Monday, August 4, 2008

Dana Lu Blessing (1) : Tiada Yang Mustahil

Ayat bacaan: Markus 10:27
======================
"Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Sebuah kisah mukjizat luar biasa yang lahir dari iman teguh kedua orang tua. Pada tahun 1991 di Dallas, Texas, lahir seorang anak yang hanya sempat berada 24 minggu dalam kandungan (normalnya 37-40 minggu). Anak ini, Dana Lu Blessing, hanya memiliki berat kurang dari 1 kg, hanya sekitar 0.7 kg, dengan panjang cuma 30 cm. Kulitnya sangat tipis dan sensitif, sistem syarafnya belum sempat terbentuk sempurna karena lahir prematur, sehingga orang tuanya tidak bisa menyentuhnya. Dana pun harus berada dalam perawatan intensif, penuh alat bantu. Dokter menyatakan pada kedua orang tua, Diana dan David, bahwa bayi mereka tidak punya harapan untuk hidup. Cuma 10% kemungkinan bisa hidup, itupun jika selamat, hidupnya akan penuh masalah. Kemungkinan besar tidak bisa bicara, buta, bakal mengalami kelainan otak, sampai mentalnya terbelakang. Itu vonis dokter ketika melihat kondisi Dana. Dokter malah meminta orang tua Dana untuk mempersiapkan peti buat penguburan Dana. Tapi kedua orang tua Dana menolak hal tersebut. Mereka terus berdoa agar Tuhan hadir melindungi Dana melewati masa-masa kritisnya. "Tidak! Semua itu tidak akan terjadi! Dana tidak akan mati. Satu hari nanti dia akan tumbuh normal dan tinggal bersama kami!" kata Diana. Puji Tuhan, secara perlahan berat Dana bertambah, dan ketika ia berusia 2 bulan, orang tuanya akhirnya berkesempatan menggendong Dana untuk pertama kalinya. Meski demikian, dokter masih mengingatkan bahwa kesempatan Dana untuk tumbuh normal adalah mendekati nol. Berbagai kelainan akan menimpa hidup Dana, kata dokter.


dana lu blessing, renungan harian
Foto-foto Dana Lu Blessing



Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dana tumbuh normal, tanpa masalah! Dia tidak mengalami kelainan apapun sama sekali, dan tumbuh seperti layaknya anak sehat. Lihatlah betapa besarnya kuasa doa yang dipanjatkan dengan iman penuh, dan lihatlah betapa Tuhan sangat mengasihi anak-anakNya. Tuhan Yesus berkata "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22), dan apa yang dikatakan Yesus tergenapi dari kisah ini.

Memberi mukjizat bukanlah hal yang sulit bagi Tuhan. Berkat dan karunia selalu turun buat kita yang sungguh-sungguh taat padaNya. Dia selalu setia berada di dekat kita, baik dalam suka maupun duka, dalam keadaan baik maupun dalam kondisi kita yang paling sulit sekalipun. Tuhan sangat mengasihi kita, dia adalah Allah yang peduli. Yang dibutuhkan hanyalah iman kita, dan kesungguhan hati kita untuk menyerahkan segala perkara ke dalam tanganNya, dan mengijinkan kuasa Allah bekerja atas hidup kita. "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13).


Apa yang mustahil bagi manusia, tidaklah demikian bagi Allah.

Sunday, August 3, 2008

Siapa Yang Anda Cari?

Ayat bacaan: 2 Timotius 4:3
======================
"Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya."


tujuan beribadah, renungan harianBeberapa hari yang lalu ketika saya makan malam di sebuah warung, ada sekelompok anak muda yang juga sedang makan. Saya mendengar salah seorang dari mereka berkata, "besok gue mau lihat dulu siapa yang bawa nyanyian di gereja.. kalau nggak rame gue keluar aja.." Teman-temannya pun mengiyakan. Saya heran, mereka mau beribadah untuk mendengar firman Tuhan atau mau nonton konser? Saya pernah juga melihat sebuah lowongan pekerjaan untuk pendeta di internet yang isinya benar-benar aneh. Mereka mencari pendeta-komedian. Syarat yang dibutuhkan bukanlah seorang yang dipenuhi Roh Kudus dan terbeban untuk melayani, tetapi: "Must be very funny!! Please send copy of a cd or dvd." Begitu takutnya gereja yang memuat lowongan itu kalau-kalau gerejanya sepi pengunjung, maka dia pun berusaha membuat gerejanya seperti klub humor.

