Friday, February 29, 2008

Sukacita Dalam Kesengsaraan

Ayat bacaan: Rom 5:3-4
====================
"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan"


Ada seseorang yang tersesat di dalam gua yang gelap gulita. Tidak ada lagi senter atau lilin yang dapat dipakai. Tapi nun jauh di ujung pandangan matanya, ada setitik kecil cahaya. Dengan terseok2, orang itu melewati segala rintangan yang ada, dalam kegelapan, fokus kepada arah menuju titik cahaya tersebut. Dan ketika ia sampai disana, selamatlah ia.

Bayangkan seorang atlit angkat besi. Mereka mengangkat beban2 berat untuk memperoleh otot2 yang besar. Seandainya mereka hanya mengangkat beban ringan, tentu otot mereka pun akan kecil terbentuk.

Jika kita tarik benang merah dari dua ilustrasi diatas, kita akan melihat bahwa ada pengharapan dan ada kemenangan dari sebuah rintangan, ujian ataupun beban. Dalam hidup ini, siapapun kita, ada kalanya kita mendapat masa-masa sulit, beban hidup berat, kepedihan, penderitaan maupun kesengsaraan. Tapi ingatlah, bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan anak2Nya mengalami ujian hidup tanpa tujuan. Seandainya tidak ada masa sulit, tidak akan ada penderitaan dalam hidup, dan kita juga akan menjadi mahluk dengan rohani lemah. Itu sebabnya Tuhan mengajak kita untuk bersukacita dalam setiap pergumulan hidup. Yakinlah, di ujung pergumulan itu akan ada sesuatu yang dapat kita tuai, yang akan menghasilkan kekuatan dan keteguhan iman, dan menjadikan kita tahan uji dengan mental yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Seberat apapun pergumulan yang sedang anda hadapi, hadapilah dengan sebuah keyakinan, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak2Nya sendirian menghadapi masalah. Segelap apapun jalan anda saat ini, ada setitik cahaya keselamatan dan sukacita didepan sana. Jika kita tahu bahwa Tuhan tetap ada bersama kita, dan sedang membentuk kita, kenapa harus takut? Terimalah semua pergumulan anda dengan keyakinan penuh, dan rayakanlah perubahan2 kerohanian anda dalam prosesnya. Tuhan sudah sering kali membangun tokoh2 dan nabi2 luar biasa setelah mereka berhasil melewati proses pergumulan dan penderitaan. Percayakan semuanya ke dalam tanganNya, karena Tuhan punya rancangan yang terbaik bagi kita semua.


Bermegah dalam penderitaan, bersukacita dalam kesengsaraan. Ijinkan Tuhan membangun kita untuk menjadi anak2Nya yang luar biasa.

Thursday, February 28, 2008

Jagalah Hati

Ayat bacaan: Ams 4:23
==================

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Bayangkan, seandainya anda memiliki sebuah kebun yang subur dan indah, penuh dengan berbagai sayur-sayuran yang siap untuk dituai. Ketika anda bersiap untuk memetik sayur2an dari kebun, teryata ada sekumpulan kelinci sedang menggerogoti berbagai sayuran siap petik tadi. Apa yang akan anda lakukan selanjutnya? Saya yakin, tidak akan ada yang menjawab hanya menonton kumpulan kelinci tersebut menghabisi sayuran anda. Anda pasti segera mengusir kelinci2 tersebut, dan membangun pagar untuk mencegah kelinci2 tersebut untuk masuk lagi.

