yang menyala-nyala untuk selamanya. Dan itu sudah diingatkan kepada kita, sehingga tidaklah ada alasan bagi kita untuk mengaku tidak tahu akan hal itu.

Seharusnya kita bisa mejaga mulut dengan baik dan dipergunakan untuk membangun bukan sebaliknya untuk menghancurkan orang lain. "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari  mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." (Efesus 4:29). Perkataan kotor tidak akan pernah bermanfaat kecuali menghancurkan karakter orang lain dan membuat kita harus berakhir di api belerang menyala-nyala selamanya. Jika ada diantara teman-teman yang biasa mengatai orang atau anak/pasangan/keluarga sendiri atau teman, meski mungkin hanya dimaksudkan sebagai bercandaan atau sesuatu yang tidak serius sekalipun,  berhentilah sekarang juga. Mungkin perkataan itu tidak berarti apa-apa bagi kita, mungkin itu hanya ungkapan kekesalan sesaat saja, mungkin itu cuma cetusan spontan atau bahkan hanya bercanda, tetapi sadarilah bahwa bagi korban yang terkena hal itu bisa berdampak sangat berat. Di mata Tuhan itu sama saja dengan membunuh. Oleh karena itu, marilah kita jaga mulut kita dan memakainya hanya untuk membangun orang lain. Mari belajar untuk memuliakan Tuhan lewat ucapan-ucapan yang keluar dari mulut kita.

Menghina Sang Pencipta berarti keluar dari anugerah dan kasih karunia, berhati-hatilah dalam berkata

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Thursday, January 12, 2012

Pembunuhan Karakter (1)

Ayat bacaan: Matius 5:22 (BIS)
========================
"Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu, barangsiapa marah kepada orang lain, akan diadili; dan barangsiapa memaki orang lain, akan diadili di hadapan Mahkamah Agama. Dan barangsiapa mengatakan kepada orang lain, 'Tolol,' patut dibuang ke dalam api neraka."

pembunuhan karakterBagaimana keluarga atau lingkungan di saat kita tumbuh sangatlah menentukan seperti apa jadinya kita kelak. Itu saya sadari sejak dahulu, tetapi hal itu menjadi jauh lebih terbukti setelah belakangan saya menemukan banyak orang yang mengalami kesulitan dalam hidupnya bukan karena mereka tidak pintar atau kurang mampu, tetapi justru karena image diri mereka sudah terlanjur rusak parah akibat banyak hal buruk yang mereka alami pada masa kecil atau masa pertumbuhan. Semakin lama hal ini mereka alami, maka semakin rusak pula image dirinya. Ada beberapa orang yang saya tahu berpotensi sangat besar, mereka bahkan bisa digolongkan jenius, tetapi sayangnya kerusakan image diri ternyata begitu parah sehingga mereka sulit untuk maju. Mereka tidak percaya diri, takut menghadapi orang atau situasi, belum apa-apa sudah menarik diri, dan karenanya mereka tidak kunjung bisa bersinar. Mental mereka lemah, mereka goyah dan bisa hancur tersenggol sedikit saja, dan setelah saya telusuri, rata-rata penyebabnya bermula dari ejekan atau hinaan yang mereka terima berulang-ulang di masa kecil. Ironisnya, kebanyakan pelakunya justru orang tua dan saudara sendiri. Orang tua terkadang bukan bermaksud merugikan anaknya, tetapi sering secara tidak sadar membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. "Dia tidak seperti kakaknya yang pintar..dia ini bandel.." Itu misalnya, dan itu sering kita dengar bukan? Kalau satu dua kali mungkin tidak apa-apa, tetapi ketika hal ini dikatakan berulang-ulang, itu akan membekas dan membawa cacat dalam gambar diri si anak. Direndahkan, disepelekan, selalu dipersalahkan, semua itu ternyata membawa masalah besar di kemudian hari.