Miris memang melihat hal-hal seperti di atas, dimana Yesus Kristus ataupun Roh Kudus tidak lagi menjadi subjek, ketika Tuhan tidak lagi menjadi tujuan satu-satunya untuk beribadah. Kita sering mendengar alasan atau keluhan jemaat seperti, "terang aja gue ngantuk, pendetanya boring abis gitu.." , "serius banget sih pak, humor dikit kenapa.." , "ah itu sih gue udah tau, bosen!" dan lain-lain. Atau dialamatkan pada worship leader, "jelek ah suaranya, fals, dan lain-lain. Ketika apa yang mereka dapati dalam ibadah tidak sesuai dengan keinginan alias tidak memuaskan keinginan telinga mereka, mereka pun seolah-olah menganggap tidak ada berkat di gereja itu. Suasana ibadah seolah-olah mati. Padahal apa yang kita cari ketika kita beribadah: Tuhan yang begitu luar biasa mengasihi kita atau pendeta pelawak dan pentas pertunjukan?

Hal seperti ini ternyata sudah diprediksi sejak jauh hari. Paulus telah menulis bahwa akan datang saatnya dimana orang tidak lagi fokus pada ajaran Tuhan, tapi mereka hanya mencari sesuatu yang bisa memuaskan keinginan telinga mereka. Padahal kita tetap bisa memetik pelajaran dari segala hal. Pendeta yang serius pun bisa membawa berkat buat jemaatnya, dan selalu ada hal-hal yang bisa menambah pengetahuan kita dari sesuatu yang telah kita ketahui sekalipun. Waspadalah iblis akan selalu mengaum-aum mencari mangsa (1 Petrus 5:8), dan akan memanfaatkan berbagai keinginan-keinginan daging kita untuk menjauhkan kita dari Tuhan.

Hati yang tulus mencari Tuhan, motivasi yang murni untuk beribadah akan membuat kita melembutkan hati untuk mendengar firman Tuhan, untuk memuji dan menyembah Tuhan dengan segala yang ada di diri kita. Siapapun yang kotbah, siapapun pemimpin pujian, itu bukanlah prioritas utama, karena Tuhan tetap hadir disana. "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."(Mat 18:20). Tuhan bisa melakukan sesuatu dalam ibadah, melalui siapapun. Kita harus selalu menjaga tujuan utama kita untuk beribadah, yaitu untuk mencari dan bertemu Tuhan, bukan hal lain. Berkat akan selalu hadir buat anda dan saya dalam beribadah, siapapun yang melayani.

Mencari dan bertemu Tuhan adalah yang terpenting dalam beribadah

Saturday, August 2, 2008

Dari Penampilan Luar

Ayat bacaan: Yakobus 2:1
=====================
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.


orang miskin, renungan harianSaya masih ingat ketika mal pertama kali hadir di kota kelahiran saya. Pada waktu itu, satpam yang menjaga di depan, terutama di depan supermarket seakan-akan memiliki dua wajah. Ketika yang datang orang yang berpakaian rapi dan bersepatu, kelihatan mewah, mereka pun memasang wajah ramah. Tapi sebaliknya bagi yang berpenampilan lusuh, atau sendal jepit. Jangankan belanja, masuk pun mereka tidak diijinkan. Saya merasa heran, kenapa mereka menilai seseorang hanya dari penampilan luar. Apakah orang tidak mampu sudah pasti akan mencuri? apakah orang yang berpenampilan luar mewah sudah pasti tidak mencuri? Kenyataannya begitu banyak orang-orang kaya yang terus menerus korupsi, mencuri uang negara bermilyar bahkan trilyunan. Saya pun jadi ingat sebuah anekdot yang pernah saya baca sekian waktu yang lalu, yang saya lupa sumbernya.