Teman, hati kita juga seperti kebun. Tuhan menginginkan segala yang sehat dan memberikan kehidupan untuk tumbuh dan berkembang disana. Hati yang bersih penuh dengan potensi ilahi, dimana Tuhan akan meletakkan kasih dan anugrahNya. Hati yang bersih akan mampu menjadi tempat dimana Tuhan menyatakan isi hatiNya. Dan semakin banyak firman Tuhan yang tumbuh dan berakar didalam hati kita, maka kita pun akan semakin mampu untuk hidup benar sesuai kehendak Tuhan. Hati yang seperti ini akan mampu mengasihi dan memberkati banyak orang. Tetapi sebaliknya, jika kita tidak berhati2 dan membangun perisai, melindungi hati kita, maka hati akan sangat rawan terhadap penyelusup2 yang akan dengan mudah dan cepat menghancurkan hati kita, dan dengan sendirinya menghancurkan hidup kita. Hati merupakan bagian dari diri kita yang mudah terluka, mudah sakit dan sangat rapuh. Dan jika hati tidak dijaga, selain hati kita dapat dimasuki pengaruh2 negatif yang akan menjauhkan kita dari hadirat Tuhan, hati juga memerlukan waktu yang cukup lama untuk kembali "sehat" jika terluka. Sudah banyak contoh orang besar yang berpengaruh, kemudian mengalami kejatuhan dalam karir dan kehidupannya, karena mereka tidak mampu menjaga hatinya.

Tetaplah tekun dalam doa, terus pagari hati dan hidup anda dengan firman2Nya, dan kehidupan anda akan selalu bersinar, bukan hanya bagi anda sendiri, tapi juga bagi orang2 disekitar anda.

Jika anda ingin hati anda seperti kebun yang subur dan indah, dengan berbagai tanaman yang siap petik dan tuai setiap hari, tetap pastikan bahwa anda telah memasang pagar kebenaran Tuhan disekelilingnya.

Wednesday, February 27, 2008

Satu Untuk Semua

Ayat bacaan: Kis 16:31
===================
Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Seminggu yang lalu, pada suatu malam saya mendapat telpon dari medan. Adik saya ternyata, masih dalam suara terengah2, mengabarkan bahwa kampung dibelakang rumah di medan terbakar. Api menjalar dengan cepat dan menghanguskan rumah demi rumah, semakin lama semakin mendekati rumah yg ditempati ayah dan adik saya di medan. Bayangkan kengerian mereka, ketika api tinggal selangkah lagi. Tidak banyak barang yg sempat mereka selamatkan, mereka cuma membawa secukupnya keluar dari rumah. Tapi mukjizat terjadi. Tiba2, sekelompok orang yang sama sekali tidak dikenal, naik ke genteng rumah, menyiramkan air dan sebagainya diatas sana, hingga bagian2 tubuh mereka sempat terluka sana sini akibat goresan bagian2 atap yang tajam. Dan, lebih ajaib lagi, api berhenti tepat dibelakang rumah ayah dan adik saya di medan.

Ajaib memang, sebuah mukjizat mungkin terjadi kapan saja dan dimana saja. Bagi Allah, segalanya mungkin. Tapi sebuah catatan dalam cerita ini adalah, adik dan ayah saya belum percaya Yesus alias masih menganut agama lain. Bagi saya, dengan segala hormat dan puji serta syukur bagi Tuhan Yesus, hal ini tidak mengagetkan. Karena dari jauh sebelumnya, hal seperti ini sudah dijanjikan oleh Tuhan. Sebuah bentuk penyertaan Yesus dalam hidup kita dan keluarga kita, dan menjaga mereka lewat iman kita.

Percaya pada Yesus, bukanlah percaya yang hanya dibibir saja. Banyak sekali orang yang mengakui Yesus, tetapi mereka tetap diliputi banyak keraguan dalam hidup mereka. Doa seringkali hanya berisi permintaan yang sama, berulang2, seolah2 Tuhan bisa lupa jika tidak sering2 diingatkan. Bagaimana kita bisa mengatakan kita percaya pada seseorang atau sesuatu, tetapi di saat yang sama kita tetap meragukan kapabilitas atau kemampuan mereka? Ketika anda memilih sebuah maskapai penerbangan untuk mengantarkan anda pada sebuah destinasi, artinya anda juga mempercayakan keselamatan anda pada maskapai tersebut, dan yakin bahwa mereka adalah yang terbaik menurut anda. Sebuah analogi yang sama, jika anda percaya pada Yesus Kristus, artinya anda memberikan hidup anda kepadaNya, mempercayakan segala sesuatunya tidak pada apapun itu, selain Yesus. Yakinlah, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa, selalu menepati janji2Nya, dan sanggup untuk memberikan segala yang terbaik buat kita. Betapa doa2 syafaat yang kita panjatkan buat orang-orang yang kita sayangi sangat besar kuasanya. Teruslah doakan keluarga dan orang2 terdekat kita yang belum bertobat agar mendapat jamahan Tuhan dan bisa mengenal kasih Yesus dalam hidup mereka.