Kita sering mengira bahwa pembunuhan itu adalah sesuatu yang dilakukan hanya secara fisik semata, yaitu menghakhiri hidup seseorang dengan berbagai cara seperti menggunakan jenis-jenis senjata, racun, mencekik, memukul dan sebagainya. Itu semua memang termasuk membunuh. Tetapi ingat pula bahwa pembunuhan bisa pula dilakukan atas karakter atau gambar/image diri seseorang. Pembunuhan karakter (character assasination) ini sama kejamnya dengan pembunuhan dengan menghabisi nyawa orang, karena meski mereka secara fisik masih ada di dunia, seringkali hidup mereka sebenarnya sudah berakhir secara mental. Bagaimana undang-undang Kerajaan berkata mengenai hal ini? Ternyata tegas dan keras. Menurut Firman Tuhan, sesungguhnya membunuh dalam bentuk apapun termasuk di dalamnya pembunuhan karakter akan mendapat ganjaran yang sama.

Mari kita lihat ayatnya. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala." (Matius 5:22). Mari kita lihat ayat ini dalam versi BIS: "Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu, barangsiapa marah kepada orang lain, akan diadili; dan barangsiapa memaki orang lain, akan diadili di hadapan Mahkamah Agama. Dan barangsiapa mengatakan kepada orang lain, 'Tolol,' patut dibuang ke dalam api neraka." dan versi English Amplified: "But I say to you that everyone who continues to be angry with his brother or harbors malice (enmity of heart) against him shall be liable to and unable to escape the punishment imposed by the court; and whoever speaks contemptuously and insultingly to his brother shall be liable to and unable to escape the punishment imposed by the Sanhedrin, and whoever says, You cursed fool! [You empty-headed idiot!] shall be liable to and unable to escape the hell (Gehenna) of fire." Dari sini kita melihat bahwa Tuhan tidak menganggap sepele pembunuhan karakter dengan mengatai, memaki, menghina, menghakimi atau mengutuk orang lain. Mengatakan orang lain kafir itu akibatnya fatal. Mengatai orang dengan tolol, cursed fool atau empty-headed idiot, itu bisa membawa kita dicampakkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Ini sangatlah keras, dan tentu hal terserbut bukanlah tanpa sebab.

(bersambung)

Wednesday, January 11, 2012

Tetap Melayani

Ayat bacaan: Lukas 14:11
==================
"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

melayani TuhanKetenaran dan kesuksesan sering membuat orang menjadi jauh dari Tuhan. Kita semua ingin berhasil dalam hidup, baik dalam karir, keuangan, rumah tangga dan sebagainya. Kita ingin bisnis dan pekerjaan kita berhasil, penghasilan meningkat, tetapi yang kerap terjadi, ketika semua itu kita peroleh kita pun menjadi lupa diri. Ada banyak orang yang kemudian menganggap mereka tidak lagi punya cukup waktu untuk dipakai berhubungan dengan Tuhan, sesuatu yang mungkin tadinya secara rutin dilakukan sebelum kesuksesan itu datang. Ironis sekali, tapi itulah yang sering terjadi. Karena itulah saya selalu kagum ketika bertemu dengan artis-artis yang sudah populer tetapi mereka masih tetap terhubung dengan Tuhan, bahkan beberapa di antara mereka masih rutin melayani di gerejanya masing-masing meski kesibukan dalam karir begitu menyita waktu. Seorang musisi muda yang terkenal pernah bercerita pada saya bahwa semua kesuksesan yang ia peroleh itu sungguh berasal dari Tuhan. "Saya sering berpikir, rasanya tidak mungkin semua ini bisa datang kalau bukan dari Tuhan. Terlepas dari ketekunan saya latihan dan mati-matian membangun karir, tidak akan ada satupun yang berhasil jika Tuhan tidak turut campur di dalamnya. Dia itu memang luar biasa.." katanya sambil menunjuk ke atas dan tersenyum. Saya mengenalnya sejak belum terkenal dan kini ia sudah menjadi satu nama yang hampir pasti diajak dalam konser-konser berukuran festival di negara kita. Dari dulu sampai sekarang, pribadinya yang ramah dan rendah hati tidak pernah berubah. Oleh karena itulah saya merasa kagum dan menaruh respek besar kepadanya.