Pada suatu kali ada seorang peminta-minta yang tergerak hatinya untuk datang ke gereja. Di depan pintu dia dihadang oleh para penyambut jemaat, dan diusir ke luar,karena tidak boleh meminta-minta di dalam gereja. Begitu kata mereka. Dia pun duduk di parkiran, dan hanya mendengar sayup-sayup pujian-penyembahan dan kotbah dari luar. Tiba-tiba ada seseorang yang datang mendekatinya dan bertanya, "Sedang apa bapak disini?" Dia menjawab, "saya sedang mengikuti kebaktian.." Kemudian orang itu bertanya, "kenapa tidak masuk saja? Kan lebih jelas kalau duduk di dalam?" Sang peminta-minta menjawab,"saya tidak diijinkan masuk, karena saya kotor.." Si orang menghela nafas dan berkata, "namaku Yesus, saya pun tidak mereka ijinkan ke dalam."

Perhatian para diaken, para pelayan Tuhan, dan terutama kita anak-anak Tuhan! Sadar atau tidak, kita seringkali memandang sesama kita berdasarkan penampilan luar. Yakobus telah mencontohkan langsung bagaimana orang dengan penampilan mewah disanjung dan diberi perlakuan spesial, diprioritaskan, di beri tempat duduk nyaman dan lain lain. Sementara orang yang biasa-biasa, terlihat lusuh tidak dipandang sama sekali. Beberapa evangelis yang pernah saya dengar kotbahnya juga menceritakan bahwa di beberapa gereja yang pernah mereka datangi hal tersebut masih terjadi. "dari pintu masuk pun sudah begitu terasa perbedaannya.." Yakobus mengingatkan kita bahwa Allah bisa memilih orang miskin sekalipun untuk menjadi ahli waris KerajaanNya, dan menjadi kaya dalam iman (Yakobus 2:5). Di sisi lain, orang-orang kaya juga bisa jahat dan menghujat Tuhan (Yakobus 2:6-7).

Kita perlu belajar agar tidak menilai orang hanya dari penampilan luar saja. Hati kita harus tetap dipasangi kacamata kasih, agar kita bisa melihat dan memperlakukan orang secara adil tanpa memandang siapa orang itu. Ketika kita melihat mereka yang kumal dan tidak mampu, ingatlah bahwa Yesus mencintai mereka. "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Matius 25:40).


Yesus tidak membeda-bedakan dan mengasihi semua manusia, bagaimana dengan kita?

Friday, August 1, 2008

Apa Yang Anda Lihat?

Ayat bacaan: 2 Korintus 10:5
=======================
"...Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.."

titik hitam, renungan harian
Gambar apa yang anda lihat di sebelah kiri? Sebuah titik hitam? Kalau ya, anda sama seperti saya ketika mendapatkan penglihatan kertas seperti itu pada suatu malam. Saya ingat betul, siangnya saya baru saja mengeluarkan komentar yang negatif. Istri saya hobi mengumpulkan kupon yang diperoleh dari hasil belanja di Matahari Hypermart. Ketika kupon telah terkumpul,dia hendak menukarkannya dengan satu set sendok saji yang sejak awal dia idamkan. Tapi ternyata sendok saji itu telah habis stoknya, dan yang ada hanyalah set sendok yang terlihat biasa saja. Saya pun berkata dengan ringan, bahwa itu akal-akalan penjual saja, iming-iming barang bagus yang jumlahnya stoknya sedikit. Dia dengan yakin berkata bahwa barangnya akan masuk lagi, dan dia akan menunggu. Malamnya saya mendapat penglihatan kertas putih dengan titik hitam. Dan ada pertanyaan yang muncul di dalam hati saya: "Apa yang kamu lihat?" Saya jawab, "titik hitam". Kemudian saya mendengar lagi, "kenapa titik hitam itu yang dilihat, kenapa tidak bagian lain berwarna putih, yang jelas lebih besar porsinya ketimbang titik hitam itu?" Saya pun tersentak. Ya, itu bentuk pikiran negatif saya yang hanya melihat dari satu sisi, hanya titik hitam, tapi tidak melihat gambaran keseluruhan dari apa yang disajikan di depan saya, di hidup saya.

Hingga hari ini sebenarnya saya merasa saya telah banyak berubah. Sejak kecil saya terbentuk menjadi orang yang selalu pesimis, berpikiran negatif dan penuh kekhawatiran. Perlahan tapi pasti, sejak menerima Yesus dalam hidup saya, transformasi pikiran itu pun terjadi. Tuhan telah membantu saya untuk merubah pola pikiran negatif yang telah berakar sekian lama menjadi bentuk-bentuk pikiran positif. Saya bisa memandang orang dan dunia ini dengan kacamata yang lebih terang, dengan dasar kasih. Tapi ternyata itu semua belum cukup. Terkadang saya masih juga terjatuh pada pola pikiran negatif. Itu terbukti dari penglihatan kertas putih bertitik hitam ini.