Keselamatan ada didalam Yesus, tidak hanya bagi kita, tapi juga bagi mereka yang kita sayangi.

Tuesday, February 26, 2008

Eksistensi Tuhan

Ayat bacaan:Rom 1:19-20
=======================
"Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari padaNya, yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada pikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih."

Hari ini saya teringat tentang kisah dua orang astronot yang pergi ke bulan. Astronot dari Rusia, Mayor Andrian Mikolayev ketika berada di luar angkasa pernah berkata bahwa dia tidak melihat Tuhan disana. Namun astronot Gordon Cooper,dalam misi luar angkasanya, berkata, "saya tidak melihat Tuhan, tapi disana saya melihat banyak hal luar biasa dan ajaib yang Dia ciptakan".

Seringkali sebagai manusia kita mengukur segala sesuatunya berdasarkan logika manusia. Ilmu pengetahuan yang berkembang sesuai dengan akal budi manusia, sering malah menjauhkan manusia dari Penciptanya. Ada salah seorang teman saya dari luar negeri, yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Alasannya? sederhana, karena dia tidak pernah melihat keberadaan Tuhan secara fisik. Sebagai orang intelek, dia menyatakan akan percaya jika telah melihat keberadaan Tuhan dengan mata kepalanya sendiri. UFO, katanya, jauh lebih masuk akal, karena ada banyak laporan yang menyatakan keberadaan UFO itu di dunia.

Padahal, coba lihat sekeliling kita. Begitu banyak karya Tuhan yang nyata. Kertas tidak akan ada tanpa kayu. Kayu berasal dari pohon. Singkatnya, apapun itu, jika kita runut terus, kita akan sampai kepada sesuatu yang memang berasal dari suatu proses penciptaan awal. Dan semua itu, tidak lain, hanya dapat muncul dari Tuhan. Lihatlah sekeliling kita. Langit indah di tengah malam dengan bintang2nya, siang panas terik dengan gumpalan awan, tanaman, rerumputan disekitar kita, bahkan keberadaan manusia2 lain disekeliling kita, yang berinteraksi setiap saat dengan kita, atau setiap detak jantung dan desah nafas kita, ini semua merupakan karya2 nyata Tuhan, dan jelas merupakan bukti dari eksistensi Tuhan di dunia ini.

Maka,dalam situasi dan kondisi apapun kita saat ini, berhentilah mengeluh dan meratapi nasib sejenak. Lihatlah sekeliling kita, semuanya sudah diciptakan dan disediakan lengkap oleh Nya. Sudah sepantasnya kita mengucap syukur dalam doa2 kita atas segala yang telah Ia sediakan.

Eksistensi Tuhan ada dimana2, disekeliling kita, setiap saat, setiap waktu.

Sunday, February 24, 2008

Keluar Dari Hutan Belantara

Ayat Bacaan : Mzm 34:18
=====================

"Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya."

Pada perang dunia II, sebuah pesawat jatuh ditengah hutan belantara. Sang pilot selamat, tetapi dia tidak tahu arah untuk keluar dari hutan belantara itu. Dalam kebingungannya dan ketakutannya, berselang beberapa waktu kemudian ia ditemukan oleh seorang penduduk sekitar, dan kemudian dituntun untuk keluar dari hutan tersebut dan selamat.

Banyak diantara kita bingung bagaimana cara Tuhan bekerja. Banyak diantara kita menduga, menjadi seorang Kristen berarti mendapatkan segala berkat dan kuasa berlimpah secara instan, dan tidak akan pernah mengalami kesusahan. Jika berada dalam kesusahan? artinya Tuhan meninggalkan mereka, Tuhan tidak peduli pada mereka, dan mereka akan segera berteriak bahwa Tuhan tidak adil dan pilih kasih. Mereka berpikir, pekerjaan Tuhan hanyalah melepaskan segala kesulitan, memperbaiki situasi buruk, dan membuat setiap keadaan menjadi sempurna. Diluar itu, artinya ada yang salah dengan sistem dan cara kerja Tuhan.