Apa yang ia tampilkan benar-benar melawan kecenderungan yang sering terjadi. Sering kita melihat dalam perjalanan hidup para artis dan selebritis ada begitu banyak yang terjatuh pada berbagai macam dosa karena mereka terbuai akan kesuksesan, kemakmuran dan kekayaan mereka. Berkecimpung di dunia selebritis membuat saya sedikit banyak tahu bagaimana lifestyle yang tumbuh di kalangan selebritis seperti mereka. Ketika Tuhan memberkati mereka secara melimpah, banyak di antara mereka bukannya bersyukur dan menjadi lebih mengasihi Tuhan, tapi sebaliknya malah meninggalkan Tuhan dan terus semakin memperlebar jarak dengan bertambah subur dalam dosa. Tapi puji Tuhan, ada beberapa di antara mereka yang ternyata bisa tetap berani tampil beda di dunianya. Dan itu memang yang diinginkan Tuhan pula untuk dilakukan umatNya. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2). Sebagai anak-anak Tuhan kita harus berani bersikap jika pergaulan disekitar kita tidak baik. Bukannya ikut-ikutan tetapi tetap hidup lurus meski dunia sudah bengkok begitu parah. Apa yang harusnya kita lakukan adalah tetap bersikap rendah hati dan setia melayani Tuhan. Dalam keadaan biasa-biasa kita harus setia melayani Tuhan, apalagi ketika kesuksesan ada pada kita, dimana kita akan memiliki lebih banyak sumber daya untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan dan KerajaanNya. Inilah pilihan yang terbaik, apalagi ketika kita mempunyai kesempatan, kemampuan dan talenta untuk melayani dan menyatakan kemuliaan Tuhan dalam berbagai bidang. Ingatlah bahwa apapun yang kita buat bagi Tuhan, betapapun kecilnya, akan sangat berharga di mataNya.

Paulus mengingatkan kita: "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58). Tidak akan pernah sia-sia di mata Tuhan, meski mungkin dunia memandang apa yang kita lakukan itu begitu kecilnya dan tidak berharga. Lihatlah bahwa kepada kita semua sudah diberikan karunia-karunia tersendiri. Itu bukan untuk dipakai sendiri, bukan pula untuk disombongkan, tetapi justru itu semua seharusnya dipergunakan demi kemuliaan Tuhan. "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." (1 Petrus 4:9). Melayani orang lain sesuai dengan karunia dari Tuhan, itu harus selalu kita ingat. Ingat pula bahwa kita harus memiliki visi yang sama seperti Tuhan Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. (Matius 20:28). Dan jangan lupa pesan Yesus berikut: "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lukas 14:11).

Jangan tunda apa yang bisa anda lakukan hari ini juga. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan "Don't wait til tomorrow what you can do today."  Peribahasa ini tidak hanya berlaku bagi pekerjaan dan kehidupan jasmani kita, tetapi tentu juga berlaku dalam kehidupan rohani. Tidak ada alasan apapun untuk merasa tidak sanggup melayani Tuhan, karena Firman Tuhan jelas berkata bahwa kita semua memiliki kelebihan dan bakat yang berbeda-beda. Miliki komitmen untuk melayani, bukan untuk ketenaran pribadi, tapi untuk kemuliaan Allah yang telah memberikan kita kemampuan untuk itu. "Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin." (1 Petrus 4:11) Apa yang dilakukan oleh teman musisi di atas menjadi contoh yang baik bagi saya, dan semoga juga bagi anda semua. Selamat melayani, Tuhan memberkati.

Mari kita nyatakan kemuliaan Allah lewat tindakan, perbuatan dan pelayanan kita pada sesama

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidur (10)

 (sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...