Manusia cenderung lebih melihat sisi negatif daripada positif. Kita lebih tertarik pada tajamnya duri ketimbang merasakan harumnya bunga. Ironisnya, ini seringkali kita lakukan tanpa sadar. Sejak awal saya memang ingin sekali mentransformasi pola pikiran negatif ini untuk keluar dari hidup saya. Hidup positif jauh lebih sehat, lebih baik bagi diri, hati dan jiwa kita. Memang dalam hidup kita sering dihadapkan pada berbagai situasi yang memancing sisi negatif kita untuk keluar, tapi kita harus berusaha sekuatnya agar titik hitam itu tidak mendominasi kita, apalagi kalau sampai titik hitam itu semakin besar.

Dunia penuh dengan negativisme, tapi kita punya Yesus Kristus, dimana kita seharusnya tampil beda dengan apa yang menjadi kecenderungan dunia. Kita harus mampu menawan semua hal tersebut, jangan tenggelam dalam pemikiran yang salah, menghakimi terlalu cepat sebelum kita melihat dulu keseluruhan kondisi.Kita harus segera keluar dari pola negatif ini, dan pilihlah pikiran positif. Kita harus selalu mulai melihat sisi positif dari segala hal seperti yang diingatkan Paulus pada Filipi 4:8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Dan dengan demikian, damai sejahtera akan selalu menyertai hidup kita. Akan halnya cerita diatas, istri saya ternyata benar. Dia mendapatkan sendok saji yang dia idamkan.

Hidup penuh pikiran positif, mendasarkan pikiran pada hal-hal yang baik, selain menyehatkan diri, juga akan membuat kita tampil beda, penuh damai sejahtera dan sukacita. Mari kita sama-sama belajar untuk fokus kepada kertas putih ketimbang titik hitam.



Hidup luar biasa dengan pikiran positif ditengah dunia yang negatif menunjukkan kita adalah anak-anak Allah yang mencerminkan diri-Nya.

Thursday, July 31, 2008

Buah Semangka Berbentuk Kubus

Ayat bacaan: Roma 12:2
===================
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

buah semangka berbentuk kubus, renungan harianBuah semangka pada gambar di sebelah kiri memang unik. Tidak seperti buah semangka yang kita kenal berbentuk bulat, kali ini buahnya berbentuk kubus. Rekayasa komputer? Tidak. Ini adalah buah semangka yang bisa dimakan, seperti buah semangka normal lainnya. Semangka berbentuk kubus ini adalah hasil pengembangan dari Jepang. Karena toko/supermarket mereka dirasa terlalu padat, maka mereka memikirkan cara bagaimana agar mereka bisa lebih menghemat ruang. Dan kalau anda menganggap bahwa proses pembentukan semangka ini sangat sulit dan butuh teknologi muktahir, anda pun salah. Ternyata caranya amat sederhana; cukup dengan menempatkan buah semangka yang sedang tumbuh ke dalam sebuah wadah berbentuk kubus, dan hasilnya? Buah-buah semangka dalam kubus itu pun akan terbentuk seperti kubus, menyerupai tempat penyimpanannya. Konsumen di Jepang pun senang dengan bentuk ini, karena mereka bisa menghemat ruang penyimpanan mereka dalam kulkas. Meskipun rasanya sama, semangka dalam bentuk kubus ini punya harga yang jauh lebih mahal dari yang biasa.

Kalau dipikir-pikir memang luar biasa, bagaimana bentuk alami buah semangka bisa dibentuk mengikuti bentuk wadah penyimpanan ketika mereka tumbuh. Fenomena semangka ini pun paralel dengan diri kita yang tengah hidup di dalam dunia dengan beragam pengaruh. Sudah tidak heran lagi kalau orang bisa terbentuk dari pengaruh lingkungan di mana dia tinggal atau tumbuh besar. Pengaruh dari pergaulan, hingga pengaruh dari apa yang mereka lihat di televisi dan bioskop, pengaruh dari artis favorit dan lain-lain, semua itu bisa membentuk seseorang, baik ke arah yang positif ataupun negatif. Sayangnya dunia ini menawarkan begitu banyak hal yang seolah-olah baik dan indah, padahal arahnya menjerumuskan kita ke arah kegelapan. Ayat bacaan hari ini mengingatkan kita untuk tidak terjerumus pada hal-hal duniawi, tapi terbentuk oleh pembaharuan budi. Akal budi, hikmat, kebijaksanaan berasal dari Allah, dan akan kita dapatkan jika kita selalu mau membuka diri kita menerima firman Tuhan. Dan biarlah firman Tuhan itu bekerja dalam diri kita, dan menghasilkan pribadi yang berkenan di hadapan Allah, bukan sebaliknya membiarkan bentuk-bentuk tekanan dan pengaruh duniawi membentuk diri kita.