Tidak, itu bukan cara Tuhan bekerja. Ya, Dia memperbaiki beberapa dari keadaan anda. Ya, Dia memulihkan hidup anda dan keluarga anda. Ya, Dia mampu membuat mukjizat dalam hidup anda, tetapi siapapun kita, betapapun benar dan kudusnya kita hidup, kita tetap akan mendapat sejumlah persoalan dalam hidup kita. Hutan belantara itu memang ada dalam hidup kita, dan seringkali kita harus melewati hutan belantara, bahkan terkadang penuh semak duri dan rumput duri, seperti yang tertulis dalam Kejadian 3. Tetapi ingat, kabar gembiranya adalah, bagi kita yang mengenal Dia, Dia akan membimbing kita semua untuk melewati hutan belantara itu, melewati kesukaran2 hidup, dan menemukan jalan keluar. Dia tidak akan sekalipun meninggalkan anak2Nya yang mempercayakan hidup mereka dalam lindungan Tuhan.

Tuhan tidak akan mengubah hutan menjadi disneyland, atau sekedar jalan bebas hambatan, tapi Tuhan berjanji akan selalu membimbing untuk terlepas dari hutan belantara penuh semak duri itu. Ketika hidup menjadi sulit, ketika permasalahan datang, ketika badai menerpa hidup kita, berpeganglah erat2 kepada Tuhan. Percayalah padaNya, dan yakinlah, Tuhan pasti membantu anda dan saya untuk melewatinya.


Orang baik pun bisa mengalami kesulitan, tapi Tuhan akan selalu siap menolong dalam setiap kesulitan yg dihadapi.

Saturday, February 23, 2008

Berdiam Dalam hadiratNya

Ayat bacaan: Ams 24:12
====================

“Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?”

Sebuah pertanyaan menggelitik.. bagaimanakah cara untuk mohon ampun pada Tuhan? Pernah pada suatu kali, ada seorang teman yang kebingungan, apa yang harus dia sebutkan kepada Tuhan dalam doanya. Bagaimana merangkai sebuah kata2 sehingga berkenan dihadapan Tuhan? apa yang harus dikatakan supaya doa itu didengar dan Tuhan mengampuni dosa2nya? Lebih jauh lagi, dalam kebingungan itu, apakah kesulitan merangkai kata2 itu malah membuat kita batal untuk berdoa?

Tuhan tidak peduli pada kehebatan kita sebagai manusia. Meskipun kita ahli dalam membuat puisi super indah, bukan berarti serta merta doa puitis kita berkenan padaNya. Tuhan Yesus sendiri mengatakan agar kita jangan bertele-tele dalam doa, seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Allah menguji hati. Dia tahu semuanya,sampai ke hal2 yang paling dalam kita sembunyikan sekalipun. Yang dibutuhkan cuma kerendahan hati, datang padaNya dan berbicaralah. Bahkan jika anda sedang dalam kondisi sangat berat dan tidak mampu berkata2, datanglah padaNya tanpa mengucapkan apapun. Yakinlah bahwa Tuhan mengerti semua permasalahan anda, Dia mendengar, dan Dia peduli. Apakah anda mampu merangkai kata indah, mampu mendeskripsikan permasalahan anda, atau anda termasuk orang yg sulit menerjemahkan isi hati, Tuhan tahu itu semua. Seperti anda datang dan memohon kasih sayang dari orang tua anda, ingin merasa tenang ketika anda berada dipelukan ibu atau ayah, seperti itulah kasih Allah pada anak2Nya.

Ya, Daud merangkai kata2 indah dalam Mazmur 51 mengenai pertobatannya, dan tidak ada salahnya jika anda mampu berbuat hal demikian. Tapi jangan jadikan itu sebagai satu2nya cara untuk bertobat dan berdoa, dan jangan berpikir bahwa doa sedemikian itulah yang berkenan dihadapan Tuhan. Jadilah diri anda sendiri, sesuai dengan siapa anda yang diciptakan Tuhan. Manusia diciptakan berbeda-beda, datanglah padaNya, berdiamlah didalam hadiratNya. Biarkan Dia memeluk anda, dan mendengar semua isi hati anda. Bapa akan selalu mencurahkan kasihNya kepada kita semua. Mari, malam ini kita ambil waktu, dan berdiam dalam hadiratNya. Rasakan kasihNya yang tak berkesudahan memberi kedamaian dan kelegaan dalam hidup kita.

