======================
"Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Sebuah kisah mukjizat luar biasa yang lahir dari iman teguh kedua orang tua. Pada tahun 1991 di Dallas, Texas, lahir seorang anak yang hanya sempat berada 24 minggu dalam kandungan (normalnya 37-40 minggu). Anak ini, Dana Lu Blessing, hanya memiliki berat kurang dari 1 kg, hanya sekitar 0.7 kg, dengan panjang cuma 30 cm. Kulitnya sangat tipis dan sensitif, sistem syarafnya belum sempat terbentuk sempurna karena lahir prematur, sehingga orang tuanya tidak bisa menyentuhnya. Dana pun harus berada dalam perawatan intensif, penuh alat bantu. Dokter menyatakan pada kedua orang tua, Diana dan David, bahwa bayi mereka tidak punya harapan untuk hidup. Cuma 10% kemungkinan bisa hidup, itupun jika selamat, hidupnya akan penuh masalah. Kemungkinan besar tidak bisa bicara, buta, bakal mengalami kelainan otak, sampai mentalnya terbelakang. Itu vonis dokter ketika melihat kondisi Dana. Dokter malah meminta orang tua Dana untuk mempersiapkan peti buat penguburan Dana. Tapi kedua orang tua Dana menolak hal tersebut. Mereka terus berdoa agar Tuhan hadir melindungi Dana melewati masa-masa kritisnya. "Tidak! Semua itu tidak akan terjadi! Dana tidak akan mati. Satu hari nanti dia akan tumbuh normal dan tinggal bersama kami!" kata Diana. Puji Tuhan, secara perlahan berat Dana bertambah, dan ketika ia berusia 2 bulan, orang tuanya akhirnya berkesempatan menggendong Dana untuk pertama kalinya. Meski demikian, dokter masih mengingatkan bahwa kesempatan Dana untuk tumbuh normal adalah mendekati nol. Berbagai kelainan akan menimpa hidup Dana, kata dokter.

Foto-foto Dana Lu Blessing
Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dana tumbuh normal, tanpa masalah! Dia tidak mengalami kelainan apapun sama sekali, dan tumbuh seperti layaknya anak sehat. Lihatlah betapa besarnya kuasa doa yang dipanjatkan dengan iman penuh, dan lihatlah betapa Tuhan sangat mengasihi anak-anakNya. Tuhan Yesus berkata "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22), dan apa yang dikatakan Yesus tergenapi dari kisah ini.
Memberi mukjizat bukanlah hal yang sulit bagi Tuhan. Berkat dan karunia selalu turun buat kita yang sungguh-sungguh taat padaNya. Dia selalu setia berada di dekat kita, baik dalam suka maupun duka, dalam keadaan baik maupun dalam kondisi kita yang paling sulit sekalipun. Tuhan sangat mengasihi kita, dia adalah Allah yang peduli. Yang dibutuhkan hanyalah iman kita, dan kesungguhan hati kita untuk menyerahkan segala perkara ke dalam tanganNya, dan mengijinkan kuasa Allah bekerja atas hidup kita. "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13).
Apa yang mustahil bagi manusia, tidaklah demikian bagi Allah.
Beberapa hari yang lalu ketika saya makan malam di sebuah warung, ada sekelompok anak muda yang juga sedang makan. Saya mendengar salah seorang dari mereka berkata, "besok gue mau lihat dulu siapa yang bawa nyanyian di gereja.. kalau nggak rame gue keluar aja.." Teman-temannya pun mengiyakan. Saya heran, mereka mau beribadah untuk mendengar firman Tuhan atau mau nonton konser? Saya pernah juga melihat sebuah lowongan pekerjaan untuk pendeta di internet yang isinya benar-benar aneh. Mereka mencari pendeta-komedian. Syarat yang dibutuhkan bukanlah seorang yang dipenuhi Roh Kudus dan terbeban untuk melayani, tetapi: "Must be very funny!! Please send copy of a cd or dvd." Begitu takutnya gereja yang memuat lowongan itu kalau-kalau gerejanya sepi pengunjung, maka dia pun berusaha membuat gerejanya seperti klub humor.
Saya masih ingat ketika mal pertama kali hadir di kota kelahiran saya. Pada waktu itu, satpam yang menjaga di depan, terutama di depan supermarket seakan-akan memiliki dua wajah. Ketika yang datang orang yang berpakaian rapi dan bersepatu, kelihatan mewah, mereka pun memasang wajah ramah. Tapi sebaliknya bagi yang berpenampilan lusuh, atau sendal jepit. Jangankan belanja, masuk pun mereka tidak diijinkan. Saya merasa heran, kenapa mereka menilai seseorang hanya dari penampilan luar. Apakah orang tidak mampu sudah pasti akan mencuri? apakah orang yang berpenampilan luar mewah sudah pasti tidak mencuri? Kenyataannya begitu banyak orang-orang kaya yang terus menerus korupsi, mencuri uang negara bermilyar bahkan trilyunan. Saya pun jadi ingat sebuah anekdot yang pernah saya baca sekian waktu yang lalu, yang saya lupa sumbernya.
Buah semangka pada gambar di sebelah kiri memang unik. Tidak seperti buah semangka yang kita kenal berbentuk bulat, kali ini buahnya berbentuk kubus. Rekayasa komputer? Tidak. Ini adalah buah semangka yang bisa dimakan, seperti buah semangka normal lainnya. Semangka berbentuk kubus ini adalah hasil pengembangan dari Jepang. Karena toko/supermarket mereka dirasa terlalu padat, maka mereka memikirkan cara bagaimana agar mereka bisa lebih menghemat ruang. Dan kalau anda menganggap bahwa proses pembentukan semangka ini sangat sulit dan butuh teknologi muktahir, anda pun salah. Ternyata caranya amat sederhana; cukup dengan menempatkan buah semangka yang sedang tumbuh ke dalam sebuah wadah berbentuk kubus, dan hasilnya? Buah-buah semangka dalam kubus itu pun akan terbentuk seperti kubus, menyerupai tempat penyimpanannya. Konsumen di Jepang pun senang dengan bentuk ini, karena mereka bisa menghemat ruang penyimpanan mereka dalam kulkas. Meskipun rasanya sama, semangka dalam bentuk kubus ini punya harga yang jauh lebih mahal dari yang biasa.
Matematika bagi sebagian anak adalah pelajaran yang kurang disukai. Saya sendiri waktu kecil menyukai matematika, karena cara ibu saya mengajarkan dengan cara yang menarik. Kalau penjumlahan dan pengurangan mungkin tidak begitu sulit, tapi perkalian dan pembagian sedikit lebih rumit, terutama ketika baru pertama kali diajarkan. Saya ingat ketika ibu saya mengajarkan perkalian. Ibu saya mengajarkannya lewat buah jeruk. Dua buah jeruk, kalau dibagi dua, hasilnya satu di kiri dan satu di kanan. Jadi jawabannya satu. Satu jeruk dibagi dua? Beliau membelah jeruknya, dan hasilnya setengah jeruk, dua potong. Jadi jawabannya setengah. Beliau mengajarkan dengan telaten, karena saya, seperti anak-anak lainnya, punya begitu banyak pertanyaan. Dibutuhkan trik khusus dan metode menarik untuk mengajarkan anak-anak, bahkan hingga harus mengajak si anak bermain lebih dahulu. Dari tidak tahu, kemudian menjadi tahu, lalu mempelajari hal-hal lain yang jauh lebih rumit. Itu namanya tumbuh.