Terkadang proses pembentukan itu tidaklah mudah, malah seringkali menyakitkan. Tapi apabila kita rela dan taat pada Tuhan, hasil yang akan kita dapatkan akan bernilai sangat tinggi, baik bagi kehidupan kita, bagi sekitar kita, bagi dunia dan terutama bagi Allah. Kita akan mencerminkan kemuliaan Tuhan, diubah semakin menyerupai gambarNya dalam kemuliaan yang terus bertumbuh (2 Kor 3:18). Pengaruh dunia boleh saja terus berusaha menarik kita, tapi tidak akan berhasil jika kita tetap berada dan bertumbuh dalam wadah firman Tuhan.


Terbentuk oleh firman Tuhan akan menghasilkan pribadi-pribadi penuh kemuliaan

Wednesday, July 30, 2008

Belajar Perkalian

Ayat bacaan: Efesus 4:15
========================
"tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."

Matematika bagi sebagian anak adalah pelajaran yang kurang disukai. Saya sendiri waktu kecil menyukai matematika, karena cara ibu saya mengajarkan dengan cara yang menarik. Kalau penjumlahan dan pengurangan mungkin tidak begitu sulit, tapi perkalian dan pembagian sedikit lebih rumit, terutama ketika baru pertama kali diajarkan. Saya ingat ketika ibu saya mengajarkan perkalian. Ibu saya mengajarkannya lewat buah jeruk. Dua buah jeruk, kalau dibagi dua, hasilnya satu di kiri dan satu di kanan. Jadi jawabannya satu. Satu jeruk dibagi dua? Beliau membelah jeruknya, dan hasilnya setengah jeruk, dua potong. Jadi jawabannya setengah. Beliau mengajarkan dengan telaten, karena saya, seperti anak-anak lainnya, punya begitu banyak pertanyaan. Dibutuhkan trik khusus dan metode menarik untuk mengajarkan anak-anak, bahkan hingga harus mengajak si anak bermain lebih dahulu. Dari tidak tahu, kemudian menjadi tahu, lalu mempelajari hal-hal lain yang jauh lebih rumit. Itu namanya tumbuh.

Tuhan pun mengajarkan kita banyak hal. Mulai dari hal-hal sederhana hingga kuasa yang ada di balik firmanNya, semua itu secara perlahan diberikan pada kita. Saya membayangkan Tuhan dalam posisi guru, dan kita semua sebagai anak-anak SD, betapa sulitnya mengajarkan satu hal saja. Apalagi mengajarkan begitu banyak hal, pada semua anak. Betapa Tuhan itu begitu sabar. Dan cara Tuhan pun begitu banyak, karena kita adalah pribadi yang kompleks dengan gaya dan ragam masing-masing. Kalau anak SD saja naik kelas, dan makin bertumbuh, alangkah ironisnya jika kita masih harus diajari itu-itu saja, tidak juga bisa mengerti apa yang Dia inginkan dalam hidup kita, alias tidak juga bertumbuh. Ketika anak SD bisa melanjutkan ke SMP, SMA, kemudian kuliah, kita masih juga berkutat pada pengertian yang dangkal tentang Tuhan dari tahun ke tahun. Padahal Tuhan terus mengajarkan kita banyak hal setiap hari lewat apapun, dan kita sudah diperlengkapi dengan begitu luar biasa untuk menjadi manusia.

Kerohanian kita harus bertumbuh. Kita bisa berpegang pada kebenaran-kebenaran yang ada di dalam kasih, dan kita akan terus tumbuh akan pengenalan tentang Kristus. Betapa indahnya hidup yang penuh sukacita, betapa ajaibnya hidup bersama Kristus, dan ini semua akan kita rasakan dalam setiap detak jantung kita, ketika kita terus bertumbuh.