Tuhan menguji hati, bukan kepintaran dan keahlian kita sebagai manusia.

Friday, February 22, 2008

Siapapun Anda

Ayat bacaan: Filipi 4:6-7
=====================

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Pada suatu ketika sekian tahun yang lalu, saya pernah berbincang2 dengan seorang wanita yang ternyata berprofesi sebagai wanita penghibur. Saya bertanya, pernahkah dia terpikir untuk bertobat dan memulai hidup baru yang jauh dari profesinya sekarang? jawabannya singkat.."hidupku sudah terlalu kotor, bebanku terlalu berat.. percuma saja untuk bertobat, karena semuanya sudah terlambat". Saya pada waktu itu belum lahir baru, dan belum tahu apa2 soal ini, tapi kata2 itu tetap lekat di benak saya.

Adakah kata terlambat untuk bertobat? Tidak. Tuhan tetap membuka tanganNya lebar2 bagi setiap pertobatan dengan penuh sukacita. Adakah orang yang terlalu sarat dosa, sehingga pintu pengampunan tidak lagi dibukakan Tuhan dalam kondisi apapun? Tidak. Tuhan kita adalah Bapa yang penuh kasih, dan tetap mencintai dan mengasihi kita, terlepas dari siapa dan apapun kita. Adakah tingkatan2 status dan kedudukan duniawi yang disyaratkan Tuhan dalam mengampuni anak2Nya? tidak. Tuhan mencintai kita semua tanpa terkecuali. Tuhan hari ini meminta saya menulis untuk seseorang yang merasa dirinya tidak layak untuk mendekat pada Tuhan, yang saya sendiri tidak tahu siapa. Siapapun anda, anda tetap berharga dimata Tuhan. Apapun yang pernah anda lakukan, seberat apapun dosa anda, anda tetap ada dalam kasihNya. Tidak perlu khawatir. Jangan takut. Tuhan tetap menunggu saat2 dimana anda datang padaNya, memohon ampun, bertobat, dan berjanji untuk meninggalkan semua hal2 negatif di masa lalu. Percayalah, Dia akan melepaskan anda dari belenggu apapun yang mengikat anda saat ini. Mari, teman2 yang berbeban berat, yang merasa beban dosanya merintangi kedekatan dengan Allah, ini saatnya anda meninggalkan semuanya dan datang pada Tuhan. Tuhan Yesus sendiri tidak pernah membeda2kan orang untuk diselamatkan. Lihat kisah perempuan Samaria, Zakeus sang pemungut cukai, orang kusta, hingga perempuan yang berzinah. Lebih jauh lagi, lihat apa yang terjadi pada Daud. Yesus adalah Juru Selamat yang tidak pernah pandang bulu. Dia bahkan rela mati untuk kita semua. Begitu besar kasihNya. Ya, kasih Allah berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali, termasuk anda, termasuk saya, apapun latar belakang kita, baik maupun buruk sekalipun.

Bayangkan betapa penuh kasih dan setianya Bapa, melampaui segala akal dan logika, menembus semuanya tanpa batasan ruang dan waktu. Dia akan menyambut anda dengan penuh suka cita kapan saja. Datanglah padaNya, mohon ampun, dan ucapkan syukur atas semua perlindunganNya selama ini dalam hidup anda. Dan sampaikan dalam nama Yesus. Malam ini, saya secara pribadi berdoa buat teman2 yang terbelenggu berbagai hal, dan memohon kelepasan, dalam nama Yesus. Biarlah damai sejahtera dan kasih karunia Tuhan senantiasa memberkati hidup kita semua. amin.


Kasih setia dari Allah tidak membeda-bedakan orang. Siapapun, dimanapun, kapanpun, kita semua selalu dinantikanNya untuk kembali kedalam tanganNya.

Tidur (10)

 (sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...