Bertumbuh akan membawa kita mengerti lebih jauh tentang Allah. Jangan jalan ditempat

Tuesday, July 29, 2008

Mendidik Anak Dengan Hikmat

Ayat bacaan: Amsal 5:1
==================
"Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan,supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan."

renungan harian mendidik anak
Tinggal di lingkungan perkampungan yang sama selama beberapa tahun membuat saya menyadari satu hal: betapa orang-orang tua di sekitar saya hobi menakut-nakuti anaknya. Jika anak tidak mau makan, ibunya akan berkata.."ayo makan, nanti makanannya diambil om itu!" ada anjing lewat? "hayo.. digigit anjing ntar! hiii.. anjing, anjing!". Kalau anaknya tidak menurut ketika dipanggil? "awas, ada hantu! nanti dimakan hantu!" Tadi siang, ada seorang anak kecil yang jatuh, ibunya langsung berkata, "makanya jangan bandel! nanti di bawa ke dokter, om dokternya jahat, kamu disuntik pakai suntik besar!" Saya tidak heran melihat banyak yang sudah besar tapi berlari ketakutan melihat anak anjing kecil, yang sebenarnya sama sekali tidak peduli padanya. Saya tidak heran ketika banyak orang berbadan besar takut ke dokter. Ada seorang preman yang waktu itu ke dokter gara-gara menderita beberapa bacokan di tubuhnya, dia masih gagah berjalan ke dokter, tapi begitu dokter mengambil suntik, dia menangis ketakutan!Saya tidak heran kalau banyak orang selalu ketakutan karena merasa di mana-mana ada hantu. Ada juga orang tua yang memukul kursi jika anaknya terjatuh, saya sudah berulang kali melihat hal seperti itu. "kursinya nakal ya? sini ibu pukul!" Saya tidak heran kalau ketika besar si anak akan selalu mencari kambing hitam. Belum lagi kalau menyangkut wilayah beda kepercayaan. Bentuk-bentuk pelarangan berteman, makan dan minum di rumah yang berbeda kepercayaan dan lain-lain sangat mudah kita jumpai pada kehidupan sehari-hari.

Anak adalah anugrah Tuhan bagi ibu dan bapanya. Mereka dilahirkan bagaikan kertas kosong yang siap ditulis oleh orang tuanya. Jika kita mendidik anak dengan warna yang salah, anak akan penuh coretan tanpa makna dalam perjalanan kehidupannya. Mitos-mitos dan bentuk-bentuk "menakut-nakuti" untuk membuat anak patuh tentu tidak sejalan dengan firman Tuhan, dan tidak baik bagi perkembangan kejiwaan si anak. Anak pun bisa jadi salah kaprah dalam memandang kehidupan. Di beberapa negara, anak-anak diajar menjadi pembawa bom bunuh diri, membawa senjata, membunuh dan lain-lain, karena mereka bak kertas kosong, mereka pun akan terbentuk menjadi pembunuh.

Ayat hari ini menggambarkan dengan jelas bagaimana cara mendidik anak yang baik. Mengajar anak dengan hikmat yang berasal dari Tuhan, mendidik anak dengan bekal-bekal yang bijaksana, itulah yang seharusnya dilakukan oleh para orang tua.Orang tua harus memberi kesempatan yang cukup bagi si anak untuk tumbuh dan belajar dari setiap kesalahannya. Kita tidak bisa memaksakan si anak agar menjadi mahluk sempurna secara instan, apalagi dengan tujuan untuk kebanggaan orang tuanya dan bukan untuk kebaikan si anak. Orang tua pun harus bisa meluangkan waktu yang cukup dan keteladanan yang baik bagi anak-anaknya, karena bagaimanapun figur orang tua sangat dibutuhkan oleh mereka sebagai contoh nyata bagaimana mereka harus hidup. Pada Efesus 6:4 orang tua pun diperingatkan agar selalu mendidik anak sesuai ajaran dan nasihat Tuhan. Bagaimanapun anak adalah anugrah dari Tuhan, milik Tuhan. Karena itu, didiklah mereka hikmat dan kebijaksanaan yang hanya berasal dari Tuhan.


Membentuk pribadi anak haruslah sesuai dengan ajaran dan nasihat Tuhan

Tidur (10)

 (sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...